Category Collection

Popular

Evaluasi MBG sebagai Kunci Keberlanjutan Kebijakan Gizi Nasional

Evaluasi MBG sebagai Kunci Keberlanjutan Kebijakan Gizi Nasional

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategispemerintah yang dirancang untuk menjawab tantangan mendasar pembangunansumber daya manusia Indonesia. Di tengah bonus demografi dan masih adanyapersoalan gizi, stunting, serta ketimpangan akses pangan, MBG hadir bukan sekadarsebagai program bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitasgenerasi masa depan. Karena itu, keseriusan pemerintah dalam mengevaluasipelaksanaan MBG patut diapresiasi dan didukung secara konstruktif oleh seluruhpemangku kepentingan. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menegaskan bahwa MBG bukan program yang berjalan tanpa pengawasan. Evaluasi berkala menjadi kunci agar manfaatnyatepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar berdampak. Menteri Koordinator BidangPangan Zulkifli Hasan, misalnya, menekankan pentingnya evaluasi berbasis data akuratuntuk memastikan bahwa penerima manfaat MBG benar-benar mereka yang membutuhkan. Menurutnya, ketepatan data penerima menjadi fondasi utamakeberhasilan program, karena kesalahan sasaran akan berujung pada inefisiensianggaran dan melemahnya kepercayaan publik. Penekanan pada akurasi data inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin MBG sekadar terlihat besar dari sisianggaran, tetapi juga kuat dari sisi tata kelola. Pendekatan berbasis data tersebut relevan dengan kondisi terkini, di mana pemerintahterus melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sertasinkronisasi dengan data sektoral lainnya. Dengan cara ini, MBG diharapkan mampumenjangkau kelompok rentan, termasuk anak sekolah dan keluarga berpenghasilanrendah, secara lebih presisi. Keseriusan ini mencerminkan pola pikir pemerintah yang adaptif dan terbuka terhadap perbaikan, bukan defensif terhadap kritik. Di sisi lain, aspek kesehatan dan keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menggarisbawahi bahwakeberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah porsi makanan yang dibagikan, tetapijuga dari kualitas, keamanan, dan higienitasnya. Ia mengingatkan bahwa layanan giziyang belum memenuhi standar higienitas berpotensi menimbulkan risiko kesehatanbaru, sehingga sertifikasi dan pengawasan unit layanan gizi menjadi hal yang tidak bisaditawar. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadaptantangan di lapangan, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untukperbaikan berkelanjutan. Penekanan pada standar kesehatan tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaranpublik terhadap keamanan pangan. Dalam konteks ini, evaluasi MBG menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa tujuan mulia program tidak justru berbalik menjadimasalah kesehatan. Upaya pemerintah dalam mendorong sertifikasi, peningkatankapasitas pengelola, serta pengawasan lintas sektor menunjukkan komitmen bahwaMBG harus memenuhi standar nasional, bahkan internasional, dalam layanan gizi. Sementara itu, dari perspektif kebijakan gizi nasional, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menempatkan MBG sebagai bagian integral dari strategi besarpeningkatan kualitas gizi masyarakat. Ia memandang bahwa evaluasi diperlukan untukmengukur dampak nyata program terhadap status gizi penerima, bukan hanya output administratif. Dengan kata lain, keberhasilan MBG harus tercermin pada perbaikanindikator gizi, penurunan stunting, serta meningkatnya kesehatan anak dan remaja. Pandangan ini memperkuat argumen bahwa evaluasi bukanlah tanda kegagalan, melainkan mekanisme pembelajaran kebijakan. Dalam perkembangan terbaru, sejumlah laporan media menunjukkan bahwapemerintah juga mulai melibatkan akademisi dan lembaga independen dalam proses evaluasi. Langkah ini penting untuk menjaga objektivitas serta memperkaya perspektifdalam menilai efektivitas MBG. Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah terusdiperkuat agar pelaksanaan di lapangan selaras dengan kebijakan pusat. Pendekatankolaboratif ini mencerminkan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan responsifterhadap dinamika sosial. Dukungan publik terhadap evaluasi MBG juga menjadi faktor penentu. Kritik yang konstruktif, masukan dari masyarakat, serta pengawasan media justru dapatmemperkuat program ini. Pemerintah telah menunjukkan keterbukaan terhadapmasukan tersebut, sebagaimana tercermin dari penyesuaian kebijakan dan perbaikanteknis yang terus dilakukan. Dalam konteks demokrasi, sikap ini patut diapresiasikarena menunjukkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap evaluasi, melainkanmenjadikannya sebagai bagian dari proses pembangunan. Pada akhirnya, MBG adalah program besar dengan tujuan besar. Tantangan dalampelaksanaannya adalah hal yang wajar, mengingat skala dan kompleksitasnya. Yang terpenting adalah adanya komitmen kuat untuk terus memperbaiki, sebagaimanaditunjukkan oleh pernyataan dan langkah para pemangku kebijakan. Evaluasi berbasisdata, peningkatan standar kesehatan, serta pengukuran dampak gizi yang nyatamenjadi bukti bahwa pemerintah serius memastikan MBG berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan terus mendukung keseriusan evaluasi Program MBG, publik turut berkontribusidalam menjaga arah kebijakan tetap berada pada rel yang benar. Pemerintah telahmenunjukkan itikad baik dan kerja nyata dalam mengawal program ini, dan dengansinergi semua pihak, MBG berpotensi menjadi tonggak penting dalam mewujudkangenerasi Indonesia…

Read More
Negara Berkomitmen Jaga Kualitas Program MBG

Negara Berkomitmen Jaga Kualitas Program MBG

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis negara dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Di tengah persoalan gizi, stunting, ketimpangan akses pangan, serta kualitas kesehatan anak dan generasi muda, kehadiran MBG tidak hanya dipandang sebagai program bantuan sosial, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan…

Read More
Evaluasi MBG Diperkuat, Program Gizi Nasional Disiapkan Lebih Akurat

Evaluasi MBG Diperkuat, Program Gizi Nasional Disiapkan Lebih Akurat

Jakarta – Pemerintah memperkuat evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya memastikan kebijakan gizi nasional berjalan lebih akurat, terukur, dan tepat sasaran. Fokus utama evaluasi diarahkan pada ketepatan data penerima manfaat serta pengukuran dampak program dalam jangka menengah hingga panjang. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan, evaluasi MBG akan dilakukan…

Read More
Pemerintah Terus Perketat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Terus Perketat Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa pengawasan ketat. Mulai 2026, evaluasi menyeluruh dan berlapis akan diperkuat guna memastikan program strategis nasional tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal dan merata bagi masyarakat. Penegasan ini sekaligus menjawab ekspektasi publik agar MBG dijalankan dengan standar tinggi, akuntabel, dan berorientasi pada…

Read More
Menjaga Ketahanan Energi di Papua melalui Penguatan Sektor Hulu Migas

Menjaga Ketahanan Energi di Papua melalui Penguatan Sektor Hulu Migas

Oleh: Sjaichul Anwari )* Papua memiliki peran strategis dalam peta ketahanan energi nasional, terutama melalui potensi sektor hulu minyak dan gas bumi yang masih besar. Pengelolaan yang tepat menjadi kunci agar potensi tersebut dapat mendukung kemandirian energi sekaligus pembangunan wilayah timur Indonesia. Di tengah dinamika geopolitik energi global dan fluktuasi harga migas, penguatan sektor hulu di Papua…

Read More

SDM Hilir dan Masa Depan Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Andhika Rachma* Ketahanan energi nasional menjadi salah satu agenda strategis utama Pemerintah Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan domestik yang terus meningkat. Pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan dan inisiatif untuk memperkuat kemandirian energi, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga diversifikasi sumber energi, serta percepatan hilirisasi sumber daya alam dalam rangka menciptakan nilai…

Read More
Penguatan SDM Hilir Jadi Fokus Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi

Penguatan SDM Hilir Jadi Fokus Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional dengan menempatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor hilir minyak dan gas bumi sebagai prioritas strategis. Langkah ini dinilai menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi, peningkatan kualitas layanan, serta percepatan menuju kedaulatan energi nasional di tengah dinamika transisi energi global. Badan Pengatur Hilir Minyak dan…

Read More

Ketahanan Energi Papua Digenjot lewat Penguatan SDM Hilir

Jakarta — Ketahanan energi di Papua terus digenjot sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi dan pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Salah satu fokus utama yang kini diperkuat adalah pengembangan sumber daya manusia di sektor hilir energi. Langkah ini dipandang strategis mengingat Papua memiliki potensi energi yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan…

Read More

Makkah dan Kehadiran Negara bagi Jemaah Indonesia

Oleh : Ravisya Darasya )* Indonesia kembali menorehkan sejarah penting dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan izin kepada Indonesia untuk memiliki lahan dan properti di Kota Suci Makkah. Langkah bersejarah ini menjadi tonggak kuat kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, kenyamanan, dan pelayanan terbaik bagi jemaah haji dan umrah asal…

Read More

Kampung Haji Indonesia di Makkah dan Arah Baru Pelayanan Jemaah

Oleh: Bara Winatha*) Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah menandai babak baru dalam sejarah pelayanan ibadah haji dan umrah bagi jemaah Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan diplomasi Indonesia di panggung internasional, tetapi juga menunjukkan keseriusan negara dalam menghadirkan layanan yang lebih bermartabat, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi jutaan warganya yang setiap tahun menunaikan ibadah ke…

Read More