Category Collection

Popular

Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Kuota Puluhan Ribuan Peserta

JAKARTA — Program Magang Nasional Angkatan 2 kembali menjadi salah satu stimulus pemerintah untuk memperluas kesempatan lulusan muda memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi. Program ini menyasar lulusan sarjana atau diploma di seluruh Indonesia. Pada tahap pertama, pemerintah menyiapkan sebanyak 50.000 kuota peserta magang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46.160 peserta resmi mengikuti program magang nasional…

Read More

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2

Jakarta – Pemerintah terus memperluas kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja melalui Program Magang Nasional. Pada Program Magang Nasional Angkatan II Tahun 2026, pemerintah meningkatkan kuota peserta menjadi 150 ribu orang yang terbagi dalam beberapa batch. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat transisi lulusan perguruan…

Read More

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda

Oleh: Zhafran Goldwin)* Pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional tahun 2026 sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi sekaligus memperkuat keterampilan dan pengalaman kerja generasi muda. Program ini menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman profesional dinilai semakin penting di tengah perubahan kebutuhan industri yang menuntut…

Read More

Magang Nasional Menyiapkan Generasi Kerja Makin Kompeten

Oleh: Dhita Karuniawati )* Pemerintah kembali memperluas Program Magang Nasional pada 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat kesiapan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Program yang memasuki Angkatan 2 ini tidak sekadar diarahkan untuk memberikanpengalaman kerja, tetapi juga menjadi jembatan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri yang terus berkembang. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah mengalokasikananggaran Rp4,14 triliun, bukan Rp414 triliun sebagaimana dapat muncul dalamsejumlah penulisan judul. Anggaran tersebut merupakan bagian dari paket kebijakanstimulus ekonomi pemerintah dan ditujukan antara lain untuk memperluas kesempatankerja bagi lulusan baru perguruan tinggi.  Skala program tahun ini juga meningkat. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijayamenyampaikan bahwa pemerintah menaikkan kuota peserta dari 100 ribu orang pada 2025 menjadi 150 ribu peserta pada 2026. Penambahan tersebut dibagi dalam tigatahap, masing-masing sebanyak 50 ribu peserta. Menurut Teddy, peningkatan kuotamerupakan bentuk dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya memperluasakses lulusan muda memperoleh pengalaman profesional sebelum masuk ke pasar kerja secara penuh.  Program ini memiliki relevansi kuat di tengah tantangan transisi dari pendidikan kedunia kerja. Gelar akademik tidak selalu identik dengan kesiapan profesional. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, memecahkan masalah, beradaptasi dengan teknologi, serta memahami budaya dan target organisasi. Karena itu, pengalaman langsung di lingkungan kerja menjadi bagian penting dariproses pembentukan kompetensi. Melalui masa magang selama enam bulan, pesertamemperoleh kesempatan untuk berhadapan dengan persoalan pekerjaan secara nyatasekaligus menguji kemampuan yang diperoleh selama pendidikan. Data pelaksanaan sebelumnya menunjukkan adanya hasil yang cukup signifikan. Pada Angkatan 1, sebanyak 102 ribu lulusan perguruan tinggi mengikuti program dan sekitar95 persen peserta berhasil menyelesaikan masa pemagangan. Evaluasi pemerintahjuga menunjukkan 66 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi secarasignifikan, termasuk dalam kemampuan teknis, komunikasi, dan kerja sama tim.Sebanyak 26 persen peserta bahkan dilaporkan memperoleh tawaran pekerjaansetelah menyelesaikan program.  Sementara itu, Teddy mengatakan hasil evaluasi tahun sebelumnya menunjukkansekitar 30 hingga 40 persen peserta berhasil langsung bekerja setelah masa magang. Angka tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi, pembekalan, serta pengalamankerja selama enam bulan dapat menjadi mekanisme yang efektif untukmempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kualitas tenaga kerja muda. Ia juga mencontohkan manfaat ekonomi yang diperoleh peserta selama mengikuti program. Peserta yang ditempatkan di Jakarta, misalnya, dapat menerima uang saku sekitarRp5,5 juta hingga Rp5,7 juta per bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada Angkatan 2 Batch 1, antusiasme masyarakat juga terlihat sangat tinggi. Pemerintah mencatat 732.483 pendaftar, dengan 244.982 orang dinyatakan memenuhipersyaratan. Setelah melalui proses seleksi nasional, sebanyak 46.160 pesertaditetapkan mengikuti program. Tahap pertama tersebut melibatkan 3.672 penyelenggara yang terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga, dengan 28.455 lowongan pemagangan.  Besarnya jumlah pendaftar sekaligus memperlihatkan persoalan yang tidak bolehdiabaikan, kebutuhan lulusan muda terhadap pengalaman kerja jauh lebih besardibandingkan kapasitas yang tersedia. Dengan demikian, keberhasilan Program Magang Nasional tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah peserta yang diterima. Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak peserta yang benar-benar mengalamipeningkatan kompetensi dan kemudian mampu memasuki pekerjaan yang produktif. Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah, Fahd Pahdepie, mengatakan bahwa tingginya jumlah pendaftar mencerminkan kebutuhanbesar lulusan muda terhadap pengalaman profesional. Ia juga menggarisbawahi bahwaprogram magang seharusnya tidak berhenti pada penempatan peserta, melainkanmenjadi jembatan menuju pekerjaan dan perkembangan karier yang lebih baik.  Fahd menjelaskan sebanyak 66% peserta mengalami peningkatan kompetensi secarasignifikan, mulai dari kemampuan komunikasi, keterampilan teknis, hingga kerja samatim. Selain itu, sebanyak 26% peserta magang langsung mendapatkan tawaran kerjasebagai karyawan setelah program berakhir. Tantangan berikutnya berada pada kualitas pelaksanaan. Perusahaan dan lembagapenyelenggara perlu memastikan peserta benar-benar memperoleh pekerjaan yang relevan, pendampingan, target pembelajaran, serta evaluasi kompetensi. Tanpamekanisme tersebut, magang berisiko berubah menjadi sekadar aktivitas administratifyang memberikan pengalaman terbatas. Pemerintah juga perlu menggunakan data hasil program untuk memperbaikikesesuaian antara bidang pendidikan peserta, kebutuhan industri,…

Read More

Perpres Ojol Targetkan Aturan Lebih Adil bagi Pengemudi dan Aplikator

Jakarta – Pemerintah terus memfinalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem transportasi digital yang mengatur ojek online (ojol). Regulasi tersebut ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2026 dan diarahkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi pengemudi maupun perusahaan aplikator. Pemerintah juga memastikan sejumlah substansi penting, termasuk pola pembagian pendapatan dan status pengemudi,…

Read More

Perpres Ojol Disiapkan, Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pengemudi

Jakarta – Pemerintah terus mematangkan kebijakan untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol). Langkah tersebut ditandai dengan agenda finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online yang dibahas pemerintah bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pembahasan Perpres ojol melibatkan sejumlah pejabat lintas kementerian, antara lain Wakil Menteri Sekretaris Negara, Menteri Ketenagakerjaan…

Read More

Negara Hadir untuk Ojol lewat Perlindungan Pendapatan, Hak Kerja, dan Masa Depan

Oleh Aryandi* Pemerintah tengah menyiapkan babak baru dalam penataan ekosistem ojek online melalui percepatan finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online yang ditargetkan terbit sebelum 17 Agustus 2026. Kebijakan ini patut dipandang bukan sekadar sebagai regulasi teknis mengenai transportasi berbasis aplikasi, melainkan sebagai langkah penting negara dalam memastikan jutaan pengemudi ojol memperoleh kepastian pendapatan, perlindungan…

Read More

Menjadikan Ojol Bagian dari UMKM adalah Langkah Besar Mengangkat Kesejahteraan Rakyat

*) Oleh : Gavin Asadit Pemerintah memperkuat kebijakan dengan memberikan perlindungan dan peluang pemberdayaan bagi pengemudi ojek online atau ojol. Langkah tersebut memasuki babak baru setelah pemerintah menyiapkan payung hukum yang mengatur pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Kebijakan ini dipandang penting karena pengemudi ojol tidak hanya menjalankan pekerjaan berbasis layanan…

Read More

Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat

JAKARTA — Perekonomian Indonesia tumbuh resilien sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen (yoy). Capaian ini diraih di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian, didorong oleh investasi yang kuat, konsumsi rumah tangga yang meningkat, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga…

Read More

Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Global

JAKARTA – Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya di tengah berbagai tantangan global. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy), mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan disrupsi teknologi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai capaian tersebut sangat positif karena Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan…

Read More