UGM dan BRIN Sepakat Dorong Kedaulatan Maritim Berbasis Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
Yogyakarta – Sektor maritim berpotensi sebagai paradigma pembangunan nasional melalui penguatan riset, teknologi, dan inovasi…
Yogyakarta – Sektor maritim berpotensi sebagai paradigma pembangunan nasional melalui penguatan riset, teknologi, dan inovasi berbasis potensi kelautan Indonesia. Oleh karena itu, isu kemaritiman harus terus menjadi arus utama pembangunan nasional di tengah persoalan pangan, energi, kesehatan, lingkungan, hingga geopolitik global. Dalam National Policy Dialogue bertajuk Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi,…
Oleh: Yohanis Yoku* Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan, Papua hadir sebagai salah satu wilayah yang menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan upayamenjaga kelestarian alam. Berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah di Tanah Papua memperlihatkan arah pembangunan yang tidak semata-mata mengejarpertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa kekayaan alam yang dimilikitetap terjaga untuk generasi mendatang. Pendekatan ini sekaligus menjadi buktibahwa Indonesia mampu menghadirkan model pembangunan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut tercermin dalam langkah Pemerintah Provinsi Papua Barat yang menempatkan perlindungan hutan sebagai salah satu fondasi utama pembangunandaerah. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan bahwa seluruhprogram pembangunan harus mengacu pada prinsip keberlanjutan dan rencana tata ruang wilayah yang telah ditetapkan. Kebijakan ini menunjukkan adanya kesadarankuat bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Pendekatan pembangunan yang mengutamakan kelestarian lingkungan merupakankeputusan strategis yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Hutan Papua merupakan salah satu kawasan hutan tropis terbesar yang masih tersisa di dunia. Keberadaannya memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan iklim, menyerap emisi karbon, melindungi keanekaragaman hayati, serta menjaga sumberair bagi masyarakat. Karena itu, upaya mempertahankan tutupan hutan Papua bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga memberikankontribusi besar bagi kepentingan nasional dan global. Keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan di Papua juga tidak terlepas daridukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat sipil, lembaga lingkungan, akademisi, dan masyarakat adat. Kolaborasi yang terbangunselama ini menunjukkan bahwa pembangunan yang berkualitas membutuhkanketerlibatan banyak pihak. Semangat gotong royong dalam menjaga hutan Papua menjadi modal penting untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan secaraberkelanjutan dan mampu memberikan manfaat yang merata. Di sisi lain, agenda pelestarian lingkungan tidak menghambat pembangunanekonomi. Sebaliknya, kebijakan yang mengedepankan keberlanjutan justrumenciptakan fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Hal ini terlihat dari berbagai program pembangunan yang terus didorong di wilayah Papua, termasuk pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang memberikan dampaklangsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyampaikan bahwa Proyek StrategisNasional yang sedang berjalan di wilayahnya berpotensi menyerap hingga 15 ributenaga kerja pada puncak operasional yang diproyeksikan terjadi pada 2029. Saat iniribuan tenaga kerja telah terlibat dalam berbagai tahapan pembangunan. Angka tersebut menunjukkan bahwa pembangunan yang terencana dengan baik mampumenciptakan peluang ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Yang patut diapresiasi adalah komitmen pemerintah daerah untuk memastikanmanfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat asli Papua. Berbagailangkah dilakukan melalui prioritas rekrutmen tenaga kerja lokal, peningkatankualitas pendidikan, pelatihan keterampilan, serta pengembangan program vokasiyang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kebijakan tersebut mencerminkankeberpihakan nyata kepada masyarakat Papua agar dapat menjadi pelaku utamadalam proses pembangunan di tanahnya sendiri. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalammemastikan keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Dengan pendidikan dan keterampilan yang semakin baik, masyarakat Papua memiliki kesempatan lebih besaruntuk berpartisipasi dalam berbagai sektor ekonomi yang berkembang. Dalamjangka panjang, kebijakan ini akan memperkuat daya saing daerah sekaligusmempercepat terciptanya kesejahteraan yang lebih merata. Selain peran pemerintah, masyarakat adat juga memiliki kontribusi besar dalammenjaga keberlanjutan lingkungan Papua. Selama berabad-abad, masyarakat adattelah hidup berdampingan dengan alam melalui berbagai kearifan lokal yang menempatkan hutan sebagai bagian penting dari kehidupan. Nilai-nilai tersebutmenjadi kekuatan sosial yang mendukung berbagai kebijakan pelestarian lingkunganyang dijalankan saat ini. Salah satu tokoh yang mencerminkan semangat tersebut adalah Yasinta Moiwendatau Mama Sinta, perempuan adat asal Merauke yang dikenal konsistenmenyuarakan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Kehadiran tokoh-tokohmasyarakat seperti Mama Sinta menunjukkan bahwa kesadaran menjaga alamtumbuh kuat dari akar budaya masyarakat Papua. Kondisi ini menjadi modal sosialyang sangat berharga dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Melihat berbagai perkembangan tersebut, Papua memiliki peluang besar untukmenjadi teladan pembangunan hijau Indonesia. Kebijakan yang memadukanperlindungan lingkungan, penguatan masyarakat adat, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, serta penciptaan lapangan kerja menunjukkan bahwa pembangunandapat dilakukan secara seimbang. Model ini sekaligus memperlihatkan bahwakemajuan ekonomi tidak harus dibayar dengan kerusakan lingkungan. Di bawah dukungan kebijakan nasional yang semakin menekankan pentingnyapembangunan berkelanjutan, Papua berada pada posisi yang strategis untukmenjadi contoh keberhasilan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggungjawab….
Oleh : Anshar Syauki )* Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kekayaan sumber daya kelautan dan pesisir yang menjadi modal strategis bagi pembangunan nasional. Di tengah berbagai tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan…
Oleh: Naufal Akbar Di tengah tantangan perlambatan ekonomi global, ancaman perubahan iklim, dandinamika pasar tenaga kerja yang terus berubah, Indonesia membutuhkan strategipembangunan yang tidak hanya mampu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi jugamenciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, komitmenpemerintah mendorong transformasi ekonomi hijau menjadi salah satu langkahstrategis yang patut diapresiasi karena menawarkan solusi ganda: menjaga lingkungansekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Selama beberapa dekade, pembangunan ekonomi sering kali dihadapkan pada dilemaantara pertumbuhan dan pelestarian lingkungan. Namun paradigma tersebut kini mulaiberubah. Berbagai negara di dunia membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapatberjalan beriringan dengan upaya perlindungan lingkungan melalui penerapan ekonomihijau. Indonesia pun semakin menunjukkan keseriusannya untuk mengambil perandalam transformasi tersebut. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa kebutuhan terhadap profesi berbasiskeberlanjutan akan terus meningkat seiring percepatan transformasi ekonomi hijau di Indonesia. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa agenda lingkungan bukan sekadarupaya konservasi, tetapi telah berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baruyang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Berbagai profesi baru diperkirakan akan tumbuh pesat pada masa mendatang. Mulaidari ahli energi terbarukan, pengelola sampah modern, insinyur lingkungan, penelitibiodiversitas, analis karbon, spesialis ekonomi sirkular, hingga wirausaha hijau akanmenjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi masa depan. Kehadiran profesi-profesitersebut memperlihatkan bahwa transformasi hijau bukan ancaman bagi dunia kerja, melainkan peluang yang membuka ruang bagi lahirnya jutaan pekerjaan baru yang lebih berkualitas. Komitmen pemerintah ini juga selaras dengan visi Asta Cita Presiden PrabowoSubianto yang menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai salah satu fondasi menujuIndonesia Emas 2045. Melalui pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanyaberorientasi pada pencapaian angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikanbahwa manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Potensi penciptaan lapangan kerja hijau semakin besar karena Indonesia memilikimodal yang sangat kuat. Sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kawasan mangrove yang luas, keanekaragaman hayati yang tinggi, serta garis pantaiterpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki sumber daya yang dapat menjadi fondasipengembangan ekonomi hijau. Upaya menjaga hutan, melindungi gambut danmangrove, mengelola sampah, menjaga kualitas sungai dan laut, hinggamengembangkan ekonomi sirkular bukan hanya penting untuk lingkungan, tetapi jugaberpotensi menciptakan rantai ekonomi baru yang menyerap banyak tenaga kerja. Salah satu contoh konkret dapat dilihat dari target pemerintah untuk mencapaipengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah mendorong pengembangan berbagai teknologi pengolahan sampah sepertiRefuse Derived Fuel (RDF), Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hinggateknologi pirolisis. Pengembangan sektor ini tentu membutuhkan sumber daya manusiayang kompeten, mulai dari tenaga teknis, operator, peneliti, hingga pelaku usaha yang bergerak dalam industri daur ulang dan ekonomi sirkular. Optimisme terhadap ekonomi hijau juga mendapatkan dukungan dari berbagaikalangan. Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Burhanuddin Abdullah, berpandanganbahwa biaya mempertahankan model pembangunan lama justru semakin mahaldibandingkan melakukan transisi menuju ekonomi hijau. Menurutnya, ekonomi hijauharus dipandang sebagai peluang besar untuk menciptakan sumber pertumbuhanekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai lembaga internasional. United Nations Environment Programme (UNEP) mendefinisikan ekonomi hijau sebagai sistemekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial sekaligusmengurangi risiko lingkungan. Sementara World Bank memperkenalkan konsepinclusive green growth yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya, rendahpolusi, serta ketahanan terhadap perubahan lingkungan. Kedua konsep tersebutmenunjukkan bahwa ekonomi hijau bukan sekadar agenda lingkungan, melainkanstrategi pembangunan ekonomi modern. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi faktor yang sangat penting. JumhurHidayat menilai Generasi Z memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahandalam transformasi ekonomi hijau. Tidak cukup hanya memiliki kepedulian terhadaplingkungan, generasi muda juga didorong menjadi pencipta inovasi dan solusi yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif pembentukan Forum Ekonomi Hijau oleh IKA Unpad menjadi salah satu contohnyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mulai dibangun untuk mempercepattransformasi tersebut. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antarapemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda dalammerumuskan berbagai kebijakan dan inovasi yang mendukung pembangunanberkelanjutan. Pada akhirnya, ekonomi hijau bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagiIndonesia. Di tengah perubahan global yang semakin cepat, negara yang mampuberadaptasi dengan model pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan akanmemiliki daya saing lebih tinggi. Dengan komitmen pemerintah yang kuat, dukungandunia usaha, kontribusi akademisi, serta partisipasi generasi muda, transformasiekonomi hijau berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru yang tidak hanya menjagakelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan jutaan lapangan kerja danmeningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. *) Pengamat Isu Lingkungan dan Pembangunan
Oleh: Kirana Citrasari *) Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni menuntut refleksi mendalam mengenai arah pembangunan nasional. Di tengah kepungan krisis planetari threefold, perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi yang kian mengkhawatirkan, paradigma pembangunan Indonesia berada pada persimpangan krusial. Pemerintah secara progresif telah menggeser haluan menuju ekonomi hijau. Kebijakan ini tidak boleh sekadar dipandang sebagai…
Program ekonomi hijau di Indonesia diproyeksikan mampu menciptakan hingga 4,4 juta green jobs di berbagai sektor. Transformasi ini bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penciptaan lapangan kerja yang layak sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintahan telah mengintegrasikan komitmen ini dalam dokumen perencanaan strategis nasional, termasuk menyediakan tenaga kerja hijau. Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan…
JAKARTA – Kelestarian lingkungan dan penerapan ekonomi sirkular semakin diyakini menjadi modal baru pertumbuhan nasional. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan, transformasi menuju ekonomi hijau dinilai tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan jutaan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh….
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat transformasi ekonomi hijau sebagai strategi pembangunan masa depan yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, Indonesia diproyeksikan memasuki era baru kejayaan ekonomi dengan dukungan jutaan lapangan kerja hijau yang terus berkembang. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan…
Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan keberlanjutan ekologis sebagai salah satu fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui transformasi ekonomi hijau, pemerintah berupaya menjawab tantangan lingkungan global sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Di tengah ancaman triple planetary crisis berupa krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan, pembangunan berkelanjutan…
Manokwari – Upaya menjaga kelestarian hutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi terus menjadi bagian penting dari arah pembangunan nasional, termasuk di Papua. Pendekatan pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai semakin menunjukkan hasil positif di berbagai wilayah. Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai kebijakan pembangunan yang menempatkan…