Abaikan Ajakan Demo Gelar Pahlawan Soeharto, Pilih Jalur Konstitusional

Oleh: Andi Ramli Masyarakat Indonesia sebaiknya mengabaikan saja seruan demonstrasi yang menolak penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Republik Indonesia Ke-2, Soeharto. Ajakan melaksanakan aksi massa merupakan provokasi nyata dari segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab, berupaya keras menolak keputusan negara. Padahal, negara sudah memfasilitasi setiap warga agar demokratisasi tetap berjalan dan hidup subur di Indonesia,…

Read More

Publik Tak Perlu Terjebak Provokasi Demo Gelar PahlawanSoeharto

Oleh: Fajar Dwi Santoso Jangan sampai publik terjebak ke dalam ajakan demonstrasi dan adanya upaya provokasi darisegelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab terkait dengan penolakan penganugerahangelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI, Soeharto. Beragam elemen masyarakat melihat dengan sangat jelas bahwa memang ada semacamupaya provokasi, yang mana hal tersebut sebagai langkah yang dapat menggoyahkanketertiban umum serta menciptakan gesekan horizontal yang justru akan semakin merugikankhalayak luas.  Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto melalui Keputusan Presiden(Kepres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 pada 10 November 2025 dinilai sudah sah secarahukum, serta wajar dalam konteks sejarah, dan telah relevan dengan kontribusi Presiden RI ke-2 tersebut selama ini dalam perjalanan pembangunan bangsa Indonesia.  Oleh karena itu, menjadi hal yang sangat penting bagi seluruh pihak untuk dapat secara tegasmenolak jika terdapat ajakan melakukan aksi jalanan dan demonstrasi serta segala bentukprovokasi yang muncul, karena hal tersebut sebagai upaya untuk terus menjaga keharmonisansosial, bukan sebagai bentuk pembungkaman pendapat sebagaimana isu narasi yang diframing sedemikian rupa belakangan ini. Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan menegaskan bahwa penganugerahan gelartersebut telah melewati proses kajian panjang serta penilaian objektif dari lembaga resminegara.  Polemik yang muncul after keputusan tersebut dipandang sebagai dinamika yang lumrahdalam negara demokratis. Perbedaan pendapat memang menjadi bagian dari ruang publik, namun pengelolaannya membutuhkan kedewasaan agar tidak merusak fondasi persatuannasional. Dorongan agar publik tetap tenang dan berpikir jernih muncul sebagai usahamenghadirkan ketertiban yang memungkinkan aspirasi tetap tersalurkan secara konstruktif. Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, memberikan tekanan kuat pada risikopenunggang gelap yang mungkin memanfaatkan momentum penolakan tersebut. Iamenyoroti bahwa aksi demonstrasi rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak pernahsungguh-sungguh memperjuangkan substansi persoalan, melainkan hanya ingin menciptakankegaduhan politik.  Sorotannya terhadap nilai-nilai ketimuran menegaskan bahwa ruang publik Indonesia memiliki tradisi musyawarah dan penyampaian pendapat yang beradab. Karena itu, ia menilaimasyarakat perlu lebih berhati-hati agar tidak terdorong mengikuti aksi yang justrumengancam jalinan persaudaraan dan kedamaian sosial. Ia juga memandang proses penetapan gelar pahlawan nasional tersebut telah dijalankandengan mekanisme resmi dan kajian mendalam oleh lembaga berwenang. Penilaian itumembuatnya menegaskan kembali bahwa publik lebih baik menyalurkan pendapat melaluicara-cara konstitusional yang memberikan ruang bagi argumentasi rasional, bukan melaluikerumunan yang rentan ditunggangi kepentingan destruktif. Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin, memandang pentingnya menjaga ketenangankolektif demi meredam risiko eskalasi di lapangan. Ia mendorong seluruh lapisan masyarakatuntuk tidak terbawa arus provokasi yang justru memperlebar ketegangan sosial.  Dalam pandangannya, penyelesaian polemik semestinya ditempuh dengan kepala dingin danmempercayakan mekanisme hukum yang telah disediakan negara. Ia menilai pengendaliansituasi melalui langkah cepat pemerintah sangat krusial agar perkembangan di lapangan tetapterkendali tanpa membuka ruang bagi tindakan anarkis. Dorongan Ma’ruf Amin agar aparatur penegak hukum menjaga transparansi juga menjadipenegasan bahwa jalur konstitusional adalah arena yang memberikan kepastian. Pendekatanitu menghilangkan ruang bagi keraguan publik sekaligus mengokohkan legitimasi keputusannegara. Dalam kerangka tersebut, demonstrasi yang berpotensi menimbulkan kekisruhandianggap tidak memberi manfaat apa pun bagi masyarakat luas. Majelis Ulama Indonesia melalui Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi, MasdukiBaidlowi, menempatkan keselamatan publik sebagai prioritas utama. Ia memandang aksidemonstrasi yang berpotensi merusak fasilitas umum dan menghambat aktivitas masyarakatsebagai tindakan yang tidak lagi berada dalam konteks penyampaian aspirasi.  Ketika aktivitas di ruang publik telah menimbulkan keresahan dan merugikan kepentinganbanyak pihak, ia menilai aksi tersebut perlu dihentikan demi kebaikan bersama. Pendapattersebut memperjelas pentingnya memisahkan antara penyampaian pendapat secara sehatdengan tindakan yang justru membebani masyarakat luas. Dalam pandangan banyak elemen masyarakat lintas sektor, gelar Pahlawan Nasional bagiSoeharto merupakan bentuk penghargaan negara atas jejak pengabdian panjang yang telahmemengaruhi arah pembangunan nasional.  Banyak yang menilai Soeharto telah memberikan fondasi stabilitas ekonomi dan politikdalam periode yang menentukan bagi perjalanan Indonesia. Karena itu, ajakan untuk menolakgelar tersebut melalui demonstrasi jalanan dianggap tidak relevan dengan kenyataan historismaupun proses hukum yang telah dilalui. Pemerintah bersama berbagai komponen masyarakat melihat partisipasi publik dalammenjaga kondusivitas nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan para pahlawan. Ruang publik yang damai memberikan kesempatan bagi perbedaan pandanganuntuk berkembang tanpa mengganggu keteraturan sosial.  Dorongan untuk menolak provokasi tidak dimaksudkan untuk menutup ruang diskusi, melainkan untuk memastikan bahwa perdebatan mengenai gelar pahlawan berlangsung dalamkoridor yang sehat dan bermartabat. Masyarakat dari berbagai latar belakang didorong untuk tetap waspada, kritis, namun tidaklarut dalam agitasi yang tidak bertanggung jawab. Mengutamakan persaudaraan, menjagastabilitas, dan memastikan ketenteraman publik menjadi sikap penting agar perbedaan visitidak bergeser menjadi bibit konflik. Dalam konteks tersebut, menolak provokasi demonstrasimenjadi pilihan rasional untuk menjaga kebersamaan dan keutuhan bangsa. (*) Pengamat Politik Nasional – Forum Politik Mandala Raya

Read More

Publik Sambut Hangat Status Pahlawan kepada Soeharto

Jakarta – Keputusan pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto memunculkan respons positif dari berbagai kalangan. Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah menetapkan Soeharto menerima gelar tersebut. Ia menilai penghormatan itu sejalan dengan rekam jejak panjang pengabdian Soeharto. “Terima kasih kepada pemerintah Indonesia, khususnya kepada…

Read More

Pengakuan Pahlawan untuk Soeharto Bukti Negara Menilai Jasa Secara Objektif

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Penyerahan plakat dan dokumen dilakukan di Istana Negara kepada putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut, selaku ahli waris. Pemberian gelar ini ditetapkan melalui Keppres Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12…

Read More

Penghormatan Negara untuk Soeharto Menghadirkan Harapan Baru dalam Narasi Sejarah

Oleh: Agra Hermawan )* Penghormatan negara terhadap Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar H. M. Soeharto, melalui proses pengajuan gelar Pahlawan Nasional kembali menegaskan bahwa bangsa ini semakin dewasa dalam menghargai perjalanan sejarahnya. Langkah ini bukan sekadar keputusan administratif, tetapi bagian dari proses panjang untuk memberikan tempat yang layak bagi tokoh yang telah mengabdikan hidupnya kepada…

Read More

Negara Hormati Jasa Soeharto, Penganugerahan Pahlawan Nasional  Tepat dan Objektif

Oleh : Gracia Tan )* Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-2 Republik Indonesia Soeharto menjadi penanda bahwa negara terus menjaga tradisi menghormati tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi perjalanan bangsa. Pemerintah menilai, penghormatan semacam ini diperlukan agar sejarah nasional terbaca dengan adil dan proporsional, tanpa menafikan jasa para pemimpin yang pernah berperan penting dalam pembangunan Indonesia. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan keputusan ini melaluiKeppres Nomor 116.TK/2025 setelah mempertimbangkan aspek pengabdian, kepemimpinan,…

Read More

Pemerintah Tingkatkan Akses di Daerah, Perluas Penerima Manfaat MBG

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat akses layanan di daerah untuk memperluas penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bagian dari upaya strategis mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan akses di daerah menjadi kunci keberhasilan program. “Program MBG tidak hanya menyediakan asupan bergizi, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat lokal melalui pengelolaan…

Read More

MBG Prioritas Nasional: Investasi Untuk Masa Depan Anak Bangsa

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus ditegaskan pemerintah sebagai salah satu prioritas nasional yang dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini. Di tengah tantangan pembangunan jangka panjang, pemerintah menilai bahwa investasi pada nutrisi anak bukan sekadar program sosial, melainkan fondasi strategis untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa…

Read More

Program MBG Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat Dapur Komunitas

Oleh: Adnan Ramdani )* Program Dapur Komunitas Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inovasi sosial yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha kecil, serta masyarakat, dapur komunitas ini menjadi wadah pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang konkret. Program…

Read More

Investasi Masa Depan: MBG Jadi Pilar Utama Peningkatan Gizi Nasional

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi investasi strategis untuk masa depan bangsa. Melalui pemenuhan gizi sejak dini, program ini membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Keterpenuhan kebutuhan gizi yang memadai terbukti menjadi fondasi utama dalampeningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan menjangkau anak-anak di sekolah, MBG memperkuat ketahanan sosial sekaligus menekan kesenjanganekonomi. MBG dianggap lebih dari sekadar program bantuan, tetapi juga merepresentasikan visi jangka panjang pemerintah dalam mewujudkanpembangunan manusia yang berkelanjutan. Melalui kebijakan ini, Indonesia sedangmenanam benih kemajuan yang hasilnya akan dituai oleh generasi masa depan. Dengan menjadikan akses makanan bergizi sebagai hak dasar dan investasi jangkapanjang, Program Makan Bergizi Gratis dinilai mampu membawa perubahansignifikan terhadap masa depan bangsa. Dampaknya tidak hanya terlihat dalamangka-angka kesehatan dan pendidikan, tetapi juga dalam produktivitas nasionaldan daya saing global. Bahkan, keberhasilan program ini akan menjadi kunci dalammewujudkan visi Indonesia Emas 2045, menciptakan generasi yang cerdas, sehat, dan produktif yang mampu bersaing di tingkat global. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pernah mengatakan kalauprogram MBG dianggap sebagai investasi SDM jangka panjang, di mana gizimenjadi bagian penting untuk pertumbuhan anak. Indonesia bukan satu-satunyanegara yang menerapkan program makan bergizi bagi anak sekolah. Di Amerika Serikat, program ini dikenal sebagai National School Lunch Program. India menjalankan Mid-Day Meal Scheme, sementara negara-negara di Afrika mengembangkan model Homegrown School Feeding. Berdasarkan Studi Bank Dunia pada 2024 mencatat bahwa program makan bergizidapat meningkatkan kehadiran siswa, partisipasi belajar, dan menurunkan angkastunting. Di negara-negara maju, program ini bahkan mampu menekan risikoobesitas dan diabetes sejak usia dini. Khususnya terkait stunting, Presiden Prabowo memiliki komitmen tinggi untuk memberantas stunting sebagai bagian dari upayamewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdayasaing.  Stunting, gizi anak, dan masa depan bangsa memiliki hubungan yang sangat eratdan saling mempengaruhi. Gizi yang cukup selama masa pertumbuhan kritis sangat vital bagi pencegahan stunting. Pencegahan stunting sendiri, pada akhirnya, akanmenentukan masa depan suatu bangsa melalui kualitas sumber daya manusia(SDM) yang dihasilkan. Oleh karena itu, program MBG dan kebijakan untukmenurunkan angka stunting harus selaras.  Baru-baru ini,…

Read More