Category Collection

Popular

Sejumlah Pihak Dukung PP TUNAS Perkuat Perlindungan Anak

Jakarta – Sejumlah pihak menyatakan dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Dukungan tersebut datang dari pemerintah daerah hingga kepala daerah di berbagai wilayah yang menilai regulasi ini penting untuk menekan…

Read More

Dukungan Menguat, PP TUNAS Dinilai Langkah Tepat Lindungi Anak

JAKARTA – Pemerintah resmi menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak dan dinilai sebagai langkah strategis dalam melindungi anak dari dampak negatif ruang digital yang semakin kompleks. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa…

Read More

PP TUNAS dan Konsensus Perlindungan Anak di Era Digital

Oleh : Rivka Mayangsari*) Transformasi digital yang berkembang pesat telah membuka peluang besar dalam mendukung proses pembelajaran anak secara lebih luas dan inovatif. Pemerintah merespons perkembangan ini dengan menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai langkah strategis untuk memastikan ruang digital yang aman,…

Read More

Dukungan terhadap PP TUNAS dan Urgensi Perlindungan Anak

Oleh: Asep Faturahman)* Dukungan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) terus menguat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan anak di era digital. Kebijakan ini dinilai memiliki urgensi tinggi dalam menjawab tantangan zaman, di mana anak-anak semakin akrab dengan teknologi, namun belum sepenuhnya memahami risiko yang…

Read More

CKG Pelajar dan Urgensi Deteksi Dini Kesehatan Generasi Muda

Oleh : Doni Wicaksono )* Pembangunan generasi muda yang unggul tidak dapat dilepaskan dari fondasi kesehatan yang kuat sejak dini. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Pelajar menjadi langkah progresif yang patut diapresiasi karena menghadirkan pendekatan preventif dalam menjaga kualitas kesehatan anak-anak Indonesia. Di tengah perubahan gaya hidup yang semakin kompleks, mulai dari pola makan instan…

Read More

CKG Pelajar sebagai Fondasi Kesehatan dan Prestasi

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar menjadi salah satu langkah strategispemerintah untuk memastikan generasi muda tumbuh sehat, produktif, dan mampuberprestasi secara optimal. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya deteksidini terhadap berbagai masalah kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalammembangun budaya hidup sehat sejak usia dini. Pentingnya CKG bagi pelajar semakin relevan di tengah tantangan kesehatan yang dihadapi anak dan remaja saat ini. Gaya hidup sedentari, pola makan tidak seimbang, serta tekanan akademik dan sosial berpotensi memengaruhi kesehatan fisik maupunmental. Oleh karena itu, kehadiran program yang terintegrasi dan sistematis sepertiCKG menjadi sangat krusial. Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, potensigangguan kesehatan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga penanganan dapatdilakukan secara cepat dan tepat. Berdasarkan informasi dari Kantor Staf Presiden (KSP), program CKG telahmenunjukkan capaian signifikan pada awal tahun 2026. Kepala Kantor StafKepresidenan, M. Qodari mengatakan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang Januari hingga Februari 2026 telah melayani 10.563.593 peserta di 9.543 puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak714.808 peserta telah mendapatkan pengobatan, sementara 7.577.364 lainnya masihdalam proses tindak lanjut. Capaian tersebut tentu menjadi sinyal positif bahwa kesadaran akan pentingnyakesehatan mulai meningkat. Namun demikian, keberlanjutan dan perluasan program tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi. Pelajar sebagai kelompok strategis harusmenjadi prioritas utama, mengingat mereka berada pada fase pertumbuhan yang menentukan kualitas kesehatan di masa depan. Dengan adanya pemeriksaan rutin, berbagai kondisi seperti anemia, gangguan penglihatan, hingga masalah gizi dapatdideteksi sejak dini, sehingga tidak mengganggu proses belajar. Selain kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian penting dalampelaksanaan CKG. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakanpihaknya akan memperluas cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 14 juta anak pada 2026, sebagai upaya promotif-preventif guna meningkatkan dukungankesehatan mental anak serta mencegah bunuh diri. Budi menjelaskan pada 2025, cakupan CKG anak-anak baru mencapai tujuh juta orang dari target 25 juta orang. Dari hasil tersebut, sekitar 4,4 persen atau 338 ribu memilikigejala kecemasan (anxiety). Sementara itu, 4,8 persen atau 363 ribu memiliki gejaladepresi. Menurut Budi, ada dua faktor signifikan penyebab seorang anak ingin bunuh diri, yang pertama adalah faktor keluarga, misalnya jika ada konflik atau karena pola asuh. Sementara faktor kedua, adalah lingkungan, misalnya karena perundungan dalamlingkungan akademik. Oleh karena itu, pihaknya berharap dapat memperluas skriningkesehatan jiwa, guna mengetahui lebih dini anak-anak yang memiliki risiko masalahkesehatan mental. Kemenkes akan mengedukasi para guru, agar dapat mengidentifikasi tekanan sosialseperti perundungan dan mengintervensi. Selain itu, Kemenkes tetap akan membukalayanan bantuan darurat. Kemenkes juga menyiapkan tata laksana atau perawatan bagianak-anak yang membutuhkan tindak lanjut. Puskesmas akan dilengkapi dengantenaga profesional yang dapat melakukan perawatan medis untuk masalah kesehatanjiwa. Budi juga mengatakan bahwa pihaknya bersama kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Agama, Kemendikdasmen, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Polri, menandatangani Surat…

Read More

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa. Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa. Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat.  Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Skema itu bertujuanmemperpendek rantai pasok sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi.  Selain itu, KDKMP juga berfungsi sebagai offtaker hasil produksi pertaniansetempat. Fasilitas pendukung seperti cold storage disiapkan untuk menjaga kualitasproduk. Harapannya, KDKMP dapat memperkuat sistem distribusi pangan nasionalagar lebih efisien, inklusif, dan berkeadilan. Zulhas menambahkan, pemerintah memperkuat landasan regulasi terkaitoperasionalisasi KDKMP. Tujuan akhirnya untuk memastikan program tersebutberjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.  Ke depan, operasional KDKMP akan diperkuat melalui skema pendampingan dan pengelolaan awal. Langkah ini dilakukan agar koperasi mampu berjalan optimal sebelum dikelola mandiri oleh desa atau kelurahan. Hal itu menjadi bukti komitmenpemerintah menjadikan KDKMP sebagai motor penggerak ekonomi desa.  Terkait itu, Bupati Garut Abdusy Sakur Amin berpendapat, percepatanpenyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakanmandat langsung dari Presiden Republik Indonesia yang harus disukseskan di tingkat daerah. Ia menekankan, fokus utama saat ini bukan sekadar pembangunanfisik atau legalitas koperasi, melainkan penguatan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan program KDKMP bakal menjadi tolak ukur kinerjaPemerintah Kabupaten Garut terhadap Program Strategis Nasional. Ia juga memastikan Kabupaten Garut memberikan pertanggungjawaban terkait dukunganterhadap program pemerintah pusat.  Dukungan yang sama juga diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Seruyan di Provinsi Kalimantan Tengah. Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskankomitmennya untuk menyukseskan program Koperasi Merah Putih sebagai bagiandari program strategis nasional.  Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Seruyan, Adhian Noor, menyampaikan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih…

Read More

Percepatan Gerai Koperasi Merah Putih dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Oleh : Gavin Asadit )* Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui percepatan pengembangan Gerai Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperluas akses pasar, memperkuat distribusi produk UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata pada tahun 2026. Gerai Koperasi Merah Putih dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat…

Read More

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Digenjot di Berbagai Daerah

Jakarta – Pemerintah terus menggenjot pembangunan gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di berbagai wilayah sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Program ini menunjukkan perkembangan signifikan, merata dari Pulau Kalimantan, Jawa, hingga Papua, sekaligus menjadi indikator keseriusan negara dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Kehadiran gerai koperasi tidak hanya menjadi simbol kelembagaan, tetapi juga…

Read More

Gerai Koperasi Merah Putih Diperluas untuk Perkuat Ekonomi Lokal

Jakarta – Pemerintah terus mendorong perluasan gerai Koperasi Merah Putih sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan ekonomi berbasis komunitas. Upaya ini dilakukan untuk memperluas distribusi hasil produksi masyarakat serta memperkuat ekosistem usaha desa agar lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto, mengatakan bahwa penguatan koperasi melalui perluasan jaringan gerai…

Read More