Category Collection

Popular

Penguatan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Kerja Bersama

Oleh: Naufal Prasetya Penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Stabilitas pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga kemampuan menjaga kualitas bahan pangan dinilai sangat penting untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional. Karena itu, kerja sama lintas sektor antara pemerintah, BUMD, dan pelaku usaha dianggap…

Read More

Ketahanan Pangan Dapat Dicapai melaluiSinergi yang Berkelanjutan

Oleh: Ardyan Maheswara Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantodalam upaya memperkuat kemandirian bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatdesa. Pemerintah memandang sektor pangan bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan bahanpokok, tetapi juga menyangkut nasib jutaan petani, nelayan, dan peternak yang selama inimenjadi penopang ekonomi daerah. Karena itu, penguatan sektor pertanian, perikanan, danpeternakan terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, sertapembenahan distribusi pangan nasional.  Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Presiden Prabowo sejaklama memberi perhatian besar terhadap agenda swasembada pangan. Menurutnya, swasembadabukan hanya soal memastikan stok pangan aman, tetapi juga menjadi jalan untuk meningkatkanpendapatan masyarakat desa yang bekerja di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Iamenyebut sekitar 30 sampai 40 persen masyarakat desa masih bergantung pada sektor tersebutsehingga penguatan pangan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat. Zulkifli Hasan menilai persoalan pangan di Indonesia tidak hanya terletak pada produksi, melainkan juga tingginya biaya distribusi. Ia mencontohkan biaya distribusi beras di Thailand yang jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia. Kondisi itu dinilai terjadi akibat rantai distribusiyang panjang dan kebijakan yang belum efisien. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintahmenyiapkan sejumlah regulasi termasuk Peraturan Presiden guna memangkas biaya distribusi, memperpendek rantai pasok, dan membuat harga pangan lebih stabil serta terjangkau. Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan lahan produktif di berbagai daerah. PresidenPrabowo disebut mengarahkan agar setiap desa memiliki pusat ekonomi produktif dan tidak adalahan yang dibiarkan kosong. Penguatan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalamstrategi tersebut dengan melibatkan perguruan tinggi, lembaga riset, alumni Institut PertanianBogor, serta BRIN. Kolaborasi itu diharapkan mampu mempercepat modernisasi pertaniannasional sehingga produktivitas pangan dapat meningkat secara berkelanjutan. Perhatian pemerintah turut diarahkan kepada sektor nelayan yang selama ini dinilai memilikiposisi tawar lemah di pasar. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa nelayan sering harus menjualhasil tangkapan dengan cepat sebelum rusak sehingga harga jual menjadi tidak optimal. Untukmembantu nelayan, pemerintah menyiapkan pembangunan kampung nelayan dan memperkuatperan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pembeli hasil tangkapan ketika pasar tidak mampumenyerap produksi. Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi pusat ekonomi desa yang mendukungberbagai program pemerintah, termasuk penyediaan kebutuhan Satuan Pelayanan PemenuhanGizi dan Program Makan Bergizi Gratis. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampumembuat distribusi bantuan pemerintah menjadi lebih cepat, ringkas, dan tepat sasaran hingga ketingkat desa. Ketua Umum terpilih Himpunan Alumni IPB Fauzi Amro menyatakan pihaknya siapmendukung penguatan rantai pasok pangan nasional melalui jaringan alumni yang tersebar di berbagai daerah. Dukungan itu akan difokuskan pada pembangunan model distribusi panganyang lebih efektif, khususnya untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Keterlibatan dunia akademik dan alumni perguruan tinggi dinilai menjadi bagian penting dalammemperkuat ketahanan pangan nasional. Di daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga memperkuat langkah kolaboratif gunamendukung target swasembada pangan nasional 2026. Salah satu fokus utama adalahpengembangan komoditas jagung melalui program Gerakan Tanam Jagung Hibrida. Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyebut program tersebut menjadi langkahnyata dalam memperkuat ketahanan pangan mulai dari desa hingga tingkat nasional. Menurut Krisantus Kurniawan, program itu sejalan dengan visi pemerintahan Presiden PrabowoSubianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Astacita yang menekankanpentingnya kemandirian bangsa melalui ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau. Ia jugamenilai penguatan sektor pertanian sejalan dengan visi pembangunan Kalimantan Barat yang ingin menciptakan daerah yang sejahtera, adil, dan berwawasan lingkungan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kalimantan Barat mencatat luas panen jagungmencapai 34.503 hektare dengan produksi sebesar 179.246 ton pipilan kering. Capaian itumenunjukkan potensi besar daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. KabupatenBengkayang disebut memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra pengembangan jagung di Kalimantan Barat. Krisantus juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota, kelompok tani, serta unsur TNI danPolri untuk aktif mendukung program optimalisasi lahan pertanian. Menurutnya, lahan yang belum produktif perlu dimanfaatkan menjadi sumber pangan baru yang mampu memperkuatekonomi masyarakat dan menopang ketahanan pangan nasional. Dalam setahun terakhir, pemerintah dinilai mulai menunjukkan langkah nyata dalammemperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Berbagai program seperti penguatan koperasidesa, percepatan distribusi pupuk, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga peningkatanproduksi komoditas strategis menjadi bagian dari upaya tersebut. Pemerintah ingin memastikanketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberi dampak terhadapkesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan pada akhirnya hanya dapat dicapai melalui sinergi yang berkelanjutan antarapemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, petani, nelayan, aparat keamanan, danmasyarakat luas. Dengan semangat gotong royong serta inovasi yang terus dikembangkan, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligusmenciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat. *) Peneliti Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Read More

Ketahanan Pangan Diperkuat lewat Kerja Sama Lintas Sektor dan Regional

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kerja sama lintas sektor dan regional sebagai langkah strategis menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Di tengah meningkatnya tekanan geopolitik internasional dan gangguan rantai pasok dunia, Indonesia dinilai berhasil menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memperkuat posisi kawasan ASEAN dalam menjaga ketahanan pangan bersama. Presiden Prabowo Subianto…

Read More

Pemerintah Tekankan Pentingnya Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan

Jakarta – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kerja sama lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, hingga badan usaha milik daerah guna mendukung target swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa program…

Read More

Digitalisasi Koperasi dan Perluasan Akses Pasar Desa

Oleh: Dhita Karuniawati )* Transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan tambahan bagi koperasi desa, melainkan kebutuhan mendesak untuk mempertahankan daya saing ekonomi rakyat di tengah perubahan pola perdagangan dan konsumsi masyarakat. Di Indonesia, percepatan digitalisasi koperasi kini mulai diarahkan secara lebih serius melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diproyeksikan menjadi motor baru ekonomi…

Read More

Transformasi Digital dalam Penguatan Koperasi Merah Putih

Oleh : Rahmat Hidayat )* Transformasi digital menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, koperasi desa dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap relevan dan kompetitif dalam menghadapi dinamika ekonomi modern. Dengan dukungan teknologi, Koperasi Merah Putih memiliki peluang besar…

Read More
Koperasi Merah Putih Didorong Go Digital demi Tata Kelola Lebih Transparan

Koperasi Merah Putih Didorong Go Digital demi Tata Kelola Lebih Transparan

Semarang – Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani menegaskan bahwa transformasi digital menjadi langkah penting dalam memperkuat keberadaan 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor baru penggerak ekonomi rakyat di berbagai daerah. Farida menjelaskan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha desa. “Transformasi digital…

Read More

Digitalisasi Koperasi Merah Putih Buka Peluang Ekonomi Baru di Desa

JAKARTA – Digitalisasi koperasi desa mulai membuka babak baru penguatan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Kehadiran 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai tidak hanya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru berbasis teknologi digital di berbagai daerah. Pemerintah menilai pembangunan infrastruktur digital nasional yang semakin merata harus diikuti dengan peningkatan…

Read More

CKG dan Kesehatan Berkualitas sebagai Alarm Dini Darah Tinggi Anak

Oleh : Andika Pratama Fenomena meningkatnya tekanan darah pada anak usia sekolah menjadi sinyal penting yang tidak boleh diabaikan. Temuan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan anak Indonesia kini semakin kompleks dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Selama ini, tekanan darah tinggi sering dianggap sebagai penyakit yang identik dengan…

Read More

CKG Perkuat Deteksi Dini Ancaman Kesehatan Anak

Oleh: Alexander Royce*) Temuan mengejutkan dari pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah menjadi pengingat penting bahwa ancaman kesehatan tidak lagi identik dengan kelompok usia dewasa. Data terbaru pemerintah menunjukkan sekitar 663 ribu anak sekolah mengalami peningkatan tekanan darah dari hasil skrining terhadap 4,8 juta siswa di 48 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Fakta tersebut memunculkan…

Read More