Category Collection

Popular

Koperasi Merah Putih Bukti Ekonomi Kerakyatan Bukan Utopia

Oleh: Dewi Hesti*) Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif, penguatan ekonomiberbasis masyarakat menjadi salah satu strategi penting untuk memastikanpembangunan nasional berjalan secara inklusif dan berkeadilan. Pemerintah Indonesia menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi utama dalam memperkuatkemandirian ekonomi nasional sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalamaktivitas ekonomi produktif. Dalam konteks tersebut, program Koperasi Merah Putih hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat sebagai pelakuutama pembangunan ekonomi. Penguatan koperasi menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun sistemekonomi yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataankesejahteraan. Melalui koperasi, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untukberpartisipasi secara kolektif dalam kegiatan ekonomi, mulai dari permodalan, produksi, hingga distribusi. Model ekonomi berbasis kebersamaan ini mampu memperkuat posisipelaku usaha mikro dan kecil sekaligus membuka peluang ekonomi baru di berbagaidaerah. Kehadiran Koperasi Merah Putih menunjukkan bahwa ekonomi kerakyatan memilikipotensi besar untuk berkembang secara nyata dalam sistem perekonomian nasional. Dengan pengelolaan yang profesional serta dukungan kebijakan yang konsisten daripemerintah, koperasi dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuatkemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa hingga nasional sekaligusmendorong pemerataan kesejahteraan. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa program KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih merupakan implementasi nyata dari konseppembangunan ekonomi yang menempatkan rakyat sebagai pusat kegiatan ekonomi. Program ini diarahkan untuk memperkuat posisi masyarakat sebagai pemilik sekaliguspelaku utama dalam aktivitas ekonomi produktif melalui wadah koperasi yang dikelolasecara kolektif dan profesional. Penguatan koperasi juga dipandang sebagai langkah strategis untuk menghidupkankembali semangat ekonomi nasional yang berlandaskan pada amanat konstitusi. Dalam hal ini, Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa perekonomiandisusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Melalui koperasi, nilai-nilai demokrasi ekonomi dapat diwujudkan secara nyata melalui partisipasimasyarakat dalam kepemilikan dan pengelolaan kegiatan ekonomi. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam prinsip koperasi yang menekankan kebersamaan, partisipasi anggota, serta pengelolaan usaha secara kolektif. Melalui Koperasi Merah Putih, masyarakat dapat menghimpun kekuatan bersama untuk meningkatkankapasitas usaha, memperkuat jaringan distribusi, serta menciptakan nilai tambah dariberbagai produk yang dihasilkan di tingkat lokal. Pola kerja kolektif ini sekaligusmemperkuat posisi pelaku usaha kecil dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin berkembang. Komitmen pemerintah dalam memperkuat koperasi juga tercermin dari langkahpercepatan pembangunan kelembagaan serta infrastruktur pendukung di berbagaidaerah. Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas KoperasiMerah Putih Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembangunansekitar 30 ribu bangunan fisik Koperasi Merah Putih dapat diselesaikan dalam waktudekat sebelum memasuki tahap operasional. Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu menghadirkan pusat-pusataktivitas ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan. Dengan adanya fasilitas yang memadai, koperasi dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari pengelolaan produksi, penguatan rantai pasok, hingga pemasaran produk-produk lokal yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ekonomikerakyatan melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Melaluipembangunan jaringan koperasi yang kuat di berbagai daerah, pemerintah berupayamemastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap peluangekonomi serta dukungan yang memadai untuk mengembangkan usaha produktif. Selain penguatan kelembagaan dan pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mendorong koperasi desa agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pemerintah siap memberikandukungan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperluas aksespemasaran produk-produk unggulan daerah hingga ke pasar internasional. Melalui dukungan perwakilan dagang Indonesia di berbagai negara serta program business matching, koperasi desa diharapkan dapat membangun jaringan pemasaranyang lebih luas. Langkah ini membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk bersaingdi pasar global sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi hasil produksi masyarakat di tingkat desa. Sinergi lintas kementerian dalam penguatan Koperasi Merah Putih menjadi faktorpenting dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis masyarakat yang lebih kokoh. Koordinasi kebijakan yang terintegrasi diharapkan mampu memperkuat kapasitaspelaku usaha desa, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperluaskontribusi ekonomi desa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam jangka panjang, keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan mampumemperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat di tingkatakar rumput. Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, koperasi dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan berkelanjutanserta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangankoperasi. Ketika masyarakat terlibat secara langsung dalam kepemilikan dan pengelolaan usaha, maka manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secaralebih merata….

Read More

Keberanian Negeri Mengoreksi Liberalisme Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

Oleh : Gavin Asadit )* Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif dan cenderung liberal, Indonesia mulai menunjukkan langkah korektif dalam mengarahkan kembali pembangunan ekonominya. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menegaskan pentingnya memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan nasional. Salah satu kebijakan yang menjadi simbol dari arah baru tersebut adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program…

Read More
Kopdes Merah Putih, Senjata Ampuh Kembalikan Ekonomi ke Tangan Rakyat

Kopdes Merah Putih, Senjata Ampuh Kembalikan Ekonomi ke Tangan Rakyat

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Program ini digagas sebagai upaya strategis untuk mengembalikan peran rakyat sebagai pelaku utama perekonomian sekaligus memperkuat pusat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan keberhasilan program Kopdes Merah Putih akan menjadi penentu masa depan koperasi di Indonesia….

Read More
Kopdes Merah Putih Perkuat Implementasi Pasal 33 di Tingkat Desa

Kopdes Merah Putih Perkuat Implementasi Pasal 33 di Tingkat Desa

Jakarta – Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menegaskan bahwa keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan menjadi faktor penentu masa depan koperasi di Indonesia sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 di tingkat desa. Ferry menegaskan bahwa pemerintah akan berupaya maksimal agar program strategis tersebut dapat berjalan dengan baik. Menurutnya,…

Read More

Gejolak Timur Tengah dan Ketangguhan Energi Nasional

Oleh: Nadira Citra Maheswari *) Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu eskalasi konflik di Timur Tengah dan membayangi perkembangan kebutuhan energi global. Dimana kawasan ini merupakan salah satu pusat produksi minyak dan gas terbesar di dunia, sehingga setiap eskalasi konflik hampir selalu berdampak pada dinamika harga energi internasional.  Ketika ketegangan meningkat di wilayah tersebut, pasar global biasanya merespons dengan…

Read More

Energi Nasional Stabil di Tengah Gejolak Geopolitik

Oleh Anindya Pratama )* Stabilitas energi merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga ketahanan nasional dan keberlanjutan pembangunan ekonomi. Dengan kondisi global yang saat ini diliputi ketidakpastian geopolitik, kemampuan sebuah negara untuk menjaga pasokan energi menjadi indikator penting kekuatan tata kelola sektor energi. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran di kawasan Timur…

Read More
Pemerintah Jaga Ketahanan Energi Di Tengah Konflik Global, Publik Tak Perlu Panik

Pemerintah Jaga Ketahanan Energi Di Tengah Konflik Global, Publik Tak Perlu Panik

Jakarta – Ketegangan geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran publik terhadap potensi dampaknya terhadap sektor energi global. Konflik yang melibatkan negara-negara besar di kawasan Timur Tengah maupun dinamika hubungan antarnegara di berbagai belahan dunia berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dan rantai pasok energi internasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian…

Read More
Pemerintah Percepat Transisi demi Jaga Ketahanan Energi di Tengah Konflik Global

Pemerintah Percepat Transisi demi Jaga Ketahanan Energi di Tengah Konflik Global

Jakarta – Pemerintah mempercepat berbagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya eskalasi konflik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berdampak pada jalur distribusi minyak dunia, mendorong Indonesia memperkuat kebijakan transisi energi serta memastikan stabilitas pasokan energi domestik tetap terjaga. Direktur Eksekutif…

Read More

BGN Dorong Kepala Daerah Perketat Pengawasan Dapur MBG di Bulan Ramadan

Oleh: Rendy Saputra  Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memastikan berbagai program strategis berjalan optimal di tengah masyarakat. Selain menjadi waktu memperkuat spiritualitas, Ramadan juga dimanfaatkan sebagai periode evaluasi dan pengawasan berbagai program prioritas negara. Salah satu yang kini mendapat perhatian serius adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif nasional yang…

Read More

Pemerintah Tegaskan Gubernur hingga Lurah Berwenang Awasi DapurMBG

Oleh: Fajar Mahardika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah untukmeningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Program initidak hanya bertujuan menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menjadi langkah jangkapanjang dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun keberhasilanprogram ini tidak hanya bergantung pada perencanaan pemerintah pusat, melainkan jugamembutuhkan pengawasan yang kuat di tingkat daerah. Oleh karena itu, pemerintah menegaskanbahwa seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur hingga lurah, memiliki kewenangan untukturut mengawasi operasional dapur MBG agar pelaksanaannya berjalan sesuai standar yang telahditetapkan. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaanprogram tersebut mendorong keterlibatan aktif pemerintah daerah. Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyampaikan bahwa para kepala daerah dapat melakukan pemantauan langsungterhadap dapur MBG yang berada di wilayah masing-masing. Pengawasan ini meliputi kesiapanfasilitas dapur, kebersihan lingkungan, hingga kesesuaian menu makanan dengan anggaran sertastandar gizi yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut Nanik S. Deyang, keterlibatan kepala daerah sangat penting karena mereka memilikikedekatan langsung dengan kondisi masyarakat dan situasi di lapangan. Dengan turun langsungmemeriksa dapur MBG, kepala daerah dapat memastikan bahwa program berjalan sebagaimanamestinya. Ia juga mendorong agar kepala daerah memanfaatkan berbagai kegiatan di daerah, termasuk agenda kunjungan kerja atau kegiatan sosial keagamaan, untuk sekaligus meninjaupelaksanaan program tersebut. Keterlibatan pemerintah daerah dalam pengawasan program MBG memiliki dasar hukum yang jelas melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi yang melibatkan 17 kementerian dan lembaga dalam pelaksanaan program tersebut. Dalam kebijakantersebut, Kementerian Dalam Negeri menjadi bagian dari tim koordinasi sehingga pemerintahdaerah secara struktural berada dalam jalur yang memungkinkan mereka berperan aktif dalampengawasan. Dengan adanya dasar kebijakan tersebut, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pemerintahpusat. Pemerintah daerah di berbagai tingkatan, mulai dari gubernur, bupati, wali kota, camathingga lurah, memiliki ruang untuk memastikan bahwa dapur MBG beroperasi sesuai ketentuan. Sistem pengawasan berlapis ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pelaksanaan program di seluruh daerah. Nanik S. Deyang menegaskan bahwa pelibatan berbagai tingkatan pemerintahan merupakanlangkah strategis mengingat jumlah dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sangat banyak. Tanpa dukungan pemerintah daerah, pengawasan akan sulit dilakukan secaramaksimal. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktorpenting dalam menjaga kualitas program. Selain memeriksa kesesuaian menu makanan bagi para penerima manfaat, kepala daerah jugadiharapkan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dapur. Dalam beberapa kasussebelumnya, keberadaan dapur MBG sempat memicu penolakan masyarakat karena dibangun di kawasan permukiman. Hal ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintahdan masyarakat. Dalam situasi tersebut, pemerintah daerah dapat berperan sebagai penghubung antara masyarakatdan pemerintah pusat. Dengan turun langsung ke lapangan, kepala daerah dapat memahamikondisi yang sebenarnya sekaligus mencari solusi agar operasional dapur tetap berjalan tanpamenimbulkan konflik sosial. Pengawasan juga diperlukan untuk mencegah potensi masalah serius seperti keracunan makananakibat standar dapur yang buruk. Jika ditemukan dapur dengan kondisi yang sangat tidak layak, kepala daerah dapat memberikan rekomendasi kepada Kepala Badan Gizi Nasional untukmenutup dapur tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas program MBG agar tetap aman bagi masyarakat. Di tingkat daerah, komitmen untuk menjaga kualitas pelaksanaan program MBG jugadisampaikan oleh Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan. Ia menilai program MBG merupakankebijakan yang sangat baik karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnyaanak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Namun menurutnya, pelaksanaan program tetapharus dikawal agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. dr. Robby Hernawan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan upaya untukmemastikan kualitas pelaksanaan program MBG tetap terjaga. Pengawasan yang konsistendinilai menjadi kunci agar program tersebut dapat berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Komitmen serupa juga disampaikan oleh Ketua Satgas MBG Kota Salatiga Nina Agustin yang menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan di setiap dapur MBG yang ada di wilayah Salatiga. Pengawasan ini bertujuan memastikan kualitas makanan tetap terjagaserta pelaksanaan program berjalan sesuai standar. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga terus diperkuat melalui berbagai forum rapatkoordinasi. Forum tersebut menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi, memperkuatkerja sama lintas sektor, serta memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai target nasional. Selama setahun terakhir, pemerintah juga mencatat berbagai capaian dalam pembangunannasional, termasuk penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, serta perluasanprogram perlindungan sosial bagi masyarakat. Capaian tersebut menunjukkan komitmenpemerintah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraanrakyat. Pada akhirnya, keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung padakebijakan pemerintah pusat, tetapi juga pada keterlibatan aktif pemerintah daerah serta dukunganmasyarakat. Dengan pengawasan yang kuat dan koordinasi yang baik, program MBG diharapkandapat berjalan optimal dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda dan memperkuat masa depan bangsa.

Read More