Category Collection

Popular

Program MBG Selama Ramadan Disesuaikan, Standar Gizi Seimbang Tetap Dijaga

Program MBG Selama Ramadan Disesuaikan, Standar Gizi Seimbang Tetap Dijaga

Jakarta – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah dengan sejumlah penyesuaian teknis tanpa mengurangi standar gizi seimbang bagi para penerima manfaat. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga pemenuhan nutrisi masyarakat, khususnya peserta didik serta kelompok rentan, di tengah perubahan pola konsumsi selama bulan puasa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)…

Read More
MBG Ramadan Dipastikan Tepat Sasaran bagi Pelajar dan Kelompok Rentan

MBG Ramadan Dipastikan Tepat Sasaran bagi Pelajar dan Kelompok Rentan

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 dengan skema yang dirancang semakin adaptif dan tepat sasaran. Pemerintah menegaskan, penyesuaian teknis selama bulan puasa justru memperkuat komitmen negara dalam menjamin pemenuhan gizi pelajar serta kelompok rentan secara berkelanjutan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan bahwa pelaksanaan MBG…

Read More

MBG Ramadan dan Perlindungan Nyata bagi Pelajar serta Kelompok Rentan

Oleh: Naufal Rizki Prakoso )* Keputusan pemerintah untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 2026 menunjukkan keberpihakan yang tidak simbolik, melainkan substantif. Kebijakan tersebut menegaskan bahwa ibadah tidak boleh menjadi alasan terhentinya perlindungan negara terhadap hak dasar warga, khususnya hak atas asupan gizi yang layak. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan bahwa MBG…

Read More

Komitmen Negara: Gizi Anak Tetap Terjaga di Bulan Suci

Oleh: Bara Winatha*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk saat memasuki bulan suci Ramadan. Di tengah perubahan pola aktivitas dan kebiasaan makan masyarakat, program ini tetap berjalan dengan berbagai penyesuaian teknis agar asupan gizi anak-anak tidak terhenti. Pemerintah memandang bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar agenda rutin,…

Read More

Danantara Perluas Akses UMKM ke Pasar Korporasi danPembiayaan Besar

Oleh: Cahyo Widjaya Danantara mendorong transformasi UMKM dengan membuka akses langsung ke pasarkorporasi dan pembiayaan berskala besar. Lembaga tersebut tidak sekadar berbicara tentangpemberdayaan, melainkan membangun jalur konkret agar pelaku usaha kecil masuk keekosistem business-to-business (B2B) yang lebih stabil, terukur, dan berorientasi jangkapanjang. Strategi tersebut menempatkan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok korporasi, termasuk BUMN, sekaligus memperluas akses terhadap sumber pendanaan yang lebih kuat. Komitmen tersebut menguat seiring kebutuhan memperkokoh fondasi ekonomi nasional. Danantara melihat UMKM bukan hanya sebagai pelaku ekonomi skala mikro, melainkansebagai mesin pertumbuhan yang sanggup menopang daya tahan ekonomi. Karena itu, perluasan akses pasar dan pembiayaan besar menjadi fokus utama agar UMKM tidak terjebakpada pola usaha tradisional yang terbatas. Chief Marketing Officer Danantara Asset Management, Dendi Tegar Danianto, menegaskanlembaganya sengaja menggeser orientasi UMKM dari pasar business-to-consumer (B2C) menuju B2B.  Ia memandang langkah tersebut sebagai strategi percepatan agar pertumbuhan usaha lebihterukur dan berkelanjutan. Menurutnya, pasar B2C memang luas, namun pasar korporasimenawarkan kontrak jangka panjang, volume transaksi besar, serta kepastian permintaanyang lebih stabil. Dendi menjelaskan Danantara memanfaatkan platform digital seperti Pasar Digital UMKM milik Telkom untuk mempertemukan pelaku usaha dengan kementerian, lembaga, pemerintahdaerah, dan BUMN sebagai offtaker.  Integrasi pengadaan barang dan jasa melalui platform tersebut membuka peluang transaksiyang jauh lebih besar dibandingkan pola konvensional. Ia melihat BUMN sebagai pasarraksasa yang selama ini belum sepenuhnya digarap UMKM secara optimal. Lebih jauh, Dendi menilai integrasi ke ekosistem B2B tidak hanya memperluas pasar, tetapijuga memaksa peningkatan profesionalisme. UMKM dituntut menata manajemen, memperbaiki kualitas produk, dan memperkuat tata kelola agar mampu memenuhi standarkorporasi.  Danantara kemudian mendorong business matching, pendampingan komersialisasi digital, serta penguatan kompetensi agar pelaku usaha siap bertransaksi secara daring dan memenuhikebutuhan pengadaan skala besar. Ia juga menekankan pentingnya akses pembiayaan sebagai fondasi ekspansi. Ketika UMKM sudah mengantongi kontrak offtake dari BUMN, kebutuhan modal kerja otomatis meningkat. Tanpa dukungan pembiayaan memadai, peluang pasar korporasi justru sulit dimanfaatkan. Karena itu, Danantara menempatkan pembiayaan sebagai prioritas agar UMKM mampumeningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas pasokan. Pandangan tersebut diperkuat Chief Economist PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Anton Hendranata. Ia menegaskan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasionalyang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.  Anton menilai peningkatan inklusi dan literasi keuangan, disertai penguatan kapasitas usaha, menjadi kunci akselerasi sektor tersebut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Perluasan akses ke pasar korporasi akan efektif bila diiringi pemahaman keuangan yang baikdan tata kelola usaha yang kuat. Anton memandang kolaborasi antara lembaga pembiayaan dan pengelola investasi sepertiDanantara dapat mempercepat transformasi tersebut. Ketika akses modal semakin luas danpasar semakin terbuka, UMKM memiliki ruang untuk naik kelas, meningkatkanproduktivitas, serta memperkuat daya saing. Sinergi tersebut pada akhirnya memperkuatekosistem ekonomi nasional secara menyeluruh. Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pentingnya optimalisasipenyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar lebih tepat sasaran. Ia tengah membahaskemungkinan mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkuatdistribusi KUR kepada UMKM. Purbaya menilai masih terdapat pelaku usaha yang belummemperoleh akses pembiayaan, sehingga diperlukan langkah strategis agar penyaluransemakin efektif. Menurut perhitungannya, pemerintah selama ini mengalokasikan subsidi bunga KUR sekitarRp40 triliun per tahun. Jika PNM berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan, dana tersebut dapat dikelola lebih efisien dan diarahkan langsung sebagai pembiayaan berbungarendah. Skema tersebut bahkan berpotensi menghimpun dana hingga Rp160 triliun dalamempat tahun, menciptakan daya ungkit pembiayaan yang jauh lebih besar. Purbaya juga menilai PNM memiliki sumber daya manusia berpengalaman dalampembiayaan mikro. Dengan jaringan luas di berbagai provinsi serta ribuan pendampinglapangan, lembaga tersebut mampu menjangkau pelaku usaha hingga tingkat akar rumput. Keahlian tersebut dianggap penting untuk memastikan pembiayaan benar-benar menyentuhUMKM yang produktif dan berpotensi berkembang. Perluasan akses UMKM ke pasar korporasi dan pembiayaan besar akhirnya menjadi dua sisimata uang yang tidak terpisahkan. Danantara membuka pintu pasar B2B melalui integrasidengan BUMN dan platform digital, sementara pemerintah memperkuat fondasi pembiayaanmelalui optimalisasi KUR dan penguatan lembaga penyalur. Ketika akses pasar bertemudengan akses modal, UMKM memperoleh peluang nyata untuk tumbuh lebih cepat, lebihprofesional, dan lebih berkelanjutan. Langkah tersebut bukan sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari desain besarmemperkuat struktur ekonomi nasional. Dengan strategi terintegrasi antara pasar korporasidan pembiayaan besar, UMKM berpeluang menjadi pemain utama dalam rantai pasokindustri nasional, bukan lagi sekadar pelengkap. (*) Peneliti Ekonomi Kerakyatan – Institut Ekonomi Nusantara

Read More

Danantara Siapkan Ekosistem Besar untuk UMKM: Modal, Pasar, dan Rantai Pasok BUMN

Oleh: Meliana Kede Danantara merancang lompatan besar bagi UMKM dengan membangun ekosistemterintegrasi yang menghubungkan modal, pasar, dan rantai pasok BUMN dalam satuarsitektur ekonomi yang saling menguatkan.  Strategi tersebut tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan, tetapi mengorkestrasi aksesproduksi, distribusi, hingga offtaker korporasi agar pelaku usaha kecil benar-benar naik kelasdan bertumbuh berkelanjutan. Melalui berbagai inisiatif, Danantara menempatkan UMKM sebagai bagian penting daridesain pertumbuhan nasional. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, FithraFaisal Hastiadi, menegaskan arah pembangunan pemerintah melalui proyek Danantaradifokuskan pada penciptaan ekosistem ekonomi inklusif.  Ia menjelaskan pemerintah tidak sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang menyerap tenaga kerja dan memperkuat kelas menengah. Menurutnya, ekspansi Danantara kesektor seperti peternakan ayam atau tekstil bertujuan mendorong pertumbuhan yang merataagar hasil ekonomi tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak. Fithra memaparkan data growth incidence curve yang menunjukkan tekanan terhadap kelasmenengah. Ia menyebut jumlah kelas menengah turun dari 57,3 juta orang pada 2019 menjadi47,3 juta pada periode 2024–2025.  Kelompok tersebut berada di posisi rentan karena tidak tergolong miskin penerima bantuansosial, namun juga tidak cukup kuat menghadapi gejolak ekonomi. Karena itu, ia mendorongpembangunan inclusive economic ecosystem agar “kue ekonomi” dinikmati masyarakat luasdan tidak membentuk institusi yang bersifat ekstraktif. Visi tersebut diterjemahkan Danantara dalam proyek hilirisasi dan penguatan sektor riil. Enam proyek fase pertama mencakup pengolahan bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah dan Kuala Tanjung, pengembangan bioetanol di Glenmore, biorefinery di Cilacap, fasilitas poultry terintegrasi di berbagai daerah, serta penguatan industri garammelalui teknologi mechanical vapor recompression di Jawa Timur.  Proyek-proyek tersebut bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi nasional, tetapimembuka peluang rantai pasok baru bagi UMKM di sektor pangan, manufaktur, dan jasapendukung. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan lembaganya menyiapkaninstrumen konkret agar UMKM naik kelas. Ia menguraikan ketersediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program Mekaar sebagai fondasi pembiayaan.  Selain itu, Danantara menggerakkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan untukmemperkuat kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan peningkatan kualitas produk. Menurutnya, pembinaan tersebut bertujuan menciptakan standar yang konsisten sehinggaUMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dony juga menekankan konsolidasi BUMN sebagai kunci pembukaan pasar. Ia menjelaskanDanantara memiliki jaringan 130 hotel serta rumah sakit yang dapat dioptimalkan sebagaipasar bagi produk UMKM, mulai dari kebutuhan amenitas hingga pasokan barang dan jasalainnya.  Langkah tersebut mengubah posisi UMKM dari sekadar pemasok kecil menjadi mitrastrategis dalam rantai pasok BUMN. Melalui skema itu, UMKM tidak hanya memperolehakses pasar, tetapi juga kepastian permintaan yang lebih stabil. Perluasan akses tidak berhenti pada sektor konvensional. Chief Marketing Officer DanantaraAsset Management, Dendi Tegar Danianto, mendorong pergeseran orientasi UMKM daribusiness-to-consumer menuju business-to-business.  Ia menilai sektor B2B menawarkan pertumbuhan yang lebih terukur dan berkelanjutan karenakontrak dan volume transaksi cenderung lebih stabil. Dendi menjelaskan pemanfaatanplatform digital seperti Pasar Digital UMKM membuka koneksi langsung antara pelakuusaha dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN sebagai offtaker. Menurutnya, potensi pasar BUMN sangat besar dan mampu menjadi lokomotif pertumbuhanUMKM. Integrasi tersebut tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga memaksa peningkatanprofesionalisme.  Dendi menyebut Danantara berupaya membuka nilai tambah melalui sistem bisnis yang lebihtertata, efektif, dan efisien. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi karenatidak semua pelaku usaha siap melakukan transaksi dan komersialisasi secara digital. Selain penguatan kapasitas dan akses pasar, Dendi menempatkan pembiayaan sebagai faktorakselerator. Ia menilai UMKM yang telah memperoleh kontrak B2B memerlukan dukunganmodal agar mampu memenuhi skala permintaan besar. Tanpa pembiayaan memadai, peluangpasar dapat terhambat. Karena itu, integrasi antara akses pasar dan akses pendanaan menjadistrategi kunci dalam desain ekosistem Danantara. Pendekatan menyeluruh tersebut memperlihatkan bahwa Danantara tidak membangunprogram parsial, melainkan arsitektur ekonomi yang menghubungkan produksi, pembiayaan, dan distribusi dalam satu siklus pertumbuhan.  Dengan mendorong BUMN memprioritaskan UMKM dalam rantai pasok, memperluas aksesKUR dan Mekaar, serta mempercepat transformasi B2B digital, Danantara menyiapkanpanggung besar bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh lebih kokoh. Jika desain tersebut berjalan konsisten,…

Read More
Sinergi Danantara dan PNM Perluas Jangkauan Kredit UMKM, Perkuat Rantai Nilai Nasional

Sinergi Danantara dan PNM Perluas Jangkauan Kredit UMKM, Perkuat Rantai Nilai Nasional

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sinergi antara Danantara dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah dalam membangun rantai nilai baru UMKM agar lebih terintegrasi dengan industri nasional dan mampu meningkatkan daya saing. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa…

Read More
Sinergi UMKM dan Kebijakan Ekonomi Nasional: Peran Danantara dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM

Sinergi UMKM dan Kebijakan Ekonomi Nasional: Peran Danantara dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM

Jakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan strategis yang terintegrasi. Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah peran Danantara dalam memperkuat ekosistem pembiayaan dan akses pasar bagi pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di tingkat global. Dalam sejumlah kesempatan,…

Read More

Diplomasi Produktif di Abu Dhabi: Prabowo–MBZ Sepakati PenguatanKerja Sama Strategis Indonesia–UEA

Oleh: Ardiansyah Mahendra Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Uni Emirat Arab (UEA) pada 26 Februari 2026 menandai babak baru hubungan bilateral yang semakin konkretdan berorientasi hasil. Dalam momentum 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, tidak sekadar mempertegas kedekatan personal kedua pemimpin, tetapi juga menghasilkan kesepahaman strategis di berbagai sektor prioritas. Setibanya di Abu Dhabi usai menyelesaikan agenda di Yordania, Presiden Prabowo langsungmemasuki rangkaian pertemuan bilateral. Penyambutan hangat MBZ di taman terbuka istanamenghadirkan suasana akrab yang mencerminkan kedalaman relasi kedua negara. Formasidialog melingkar antara delegasi Indonesia dan UEA menunjukkan pendekatan setara danterbuka dalam membahas isu-isu strategis. Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha, serta DirekturUtama PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa. Kehadiran jajaran tersebut mengindikasikan luasnyacakupan kerja sama yang dibahas, mulai dari energi dan investasi hingga sektor pertahanan danindustri strategis. Dalam pertemuan yang diperluas (expanded meeting), kedua pemimpin sepakat memperdalamkolaborasi di sektor energi, infrastruktur, dan investasi masa depan. Pemerintah Indonesia memandang UEA sebagai mitra penting dalam mendukung agenda transisi energi dan hilirisasisumber daya alam. Dalam sejumlah pernyataan resmi, Presiden Prabowo menekankan bahwaIndonesia membuka peluang seluas-luasnya bagi investasi yang memberikan nilai tambah bagiperekonomian nasional. Sejalan dengan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kerja sama energidiarahkan pada pengembangan energi baru dan terbarukan serta proyek-proyek strategis berbasiskeberlanjutan. Menurutnya, kemitraan dengan UEA memiliki potensi besar karena negaratersebut memiliki pengalaman dan kapasitas teknologi di sektor energi global. Ia menilai sinergiini dapat mempercepat transformasi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energiIndonesia. Di sektor investasi, pemerintah melihat kesinambungan komitmen UEA terhadap proyek-proyekprioritas nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, UEA tercatat sebagai salah satu investor signifikan di Indonesia, terutama pada sektor infrastruktur dan kawasan ekonomi. PresidenPrabowo dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa investasi yang masuk harusmendukung industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing nasional. Dalam konteks kunjungan ini, kedua negara membahas perluasan investasi bernilai tambah, termasuk peluang kolaborasi industri strategis dan pengembangan kawasan ekonomi. Momentum Ramadan turut memberi warna dalam diplomasi kedua negara. Rangkaianpertemuan dilanjutkan dengan iftar bersama dalam suasana khidmat. Presiden Prabowo jugamelaksanakan salat magrib berjemaah bersama rombongan. Simbol kebersamaan tersebutmemperkuat pesan bahwa hubungan Indonesia–UEA dibangun tidak hanya di atas kepentinganekonomi, tetapi juga nilai persaudaraan dan saling menghormati. Kunjungan ke UEA ini juga tidak dapat dipisahkan dari rangkaian diplomasi Timur Tengah yang dilakukan Presiden Prabowo, termasuk pertemuan sebelumnya dengan Raja Abdullah II di Amman, Amman. Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, salah satu poin penting yang dibahas adalah dukungan Yordania terhadap rencana Indonesia untuk berpartisipasi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional bagi Gaza. Ia menyampaikan bahwaYordania pada prinsipnya siap memberikan dukungan ketika Indonesia mengirimkan pasukandalam kerangka tersebut. Sugiono juga menguraikan bahwa pembahasan mencakup aspek teknis militer dan tindak lanjutkerja sama yang sebelumnya telah dibicarakan saat kunjungan Raja Abdullah II ke Jakarta. Iamenilai komunikasi intensif antarnegara di kawasan menjadi bagian penting dalam merumuskankontribusi Indonesia terhadap stabilitas regional. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa posisi Yordania sangat strategissebagai salah satu pintu masuk jalur bantuan kemanusiaan menuju Gaza, baik melalui darat, laut, maupun udara. Menurutnya, pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari dinamika komunikasinegara-negara Timur Tengah, termasuk hasil rapat perdana Board of Peace (BoP) yang melibatkan Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan sejumlah negara lain. Rangkaian diplomasi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berfokus pada kerjasama ekonomi, tetapi juga memainkan peran aktif dalam isu stabilitas dan kemanusiaan kawasan. Dalam konteks ini, kunjungan ke UEA mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategisyang memiliki dimensi ekonomi sekaligus geopolitik. Tahun 2026 yang menandai setengah abad hubungan diplomatik Indonesia–UEA menjadifondasi simbolik sekaligus strategis. Selama lima dekade, relasi kedua negara berkembang darihubungan diplomatik konvensional menjadi kemitraan komprehensif. Kini, di tengah dinamikageopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Indonesia dan UEA melihat peluang untukmeningkatkan kolaborasi ke tahap yang lebih progresif….

Read More

Kunker Presiden Prabowo ke UEA Memperkuat Kemitraan Strategis Berkelanjutan

Oleh : Rahman Aditya )*  Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Abu Dhabi dan pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada 26 Februari 2026 menjadi penanda penting arah diplomasi Indonesia ke depan. Pertemuan yang berlangsung di Istana Qasr Al Bahr itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis…

Read More