Pemerintah Lanjutkan Pembatasan Angkutan Barang di Tol untuk Libur Tahun Baru

Jakarta – Pemerintah mengubah skema pembatasan angkutan barang selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Korlantas Polri sepakat menerapkan pembatasan di jalan tol secara menerus tanpa jeda hingga 4 Januari 2026. Perubahan kebijakan ini merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu…

Read More

Pemerintah Siapkan Layanan Khusus dan Jamin Pasokan BBM Lancar Saat Arus Libur Tahun Baru

Jakarta — Pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan layanan khusus dan memastikan kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM) selama arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat sekaligus mencegah terjadinya gangguan distribusi energi di jalur mudik dan kawasan wisata. Salah satu layanan yang disiagakan adalah…

Read More

Pemerintah Perketat Pengawasan Pasokan Sembako dan Tindak Tegas Manipulasi Harga Jelang Libur Tahun Baru

Oleh : Rachmat Fajar Ramadhan )* Saat momentum libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, isu stabilitas harga dan ketersediaan pangan kembali menjadi perhatian publik. Momentum akhir tahun kerap diiringi peningkatan permintaan bahan pokok yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan manipulasi harga. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu stabilitas pasar, tetapi juga secara langsung menekan daya beli…

Read More

Pemerintah Jaga Ketersediaan BBM, Listrik, dan Pangan Tetap Stabil Selama Periode Libur Akhir Tahun

Oleh: Rustam Khoiruddin (* Periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momentum krusial bagi stabilitassosial dan ekonomi nasional. Mobilitas masyarakat meningkat signifikan, konsumsi energimelonjak, serta kebutuhan pangan cenderung naik. Dalam situasi seperti ini, peran negaramenjadi sangat vital untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), listrik, danpangan tetap terjaga, sekaligus harga tetap terkendali. Tahun ini, pemerintah menunjukkankesiapsiagaan yang patut diapresiasi melalui langkah-langkah terukur dan berbasis data. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa ketahanan energinasional berada dalam kondisi aman selama libur Nataru 2025/2026. Menteri ESDM BahlilLahadalia menegaskan bahwa pasokan BBM cukup untuk memenuhi lonjakan kebutuhanmasyarakat. Ketahanan pertalite atau RON 90 berada di kisaran 19 hari, melampaui batasminimum nasional 17–18 hari. Untuk RON 92, ketahanannya di atas 23 hari, sementara RON 95 bahkan mencapai lebih dari 31 hari. Angka-angka ini mencerminkan perencanaan yang matang dan antisipatif. Tidak hanya bensin, pasokan solar juga berada pada level aman. Solar subsidi CN48 memiliki ketahanan sekitar 15 hari, di atas batas minimum 14 hari. Sementara itu, solar non-subsidi CN53 mencapai sekitar 25 hari. Ketahanan avtur yang berada di atas 29 hari jugamenjadi indikator penting bahwa sektor transportasi udara, yang biasanya padat saat Nataru, tidak akan terganggu oleh persoalan pasokan energi. Di sisi kelistrikan, kondisi nasionaldinyatakan normal dengan ketersediaan bahan baku pembangkit, baik BBM, gas, maupunbatu bara, berada di atas 10 hari. Hal ini memberi rasa aman bagi masyarakat bahwa aktivitasrumah tangga dan ekonomi tetap berjalan tanpa gangguan listrik. Komitmen pemerintah semakin diperkuat oleh pernyataan Wakil Menteri ESDM YuliotTanjung yang menegaskan bahwa kecukupan energi selama Nataru menjadi prioritas utama. Pemerintah tidak menutup mata terhadap potensi gangguan, termasuk dampak bencana alamyang sempat memengaruhi distribusi BBM di sejumlah wilayah. Namun, respons cepatdilakukan dengan pengiriman tambahan pasokan dari Dumai dan Sumatera Barat. Langkahini menunjukkan bahwa negara hadir secara aktif, tidak sekadar reaktif, dalam menjaminkebutuhan dasar masyarakat. Lebih jauh, peningkatan cadangan BBM nasional dari kisaran minimal 18 hari menjadi 24–26 hari patut dipandang sebagai strategi jangka menengah yang cerdas. Kebijakan ini tidakhanya untuk menghadapi Nataru, tetapi juga sebagai antisipasi rangkaian hari besarkeagamaan setelahnya, seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Dengan demikian, stabilitasenergi tidak bersifat musiman, melainkan berkelanjutan. Di sektor pangan, pemerintah juga menunjukkan keseriusan yang sama. Deputi BidangKetersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti KetutAstawa, memastikan bahwa kondisi pasokan dan harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang(PIBC) tetap aman dan terkendali selama Natal dan Tahun Baru. Sebagai pusat distribusiberas terbesar di Indonesia, PIBC menjadi barometer utama pergerakan harga dan pasokannasional. Fakta bahwa aktivitas perdagangan berjalan normal dan kondusif menjadi sinyalpositif bagi stabilitas pangan nasional. Data harga yang disampaikan juga menunjukkan hasil nyata dari pengendalian pemerintah. Harga beras medium rata-rata berada di angka Rp12.300 per kilogram, di bawah HargaEceran Tertinggi (HET) zona 1 sebesar Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, beraspremium berada di kisaran Rp13.700 per kilogram, juga di bawah HET Rp14.900 per kilogram. Kondisi ini membuktikan bahwa pasokan yang cukup dan distribusi yang lancarmampu menahan gejolak harga, sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Upaya menjaga stabilitas tidak berhenti di hilir. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan pentingnya komitmen harga di tingkat grosir. Stabilitas harga di huludinilai akan menciptakan rantai distribusi yang sehat, memberi ruang usaha yang wajar bagipengecer, dan pada saat yang sama melindungi konsumen. Pendekatan ini mencerminkankeseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan masyarakat luas. Ketegasan pemerintah juga terlihat dari sikap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menjelang Nataru, pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET. Penegakan aturan ini didukung oleh kondisi pasokan pangannasional yang sangat mencukupi. Seluruh komoditas strategis dipastikan aman, sehinggatidak ada justifikasi bagi lonjakan harga. Masa imbauan dinyatakan telah berakhir, danpemerintah kini mengedepankan pengawasan ketat serta penindakan langsung di lapangan. Dari perspektif sosial, langkah-langkah ini memiliki dampak yang jauh melampaui aspekteknis. Stabilitas BBM, listrik, dan pangan selama Nataru memberikan rasa aman psikologisbagi masyarakat. Keluarga dapat merayakan hari besar keagamaan dengan tenang, pelakuusaha kecil tetap bisa beraktivitas, dan perekonomian lokal bergerak tanpa tekanan berlebihanakibat fluktuasi harga atau kelangkaan pasokan. Menghadapi masa libur Natal dan Tahun Baru yang identik dengan peningkatan kebutuhan, publik patut memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintah. Data pasokan yang kuat, distribusi yang terjaga, serta pengawasan yang tegas menunjukkan bahwa negara hadir danbekerja untuk rakyat. Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha, stabilitasBBM, LPG, listrik, dan pangan selama Nataru bukan sekadar janji, melainkan realitas yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kepercayaan publik menjadi modal sosial pentingagar upaya menjaga stabilitas ini terus berjalan efektif demi kepentingan bersama. (* Penulis merupakan Pemerhati Sosial

Read More

Penyintas Bencana Sumatera Terbantu, Pemerintah Percepat Pemulihan

Aceh Tamiang – Bantuan pemerintah pusat bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi dan melayani rakyatnya. Berbagai bantuan yang disalurkan dinilai sangat bermakna bagi masyarakat, tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga membangkitkan optimisme dan semangat pemulihan pascabencana. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian mengatakan Kementerian Dalam…

Read More

Presiden Prabowo Kembali Tegaskan Huntara Rampung dalam Sebulan untuk Korban Banjir Sumatera

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi para korban banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Presiden memastikan seluruh Huntara yang telah direncanakan akan rampung dalam waktu satu bulan agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang layak dan aman. Presiden Republik Indonesia Prabowo…

Read More

Pemulihan Bertahap Berbuah Hasil, Akses Listrik dan Transportasi Kembali Menggerakkan Ekonomi Lokal

Oleh: Juana Syahril)* Pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh menunjukkan hasil nyata. Setelah melewati fase darurat yang penuh keterbatasan, perbaikan infrastruktur dasar seperti kelistrikan dan akses transportasi kini mulai mengembalikan denyut kehidupan masyarakat. Pemulihan yang dilakukan secara bertahap ini tidak hanya memulihkan layanan publik, tetapi juga menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi lokal di berbagai wilayah…

Read More

Presiden Prabowo Tegaskan Ketangguhan Nasional Menghadapi Banjir Sumatera

Oleh : Ricky Rinaldi )* Pemerintah menegaskan bahwa ketangguhan nasional dalam menghadapi bencana menjadi prioritas strategis yang tidak dapat ditawar, terutama pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Dalam konteks ini, negara hadir bukan hanya sebagai pemberi bantuan darurat, tetapi sebagai pengelola risiko bencana yang bekerja secara sistematis, terencana, dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut menempatkan keselamatan rakyat…

Read More

Pemulihan Aceh Jadi Agenda Utama, Masyarakat Diminta Waspada terhadap Provokasi Separatis

JAKARTA – Pemerintah terus menguatkan agenda pemulihan Aceh pascabanjir dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus meninjau pemulihan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Digital bersama seluruh ekosistem digital nasional sebagai bentuk gotong royong lintas sektor. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bertujuan mendampingi masyarakat…

Read More

Komitmen Pemulihan Aceh Pasca Bencana Terus Dijaga, Masyarakat Diimbau Waspadai Provokasi

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan Aceh pascabencana dengan mendorong transisi penanganan dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan paling mendesak, seperti air bersih, listrik, layanan kesehatan, hingga pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, saat…

Read More