Program MBG Buka Lapangan Kerja Baru Dan Dorong Perekonomian Daerah

Oleh: Rindiana Saraswati )* Program MBG hadir bukan hanya sebagai solusi atas permasalahan gizi anak bangsa, melainkan juga sebagai stimulus bagi perekonomian nasional. Di balik setiap porsi makanan yang disajikan kepada siswa sekolah, santri, dan ibu hamil, terdapat perputaran roda ekonomi yang melibatkan banyak tangan, mulai dari petani di pedesaan hingga pelaku usaha kecil di perkotaan. Program…

Read More

Progam MBG Dinikmati 44 Juta Orang dan Mendistribusikan 2 Miliar Porsi Makanan

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tercatat telah dinikmati oleh lebih dari 44 juta masyarakat di berbagai daerah, menunjukkan skala implementasi yang semakin luas. Capaian ini menjadi bukti bahwa intervensi pemerintah dalam pemenuhan gizi mampu menjangkau kelompok rentan secara lebih merata. Distribusi lebih dari 2 miliar porsi makanan sehat menandai langkah…

Read More

Sekolah Rakyat Langkah Strategis Pemerintah dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan

Oleh : Fajar Saputra )* Pemerintah terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui berbagai inovasi, salah satunya program Sekolah Rakyat. Program ini hadir sebagai solusi untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini berada di luar akses pendidikan formal, baik akibat faktor ekonomi, sosial, maupun geografis. Inisiatif tersebut juga dipandang sebagai upaya strategis untuk memastikan tidak ada anak Indonesia…

Read More

Sekolah Rakyat Jadi Motor Baru Pengurangan Kemiskinan Berbasis Pendidikan

Oleh : Diana Utami )* Upaya menanggulangi kemiskinan di Indonesia membutuhkan pendekatan yang tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga menyentuh akar persoalan sosial yang selama ini menahan laju mobilitas masyarakat. Salah satu kunci penting dalam memutus rantai kemiskinan adalah pendidikan. Pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya memberi keterampilan, melainkan juga membuka pintu kesempatan…

Read More

Waste to Energy Danantara Dinilai Strategis: SampahTeratasi, Energi Terbarukan Diandalkan

Oleh: Ardian Prasetyo Upaya pemerintah mengatasi darurat sampah nasional melalui program waste to energy yang digarap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) layak dipandang sebagai langkah strategis yang menegaskan arah barupengelolaan lingkungan Indonesia. Dengan produksi sampah yang telah mencapailebih dari 56 juta ton per tahun, situasi ini tidak bisa lagi diselesaikan melalui polakonvensional yang bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir. Kompleksitaspersoalan ini menuntut solusi berskala nasional yang bukan hanya memindahkanmasalah, melainkan mengubahnya menjadi nilai baru bagi kepentingan jangkapanjang. Pemerintah melalui Perpres 109 Tahun 2025 menunjukkan keberanianmengambil kebijakan yang menempatkan teknologi sebagai bagian integral daripembangunan berkelanjutan. Sejak proses waste to energy mulai dipercepat oleh Danantara, muncul optimismebaru bahwa Indonesia dapat mengubah sampah menjadi sumber energi terbarukan. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menilai langkah pemerintah bersamaDanantara tepat waktu karena selama lebih dari satu dekade program konversisampah belum berkembang optimal akibat tantangan teknis dan keekonomian. Iamenjelaskan bahwa pola baru yang diterapkan Danantara memberikan kepastianpendanaan, memperbaiki kriteria seleksi mitra, dan memastikan bahwa hasilinvestasi kembali pada negara sehingga menciptakan siklus permodalan jangkapanjang. Penjelasan ini menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan Danantarabukan sekadar operator, tetapi juga investor yang memastikan proyek berjalansecara efisien dan berkelanjutan. Pendekatan baru tersebut menjadi penting karena Indonesia menghadapiketidakseimbangan antara volume sampah dan kapasitas pengelolaannya. Potensidaur ulang yang selama ini hanya mampu menyerap sekitar 40 persen secaranasional memberikan gambaran bahwa 60 persen sisanya membutuhkan mekanismepengolahan berbasis teknologi yang mampu bekerja terus-menerus. Waste to energy memberikan jawaban karena mampu mengurangi volume sampah sekaligusmenghasilkan listrik stabil yang dapat menyokong kebutuhan energi perkotaan. Dari sisi keekonomian, penerapan skema twenty cents per kilowatt-hour memberikankepastian tarif yang tidak membebani APBN, sementara peluang karbon kreditmemperkuat daya tarik investor untuk terlibat lebih luas. Pengamat kebijakan dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Hafiz ElfiansyaParawu, menilai program ini memiliki prospek jangka panjang karena secarasimultan menyatukan isu lingkungan, kesehatan masyarakat, dan energi. Iamenekankan bahwa pengurangan volume sampah tidak hanya berpengaruh pada penghematan lahan TPA, melainkan juga menekan emisi dalam jumlah signifikan. Menurutnya, jika tidak dikembangkan secara serius, Indonesia justru akanmenghadapi beban ganda berupa kenaikan volume sampah dan kebutuhan energiyang meningkat setiap tahun. Perspektif ini memperlihatkan bahwa waste to energy bukan sekadar proyek teknis, tetapi bagian dari strategi mencapai target Net Zero Emissions 2060 yang telah ditetapkan pemerintah. Danantara membuktikan keseriusannya dengan menyiapkan kemitraan yang melibatkan perusahaan lokal dan asing berpengalaman melalui Daftar PenyediaTerseleksi BUPP PSEL. Managing Director PT Danantara Investment Management, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan bahwa 24 perusahaan dipilih berdasarkanrekam jejak dan kapasitas teknologi agar pelaksanaan proyek di tujuh kota berjalancepat dan terukur. Ia juga menekankan bahwa Danantara memberi ruang sebesar-besarnya bagi mitra lokal untuk terlibat dalam konsorsium sehingga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas dapat berjalan bersamaan. Langkah inisejalan dengan agenda pemerintah yang tidak hanya fokus pada penyelesaiansampah, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekosistem industri energi terbarukandalam negeri. Pembelajaran dari berbagai negara menjadi referensi penting bagi Indonesia. Stefanus mencontohkan bagaimana China berhasil mengelola sampah setara 1,5 miliar kilogram setiap hari melalui teknologi incinerator modern…

Read More

Danantara Siap Wujudkan 7 PLTSa 2026: Peluang Baru Energi Bersih dan Pemulihan Pariwisata

Oleh : Gavin Asadit )* Pemerintah Indonesia terus mempercepat transformasi energi bersih dengan langkah konkret melalui pembangunan tujuh Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang ditargetkan mulai konstruksi pada tahun 2026. Proyek strategis yang dikoordinasikan bersama Danantara Indonesia ini bukan hanya bertujuan mengatasi persoalan sampah yang sudah lama menjadi tantangan nasional, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,…

Read More

Masyarakat Perlu Waspadai Provokasi Narasi Reset Indonesia

Oleh : Deka Prasetya )* Narasi “Reset Indonesia” kembali menguat di ruang publik dan media sosial, menuntut perhatian serius dari masyarakat luas. Perbincangan tersebut berkembang cepat, didorong oleh tagar digital, diskusi daring, serta gelombang mobilisasi opini yang memosisikan gagasan reset sebagai jawaban atas beragam persoalan bangsa. Namun di balik kemasan perubahan, narasi tersebut membuka ruang…

Read More

Perkuat Stabilitas Nasional, Tolak Provokasi Reset Indonesia

Oleh: Wilson Gumilar )* Wacana bertajuk Reset Indonesia yang belakangan ini muncul di ruang digital dan diskursus publik, kemunculan gerakan semakin mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan bagi seluruh masyarakat agar bisa bersama-sama memperkuat stabilitas nasional dari berbagai bentuk provokasi simbolik, seperti itu.  Narasi tersebut kerap dibungkus sebagai seruan yang seolah-olah mampu mendatangkan sebuah perubahan, namun di balik gaung slogan itu justru sering tersimpan adanya potensi gangguan terhadap ketertiban umum, persatuan bangsa, dan arah pembangunan bangsa secara jangka panjang. Stabilitas…

Read More

Solidaritas Daerah Mengalir ke Sumatera, Pemerintah Tegaskan Komitmen Pemulihan Cepat Pasca Bencana

Oleh: Bara Winatha*) Bencana banjir dan longsor yang menimpa sejumlah wilayah di Pulau Sumatera—terutama Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat—telah memicu gelombang solidaritas dari berbagai pemerintah daerah di Indonesia. Dalam situasi darurat yang menuntut respons cepat, kolaborasi lintas instansi, lintas wilayah, dan lintas komunitas menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi pondasi utama dalam…

Read More

Pemerintah Fokus Program Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera

Oleh : Nimas Ayu )* Pemerintah pusat memastikan langkah cepat dan terkoordinasi dalam menangani bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan dampak Siklon Tropis Senyar menjadi ujian bagi kesiapsiagaan nasional dalam melindungi masyarakat. Melalui instruksi Presiden Prabowo Subianto, seluruh sumber daya nasional digerakkan untuk mempercepat…

Read More