Category Collection

Popular

Program Listrik Desa Diperluas, Targetkan Jangkau Ratusan Ribu Pelanggan Baru

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses energi melalui Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok negeri. Pada 2026, pemerintah menargetkan perluasan jaringan kelistrikan untuk menjangkau ratusan ribu pelanggan baru, terutama masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi…

Read More

Pemerintah Tekankan Validasi Data Agar Program Listrik Desa Tepat Sasaran

Jakarta – Pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Listrik Desa melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat pemerataan akses listrik di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dibarengi dengan penekanan pada validasi data agar pembangunan jaringan listrik benar-benar menjangkau wilayah yang masih membutuhkan layanan kelistrikan. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan validasi data…

Read More

Pemerataan Listrik Desa, Meningkatkan Kualitas Hidup Rakyat

*) Oleh : Alva Adista Pemerataan listrik desa tidak dapat dipahami hanya sebagai pembangunan tiang, kabel, gardu, dan sambungan baru ke rumah warga. Program ini menyangkut kebutuhan dasar yang memengaruhi pendidikan, kesehatan, keamanan, komunikasi, dan kegiatan ekonomi masyarakat. Bagi penduduk perkotaan, listrik sering dianggap sebagai fasilitas yang selalu tersedia. Namun, bagi warga di wilayah terpencil,…

Read More

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius Utomo Di era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman. Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka. Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli 2026. Forum strategis yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) ini menegaskan kembali urgensisinergi lintas sektor. Pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah dengan tantangantopografi yang sangat kompleks dipastikan tidak dapat direalisasikan secara optimal jika hanyamengandalkan satu institusi tunggal. Sangat diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintahpusat, pemerintah daerah, badan usaha, hingga kalangan akademisi untuk merumuskan berbagaisolusi teknis dan non-teknis yang paling relevan. Komitmen kuat pemerintah terhadap percepatan ini juga diwujudkan melalui intervensi fiskalyang teramat nyata, yakni alokasi anggaran mencapai Rp10,3 triliun pada tahap pertama tahun2026. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ing Tri Winarno, alokasi dana masif ini mensyaratkan tingkat akurasi data yang tinggiagar target implementasinya berjalan secara tepat sasaran. Pelibatan Badan PengawasanKeuangan dan Pembangunan (BPKP) serta lembaga Kejaksaan dalam mengawal tata kelolaprogram ini merupakan sebuah langkah presisi guna menjamin tingkat akuntabilitas. Pengawasanketat ini memastikan bahwa setiap alokasi anggaran terkonversi sepenuhnya menjadiinfrastruktur yang bermanfaat besar. Kebijakan strategis lainnya yang diyakini berdampak sistemik adalah integrasi Program Listrik Desa dengan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Direktur Pembinaan KetenagalistrikanStrategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, mengemukakan bahwa pemerintah bersamaPLN telah menyusun sebuah roadmap terintegrasi sebagai instrumen langkah yang jauh lebihkomprehensif. Pembangunan infrastruktur jaringan distribusi kelistrikan tidak akan berjalanoptimal apabila masyarakat prasejahtera di desa tersebut sama sekali tidak memiliki kapasitasfinansial untuk membiayai proses penyambungan. Melalui integrasi BPBL, negara sungguh-sungguh memastikan infrastruktur tiang dan kabel yang terbangun tidak menjadi pajangansemata, melainkan senantiasa memberikan nilai guna langsung bagi rumah tangga sasaran. Dampak transformatif dari terobosan kebijakan ini telah menunjukkan hasil yang begitu positifdi berbagai daerah. Di Provinsi Kalimantan Timur, sebagai satu contoh nyata, perluasan aksesenergi ke puluhan desa yang sebelumnya sama sekali tidak terjangkau oleh jaringan kelistrikanPLN kini telah sukses membuka dimensi baru pergerakan roda perekonomian. Kehadiran listrikterbukti mampu memperpanjang jam produktif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta turut memperluas akses perolehan informasi bagi pendidikan generasimuda. Lebih jauh lagi, berbagai fasilitas kesehatan dasar di perdesaan kini mampu beroperasisecara lebih memadai dan…

Read More

Penerima MBG Akan Disinkronkan dengan Dapodik untuk Cegah Data Ganda

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sinkronisasi data penerima dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan bantuan diterima oleh sasaran yang tepat, mencegah terjadinya data ganda, serta meningkatkan efektivitas pemanfaatan anggaran negara. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Dapodik merupakan basis…

Read More

Pemerintah Kaji Ulang, Pastikan Penerima MBG Lebih Tepat Sasaran dan Transparan

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan manfaat program diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Langkah tersebut dilakukan melalui penyisiran ulang data lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), validasi penerima manfaat, serta evaluasi distribusi layanan agar pelaksanaan program semakin efektif, transparan, dan tepat sasaran. Wakil Kepala Badan Gizi…

Read More

MBG Kian Diprioritaskan bagi Kelompok yang Paling Membutuhkan Intervensi Gizi

Oleh : Muhammad Afif Pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kualitas pembangunan sumber daya manusia melalui penyempurnaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah memasuki tahap implementasi yang menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah, perhatian pemerintah kini tidak lagi hanya berfokus pada perluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan ketepatan sasaran. Langkah tersebut menjadi penting…

Read More

Integrasi Dapodik dan Data MBG Fondasi Transparansi Program Gizi

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase yang semakin menentukan. Setelah cakupan penerima manfaat terus diperluas di berbagai daerah, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar memastikan makanan bergizi tersalurkan, melainkan memastikan seluruh proses berlangsung tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks tersebut, langkah pemerintah mengintegrasikan sistem MBG dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik)…

Read More

Ekonomi Biru Diperkuat Lewat Pembentukan Institut Kelautan Indonesia

Jakarta- Komitmen Indonesia untuk memperkuat pembangunan ekonomi biru terus mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Selain melalui penyempurnaan regulasi yang berpihak pada daerah kepulauan, penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia dinilai menjadi langkah strategis yang dapat diwujudkan melalui pembentukan Institut Kelautan Indonesia. Kehadiran lembaga tersebut diyakini mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi,…

Read More

Ekonomi Biru Diperkuat lewat Pendidikan Vokasi, Riset Terapan, dan Pemberdayaan Pesisir

Jakarta – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan DPR RI Hendry Munief menegaskan bahwa konsep ekonomi biru perlu menjadi fondasi penting dalam pembangunan wilayah kepulauan Indonesia. Menurutnya, penguatan ekonomi berbasis kelautan harus didukung melalui kebijakan yang terintegrasi, termasuk pendidikan vokasi, riset terapan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir agar potensi maritim nasional dapat memberikan…

Read More