Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Mesir Bidang Ekonomi dan Pertahanan

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Republik Arab Mesir melalui peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, serta pertahanan. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah memperluas jejaring kemitraan internasional yang saling menguntungkan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kepentingan nasional. Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan tersebut menjadi tonggak penting hubungan bilateral….

Read More

Presiden Prabowo Dorong EPA Indonesia-Mesir untuk Perluas Ekonomi

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi antara Indonesia dan Mesir sebagai langkah strategis memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, serta memperkuat hubungan perdagangan kedua negara. Dorongan tersebut disampaikan Prabowo dalam pernyataan bersama Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi seusai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta. “Kami sepakat untuk…

Read More

Presiden Prabowo Beri Subsidi Haji 2027 untuk Ringankan Beban Jemaah

JAKARTA — Pemerintah menetapkan subsidi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp3.184.981 per jemaah untuk penyelenggaraan ibadah haji 2027. Kebijakan tersebut membuat rata-rata sisa pelunasan jemaah haji reguler turun menjadi Rp23.248.825, dari sebelumnya Rp26.433.806 pada 2026. Wakil Ketua DPR RI Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan penurunan biaya tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap…

Read More

Pemerintah Ringankan Beban Pelunasan Jemaah lewat Subsidi Haji 2027

Jakarta – Pemerintah menetapkan skema pembiayaan haji 2027 yang lebih meringankan beban jemaah melalui pemberian subsidi langsung, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan penyesuaian sejumlah komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji. Berdasarkan hasil pembahasan Panitia Kerja (Panja) BPIH, rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 H/2027 M ditetapkan sebesar Rp98.466.351,35 per jemaah. Dari jumlah tersebut, beban…

Read More

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW

Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan pemerintah menyiapkan program pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan kapasitas mencapai 7 gigawatt (GW) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Pengembangan PLTN menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan ketersediaan energi yang cukup, andal, kompetitif, dan berkelanjutan. Hashim menyebut program…

Read More

Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional

JAKARTA — Upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil kini turut menempatkan nuklir dalam peta jalan kelistrikan nasional. Pemerintah menyiapkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) secara bertahap, dimulai dari kapasitas awal yang terbatas sebelum diperbesar sesuai kebutuhan sistem. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyebut nuklir sebagai…

Read More

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

JAKARTA — Ancaman bencana hidrometeorologi masih menjadi perhatian pemerintah di tengah fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia berpotensi mengalami kemunduran awal musim hujan 2026/2027. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan terhadap kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga…

Read More

Pemerintah Antisipasi Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Hujan Ekstrem

Jakarta – Pemerintah terus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai ancaman bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi akibat pergeseran pola musim 2026-2027. Risiko yang menjadi perhatian meliputi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga longsor. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof. Teuku Faisal Fathani, menjelaskan musim hujan 2026-2027 diperkirakan memiliki curah hujan dalam kategori normal,…

Read More

Pemulihan Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Prioritas Pascabencana Sumatra

*) Oleh: Citra Febrianti Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra beberapa waktu terakhir meninggalkan dampak yang tidak ringan bagi masyarakat. Kerusakan infrastruktur, terhambatnya distribusi logistik, lumpuhnya aktivitas ekonomi, hingga terganggunya pelayanan publik menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi secara terukur. Dalam situasi seperti ini, negara dituntut tidak hanya hadir saat masa tanggap darurat, tetapi…

Read More

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah PascabencanaSumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *) Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampakbencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit. Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Rencana induk inidirancang secara komprehensif untuk pemulihan permanen lintas kementerian dan lembagadi tiga wilayah terdampak utama, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kebijakanfiskal berskala besar ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya memikirkan solusijangka pendek, melainkan sedang membangun fondasi ketahanan wilayah yang kokoh dalamjangka panjang. Menurut rencana induk yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua SatgasPercepatan Wilayah Sumatra, Tito Karnavian, total anggaran sebesar Rp100 triliun tersebutakan dialokasikan secara bertahap selama tiga tahun ke depan hingga tahun 2028. Rincianalokasinya diatur secara sistematis meliputi Rp38,9 triliun pada tahun 2026, Rp32,9 triliunpada tahun 2027, dan sisa Rp28,2 triliun pada tahun 2028. Porsi terbesar dari anggarantersebut, yakni sekitar Rp69 triliun, difokuskan pada sektor infrastruktur di bawah komandoKementerian Pekerjaan Umum. Selain untuk perbaikan fisik masif seperti jalan, jembatan, dan tanggul pengaman, pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan hunian tetap(huntap) bagi masyarakat terdampak paling lambat rampung pada tahun 2027. Pendekatan penganggaran yang masif ini sejalan dengan prinsip yang selalu ditekankan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, yaknimembangun kembali secara lebih baik dan lebih aman (build back better and safer). Pemerintah memastikan bahwa pembangunan fasilitas publik dan permukiman wargamenggunakan standar konstruksi yang jauh lebih layak serta tangguh menghadapi risikogeomorfologis dan potensi ancaman bencana di masa depan. Di sisi lain, aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat juga berjalan beriringan secaraseimbang. Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), pemerintah terus mengalirkan bantuansosial kebencanaan lanjutan berbasis data terpadu yang akurat dan terverifikasi. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa setelah tahap pertama yang menyerapanggaran hampir Rp1 triliun berhasil disalurkan dengan baik, Kemensos kini melanjutkanpenyaluran bantuan tahap berikutnya. Tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan logistikdarurat pangan dan sandang, komitmen lanjutan ini juga mencakup perluasan cakupanBantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) bagi ratusan ribu warga terdampak bencana….

Read More