Category Collection

Popular

Pemerintah Kebut Swasembada Bawang Putih, Ketergantungan Impor Ditargetkan Turun

Jakarta — Pemerintah terus mempercepat langkah menuju swasembada bawang putih sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan nasional. Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian (Kementan) membangun ekosistem produksi bawang putih secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih, pengembangan kawasan budidaya, hingga penjaminan pasar. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih…

Read More

Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor Bawang Putih dalam 3 hingga 4 Tahun

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat langkah menuju swasembada pangan nasional. Salah satu target yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto adalah menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono yang menyebut bahwa swasembada bawang putih menjadi instruksi langsung Presiden Prabowo sebagai…

Read More

Swasembada Bawang Putih dan Jalan Baru Kedaulatan Pangan Indonesia

Oleh Agustina Ariandita )* Upaya mewujudkan kedaulatan pangan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan memenuhi kebutuhan beras atau komoditas utama lainnya, tetapi juga mencakup seluruh bahan pangan strategis yang menjadi kebutuhan masyarakat setiap hari. Langkah pemerintah untuk mempercepat swasembada bawang putih menjadi sebuah kebijakan yang patut diapresiasi karena menunjukkan adanya keberanian untuk keluar dari ketergantungan impor. Komitmen ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar membangun sistem pangan…

Read More

Dukungan Untuk Pembibitan Petani Indonesia Kejar Swasembada Bawang Putih

Oleh: Rina Oktavia )* Upaya memperkuat pembibitan bawang putih nasional terus digencarkan oleh pemerintahguna mendukung target pencapaian swasembada pangan di Indonesia. Pengembangan bibitunggul berkualitas tinggi dinilai menjadi fondasi paling krusial dalam meningkatkanproduktivitas dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan terhadap keran impor yang selama ini cukup besar. Melalui penguatan dukungan anggaran, pendampingan teknologimodern, serta pembangunan ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, para petani diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi secara mandiri dan berkelanjutan. Untuk merealisasikan target besar tersebut, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaransekitar Rp400 miliar pada tahun ini. Dana tersebut difokuskan secara khusus untukmendukung program pembibitan bawang putih di atas lahan seluas 5.000 hektare. Langkahstrategis ini diambil karena keterbatasan ketersediaan bibit nasional yang adaptif selama inimenjadi tantangan sekaligus hambatan utama dalam pengembangan komoditas bawang putihdi tanah air. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengemukakan bahwa program pembibitanintensif ini menjadi langkah awal yang sangat menentukan. Menurutnya, Presiden PrabowoSubianto memberikan perhatian yang sangat besar terhadap penguatan produksi bawangputih domestik karena komoditas ini merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah menilai target swasembada ini cukup realistis karena kebutuhan luasan lahantanamnya tidak sebesar komoditas pangan utama lainnya. Untuk memenuhi kebutuhannasional secara total, Indonesia diperkirakan hanya membutuhkan sekitar 100 ribu hektarelahan produktif yang dikelola secara optimal. Tantangan terbesar yang dihadapi sektor ini sebenarnya bukan terletak pada ketersediaanlahan ataupun minimnya minat para petani untuk menanam bawang putih. Persoalanmendasar justru berada pada penyediaan bibit berkualitas dalam jumlah besar yang mampuberadaptasi dengan kondisi iklim serta cuaca di Indonesia. Oleh karena itu, KementerianPertanian memprioritaskan pengembangan pembibitan di beberapa daerah dataran tinggitertentu yang selama ini telah dikenal sebagai sentra tradisional bawang putih nasional sepertiSembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutandi Sumatera Utara. Kawasan dataran tinggi tersebut dinilai memiliki kondisi karakteristikagroklimat yang sangat ideal untuk menghasilkan benih berproduktivitas tinggi. Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat untukmenghentikan ketergantungan pada impor bibit dari luar negeri. Selain jumlah alokasinyayang sering kali terbatas di pasar global, bibit impor juga memerlukan proses adaptasilingkungan yang cukup lama agar bisa tumbuh optimal di tanah nusantara. Sebagai jalankeluarnya, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memperkuatsistem penangkaran bibit lokal dengan melibatkan langsung kelompok tani di daerah. Dalam skema penangkaran yang dirancang ini, para petani akan memperoleh bantuanpasokan bibit dari pemerintah untuk ditanam dan dikembangkan kembali menjadi bibit baru. Setelah memasuki masa panen, petani memiliki kewajiban untuk mengembalikan bibitsebanyak satu setengah kali lipat dari jumlah awal yang mereka terima. Skema bergulir inibertujuan untuk mempercepat ketersediaan bibit nasional, sementara sisa hasil panen lainnyasepenuhnya menjadi hak petani untuk dijual langsung ke pasar guna memberikan keuntunganekonomi bagi para penangkar lokal. Intervensi pembiayaan melalui APBN menjadi sangat vital mengingat tingginya biayainvestasi awal di sektor penangkaran ini. Untuk setiap satu hektare lahan, total biaya produksipembibitan memang bisa mencapai sekitar Rp120 juta, di mana porsi anggaran terbesar habisdialokasikan untuk pengadaan komponen bibit utama. Guna mempercepat pemenuhan target luasan penanaman, selain program perluasan lewat APBN, keterlibatan aktif BUMN panganserta sektor swasta juga terus didorong untuk memperluas area pembibitan baru hinggamencapai target 20 ribu hektare. Pada bagian hilir, Kementerian Pertanian secara paralel membangun ekosistem komoditasyang terintegrasi demi menciptakan kepastian usaha bagi para petani. Menteri Pertanian(Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa jajarannya memberikan dukunganpenuh, mulai dari penyediaan benih bermutu, sarana produksi, bantuan alat mesin pertanian(alsintan) penunjang seperti kultivator, hingga penguatan peran BUMN dalam menyerap hasilpanen. Pendekatan hulu-hilir yang menyeluruh ini dipandang sebagai kunci utama darikeberhasilan program swasembada jangka panjang. Pemerintah juga telah menyiapkan instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) khususuntuk komoditas bawang putih basah agar para petani memperoleh margin keuntungan yang layak serta memiliki kepastian pasar. Hasil produksi benih dari para petani penangkar, pihakswasta, maupun perkebunan milik PTPN nantinya akan diserap oleh ID Food dan Buloguntuk didistribusikan kembali dalam rangka memperluas areal tanam komoditas komersial di berbagai daerah. Melalui pola koordinasi hulu-hilir ini, sistem pergudangan penyimpanan danmanajemen rantai distribusi dapat berjalan secara stabil. Dengan segala persiapan ini, pemerintah sangat optimistis bahwa program pembibitanmandiri ini akan mulai menunjukkan hasil yang signifikan dalam kurun waktu tiga hinggaempat tahun ke depan. Langkah strategis ini tidak hanya akan memperkuat pilar ketahananpangan nasional secara mandiri, tetapi juga sekaligus membuka peluang besar bagipeningkatan kesejahteraan hidup para petani bawang putih di berbagai pelosok nusantara. )* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

Read More

Paket Stimulus Pemerintah Dinilai Jadi Bantalan Penting Hadapi Tekanan Global

Jakarta — Paket stimulus ekonomi Semester II-2026 yang diluncurkan pemerintah dinilai menjadi bantalan penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya tekanan global. Ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, serta fluktuasi harga pangan dan energi masih menjadi tantangan yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik.Untuk menjaga momentum pertumbuhan dan daya beli masyarakat, pemerintah menyiapkan paket stimulus senilai…

Read More

Ekonomi Semester II Didorong Lewat Stimulus, Pemerintah Fokus Jaga Daya Beli

Jakarta – Pemerintah terus menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II tahun 2026. Di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global, pemerintah memilih memperkuat konsumsi domestik melalui program diskon belanja, insentif sektor perdagangan, serta stimulus fiskal, pangan, dan transportasi yang segera diumumkan. Upaya tersebut menjadi bagian dari…

Read More

Paket Stimulus Ekonomi: Menggerakkan Permintaan, Menjaga Ekonomi Rakyat

​Oleh : Muhammad Andi )* Perekonomian global sepanjang tahun 2026 masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan. Ketidakpastian geopolitik, perlambatan perdagangan dunia, fluktuasi harga komoditas, hingga tekanan terhadap rantai pasok global menjadi faktor yang memengaruhi berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam situasi tersebut, kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi domestik menjadi faktor penting agar pertumbuhan ekonomi…

Read More

Paket Stimulus Ekonomi dan Optimisme Menjaga Momentum Pertumbuhan

Oleh : Ricky Rinaldi )* Pemerintah kembali menunjukkan respons cepat dan terukur dalam menghadapi dinamika ekonomi global melalui peluncuran paket stimulus ekonomi Semester II Tahun 2026 senilai Rp 26,34 triliun. Kebijakan yang diumumkan pada 22 Juni 2026 tersebut menjadi bukti bahwa negara tidak tinggal diam menghadapi berbagai tantangan eksternal, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, ketidakpastian geopolitik,…

Read More

Danantara Benahi Struktur BUMN, Pemerintah Dorong Pengelolaan Aset Lebih Produktif

Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus memperkuat transformasi pengelolaan aset negara guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi nasional. Penataan struktur perusahaan negara menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk memastikan aset publik mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Chief Executive…

Read More

Danantara Pangkas Entitas BUMN untuk Efisiensi dan Kurangi Beban Negara

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat transformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui program konsolidasi besar-besaran yang dijalankan bersama Danantara. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan negara, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara akibat banyaknya entitas usaha yang tersebar di berbagai sektor. “Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan….

Read More