Riset Akademik Soroti Peran MBG dalam Mendorong Ekonomi Masyarakat
Oleh: Bara Winatha*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya dipandang sebagai…
Oleh: Bara Winatha*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak hanya dipandang sebagai kebijakan sosial untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mulai dilihat sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang berdampak luas. Sejumlah riset akademik menunjukkan bahwa implementasi program ini memiliki efek berlapis, mulai dari peningkatan akses gizi bagi kelompok rentan hingga mendorong aktivitas…
Oleh: Zaenul Arifin*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok rentan seperti siswa sekolah, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia. Evaluasi berkala terhadap standar layanan, mekanisme pengawasan, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian…
Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang optimal pada periode krusial tersebut. Upaya pencegahan stunting dan optimalisasi 1.000 HPK tidak bisa hanyadibebankan kepada ibu, tetapi membutuhkan dukungan ayah, keluarga besar, sertakebijakan pemerintah yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, program MBG bagi kategori 3B menjadi strategi prioritas pemerintahan Prabowo Subiantoyang menempatkan gizi sebagai investasi untuk membangun SDM unggul di masa depan. Isyana juga menekankan pentingnya kualitas menu. Makanan yang diberikan harusmemenuhi standar gizi, bebas dari ultra-processed food, serta disesuaikan dengankebutuhan masing-masing sasaran. Terkait hal tersebut, Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Ermia Sofiyessi menjelaskan, menu MBG bagi kategori 3B terdiri atas makanan siapsantap dan paket sehat. Frekuensi dan waktu pengiriman paket MBG pun sudahdisiapkan dalam petunjuk teknis yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG. Ermia memaparkan, distribusi MBG sian santap dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Sementara MBG paket sehat untuk Selasa dan Rabu. MBG siap santap untuk ibu hamil dan menyusui merupakan makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, serat, dan lemak…
Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Upaya menurunkan angka stunting di Indonesia membutuhkan pendekatan yang lebih terarah pada fase paling krusial dalam siklus kehidupan manusia. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) menjadi langkahstrategis untuk memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berkualitas. Dalam konteks tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memprioritaskan kelompok 3B menunjukkan arah kebijakan yang tepat. Fokus pada bumil, busui, dan balita berarti pemerintah menempatkan perhatian pada periodeemas 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang menjadi penentu utama tumbuhkembang anak. Jika intervensi gizi dilakukan secara konsisten sejak masa kehamilan hingga awalkehidupan anak, risiko stunting dapat ditekan secara signifikan. Dengan demikian, kebijakan gizi yang tepat sasaran bukan hanya program bantuan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengandalkan program MBG kategori 3B sebagai strategi kunci untukmengatasi stunting sejak dini. MBG 3B menjadi bagian integral dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun sumber daya manusiaberkualitas, khususnya melalui pemenuhan gizi pada periode emas 1.000 HPK. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan program MBG 3B sejalan dengan target penurunan prevalensi stunting nasional sebesar 18,8 persen pada 2026. Ia menyoroti empat prioritas utama untukmendukung keberhasilan program ini: penguatan kapasitas kader dan penyuluh KB sebagai garda terdepan, peningkatan akurasi data berbasis by name by address, penguatan kepemimpinan lapangan, serta optimalisasi komunikasi publik melaluimedia sosial. Ia juga menekankan bahwa Keberhasilan MBG 3B bergantung pada sinergi lintassektor, termasuk kolaborasi erat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pemerintah daerah. Pendekatan multisektor ini melibatkan Puskesmas, Posyandu, pemerintah desa, hingga sektor pendidikan untuk memastikan edukasidan intervensi gizi berlangsung berkelanjutan. Di samping itu, menu MBG untuk kelompok 3B yang disusun sesuai kebutuhan gizimenjadi elemen penting dalam keberhasilan program ini. Penyediaan makanandengan komposisi nutrisi seimbang memastikan ibu dan anak memperoleh asupanyang dibutuhkan untuk mendukung kesehatan, perkembangan otak, sertapertumbuhan fisik secara optimal. Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Ermia Sofiyessi menjelaskan bahwa menu MBG kategori 3B terdiri atas makanan siapsantap dan paket sehat. Frekuensi dan waktu pengiriman paket MBG juga sudahdisiapkan dalam petunjuk teknis yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG. MBG siap santap untuk ibu hamil dan menyusui merupakan makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, serat,…
Jakarta – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menyikapi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang menghadapi berbagai tekanan global, termasuk meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah. Dalam situasi tersebut, ia menilai pemerintah perlu melakukan penajaman prioritas belanja negara agar program-program yang benar-benar penting tetap berjalan optimal. Said menekankan bahwa…
Jakarta – Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Imamudin Yuliadi menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk tetap efektif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi global. “Program MBG dapat menjadi instrumen strategis tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dalam membangun ketahanan pangan dan memperkuat kemandirian…
Palembang – Tenaga Layanan Ops Deputi Bidang Promosi dan Kerja sama Badan Gizi Nasional, Rahma Dewi Auliyasari mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan pengaduan resmi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rahma menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang partisipasi publik melalui layanan call center 127 maupun kanal pengaduan yang tersedia di situs resmi BGN. Saluran…
Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat implementasinya dengan memprioritaskan kelompok rentan yang dikenal sebagai 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kebijakan ini dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mencegah stunting sejak awal kehidupan. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan bahwa kelompok 3B…
Jakarta – Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan bahwa realisasi belanja negara pada awal tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan seiring dengan percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menilai percepatan belanja negara di awal tahun merupakan strategi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal pertama. “Hingga…
Jakarta – Guru Besar Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI, Fentiny Nugroho menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi keluarga penerima manfaat serta masyarakat di sekitar pelaksanaan program. Riset tersebut dipaparkan dalam Seminar Riset bertajuk “Kajian MBG: Dampak terhadap Pendapatan dan Pengeluaran…