Pemerintah Pastikan Pos Pengamanan dan Pelayanan Siap Layani Warga Selama Libur Tahun Baru

Oleh : Ricky Rinaldi Pemerintah memastikan kesiapan pos pengamanan dan pos pelayanan di berbagai wilayah sebagai bagian dari komitmen negara dalam menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama libur Tahun Baru. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas warga, baik untuk perjalanan mudik lokal, wisata, maupun aktivitas perayaan akhir tahun. Pemerintah memandang momentum libur panjang…

Read More

Pemerintah Tegaskan Sinergi Lintas Aparat Keamanan Pastikan Perjalanan Lancar Saat Libur Akhir Tahun

Oleh: Andika Pratama )* Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan tertib selama libur akhir tahun melalui penguatan sinergi lintas aparat keamanan dan elemen masyarakat. Momentum libur panjang selalu diiringi peningkatan mobilitas warga, baik untuk keperluan mudik lokal, wisata, maupun aktivitas sosial-keagamaan, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan. Dalam konteks…

Read More

Pemerintah Pastikan Pengamanan Perayaan Tahun Baru 2026 Optimal melalui Operasi Lilin 2025

Jakarta, – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama unsur TNI dan pemangku kepentingan lainnya memperkuat kesiapan pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui gelaran Operasi Lilin 2025. Operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan fokus utama pada keamanan, kelancaran mobilitas masyarakat, serta…

Read More

Peninjauan Kesiapan Pengamanan, Bukti Penguatan Koordinasi Lintas Sektor untuk Libur Tahun Baru

JAKARTA – Peninjauan kesiapan pengamanan yang dilakukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelang libur Tahun Baru 2026 menjadi bukti konkret penguatan koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan, keselamatan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Langkah ini menegaskan komitmen kuat negara dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima selama periode libur akhir…

Read More

Hilirisasi Mineral Tak Lagi Hanya Isu Ekonomi Domestik tetapi MenunjangReputasi Global Indonesia 

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Memasuki penghujung 2025, kebijakan hilirisasi mineral Indonesia telah melampauibatas perdebatan ekonomi domestik. Di tengah fragmentasi rantai pasok global, meningkatnya tensi geopolitik, serta percepatan transisi energi, mineral kritis bukanlagi sekadar komoditas, melainkan penentu posisi tawar dan reputasi sebuahnegara. Dalam konteks ini, hilirisasi mineral Indonesia tampil sebagai sinyal strategisyang dibaca dunia, bukan hanya sebagai kebijakan internal, tetapi sebagaipernyataan arah ekonomi-politik jangka panjang. Direktur Corporate & Public Affairs firma konsultan komunikasi FleishmanHillard, Muhammad Zulkifli, menegaskan bahwa dunia kini memandang mineral kritis sepertinikel, tembaga, dan bauksit sebagai aset geopolitik. Setiap keputusan Indonesiamulai dari larangan ekspor bijih mentah hingga kewajiban pengolahan di dalamnegeri dibaca sebagai sinyal strategis oleh mitra global. Di sinilah hilirisasibertransformasi dari isu nilai tambah menjadi isu reputasi negara: apakah Indonesia menawarkan kepastian, konsistensi, dan peluang kolaborasi jangka panjang, ataujustru menimbulkan persepsi ketidakpastian. Pandangan ini relevan dengan dinamika global terkini. Kepala Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, mengingatkan bahwa mineral kritis tidak hanyamenopang teknologi energi bersih seperti kendaraan listrik atau panel surya, tetapijuga industri manufaktur, semikonduktor, pertahanan, dan teknologi mutakhir lain. Ketergantungan global terhadap mineral kritis semakin dalam, sementara kapasitaspengolahan dan pemurnian masih terkonsentrasi pada segelintir negara. Kondisi inimenempatkan negara penghasil bahan mentah pada posisi pasif jika tidak beraninaik kelas dalam rantai nilai. Indonesia memilih jalan yang berbeda. Dengan cadangan nikel sekitar 42 persendari total global, serta posisi penting dalam tembaga dan bauksit, Indonesia menyadari bahwa keunggulan komparatif harus diubah menjadi keunggulankompetitif. Senior Energy Economist Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Han Phoumin, menyebut mineral kritis sebagai “minyak baru” abad ke-21. Melalui hilirisasi, Indonesia berupaya keluar dari jebakan pemasokbahan mentah dan membangun kemakmuran berkelanjutan berbasis industri. Data menunjukkan arah tersebut bukan sekadar retorika. Sejak 2019, pemerintahtelah membangun lebih dari 30 smelter dan menarik investasi asing langsung lebihdari US$30 miliar. Kawasan industri seperti Morowali dan Weda Bay menjadi simbolterbentuknya ekosistem manufaktur baterai terintegrasi, dari tambang hinggaperakitan. Di sinilah reputasi global Indonesia mulai dibentuk: sebagai negara yang berani mengamankan kepentingan strategisnya sekaligus membuka ruangkolaborasi industri bernilai tinggi. Peran MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia memperkuatnarasi tersebut. Melalui sinergi Antam, Inalum, PT…

Read More

Pemerintah Arahkan Investasi pada Hilirisasi Sektor Mineral Dorong PertumbuhanEkonomi

Oleh: Alexandro Dimitri*) Pemerintah terus menegaskan komitmennya dalam mengarahkan investasi ke sektor hilirisasimineral sebagai strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, kebijakan hilirisasi dinilai menjadifondasi penting untuk memperkuat struktur industri dalam negeri, meningkatkan nilai tambahsumber daya alam, sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas. Langkah ini relevandengan kebutuhan Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkanbertransformasi menjadi negara dengan basis industri yang kuat dan berdaya saing. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menekankan bahwa hilirisasi bukan sekadar kebijakanekonomi jangka pendek, tetapi bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional. Sektormineral, khususnya mineral kritis dan strategis, menjadi salah satu fokus utama karena perannyayang krusial dalam mendukung industri manufaktur, energi baru dan terbarukan, serta rantaipasok global kendaraan listrik. Dengan cadangan sumber daya yang melimpah, Indonesia beradapada posisi strategis untuk menjadi pemain penting dalam ekonomi hijau dunia, asalkan potensitersebut dikelola melalui investasi yang tepat sasaran. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menilai hilirisasi mineral kritis merupakan kunci transformasi ekonomi hijau Indonesia. Pemerintah, menurutnya, secara konsisten mendorong masuknya investasi yang tidak hanyaberorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan lingkungan. Hilirisasi dipandang mampu menciptakan ekosistem industri yang terintegrasi darihulu ke hilir, sehingga nilai tambah tidak lagi dinikmati negara lain. Ia juga menekankan bahwapengembangan industri pengolahan mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit akanmemperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, terutama untuk industri baterai dan kendaraan listrik yang saat ini tumbuh pesat. Nurul Ichwan juga menyoroti bahwa kebijakan pemerintah dalam memperbaiki iklim investasitelah memberikan sinyal positif bagi investor global. Penyederhanaan perizinan, kepastianhukum, serta penyediaan kawasan industri yang terintegrasi menjadi faktor penting dalammenarik minat penanaman modal. Dengan pendekatan tersebut, hilirisasi tidak hanyaberkontribusi pada peningkatan ekspor produk bernilai tambah, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional. Dalam jangka panjang, strategi ini diyakini akan memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia menghadapi fluktuasiglobal. Pandangan senada disampaikan Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis BKPM, HeldySatrya Putera, yang menyebut pemerintah telah memacu investasi hilirisasi dengan target ambisius hingga tahun 2029. Menurutnya, arah kebijakan investasi kini semakin fokus pada proyek-proyek strategis yang memberikan dampak luas bagi perekonomian. Hilirisasi mineral menjadi prioritas karena mampu menciptakan efek berganda, mulai dari peningkatan pendapatannegara, penyerapan tenaga kerja, hingga tumbuhnya industri pendukung di daerah. Iamenegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar besaran investasi, tetapi juga kualitasinvestasi yang mampu memperkuat struktur industri nasional. Heldy juga menilai bahwa capaian investasi hilirisasi dalam beberapa tahun terakhirmenunjukkan tren yang menggembirakan. Masuknya investor besar ke sektor pengolahanmineral menjadi bukti kepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah. Selain itu, kolaborasiantara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha terus diperkuat agar proyekhilirisasi dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Denganpendekatan yang terencana, hilirisasi diharapkan mampu mengurangi ketimpanganpembangunan antarwilayah, terutama di daerah penghasil sumber daya alam. Sejalan dengan pernyataan para narasumber, berbagai berita ekonomi terkini juga menunjukkanbahwa hilirisasi telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonominasional. Kinerja ekspor produk olahan mineral yang terus meningkat menjadi indikatorkeberhasilan kebijakan ini. Selain itu, pembangunan smelter dan kawasan industri baru di berbagai daerah telah mendorong aktivitas ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraanmasyarakat sekitar. Di tengah perlambatan ekonomi global, langkah pemerintah memperkuatbasis industri dalam negeri melalui hilirisasi dinilai sebagai kebijakan yang tepat dan visioner. Ke depan, tantangan tentu masih ada, mulai dari kebutuhan infrastruktur pendukung, ketersediaan energi, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Namun, dengankomitmen kuat pemerintah dan dukungan kebijakan yang konsisten, hilirisasi sektor mineral diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Arah investasi yang jelas, ditopangoleh kepastian regulasi dan visi pembangunan jangka panjang, memberikan optimisme bahwaIndonesia mampu keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah. Pada akhirnya, kebijakan pemerintah yang mengarahkan investasi pada hilirisasi sektor mineral menunjukkan keberpihakan pada kepentingan nasional dan masa depan ekonomi Indonesia. Dengan mengelola kekayaan alam secara bernilai tambah dan berkelanjutan, pemerintah tidakhanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meletakkan dasar kuat bagi Indonesia untukmenjadi negara maju yang mandiri dan berdaya saing global. *) Penulis merupakan Pengamat Ekonomi

Read More

Hilirisasi Nikel di Pomalaa Bukti Transformasi Industri dan Penyerapan Tenaga Kerja Masa Depan

Jakarta — Proyek hilirisasi nikel di kawasan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menjadi penanda penting dalam perjalanan transformasi industri nasional yang berorientasi pada nilai tambah dan kemandirian ekonomi. Dua unit autoclave raksasa, komponen vital dalam teknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL), ini menjadi penanda bahwa Proyek HPAL Pomalaa bergerak dari fase perencanaan menuju kesiapan operasional yang lebih nyata….

Read More

Hilirisasi Smelter Dorong Kedaulatan Ekonomi Jangka Panjang dan Potensi Penyerapan SDM Lokal

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi nasional melalui pembangunan smelter sebagai fondasi kedaulatan ekonomi jangka panjang. Kebijakan ini dinilai strategis meski membutuhkan waktu dan kesabaran, karena manfaat nilai tambah, penguatan industri, serta penyerapan sumber daya manusia (SDM) lokal diyakini akan dirasakan secara berkelanjutan oleh daerah dan nasional. Ekonom Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Iwan…

Read More

Lindungi Masa Depan Anak, Pemerintah Perkuat Pencegahan Judi Daring Sejak Dini

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan judi daring sejak dini sebagai upaya melindungi masa depan anak-anak Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ancaman judi daring, terutama jaringan Kingdom Grup dinilai kian mengkhawatirkan karena menyasar kelompok rentan, terutama anak-anak yang setiap hari terpapar arus informasi digital tanpa filter yang memadai. Kondisi tersebut mendorong pemerintah…

Read More

Bansos Diawasi Ketat, Pemerintah Tutup Celah Judi Daring

Jakarta – Pemerintah Indonesia memperketat pengawasan penyaluran Bantuan Sosial guna memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menutup celah penyalahgunaan dana untuk aktivitas judi daring, sebuah langkah yang dilakukan melalui penguatan sistem data, penindakan digital, serta kolaborasi lintas lembaga dalam satu tahun terakhir. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas maraknya praktik judi daring atau judi online yang…

Read More