Koperasi Merah Putih Diperkuat melalui Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pengembangan Koperasi Merah Putih melalui proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan…
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pengembangan Koperasi Merah Putih melalui proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna memastikan program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun kelembagaan ekonomi rakyat yang kuat, profesional, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat desa maupun kelurahan. Presiden Prabowo Subianto, mengatakan bahwa…
Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Berbagai masukan, kritik, hingga laporan dari masyarakat dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan keberlanjutan program yang menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi kerakyatan tersebut. Kementerian Koperasi (Kemenkop)…
Oleh : Rahmat Hidayat )* Pembangunan ekonomi desa menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Di tengah berbagai tantangan global yang memengaruhi stabilitas ekonomi, penguatan ekonomi berbasis masyarakat di tingkat desa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks tersebut, kehadiran Koperasi Merah Putih menjadi sebuah terobosan…
Oleh : Rivka Mayangsari*) Pembangunan ekonomi yang berkeadilan merupakan salah satu cita-cita besar bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan. Dalam perjalanan pembangunan nasional, desa selalu menjadi fondasipenting yang menopang ketahanan ekonomi bangsa. Karena itu, pemerintah terus mendorongberbagai program yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian utama adalah pengembangan Koperasi DesaMerah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus wujud nyatapelaksanaan nilai-nilai Ekonomi Pancasila. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan pilar utamatransformasi Ekonomi Pancasila yang sedang dibangun pemerintah. Menurutnya, koperasi bukansekadar badan usaha, melainkan instrumen strategis untuk mengangkat masyarakat darikemiskinan dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Dalam pandangan Presiden, koperasi harus kembali ditempatkan sebagai usaha bersama yang berlandaskan asaskekeluargaan sebagaimana amanat konstitusi. Presiden Prabowo juga menilai bahwa Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar untukmenjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Melalui sistem yang berbasis gotong royong dan kebersamaan, koperasi dapat memperluas akses ekonomi bagi masyarakat desa sekaligusmengurangi kesenjangan yang selama ini masih terjadi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Kehadiran koperasi juga diyakini mampu menciptakan distribusi manfaat pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa program ini sejalan dengan gagasan Bung Karnotentang kemandirian bangsa atau berdikari. Semangat berdikari menempatkan rakyat sebagaikekuatan utama pembangunan ekonomi, bukan sekadar sebagai objek pembangunan. Dalamkonteks tersebut, koperasi menjadi wadah yang memungkinkan masyarakat mengelola sumberdaya secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Koperasi Merah Putih dipandang memiliki peran strategis dalam mengatasi berbagai persoalanekonomi yang dihadapi masyarakat desa. Mulai dari keterbatasan akses modal, lemahnya posisitawar petani dan nelayan, hingga panjangnya rantai distribusi yang sering kali mengurangi nilaiekonomi hasil produksi masyarakat. Dengan sistem yang terintegrasi, koperasi diharapkanmampu menghadirkan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa melalui koperasi terlihat dari berbagaikebijakan yang terus dijalankan. Transformasi pembangunan saat ini diarahkan agar desamenjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pendekatan tersebut menempatkan rakyat sebagaipelaku utama pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional melaluipengembangan koperasi dan ekonomi desa. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono. Ia menyatakan kesiapan penuh jajaran Kementerian Koperasi untuk mewujudkan cita-cita Ekonomi Pancasila melalui penguatan sektor ekonomikerakyatan. Salah satu fokus utama yang dijalankan adalah optimalisasi program KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai fondasi pembangunan ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Menurut Ferry, penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari akar rumput. Oleh karena itu, KDKMP dirancang untuk memperkuat kapasitas ekonomi desa sekaligus menjadikan koperasisebagai benteng utama ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang profesionaldan dukungan berbagai program pemerintah, koperasi diharapkan mampu menjadi pusataktivitas ekonomi yang produktif dan berdaya saing. Program KDKMP tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan inklusif. Melalui koperasi, masyarakatmemperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pemasaran, penyimpanan hasilproduksi, hingga berbagai layanan ekonomi lainnya yang selama ini sulit dijangkau secaramandiri. Pandangan yang sama disampaikan Ketua DPD Projo Jawa Timur, Muhammad Soleh. Menurutnya, tujuan utama pembentukan Koperasi Desa Merah Putih adalah meningkatkan aksespembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasiskomunitas, serta mengurangi kesenjangan ekonomi antara desa dan kota. Soleh mengapresiasi perkembangan program Koperasi Merah Putih yang dinilai semakinmenunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, koperasi dapat menjadi “rumahbesar” bagi masyarakat desa untuk mengelola berbagai aktivitas ekonomi secara bersama-sama. Kehadiran koperasi membuka peluang yang lebih luas bagi petani, nelayan, dan pelaku usahakecil untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi. Koperasi dinilai berperan sebagai alternatif penyimpanan hasil panen petani pada saat musimpanen raya. Selama ini, banyak petani terpaksa menjual hasil panennya dengan harga rendahkarena keterbatasan fasilitas penyimpanan. Melalui koperasi, gabah dapat disimpan dengan baikhingga harga pasar lebih menguntungkan. Bahkan, fasilitas mesin penggilingan juga disediakanagar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak. Berbagai fasilitas tersebut menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih bukan hanya menjadilembaga ekonomi biasa, melainkan pusat layanan ekonomi masyarakat yang terintegrasi. Koperasi hadir untuk memperkuat posisi tawar masyarakat sekaligus menciptakan sistemekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh pemerintah, sinergi berbagai pemangku kepentingan, serta partisipasiaktif masyarakat, Koperasi Merah Putih diyakini akan menjadi penggerak utama kebangkitanekonomi desa. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa: membangun Indonesia yang mandiri, berkeadilan, dan sejahtera melalui kekuatan ekonomi rakyat yang tumbuh dari desa. *) Pemerhati ekonomi
Jakarta – Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui langkah-langkah pengendalian inflasi yang terukur dan responsif. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, strategi pengendalian harga pangan, penguatan distribusi kebutuhan pokok, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter berhasil menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Berbagai…
Jakarta – Stabilitas inflasi yang tetap terjaga pada Mei 2026 menjadi fondasi penting bagi upaya pemerintah dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan (mtm) dan 3,08 persen secara tahunan (yoy). Meski lebih tinggi dibandingkan April 2026…
Oleh: Ainul Ramdhani )* Keberhasilan pemerintah menjaga inflasi tetap terkendali menjadi salah satu pencapaian penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, mulai dari fluktuasi harga energi hingga gangguan pasokan akibat perubahan cuaca, Indonesia mampu mempertahankan kondisi ekonomi yang relatif stabil. Capaian tersebut menunjukkan bahwa langkah pengendalian inflasi yang dilakukan…
Oleh: Yusri Mahendra )* Keberhasilan pemerintah menjaga inflasi tetap terkendali di tengahdinamika ekonomi global menjadi salah satu indikator penting yang memperkuat optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia. Di saat banyak negara masih menghadapi tekanan harga akibat gejolakgeopolitik, gangguan rantai pasok, dan tingginya harga energi dunia, Indonesia mampu mempertahankan stabilitas harga dalam rentang yang aman sehingga memberikan ruang yang lebih luas bagi aktivitas ekonomiuntuk terus tumbuh. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi pada Mei 2026 tercatatsebesar 0,28 persen secara bulanan dan 3,08 persen secara tahunan. Meskipun terjadi kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, tingkat inflasitersebut masih berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan pemerintahdan Bank Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa berbagai langkahpengendalian yang dilakukan pemerintah berjalan efektif dalam menjagakeseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Kepala Bagian Komunikasi, Layanan Informasi, dan ManajemenPengetahuan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan FiskalKementerian Keuangan, Endang Larasati, menjelaskan bahwapemerintah terus memperkuat koordinasi dengan berbagai kementeriandan lembaga untuk menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhanpokok sekaligus mengantisipasi dampak rambatan dari ketidakpastianekonomi global. Langkah pengendalian inflasi yang konsisten menjadi penting karenastabilitas harga berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat. Ketika inflasi dapat dijaga pada tingkat yang sehat, masyarakat memilikikepastian dalam melakukan konsumsi, sementara pelaku usahamemperoleh ruang yang lebih baik untuk merencanakan investasi dan ekspansi usaha. Kondisi tersebut pada akhirnya menciptakan lingkunganekonomi yang lebih stabil dan produktif. Pemerintah juga terus memperkuat berbagai program stimulus yang diarahkan untuk menjaga konsumsi masyarakat. Dalam menghadapiperiode liburan sekolah misalnya, pemerintah menyiapkan berbagaiinsentif seperti diskon transportasi dan tiket pesawat serta tetap menjagaketerjangkauan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Kebijakan tersebuttidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitasekonomi di berbagai sektor yang berkaitan dengan mobilitas dan konsumsi domestik. Keberhasilan tersebut terlihat dari masih terkendalinya inflasi secarakeseluruhan meskipun beberapa komoditas pangan mengalami kenaikanharga. Selain itu, sejumlah komoditas lain seperti daging ayam, telurayam, dan bawang putih justru mengalami penurunan harga karenapasokan yang mencukupi. Kondisi ini menunjukkan bahwa mekanismepengendalian yang dijalankan pemerintah mampu menjagakeseimbangan pasar dan mencegah gejolak harga yang berlebihan. Endang menilai resiliensi perekonomian Indonesia tetap terjaga. Stabilitasinflasi menjadi salah satu cerminan bahwa fundamental ekonomi nasionalmasih kuat meskipun menghadapi tantangan global yang tidak ringan. Keberhasilan tersebut semakin penting karena inflasi yang terkendalimerupakan salah satu syarat utama untuk menjaga keberlanjutanpertumbuhan ekonomi. Optimisme terhadap ekonomi nasional juga didukung oleh membaiknyaaktivitas sektor manufaktur. Pada Mei 2026, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali memasuki zona ekspansi denganmencapai level 50,0 setelah sebelumnya berada di bawah angka tersebut. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan aktivitas produksi yang didorong oleh meningkatnya permintaan domestik. Permintaan dalam negeri yang kuat menjadi sinyal bahwa daya belimasyarakat tetap terjaga. Kondisi tersebut sekaligus membantahanggapan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya bergantungpada belanja pemerintah. Aktivitas konsumsi masyarakat masih menjadimotor utama yang menopang perekonomian nasional. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa kinerjaekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen, melampaui rata-rata negara-negara G20 maupun ASEAN. Menurutnya, capaian tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuatserta dukungan kebijakan fiskal yang efektif dalam menjaga momentum ekonomi. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,52 persenmenjadi bukti bahwa daya beli masyarakat tetap berada dalam kondisibaik. Di sisi lain, konsumsi pemerintah yang tumbuh signifikan berfungsisebagai akselerator untuk memperkuat aktivitas ekonomi nasional. Kombinasi keduanya menghasilkan struktur pertumbuhan yang lebihsehat dan berkelanjutan. Pemerintah juga terus memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Purbaya, koordinasi yang semakin erat antaraKementerian Keuangan dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalammenjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebihtinggi. Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan likuiditassistem keuangan dan dukungan terhadap penyaluran kredit ke sektor riil. Bank Indonesia turut menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih beradadalam kisaran sasaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Direktur EksekutifDepartemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil darikonsistensi kebijakan moneter serta kuatnya sinergi pengendalian inflasiantara pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian InflasiPusat dan…
Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan nasional melalui berbagai strategi mitigasi menghadapi musim kemarau 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas penerapan teknologi pertanian adaptif melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) guna memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi keterbatasan ketersediaan air. Melalui…
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi ketahanan pangan nasional di tengah ancaman musim kemarau yang mulai menguat di berbagai wilayah. Langkah antisipatif dilakukan melalui pemetaan daerah rawan kekeringan, penguatan infrastruktur irigasi, peningkatan sarana produksi pertanian, serta sinergi lintas sektor guna memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga dan pasokan pangan nasional tetap aman. Komitmen tersebut tercermin dari…