Pemerintah Siapkan Hilirisasi Puluhan Komoditas, Bidik Investasi hingga 2045

Jakarta – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengatakan pemerintah menyiapkan peta jalan hilirisasi yang mencakup 28 komoditas strategis hingga 2040-2045. Program tersebut diproyeksikan memiliki potensi investasi mencapai sekitar USD618 miliar dan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat struktur industri nasional. “Ada 28 komoditas dalam rencana payung besar program kita…

Read More

LENSA SR Menjadi Benteng Informasi Sekolah Rakyat dari Hoaks Digital

Oleh Firly Ismail )* Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi. Di tengah arus informasi yang bergerak begitu cepat, persoalan utama bukan lagi sekadar ketersediaan informasi, melainkan bagaimana memastikan informasi tersebut benar, terverifikasi, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi ini menjadi semakin penting ketika informasi menyangkut program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan…

Read More

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka

Oleh: Rania Zafirah)* Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelolainformasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenaiperkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelolainformasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masukmelalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnyakebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasitersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsungdi sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakansebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumberdan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkanpemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasikemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasisubstansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, sertamonitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaaninformasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasiditerima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untukmenjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehinggapemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi jugabagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahanpimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasidigital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untukmembedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligusmemperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerimamanfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehinggapenyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakinmempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnyainformasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukanuntuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melaluiLENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebihterintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untukmembangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasimengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahamanterhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadardisampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetapmemperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata kelola informasi Sekolah Rakyat. Sistem tersebut memungkinkan pemerintah menghimpun informasi dari berbagai sumber, melakukan validasi, mengolahnya menjadi narasi, menyampaikannya kepada masyarakat, sertamemantau perkembangan isu secara berkelanjutan. Perpaduan antara transparansi, akurasi, integrasi, dan perlindungan diharapkan dapat mendukung pengelolaan Sekolah Rakyat yang semakin terbuka sekaligus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan keluarga penerimamanfaat. *) Penulis adalah Content Writer di GREEN…

Read More

Pemerintah Bangun LENSA SR agar Publik Terhindar dari Hoaks Sekolah Rakyat

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat tata kelola informasi publik mengenai Sekolah Rakyat untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang valid, cepat, dan terhindar dari hoaks. Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif). Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan informasi Sekolah Rakyat dari tingkat pusat hingga daerah sehingga…

Read More

LENSA SR Diperkuat, Informasi Sekolah Rakyat Dibuat Cepat dan Terintegrasi

JAKARTA — Kementerian Sosial memperkuat tata kelola informasi Program Sekolah Rakyat melalui LENSA SR (Layanan Informasi Sekolah Rakyat). Penguatan ini ditujukan agar informasi dapat dihimpun, diverifikasi, dan disebarluaskan secara cepat, terintegrasi, akurat, serta tetap memperhatikan prinsip data-safe dan child-safe. Selama ini, respons terhadap isu masih cenderung dilakukan berdasarkan kasus per kasus dan bergantung pada koordinasi…

Read More

Hilirisasi Terintegrasi Jadi Fondasi Indonesia Menuju Ekonomi Maju 2045

Oleh : Radjiman Arif*) Hilirisasi bukan lagi sekadar agenda pembangunan industri, melainkan strategi besar untukmenentukan arah ekonomi Indonesia menuju 2045. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, bangsa yang hanya menjual bahan mentah akan sulit memperoleh manfaatmaksimal dari kekayaan alamnya. Karena itu, pengolahan sumber daya di dalam negeri menjadi jalan penting untuk menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat industri. Indonesia memiliki modal besar berupa mineral, energi, perkebunan, kelautan, dan sumberdaya lainnya. Tantangannya adalah memastikan setiap tahap produksi terhubung dari huluhingga hilir. Hilirisasi yang terintegrasi menjadi penting karena pembangunan industri tidakcukup hanya menghasilkan produk olahan, tetapi juga harus memperkuat rantai pasok, teknologi, investasi, dan kemampuan tenaga kerja Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menempatkan hilirisasi sebagai salah satu kunci kebangkitan dan kemakmuran bangsa. Menurut Presiden, Indonesia harus memiliki keberanian untukmenguasai serta mengolah sumber daya alamnya sendiri. Kekayaan yang melimpah tidakakan otomatis membawa kemakmuran apabila nilai tambah terbesar justru dihasilkan negara lain setelah bahan mentah Indonesia diekspor. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa hilirisasi memiliki makna lebih luas daripadapembangunan pabrik. Hilirisasi berkaitan dengan kemampuan bangsa membangunkedaulatan ekonomi dan memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang. Komitmen tersebut menunjukkan pemerintah tidak ingin agenda hilirisasi berhenti pada perencanaan. Berbagai proyek strategis terus didorong memasuki tahap implementasi. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa hilirisasi bergerak dari gagasan menujupelaksanaan yang diharapkan memberikan dampak langsung bagi pembangunan nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia kemudian menegaskan bahwatidak ada negara maju tanpa industrialisasi dan hilirisasi. Negara yang kaya sumber dayatetap dapat tertinggal apabila hanya bergantung pada ekspor bahan mentah. Oleh sebab itu, Indonesia harus mengubah kekuatan sumber daya menjadi produk industri bernilai ekonomitinggi. Bahlil juga menekankan pentingnya hilirisasi yang memberikan manfaat lebih luas. Kebijakan tersebut harus membuka kesempatan bagi pengusaha nasional, menciptakanlapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Hilirisasi tidak bolehhanya menjadi proyek investasi besar, melainkan instrumen untuk memperluas manfaatkekayaan alam kepada masyarakat Indonesia. Keberhasilan hilirisasi mineral memberikan pelajaran penting bagi arah kebijakan tersebut. Pengolahan komoditas di dalam negeri telah mendorong tumbuhnya industri turunan dan menarik investasi. Namun, Indonesia tidak boleh berhenti pada pengolahan awal. Di sinilah pentingnya pendekatan hilirisasi yang terintegrasi. Menteri Koordinator BidangPerekonomian Airlangga Hartarto menekankan perlunya memperkuat kapabilitas industridalam negeri untuk mempercepat hilirisasi dan mendukung swasembada energi. Penguatan industri domestik diperlukan agar Indonesia memiliki kemampuan lebih besar dalammemproduksi teknologi dan komponen sektor strategis. Airlangga melihat hilirisasi tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekosistem industrinasional. Investasi harus terhubung dengan kapasitas manufaktur, pengembangan teknologi, ketersediaan tenaga kerja terampil, serta penguatan rantai pasok dalam negeri. Dengan polatersebut, nilai ekonomi yang tercipta tidak hanya dinikmati satu sektor, tetapi dapat menyebarke berbagai kegiatan produksi. Penguatan hilirisasi juga relevan dengan agenda swasembada energi. Indonesia membutuhkan industri yang mampu mendukung pemanfaatan sumber daya domestiksekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dan teknologi luar negeri. Hilirisasi energi dan mineral yang didukung industri nasional dapat memperkuat ketahanan ekonomi. Arah pembangunan tersebut menuntut koordinasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan perguruan tinggi. Hilirisasi terintegrasi membutuhkan kebijakan yang konsisten karena membangun industri tidak dapat diselesaikan secara instan. Kepastianregulasi, kesiapan infrastruktur, ketersediaan energi, serta pengembangan sumber dayamanusia menjadi faktor penting agar investasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Pada saat yang sama, pemerintah perlu memastikan pembangunan industri tetapmemperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar. Kemajuanekonomi melalui hilirisasi harus berjalan seiring dengan tata kelola sumber daya yang bertanggung jawab. Indonesia tidak hanya perlu mengejar pertumbuhan, tetapi juga membangun kualitas pembangunan yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Menuju Indonesia Emas 2045, hilirisasi terintegrasi menjadi fondasi untuk keluar dariketergantungan terhadap ekspor bahan mentah. Kebijakan ini membuka kesempatan untukmenghubungkan kekayaan alam dengan industri, teknologi, investasi, dan tenaga kerjanasional dalam satu ekosistem pembangunan. Dengan kepemimpinan yang menempatkan hilirisasi sebagai agenda strategis, Indonesia memiliki peluang besar memperkuat posisi ekonominya. Kekayaan alam tidak cukup hanyadimiliki. Kekayaan tersebut harus dikelola, diolah, dan dikembangkan agar menciptakankemakmuran yang lebih luas bagi rakyat. Pada akhirnya, hilirisasi terintegrasi merupakan jalan untuk mengubah potensi menjadikekuatan nyata….

Read More

Hilirisasi Jadi Jalan Indonesia Mengubah Kekayaan Alam Menjadi Kekuatan Ekonomi

Oleh : Catur Ronggo*) Hilirisasi bukan lagi sekadar istilah ekonomi dalam dokumen pembangunan. Di tengahpersaingan global, kebijakan ini menjadi jalan bagi Indonesia untuk mengubah kekayaanalam yang selama ini diekspor sebagai bahan mentah menjadi kekuatan ekonomi bernilaitambah. Arah tersebut semakin relevan ketika pemerintah berupaya memperkuat industri dan memastikan kekayaan alam memberikan manfaat lebih besar kepada rakyat. Indonesia memiliki modal besar berupa mineral, energi, perkebunan, kelautan, dan komoditasstrategis. Namun, kekayaan alam tidak otomatis menjadikan negara makmur. Nilai ekonomidapat berpindah ke negara lain apabila bahan mentah hanya dijual tanpa pengolahan. Karena itu, hilirisasi menjadi pilihan strategis untuk mengubah struktur ekonomi menuju industriyang menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing. Presiden Prabowo Subianto menempatkan hilirisasi sebagai salah satu kunci kebangkitan dan kemakmuran bangsa. Dalam pandangannya, Indonesia harus memiliki keberanian untukmenguasai dan mengolah sumber daya yang dimilikinya sendiri. Kekayaan alam akan sulitmembawa kemakmuran apabila bangsa hanya menjadi pemasok bahan mentah, sementaranilai tambah terbesar dinikmati negara lain. Penegasan tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi tidak hanya berkaitan denganpembangunan pabrik. Lebih dari itu, kebijakan ini menyangkut kedaulatan ekonomi. Presidenmenekankan pentingnya memperkuat fondasi yang telah dibangun dengan orientasi terhadappenguasaan sumber daya dan manfaat bagi rakyat. Pemerintah juga menempatkan hilirisasisebagai bagian dari transformasi industri nasional yang mengikuti perkembangan teknologi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memperkuat pandangan tersebutdengan menilai industrialisasi dan hilirisasi sebagai syarat penting bagi negara berkembanguntuk naik menjadi negara maju. Menurutnya, negara yang memiliki sumber daya alam besartetap berisiko terjebak dalam ketergantungan apabila tidak mampu mengolah kekayaantersebut menjadi produk bernilai tambah. Bahlil juga mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya harus dikelola secara adil. Hilirisasi tidak hanya boleh menguntungkan investor atau pemerintah, tetapi harus membuka ruangbagi pengusaha lokal dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Pertumbuhanekonomi yang dihasilkan perlu diarahkan menjadi pertumbuhan berkualitas, merata, dan menciptakan kesempatan kerja di berbagai daerah. Pengalaman hilirisasi nikel menjadi gambaran perubahan nilai tambah yang ingin diperluaspemerintah. Setelah kebijakan penghentian ekspor bijih nikel, Indonesia semakin mendorongpengembangan produk turunan di dalam negeri. Pelajaran utamanya jelas: ketika sumberdaya diproses lebih lanjut di Indonesia, peluang memperoleh nilai ekonomi, memperkuatindustri, dan membangun ekosistem produksi menjadi semakin besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan hilirisasi tidak berhenti pada pengolahan tahapawal. Indonesia harus terus bergerak menuju produk dengan kandungan teknologi dan nilaitambah lebih tinggi. Di sinilah investasi, riset, inovasi, dan pengembangan sumber dayamanusia menjadi bagian penting dari strategi pemerintah bagi industri nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menekankan bahwainvestasi dan hilirisasi harus membangun ekosistem industri yang produktif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi tenaga kerja. Besarnya investasi bukan satu-satunyaukuran keberhasilan. Yang lebih penting adalah kemampuan investasi menciptakan pekerjaanberkualitas, meningkatkan produktivitas, memperkuat penguasaan teknologi, sertamenghasilkan nilai tambah. Perkembangan investasi menunjukkan arah tersebut mulai membentuk fondasi ekonomi. Hilirisasi menjadi salah satu sektor yang terus didorong untuk menarik penanaman modal dan memperluas produksi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kebijakan pengolahan sumber dayadi dalam negeri semakin memiliki peran penting dalam memperkuat struktur ekonomi dan menciptakan peluang kerja di Indonesia. Rosan juga melihat masa depan hilirisasi tidak hanya bertumpu pada mineral. Tahapberikutnya perlu merambah sektor yang menentukan pertumbuhan ekonomi masa depan, termasuk teknologi, inovasi, energi bersih, infrastruktur digital, dan manufaktur maju. Perspektif ini penting agar Indonesia tidak hanya mengolah sumber daya alam, tetapi juga membangun kemampuan industri yang berdaya saing global. Keberhasilan hilirisasi membutuhkan konsistensi kebijakan dan kepastian investasi. Pemerintah perlu memastikan pembangunan industri berjalan seiring dengan perlindunganlingkungan, penguatan masyarakat lokal, serta peningkatan kualitas tenaga kerja. Hilirisasi yang berkelanjutan harus mampu menjawab siapa yang memperoleh manfaat dan bagaimanakekayaan alam dapat dikelola bagi generasi berikutnya. Dalam konteks itulah kebijakan hilirisasi pemerintahan saat ini memiliki arti strategis. Indonesia sedang berusaha mengubah paradigma lama dari menjual kekayaan menjadimengelola kekayaan. Perubahan tersebut membutuhkan waktu, investasi, teknologi, dan disiplin kebijakan. Namun, pilihan membangun nilai tambah di dalam negeri jauh lebihmenjanjikan dibandingkan membiarkan potensi nasional terus keluar sebagai bahan mentah . Hilirisasi…

Read More

Pemerintah Gencarkan Hilirisasi, Indonesia Bakal Naik Kelas dalam Rantai Nilai Global

Jakarta – Pemerintah terus menggencarkan hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah, memperkuat industri nasional, dan mendorong posisi Indonesia naik kelas dalam rantai nilai global. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengatakan pemerintah menyiapkan tiga strategi investasi hilirisasi, yaitu perencanaan, eksekusi, serta kebijakan perizinan dan…

Read More

Menjaga Papua Tetap Aman, Melindungi Rakyat, Mengawal Masa Depan

Oleh: Markus Wenda* Keamanan Papua merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan keamanan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, upaya menjaga Papua tetap aman dan kondusif menjadi tanggung jawab bersama. Negara melalui pemerintah dan aparat keamanan terus menunjukkan komitmen untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk Orang Asli Papua…

Read More

Stabilitas Keamanan Menjadi Kunci Papua Melangkah Lebih Maju

Oleh: Yohanis Pigome* Keamanan merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan Papua. Berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan lingkungan yang stabil agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Karena itu, menjaga kondusivitas keamanan bukan hanya menjadi kepentingan aparat, melainkan kebutuhan seluruh masyarakat Papua yang menginginkan kehidupan yang lebih…

Read More