Produksi Pertanian Meningkat, Indonesia Mantap Melangkah ke Era Swasembada Pangan

Oleh: Nur Utunissa Produksi pertanian nasional menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menandakan langkah besar Indonesia menuju cita-cita besar swasembada pangan. Kinerja sektor pertanian yang kian kuat bukan hanya menggambarkan keberhasilan dalam meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga mencerminkan kemampuan bangsa dalam memperbaiki tata kelola sumber daya, memperkuat infrastruktur, serta memaksimalkan inovasi dalam sistem budidaya…

Read More

Menuju Kemandirian: Indonesia Kian Dekat Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Oleh: Sirajudin Ahmad *) Indonesia memasuki fase penting dalam perjalanan panjang menuju swasembadapangan nasional. Pendorong utamanya adalah kombinasi faktor yang selamabertahun-tahun menjadi tantangan terbesar sektor pertanian: peningkatanproduktivitas, stabilitas stok, efisiensi kebijakan, dan keberhasilan intervensipemerintah di titik-titik paling krusial dalam rantai produksi. Tahun 2025 menjadimomentum ketika kerja berlapis dari pemerintah pusat dan daerah mulaimenunjukkan arah yang semakin terukur. Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, stok beras pemerintah mampu bertahan pada kisaran 3,8 juta ton, danseluruhnya berasal dari produksi petani dalam negeri. Kondisi ini memperlihatkanbahwa agenda besar pemerintah dalam memperkuat kedaulatan pangan telahbergerak dari sekadar visi menuju capaian nyata yang dirasakan publik. Optimisme pemerintah terlihat jelas dari pernyataan Menteri Pertanian Andi AmranSulaiman yang menilai bahwa Indonesia sudah sangat dekat untuk mengumumkanstatus swasembada pangan. Amran tidak menyampaikan hal itu dalam ruangspekulatif, melainkan berdasarkan data teknis yang menunjukkan lonjakan produksipadi nasional sepanjang 2025. Perhitungan Kerangka Sampel Area BPS memperkirakan potensi gabah kering giling mencapai lebih dari 60 juta ton, meningkat lebih dari 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan tajam initerjadi terutama pada musim tanam awal tahun ketika sentra-sentra utama di Jawa, Sumatra, dan beberapa daerah lain melaporkan produktivitas jauh di atas rata-rata. Informasi teknis tersebut menjadi landasan kuat bagi pemerintah untukmenyimpulkan bahwa Indonesia tengah bergerak dari ketergantungan jangkapanjang pada impor beras menuju fase kemandirian produksi. Di sisi tata kelola stok, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menilaicadangan pemerintah yang mendekati empat juta ton merupakan fondasi paling penting bagi deklarasi swasembada yang ditargetkan akhir 2025. Ia melihat bahwakapasitas ini memberi jaminan stabilitas pasokan bagi publik, sekaligus menegaskanbahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan impor beras dapatdilaksanakan tanpa menimbulkan risiko kekurangan. Dengan cadangan sekuat itu, pemerintah memiliki ruang cukup untuk menjaga stabilitas harga melalui operasipasar, menahan gejolak akibat perubahan musim, dan memperkuat distribusi kewilayah yang selama ini paling rentan terhadap fluktuasi pasokan. Stok yang mampubertahan meski program bantuan pangan terus berjalan menandakan efektivitasintervensi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara produksi, konsumsi, danstabilitas pasar. Produksi beras nasional juga menunjukkan tren yang sejalan dengan target swasembada. Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, memproyeksikan produksi beras 2025 mencapai hampir 35 juta ton, meningkat lebihdari 13 persen dari tahun lalu. Data ini memperjelas bahwa kenaikan stok bukansekadar hasil penyerapan yang agresif, tetapi benar-benar mencerminkanpeningkatan di hulu. Faktor-faktor penentu seperti perbaikan irigasi, distribusi pupukyang lebih tepat sasaran, penambahan alat dan mesin pertanian, serta percepatanpembukaan lahan baru terbukti memberi dampak langsung terhadap produktivitaspetani. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa instrumen kebijakan pemerintahbekerja secara simultan: memperkuat sisi produksi, meminimalkan potensikebocoran, dan memastikan ongkos produksi lebih efisien bagi petani. Meskipun capaian ini memberikan harapan besar, sejumlah pengamat mengingatkanbahwa swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh tingginya angka produksi. Stabilitas harga, kelancaran distribusi, dan ketahanan pangan di wilayah 3T tetapmenjadi faktor penting yang menentukan apakah status swasembada benar-benardirasakan masyarakat. Selain itu, ketergantungan pada impor beberapa bahan bakupertanian serta potensi gangguan iklim ekstrem tetap menjadi tantangan strukturalyang perlu dikelola serius. Namun, pemerintah tampak memahami bahwapencapaian swasembada bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untukmemperkuat kemampuan bertahan dalam jangka panjang. Karena itu, penguatanlogistik pangan, modernisasi irigasi, dan pembentukan cadangan pangan daerahmenjadi agenda lanjutan yang terus ditekankan dalam berbagai rapat koordinasi. Pemerintah juga menunjukkan pemahaman bahwa produksi yang tinggi tidak akanmemberikan dampak optimal tanpa tata niaga yang sehat. Upaya digitalisasipertanian, penerapan subsidi pupuk yang lebih transparan, serta penggunaanperangkat prediksi cuaca dan pola tanam menjadi strategi untuk memastikan bahwaproduktivitas petani dapat dipertahankan secara konsisten. Selain itu, kolaborasiantara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, terutama dalam memetakansentra-sentra produksi yang dapat menjadi tumpuan tambahan ketika terjadipenurunan produksi di wilayah tertentu. Daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Aceh, dan Sumatera Selatan menjadi contoh bagaimanapenguatan infrastruktur pertanian dapat mengubah struktur produksi nasional secarasignifikan. Jika tren seperti ini berlanjut, Indonesia bukan hanya akan mengurangiketergantungan pada impor, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi pemain yang lebih kuat dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. Lebih jauh, keberhasilanini memberi kepercayaan diri bahwa transformasi sistem pangan menujukemandirian bukanlah sesuatu yang utopis. Pemerintah menunjukkan bahwa dengankebijakan yang terarah, intervensi tepat sasaran, dan pemanfaatan teknologi yang progresif, Indonesia mampu mengubah struktur ketergantungan historis menjadipondasi kedaulatan pangan yang lebih kokoh. *) Pengamat Pertanian/Pegiat Tani Desa Maju

Read More

Pemerintah terus Perluas Program MBG melalui Optimalisasi SPPG

Jakarta — Pemerintah melalui berbagai instansi terkait terus mempercepat dan memperluas cakupan Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan langkah strategis berupa optimalisasi jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh pelosok tanah air, termasuk daerah terpencil. Kebijakan ini diharapkan semakin memperkuat upaya pemenuhan gizi, pemberdayaan ekonomi, dan perbaikan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Menurut Menteri Koordinator…

Read More

MBG Jadi Bukti Komitmen Pemerintah Cegah Stunting hingga Malnutrisi

Bali – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ditegaskan sebagai salah satu langkah konkret pemerintah dalam mencegah stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional. Melalui rangkaian sosialisasi di berbagai daerah, termasuk di Wantilan Pura Dalem Sesetan, Gianyar, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan layanan gizi yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis edukasi keluarga. Anggota Komisi…

Read More

Pemerintah Tingkatkan Kualitas Tata Kelola BGN untuk Mengoptimalkan Program MBG

Oleh : Toni Setiawan )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah bukan sekadar kebijakan bantuan pangan, tetapi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Agar tujuan besar ini tercapai, dibutuhkan tata kelola yang kuat, rapi, dan akuntabel. Di sinilah peran Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi kunci sebagai lembaga…

Read More

Serapan Anggaran MBG Capai Rp41,3 Triliun, MBG Jadi Bagian Strategis Wujudkan Pembangunan SDM Unggul

Oleh : Gavin Asadit )* Pemerintah melaporkan realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp41,3 triliun hingga 18 November 2025, atau sekitar 58,2 persen dari pagu APBN 2025 sebesar Rp71 triliun. Angka itu menunjukkan percepatan penyaluran belanja untuk program yang dicanangkan sebagai intervensi nutrisi bagi kelompok rentan dan anak sekolah dalam rangka pembangunan sumber daya…

Read More

Hari HAM Sedunia Diperingati dengan Pendekatan Humanis, Edukatif, dan Menguatkan Empati Publik

JAKARTA – Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember tahun ini di Indonesia berlangsung dengan nuansa yang lebih humanis dan mendalam. Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menggelar penayangan serta bedah film ‘Pangku’, sebuah karya sinema yang mengangkat isu eksploitasi perempuan dalam realitas sosial. Kegiatan ini hadir sebagai ruang refleksi publik agar…

Read More

Edukasi, Dialog, dan Penguatan Nilai Kemanusiaan Warnai Peringatan Hari HAM Sedunia

JAKARTA – Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia tahun ini mengambil pendekatan yang lebih reflektif dan edukatif. Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menggelar penayangan dan bedah film ‘Pangku’ sebagai ruang dialog publik untuk memperdalam nilai kemanusiaan melalui karya sinema. Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pemahaman HAM, terutama terkait isu eksploitasi…

Read More

Pemerintah Menjadikan HAM Panduan Kerja Pembangunan Nasional

Oleh: Landres Octav Pandega *) Peringatan Hari HAM Sedunia, 10 Desember 2025, menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa Indonesia memilih jalur yang konstruktif dan solutif membumikan HAM sebagai panduan kerja negara. Sikap ini tercermin jelas melalui inisiatif Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) HAM Nasional yang digagas Kementerian HAM. Menteri HAM Natalius Pigai menempatkan HAM bukan sekadar wacana normatif, melainkan aset kebijakan yang harus diintegrasikan…

Read More

Di Bawah Presiden Prabowo, Perlindungan HAM Hadir Lebih Tegas dan Menyentuh Rakyat

Oleh : Deka Prasetya )* Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Negara mulai menunjukkan ketegasan dan keberpihakan yang semakin nyata, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini berada di sisi paling rentan. Kebijakan HAM dalam kerangka Asta Cita tidak hanya berhenti pada ranah normatif, tetapi tampil sebagai arah pembangunan nasional yang…

Read More