Pemerintah Presiden Percepat Pemulihan Penyintas Gempa NTT Secara Terpadu
Flores, NTT – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa…
Flores, NTT – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penanganan bencana yang dilakukan secara terpadu. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan aktivitas sosial ekonomi berangsur pulih. Bagi Presiden Prabowo,…
Jakarta – Pemulihan kehidupan para penyintas gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikebut melalui penanganan terpadu. Negara memastikan hak dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi, mulai dari kebutuhan pangan, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial, sekaligus memperkuat pemulihan menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengatakan…
Oleh : Antonius Utomo Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Agustus 2026 menjadi salah satu penandapenting dalam perjalanan transformasi ekonomi Indonesia menuju era industri berteknologitinggi. Kehadiran Molinas tidak hanya dimaknai sebagai peluncuran sebuah produkkendaraan listrik, tetapi juga sebagai simbol keberanian pemerintah dalam membangunfondasi industri masa depan yang berbasis inovasi, kemandirian teknologi, dan penguatanrantai pasok nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, langkah inimenunjukkan bahwa Indonesia tidak ingin sekadar menjadi pasar bagi produk teknologidunia, melainkan berupaya menjadi pemain utama yang mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pandangantersebut mencerminkan arah pembangunan nasional yang tidak lagi hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga pada kemampuan mengolah pengetahuan menjadikekuatan ekonomi baru. Karena itu, pengembangan industri kendaraan listrik diposisikansebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomiglobal yang semakin berbasis teknologi. (Kementerian Pertahanan RI) Keberanian pemerintah terlihat dari pendekatan yang ditempuh dalam membangun ekosistemMolinas. Program ini tidak dirancang sebagai proyek jangka pendek atau sekadar peluncuransatu merek kendaraan listrik. Molinas hadir sebagai ekosistem menyeluruh yang mencakupmanufaktur, pengembangan komponen, industri baterai, pembiayaan, distribusi, hinggadukungan infrastruktur pengisian daya. Pendekatan tersebut menunjukkan keseriusanpemerintah dalam memastikan bahwa manfaat ekonomi dari perkembangan industrikendaraan listrik dapat dirasakan secara luas oleh pelaku usaha nasional, industri pendukung, hingga masyarakat sebagai pengguna akhir. Di sisi lain, pengembangan Molinas juga memperkuat agenda hilirisasi yang selama inimenjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Indonesia memiliki cadangan mineral strategis yang sangat besar, termasuk nikel yang menjadi bahan utama baterai kendaraanlistrik. Dengan membangun industri kendaraan listrik secara terintegrasi, pemerintahberupaya memastikan bahwa nilai tambah dari sumber daya tersebut dapat dinikmati di dalam negeri. Kebijakan ini sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai industri baru yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan kapasitas produksi nasional, dan memperkuatposisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik. Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakanIndonesia memiliki pengalaman dalam mengembangkan proyek kendaraan nasional yang mendapat perhatian besar ketika pertama kali diluncurkan. Optimisme terhadap Molinas juga didukung oleh berbagai proyeksi ekonomi yang menjanjikan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkirakan ekosistemMolinas berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp150 triliun pada periode 2026–2031. Selain itu, program ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 215 ribu lapangankerja di sektor manufaktur, komponen, baterai, serta infrastruktur pendukung kendaraanlistrik. Dari sisi fiskal, penggunaan motor listrik secara luas juga berpotensi menghematsubsidi bahan bakar minyak hingga Rp82,2 triliun dalam kurun waktu 2027–2037. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik bukan hanyaagenda lingkungan, melainkan juga strategi ekonomi yang memiliki dampak nyata bagipembangunan nasional. Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengatakan program Motor Listrik Nasional (Molinas) memberikan penghematan subsidi BBM sebesar Rp82,2 triliun, dalam kurun waktu 2027 hingga 2037, serta dengan asumsi 11 juta unit beroperasi pada tahun2037. Selain memberikan penghematan subsidi BBM, katanya, ekosistem program inidiperkirakan memberikan nilai ekonomi hingga Rp150 triliun sepanjang 2026–2031, sertamenciptakan sekitar 215 ribu lapangan kerja di sektor manufaktur, komponen, baterai, dan infrastruktur pengisian daya. Pembangunan industri masa depan tentu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Karena itu, konsep “Indonesia Incorporated” yang diusung Presiden Prabowo menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan Molinas. Konsep ini menekankan pentingnyakolaborasi antara pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, lembaga riset, dan pelaku usahadalam membangun kekuatan nasional. Melalui kerja sama lintas sektor tersebut, Indonesia berupaya menciptakan ekosistem inovasi yang mampu menghasilkan produk berdaya saingtinggi sekaligus mempercepat transfer teknologi kepada industri dalam negeri….
Oleh : Tubagus Ramadi )* Pemerintah terus mendorong pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat industri dalam negeri, mempercepat transisi energi, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pada 2026, agenda tersebut memasuki tahap penting setelah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Jawa Barat. Kehadiran MoLiNas tidak hanya…
JAKARTA — Program Motor Listrik Nasional (Molinas) diproyeksikan menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp150 triliun sepanjang 2026–2031. Program tersebut juga diperkirakan mampu membuka sekitar 215.000 lapangan pekerjaan melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik dari industri manufaktur hingga infrastruktur pendukung. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan Molinas dirancang tidak sekadar meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, tetapi juga…
Jakarta – Pemerintah terus mematangkan skema insentif pembelian sepeda motor listrik produksi dalam negeri sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi menuju kendaraan rendah emisi. Pada 2026, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp3 triliun dengan bantuan Rp3 juta untuk setiap unit yang memenuhi ketentuan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pagu tersebut secara teknis mampu mendukung pemberian…
Oleh: Adhitya Ramadani)* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dikembangkan pemerintah bukan hanya sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan peserta didik, tetapi juga sebagai instrumen membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. Pada 2026, pendekatan tersebut semakin diperkuat melalui integrasi edukasi gizi, keamanan pangan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pembiasaan makan bergizi di lingkungan pendidikan. Dengan…
Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir, sekolah bukan hanya tempat anakmemperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang pertama untuk membangun kebiasaanyang menentukan kualitas hidup mereka di masa depan. Karena itu, sekolah sehat semestinyamembentuk ekosistem yang mengajarkan anak memahami tubuh, menjaga kebersihan, menghargai makanan, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri. Program MBG berpeluang besar untuk menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Satu porsimakanan mulai dimaknai menjadi sarana mengenalkan gizi seimbang, kebiasaan hidupbersih, disiplin, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama, sehingga program ini dapatmemberikan dampak pendidikan yang jauh lebih luas. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan MBG perlu berjalan beriringan dengan pendidikan gizi dan pembiasaan hidup sehat di sekolah. Ia menjelaskan, asupan bergizi tidak hanya mendukungkecukupan nutrisi, tetapi juga membantu kesiapan peserta didik mengikuti pembelajaransehingga makanan yang diterima anak memiliki kaitan langsung dengan proses pendidikan. Kebijakan tersebut penting karena pengetahuan tentang makanan tidak selalu tumbuh secaraotomatis dari pengalaman makan. Anak perlu memahami mengapa tubuh membutuhkanprotein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat, sekaligus mengenali hubungan antaramakanan yang dikonsumsi dengan energi, pertumbuhan, konsentrasi, dan kesehatan. Pendidikan gizi juga dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupansiswa. Ia menerangkan, guru dapat mengajak anak mengenali isi piring mereka, menjelaskanmanfaat setiap jenis makanan, membiasakan minum air yang cukup, serta mendorong merekamemilih makanan sehat ketika berada di luar sekolah. Tatang menilai setiap sekolah tidak harus menerapkan model pendidikan gizi yang seragam. Sekolah dapat menentukan prioritas berdasarkan kondisi dan sumber daya masing-masing, misalnya memperkuat kualitas kantin, aktivitas fisik, kebun sekolah, keterlibatan orang tua, atau kegiatan lain yang mendukung budaya hidup sehat. Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa edukasi gizimerupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan MBG. Ia mengungkapkanKemendikdasmen menyiapkan modul, petunjuk teknis, panduan, serta contoh kegiatan yang dapat diterapkan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, pembiasaan sehari-hari, hingga saat siswa menikmati makanan. Pendidikan gizi yang terintegrasi juga membuka jalan bagi pembentukan karakter. Anak belajar disiplin ketika mengikuti aturan makan, belajar bersyukur ketika menerima makanan, belajar bertanggung jawab dengan menghabiskan makanan secukupnya, serta belajar peduliketika memahami bahwa makanan yang tersedia berasal dari kerja banyak orang. Kebiasaan tidak membuang makanan menjadi salah satu contoh sederhana yang memilikinilai pendidikan besar. Setiap makanan yang sampai di meja siswa melewati rangkaian proses panjang, mulai dari petani dan nelayan, pengolah bahan pangan, pekerja dapur, hinggapetugas distribusi, sehingga menghargai makanan berarti pula menghargai kerja orang lain. Pengalaman siswa di Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa manfaat MBG dapat dirasakanlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Gayatri Kalyani Taha, siswi kelas 6 SDN 1 Ratolindo, merasakan orang tuanya menjadi lebih tenang karena tidak lagi terlalu khawatir dirinyakelaparan ketika berada di sekolah, sementara Andi Arkan Raffi dari SD IT Al-Wahdah…
Oleh: Ricky Rinaldi *) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia telah mengalami transformasi paradigma yang sangat mendasar dan progresif. Negara tidak hanyamemposisikan diri sebatas pemadam api di masa darurat bencana, melainkan hadir secara proaktif membangun tata kelola pencegahan berbasis data sains, kesiapan alokasi anggaran yang kuat, dan komando operasional terpadu. Pendekatan ilmiah modern yang dipadukan…
Oleh : Abdul Razak)* Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan sekadar persoalan api yang melahap kawasan vegetasi. Bencana ini membawa dampak langsung terhadap keselamatan masyarakat, kesehatan, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kualitas lingkungan. Ketika asap mulai menyelimuti permukiman dan titik api meluas, kecepatan penanganan menjadi faktor yang sangat menentukan. Dalam kondisi seperti ini, ketersediaan anggaran…