Category Collection

Popular

MBG dan Transparansi Pemerintah Layak Mendapat Apresiasi

Oleh Andita Marlan )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah merupakan salah satu kebijakan strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Program ini tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pembangunan generasi yang sehat, cerdas, dan…

Read More

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program. Model pengawasan sosial seperti ini menjadibukti bahwa pemerintah ingin menjadikan MBG sebagai program publik yang partisipatif, bukansekadar kebijakan yang berjalan secara tertutup. Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, juga menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaanprogram MBG, terutama terkait isu anggaran dan pengadaan bahan pangan. Ia menjelaskanbahwa setiap SPPG didorong untuk mempublikasikan informasi mengenai harga bahan makananserta komposisi menu yang digunakan. Transparansi tersebut diharapkan dapat mencegahmunculnya spekulasi atau informasi yang tidak akurat mengenai pengelolaan anggaran program. Menurutnya, MBG sejak awal tidak dirancang sebagai skema bisnis yang mengejar keuntungan, melainkan sebagai instrumen pelayanan publik yang berorientasi pada kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu, sistem anggaran dan insentif di dalamnya dirancang agar tetap efisien namuntetap akuntabel. Bahkan, BGN menegaskan bahwa pagu anggaran sekitar Rp15 ribu per menu sudah mencakup berbagai komponen operasional, termasuk insentif bagi penyelenggara SPPG, sehingga tidak ada ruang bagi praktik manipulasi anggaran seperti yang sering dispekulasikan di ruang publik. Penjelasan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga integritas program melalui tata kelola yang jelas dan terbuka. Dengan informasi yang dipublikasikan secaratransparan, masyarakat dapat memahami bahwa dana negara digunakan untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan makanan bergizi dengan standar yang terukur. Di tingkat operasional, praktik transparansi juga terlihat langsung di lapangan. Asisten LapanganSPPG Kademangan 2, Sekar Ayu Bulan Firdaus, menggambarkan bagaimana dapur MBG tidakhanya menyiapkan makanan, tetapi juga menyampaikan informasi terkait harga menu dan kandungan gizi kepada publik. Dengan memaparkan komposisi bahan makanan serta nilaigizinya, masyarakat dapat mengetahui bahwa setiap menu dirancang berdasarkan kebutuhannutrisi penerima manfaat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada edukasi gizi. Ketika masyarakat mengetahui kandungan gizi dari menu yang disajikan, mereka sekaligus memperoleh pemahaman tentang pola makan sehat. Dengandemikian, MBG tidak sekadar memberikan makanan gratis, tetapi juga membangun kesadarankolektif tentang pentingnya gizi bagi generasi masa depan. Selain itu, program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Sebagian besaranggaran program dialokasikan untuk pembelian bahan pangan yang berasal dari produkpertanian domestik. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan status gizimasyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal melalui keterlibatanpetani, nelayan, serta pelaku usaha kecil di berbagai daerah. Dalam konteks pembangunan nasional, MBG menunjukkan pendekatan kebijakan yang holistik. Program ini tidak hanya menyasar persoalan gizi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pendidikan melalui kesehatan siswa, serta membangun budayatransparansi dalam pengelolaan program publik. Di tengah dinamika informasi yang cepat dan sering kali dipenuhi spekulasi, langkah pemerintahmembuka akses informasi mengenai menu, anggaran,…

Read More

Pemerintah Serius Awasi MBG dari Pusat hingga Akar Rumput

Jakarta – Pemerintah memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring dengan perluasan cakupan program di berbagai daerah. Pengawasan dilakukan di tingkat pusat serta melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat. Hingga akhir Februari 2026, program MBG tercatat telah menjangkau sekitar 61,2 juta penerima manfaat di 38 provinsi melalui lebih dari 24 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan…

Read More
Pengawasan dan Transparansi MBG Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Pengawasan dan Transparansi MBG Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Jakarta – Pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat. Melalui penguatan pengawasan dan transparansi program MBG, pemerintah berupaya memastikan setiap penggunaan anggaran publik benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Wakil Kepala Badan Gizi…

Read More

BoP Masih Menjadi Ruang Diplomasi Indonesia untuk Palestina

Oleh: Dananta Prawira *) Dinamika geopolitik di Timur Tengah sering kali memicu reaksi emosional yang kuat di dalam negeri, terutama ketika berkaitan dengan isu kemerdekaan Palestina. Belakangan ini, muncul desakan dari berbagai pihak agar Pemerintah Indonesia segera menyatakan keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP). Namun, dalam menavigasi kebijakan luar negeri yang kompleks, keputusan strategis…

Read More

Tidak Perlu Keluar dari Board of Peace, Jalur Diplomasi TetapEfektif

Oleh: Dimas Aditya Putra Keputusan Indonesia untuk tetap berada dalam forum Board of Peace (BoP) menghadirkanperdebatan di ruang publik. Sejumlah pihak mendesak pemerintah agar segera keluar dariforum tersebut. Namun pendekatan diplomasi yang dijalankan dari dalam forum justrumenunjukkan potensi yang jauh lebih efektif dibandingkan sikap menarik diri secara tergesa-gesa. Keikutsertaan Indonesia dalam BoP membuka akses langsung terhadap proses perundinganyang membahas masa depan Gaza dan Palestina. Posisi tersebut memungkinkan Indonesia tidak sekadar menyampaikan sikap moral, tetapi juga berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang menentukan arah perdamaian.  Dalam dinamika diplomasi internasional, kehadiran di meja perundingan sering kali menjadifaktor pembeda antara negara yang mampu memengaruhi kebijakan global dan negara yang hanya menjadi pengamat dari luar. Strategi diplomasi dari dalam forum tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeriIndonesia yang bebas aktif. Pendekatan itu memberi ruang bagi Indonesia untukmemperjuangkan kepentingan kemanusiaan sekaligus memperkuat posisi diplomatik di tingkat global. Dengan berada di dalam forum, Indonesia memiliki peluang membangunkoalisi bersama negara-negara lain yang memiliki kepedulian serupa terhadap kemerdekaanPalestina. Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin memandang desakan agar Indonesia keluardari BoP perlu disikapi secara objektif dan tidak reaktif. Ia menilai konflik serta seranganmiliter di kawasan Timur Tengah sudah berlangsung jauh sebelum forum tersebut terbentuk. Oleh karena itu, mengaitkan seluruh dinamika konflik dengan keberadaan BoP dinilai kurangtepat. Zaitun Rasmin juga mempertanyakan langkah konkret yang dapat dilakukan jika Indonesia justru memilih keluar dari forum tersebut. Menurutnya, peluang untuk memperjuangkannasib masyarakat Gaza masih terbuka selama Indonesia memiliki ruang berpartisipasi dalamforum internasional yang membahas konflik tersebut. Keberadaan BoP bahkan dianggapsebagai salah satu wadah yang memungkinkan negara-negara, khususnya negara mayoritasMuslim, mendorong agenda perdamaian secara langsung. Pandangan tersebut menekankan bahwa diplomasi tidak selalu memberikan hasil instan. Upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun danmemerlukan kesabaran serta konsistensi. Karena itu, keterlibatan Indonesia dalam BoP dapatdipandang sebagai bagian dari ikhtiar diplomatik yang harus dijalankan secara maksimal. Zaitun Rasmin juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalammendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Komitmen tersebut bahkan telah menjadibagian dari amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan di dunia. Oleh sebabitu, upaya memperjuangkan Palestina tidak boleh berhenti hanya karena adanya perbedaanpandangan mengenai strategi diplomasi. Pendekatan yang lebih bijak menurutnya adalah menjaga komunikasi yang sehat antarapemerintah dan para tokoh masyarakat. Para ulama dan pemuka agama memiliki peranpenting dalam memberikan masukan yang konstruktif, sementara pemerintah menjalankantugas diplomasi sesuai dengan mandat yang dimilikinya. Pemerintah sendiri menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai kritik terkait keanggotaanIndonesia dalam BoP. Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan PertanahanNasional Nusron Wahid menyampaikan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadappandangan publik. Pemerintah mendengarkan berbagai masukan sembari terus mencermatiperkembangan situasi geopolitik. Nusron menilai diplomasi melalui BoP tetap menjadi salah satu jalan yang patut dicoba untukmendorong terciptanya perdamaian di Gaza. Pemerintah melihat forum tersebut sebagairuang perundingan yang saat ini tersedia untuk membahas penyelesaian konflik Palestinasecara lebih terarah. Tanpa forum tersebut, proses negosiasi perdamaian berisiko kehilanganwadah yang jelas. Ia juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak ingin mengambil keputusansecara gegabah terkait keanggotaan Indonesia dalam BoP. Pemerintah menilai langkahdiplomatik yang telah diambil perlu terlebih dahulu dijalankan dan dievaluasi secara objektifsebelum muncul keputusan untuk menarik diri. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa diplomasi internasional tidak selalu bersifat hitamputih. Dalam banyak kasus, negara perlu tetap berada di dalam sebuah forum untukmemantau dinamika yang terjadi sekaligus memperjuangkan kepentingannya secaralangsung. Pandangan serupa disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan MasyarakatMuhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP bertujuanmembuka jalur diplomasi baru agar bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza dapattersalurkan dengan lebih efektif. Muhaimin menilai berbagai upaya diplomasi global yang dijalankan pemerintah selama iniberfokus pada pencarian akses yang lebih luas untuk distribusi bantuan kemanusiaan. Hambatan dalam penyaluran bantuan selama konflik berlangsung membuat diplomasimenjadi instrumen penting untuk membuka jalur bantuan yang lebih aman dan terkoordinasi. Menurutnya, keberadaan Indonesia di dalam forum internasional seperti BoP memungkinkankoordinasi yang lebih kuat dengan berbagai negara dalam membantu masyarakat Palestina. Langkah tersebut juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktifmemperjuangkan isu kemanusiaan di panggung global. Diplomasi dari dalam forum internasional pada akhirnya memberi peluang lebih besar untukmemengaruhi arah kebijakan dibandingkan sikap menarik diri secara prematur. Dengan tetapberada di dalam Board of Peace, Indonesia memiliki kesempatan untuk memastikan bahwasuara solidaritas terhadap Palestina tetap terdengar kuat dalam proses perundingan global. Karena itu, keputusan untuk tidak tergesa-gesa keluar dari BoP dapat dipahami sebagaistrategi diplomatik yang rasional. Pendekatan tersebut tidak hanya menjaga pengaruhIndonesia di panggung internasional, tetapi juga membuka peluang yang lebih nyata bagiupaya perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina. (*) *) Pakar Hubungan Internasional

Read More
Langkah Presiden Prabowo di Board of Peace Buka Peluang Perdamaian Dunia

Langkah Presiden Prabowo di Board of Peace Buka Peluang Perdamaian Dunia

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah diplomasi berani dengan menandatangani Piagam Board of Peace (BoP) di Davos, Swiss. Langkah strategis tersebut menandai era baru peran aktif Indonesia dalam mewujudkan stabilitas global, terutama dalam mengupayakan kemerdekaan Palestina melalui jalur formal internasional. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa…

Read More
⁠Masuk Board of Peace, Indonesia Pilih Perjuangan Diplomasi dari Dalam

⁠Masuk Board of Peace, Indonesia Pilih Perjuangan Diplomasi dari Dalam

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah diplomasi berani dengan membawa Indonesia resmi bergabung ke dalam Board of Peace (BoP). Keputusan strategis tersebut bertujuan untuk mengawal stabilitas serta rekonstruksi pasca-konflik di Gaza, Palestina, langsung dari meja perundingan internasional. Melalui keterlibatan aktif di lembaga rintisan Amerika Serikat itu, Indonesia berkomitmen memastikan hak kemerdekaan Palestina tetap menjadi…

Read More

Meluasnya Peran Danantara: Dari Proyek Mercusuar ke Rumah Layak untuk Rakyat

Oleh: Bara Winatha*) Upaya pemerintah memperluas akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin menunjukkan arah yang konkret melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu perkembangan penting terlihat dari keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia dalam pengembangan kawasan hunian terjangkau di Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini menandai perluasan peran lembaga investasi negara…

Read More

Danantara dan Akselerasi Program 3 Juta Rumah

Oleh : Destri Amanda )* Masuknya Danantara ke sektor hunian dalam program pembangunan 3 juta rumah menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat Indonesia. Program ini tidak hanya dipandang sebagai agenda pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai upaya besar untuk memperkuat kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas. Keterlibatan Danantara diharapkan mampu…

Read More