Target Pemerintah Agar Semua Anak Mendapat Makan Bergizi Gratis pada 2025
Oleh: Indah Prastiwi )* Target ambisius pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkanmakan bergizi gratis pada 2025 mencerminkan tekad kuat negara dalam membangungenerasi yang lebih sehat dan produktif. Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa program ini bukanlah pekerjaan ringan, baik dari sisi kebutuhanlogistik maupun koordinasi lintas lembaga. Namun Presiden menekankan bahwa tantangan tersebut tidak boleh mengurangikomitmen pemerintah dalam memenuhi hak dasar anak atas gizi yang memadai. Presiden bahkan menyampaikan bahwa dana untuk program ini telah disiapkansehingga masyarakat tidak perlu meragukan kesiapan negara dalammerealisasikannya. Keyakinan itu menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwatarget akhir 2025 benar-benar terwujud, terutama bagi jutaan anak yang selama inibelum memperoleh asupan nutrisi optimal. Dalam penjelasannya, Presiden menyampaikan bahwa hambatan pelaksanaan tidakhanya terkait distribusi makanan ke seluruh wilayah, tetapi juga mekanismeadministratif untuk memastikan penyaluran dana berlangsung aman. Pemerintah inginmemastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai pada tujuan, tanpacelah penyalahgunaan. Proses verifikasi dan pengamanan dana memang memerlukan waktu, tetapi pada saatyang sama pemerintah terus mencari cara tercepat dan paling efektif agar seluruh anakbisa segera merasakan manfaat makanan bergizi. Penekanan ini menunjukkankeseriusan pemerintah dalam menjalankan program besar yang dampaknya akanterasa hingga puluhan tahun ke depan. Program makan bergizi gratis memegang peranan strategis dalam memperkuat kualitasSumber Daya Manusia Indonesia. Negara yang bercita-cita menjadi bangsa maju tidakdapat mengabaikan pentingnya kualitas kesehatan dan gizi sebagai pijakan awalpembangunan. Pelaksana tugas Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Nunung Nuryartono, menilai bahwaprogram ini mampu mendorong penurunan stunting secara signifikan. Ia menjelaskanbahwa intervensi gizi yang diberikan secara rutin kepada anak sekolah dapatmemperbaiki kualitas kesehatan sejak usia dini, sekaligus mencegah munculnya kasusstunting baru. Pandangan tersebut menggarisbawahi bahwa program ini bukan sekadarpemberian makanan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk pembangunan manusiaIndonesia. Nunung menerangkan bahwa program yang mulai bergulir resmi pada Januari 2025 itujuga dirancang untuk melibatkan produksi pangan lokal. Dengan memanfaatkan hasilpertanian dan produk UMKM, koperasi, maupun BUMDes, program ini tidak hanyamemperbaiki gizi anak-anak tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah. Konsep ini memperlihatkan bahwa program makan bergizi tidak berdiri sendiri, melainkan memberikan manfaat berlapis bagi masyarakat. Ketika petani dan pelakuusaha lokal terlibat, rantai pasok pangan menjadi lebih kuat dan keberlanjutan program semakin terjamin. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untukmengoptimalkan potensi sumber daya lokal dalam pembangunan nasional. Program ini juga beririsan dengan berbagai regulasi pemerintah sebelumnya, termasukPerpres tentang percepatan penurunan stunting. Intervensi gizi bagi ibu hamil, ibumenyusui, balita, hingga remaja putri tetap berlanjut dan diperkuat. Dengan demikian, program makan bergizi gratis memperluas cakupan intervensi kesehatan yang sudahberjalan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak hulu. Ketika remaja putri mendapatkan penanganan anemia dan dibekali gizi yang baik, mereka akan memasuki fase dewasa dengan kondisi kesehatan yang lebih prima. Ini merupakan langkah penting untuk memutus siklus kurang gizi antargenerasi. Nunung juga menekankan bahwa pelaksanaan program makan bergizi merupakantanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Ia mendorong agar posyandu ikut menjadi ujung tombak dalampengawasan dan distribusi program, mengingat posyandu memiliki kedekatan langsungdengan masyarakat. Komitmen pemerintah dalam memperkuat struktur program ini juga terlihat dari upayamemperkuat Badan Gizi Nasional (BGN) beserta unit pelaksana teknisnya di daerah. Menteri PANRB Rini Widyantini menjelaskan bahwa pemerintah akan menata dan menambah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) sebagai garda terdepanlayanan dan distribusi makan bergizi gratis. Penguatan fungsi KPPG termasuk peningkatan koordinasi dan pengawasan terhadapsatuan pelayanan gizi di tingkat daerah sesuai amanat regulasi terbaru. Langkah inimenjadi penting agar tata kelola program berjalan lebih efektif dan terukur, sehinggamanfaatnya dapat diterima masyarakat secara merata. Pemerintah juga memahami bahwa keberhasilan program sebesar ini memerlukanlandasan regulasi yang kuat. Karena itu, penyusunan aturan lanjutan menjadi bagianintegral dari strategi memperkuat tata kelola. Dengan adanya kerangka regulasi yang jelas, setiap pihak akan memiliki pedoman yang sama dalam menjalankan tugas, mulaidari distribusi bahan pangan hingga pemantauan hasil di lapangan. Ini menegaskanbahwa pemerintah tidak sekadar ingin menjalankan program, tetapi memastikan bahwaprogram tersebut berjalan dengan standar tinggi dan akuntabilitas yang kuat. Target pemerintah untuk memberikan makan bergizi gratis kepada seluruh anakIndonesia pada akhir 2025 bukan sekadar janji politik. Program ini merupakan langkahnyata untuk memastikan masa depan bangsa berada di tangan generasi yang sehatdan kuat. Dengan perencanaan yang matang, pendanaan yang terjamin, sertakoordinasi yang terus diperkuat, pemerintah menunjukkan komitmen penuh dalammenghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.
