Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sekolah Garuda Buka Jalan Siswa Mendunia
JAKARTA – Akses siswa Indonesia menuju perguruan tinggi kelas dunia mulai mendapat jalur yang semakin…
JAKARTA – Akses siswa Indonesia menuju perguruan tinggi kelas dunia mulai mendapat jalur yang semakin terarah melalui pengembangan Sekolah Garuda, program pemerintah yang menyiapkan talenta unggul dengan standar pendidikan bertaraf internasional. Program ini dirancang membuka kesempatan lebih luas bagi siswa berprestasi untuk memperoleh pendidikan berstandar internasional sekaligus melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di dunia….
JAKARTA – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan kualitas sumber daya manusia terus diarahkan pada penguasaan sains dan teknologi. Salah satu langkahnya melalui Sekolah Garuda yang mengembangkan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta memperluas akses siswa berprestasi menuju perguruan tinggi terbaik dunia. SMA Pradita…
Jakarta – Pemerintah menyiapkan perluasan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi bagi pekerja berpenghasilan tetap dengan pendapatan sekitar Rp17 juta per bulan. Melalui skema tersebut, pekerja dapat memperoleh fasilitas KPR dengan bunga 6 persen untuk pembelian rumah dengan nilai maksimal Rp500 juta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut disiapkan untuk memperluas akses…
Oleh: Alexander Royce*) Pendidikan selalu menjadi investasi yang hasilnya tidak berhenti pada satu generasi. Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, agenda membangun manusia unggul semakin diarahkan pada penguasaan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM. Di titik inilah Sekolah Garuda layak dibaca bukan sekadar sebagai program pendidikan, melainkan…
Oleh : Jonathan Janoel*) Persaingan global menuntut Indonesia tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menyiapkan generasi yang mampu berkompetisi di lingkungan akademik internasional. Kebutuhan tersebut semakin penting ketika perkembangan sains dan teknologi berlangsungcepat, sementara negara-negara lain berlomba membangun pusat-pusat talenta unggulan. Dalam konteks itu, penguatan pendidikan berkualitas menjadi investasi strategis untukmemastikan anak Indonesia memiliki kemampuan, pengalaman, dan kepercayaan diri untukmelanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi terbaik dunia. Salah satu keberhasilan tersebut datang dari pilihan SMA Pradita Dirgantara sebagai salah satu pionir Sekolah Garuda Transformasi menunjukkan bahwa program ini dibangun denganmemanfaatkan sekolah yang telah memiliki rekam jejak pembinaan prestasi. Sekolah tersebutresmi menjadi bagian dari 12 Sekolah Garuda Transformasi pada 2025 dan mendapatpendampingan Universitas Padjadjaran. Kemdiktisaintek kini mencatat 30 SMA UnggulGaruda Transformasi untuk 2026, memperluas ekosistem yang sebelumnya dimulai dari 12 sekolah. Kepala SMA Pradita Dirgantara M. Ridwan Aziz menilai transformasi tersebut membukapeluang lebih besar bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi melalui dukungansumber daya pendidikan berkualitas. Posisi Pradita sebagai sekolah berasrama denganpengalaman dalam pembelajaran berstandar internasional menjadi modal penting untukmemperkuat pembinaan siswa yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga kemampuan menghadapi lingkungan pendidikan global. Bagi pemerintah, tujuan tersebut berkaitan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto untukmembuka jalan agar anak-anak Indonesia mampu melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik dunia. Dalam peluncuran SMA Garuda, Presiden menekankan pentingnyamenyiapkan generasi yang mampu bersaing dengan lulusan sekolah terbaik di berbagainegara, termasuk melalui penguatan kemampuan akademik dan penguasaan bahasa asing. Arah tersebut membuat program pendidikan unggulan tidak berhenti pada pembangunangedung atau penambahan fasilitas. Program ini diarahkan menjadi ekosistem yang menghubungkan pendidikan menengah dengan perguruan tinggi, penelitian, dan pengembangan talenta. Negara tidak hanya mencari siswa berprestasi, tetapi membangunjalur pembinaan agar potensi mereka dapat berkembang secara berkelanjutan. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwapemerintah mendorong kolaborasi erat antara sekolah menengah dan perguruan tinggi negeri, ia mengapresiasi keterlibatan sejumlah PTN, termasuk Universitas Padjadjaran dan IPB, dalam mendampingi pengembangan Sekolah Garuda. Menurutnya, pendampingan tersebutdiperlukan untuk membangun ekosistem unggul yang mampu membentuk karakter sekaliguskompetensi peserta didik. Brian juga menegaskan bahwa Sekolah Garuda tidak dirancang menjadi pendidikan eksklusifyang terpisah dari sekolah lain. Sekolah yang masuk ekosistem diharapkan menjadi hub yang dapat mengimbaskan praktik baik kepada SMA atau MA lain di daerahnya. Pemerintahmenargetkan ekosistem ini terus berkembang hingga 80 sekolah pada 2029. Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berapa banyak siswa yang diterima kampus dunia, tetapi juga dari seberapa luas peningkatan mutu pendidikan yang dapat ditularkan. Perkembangan terbaru memperlihatkan penguatan aspek riset dan inovasi. Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN Suharman Halawa yang menjelaskan rancangan tata kelolalaboratorium STEM yang mengintegrasikan kepemimpinan, pembelajaran berbasis proyek, riset, peningkatan profesionalisme guru, kemitraan multisektor, dan diseminasi praktik baik. Kerangka ini penting karena laboratorium tidak semestinya hanya menjadi ruang praktikum, tetapi menjadi tempat siswa belajar merumuskan masalah, menguji gagasan, dan menghasilkan solusi berbasis bukti. Kebutuhan tersebut terlihat dari pengalaman penerima Beasiswa Garuda, salah satupenerima, Imran, mengembangkan purwarupa Robot Gambut untuk mendeteksi kebakaranbawah permukaan dan melakukan pemadaman awal. Contoh tersebut memperlihatkan bahwapembinaan talenta dapat diarahkan pada persoalan nyata Indonesia, bukan sekadar mengejarprestasi kompetisi. Lebih jauh, pendekatan tersebut memperlihatkan perubahan cara pandang terhadappendidikan unggulan. Sekolah tidak hanya diposisikan sebagai tempat memperoleh nilai, tetapi sebagai ruang untuk membangun kemampuan berpikir, meneliti, berkolaborasi, dan menyelesaikan persoalan. Keterhubungan dengan PTN dan lembaga riset memberikesempatan kepada siswa mengenal dunia akademik lebih awal. Jika pola ini diterapkansecara konsisten, manfaatnya dapat melampaui peserta didik dan turut meningkatkankapasitas guru serta sekolah mitra di sekitarnya. Program tersebut karena itu dapat dibaca sebagai investasi jangka panjang dalam kualitasmanusia Indonesia. Tantangannya adalah menjaga mutu guru, konsistensi pendampingan, pemerataan kesempatan, dan keberlanjutan jejaring dengan perguruan tinggi serta industri. Evaluasi juga perlu memastikan siswa dari berbagai daerah memperoleh kesempatan yang adil berdasarkan potensi dan prestasi. Pembangunan manusia menjadi ruang penting untuk menerjemahkan visi Indonesia yang lebih kompetitif. Sekolah Garuda menunjukkan upaya membangun jalur dari sekolah menujuriset dan perguruan tinggi global secara lebih sistematis. Jika ekosistem ini terus diperkuatdan praktik baiknya diperluas, semakin banyak anak Indonesia berpeluang menjadikankampus-kampus terbaik dunia sebagai tujuan, sekaligus membawa pulang pengetahuan untukmembangun Indonesia. Langkah tersebut juga memperkuat fondasi Indonesia dalammencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan….
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperluas akses kepemilikan hunian bagi kelompok pekerja kelas menengah. Presiden Prabowo Subianto menyiapkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi baru dengan bunga murah sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi yang akan berjalan pada kuartal IV tahun 2026 hingga tahun 2027. Kebijakan tersebut diputuskan dalam…
Oleh: Bagas Nurahman)* Keterjangkauan cicilan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemampuan masyarakat dalam memiliki rumah. Untuk memperluas akses tersebut, pemerintah menyiapkan pengembangan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi pada kuartal IV 2026 dengan sasaran masyarakat berpenghasilan tetap hingga Rp17 juta per bulan. Skema bunga 6 persen yang disiapkan dalam program ini menjadi instrumen pembiayaan…
Oleh: Dhita Karuniawati )* Rencana pemerintah menyiapkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan bunga 6 persen bagi pekerja berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta per bulan pada 2027 membuka peluang lebih luas bagi kelompok pekerja yang selama ini berada di antara segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan pasar komersial. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan…
Jakarta – Pemerintah menyiapkan kelanjutan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) pada 2027 bagi pekerja dengan penghasilan hingga Rp10 juta per bulan. Kebijakan ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi yang diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan skema tersebut, PPh 21 yang semestinya dibayarkan pekerja ditanggung…
JAKARTA — Pemerintah berencana memperluas pemberian insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) pada 2027. Kebijakan yang selama ini menyasar pekerja pada sektor tertentu tersebut akan diperluas kepada pekerja di seluruh sektor usaha dengan penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rencana tersebut merupakan bagian dari…