Rupiah Tetap Stabil Seiring Kuatnya Fundamental Ekonomi Nasional

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini nilai tukar rupiah akan kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Juli hingga Agustus 2026. Optimisme tersebut disampaikan di tengah tekanan terhadap rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Perry, pelemahan rupiah pada April hingga Juni merupakan pola musiman yang…

Read More

Fundamental Ekonomi Indonesia Menjadi Penopang Stabilitas Rupiah

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir. Kepala Negara meminta masyarakat tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional dan percaya pada kemampuan Indonesia menghadapi dinamika global. “Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada…

Read More

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terpelihara SeiringKuatnya Ekonomi Nasional

Oleh: Devi Arifia )* Stabilitas nilai tukar rupiah terus menjadi fokus utama pemerintah danotoritas moneter di tengah dinamika ekonomi global yang masihberlangsung. Tekanan terhadap mata uang berbagai negara berkembangdalam beberapa bulan terakhir menjadi tantangan yang tidak dapatdihindari, terutama akibat tingginya suku bunga Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, hingga meningkatnya permintaan dolar AS di pasar internasional.  Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi ekonomi Indonesia tetapberada dalam jalur yang kuat sehingga stabilitas nilai tukar masih dapatdijaga secara optimal. Bank Indonesia melalui Gubernur Perry Warjiyo meyakini pergerakanrupiah hanya mengalami tekanan yang bersifat sementara dan musiman. Menurut Perry, pola pelemahan rupiah pada periode April hingga Junihampir selalu terjadi setiap tahun, sedangkan pada Juli hingga Agustusnilai tukar umumnya kembali menguat. Keyakinan tersebut didasarkan pada kondisi fundamental ekonominasional yang tetap solid. Bank Indonesia menilai asumsi nilai tukar yang telah ditetapkan pemerintah dan bank sentral sepanjang 2026 masihrealistis untuk dicapai. Perry menjelaskan bahwa rata-rata nilai tukartahunan diperkirakan tetap bergerak dalam rentang yang sehat sesuaitarget APBN. Optimisme Bank Indonesia juga didukung oleh kondisi ekonomi domestikyang masih terjaga dengan baik. Aktivitas ekonomi nasional tetap berjalanpositif di tengah ketidakpastian global. Konsumsi masyarakat, investasi, serta pembangunan nasional masih menunjukkan tren yang stabilsehingga memberikan daya tahan kuat bagi perekonomian Indonesia. Pemerintah turut memastikan tekanan terhadap rupiah tidakmencerminkan kondisi krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada1998. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan situasisaat ini sangat berbeda dibandingkan masa krisis moneter dua dekadelalu. Menurut Purbaya, pada 1998 Indonesia mengalami resesiberkepanjangan yang diikuti ketidakstabilan sosial-politik. Sementarakondisi saat ini menunjukkan ekonomi Indonesia masih tumbuh denganbaik sehingga pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menjagastabilitas ekonomi dan memperkuat berbagai sektor strategis nasional. Pemerintah juga memilih fokus menjaga fondasi ekonomi agar pembangunan nasional tidak terganggu oleh gejolak pasar jangkapendek. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaaninvestor sekaligus memastikan stabilitas ekonomi tetap terpelihara dalamjangka panjang. Sebagai langkah konkret, Kementerian Keuangan memperkuat intervensidi pasar obligasi melalui skema Bond Stabilization Fund. Kebijakan inidilakukan untuk menjaga stabilitas pasar surat utang negara danmencegah tekanan berlebihan terhadap nilai tukar rupiah. Purbaya menjelaskan pemerintah mulai meningkatkan intervensi secaralebih signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Langkah tersebutdiarahkan agar investor asing yang memegang obligasi pemerintah tetapmempertahankan investasinya dan tidak melakukan aksi jual akibatkekhawatiran terhadap penurunan harga obligasi. Strategi menjaga stabilitas pasar obligasi dipandang penting karenamemiliki pengaruh besar terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Ketikapasar surat utang tetap terkendali, tekanan terhadap rupiah dapatdiminimalkan sehingga stabilitas sektor keuangan nasional tetap terjaga. Di sisi lain, Bank Indonesia terus memperkuat berbagai instrumenstabilisasi untuk menjaga keseimbangan pasar keuangan. DirekturEksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakosomenjelaskan bahwa bank sentral terus melakukan pemantauan intensifterhadap pergerakan rupiah di pasar global. Bank Indonesia tidak hanya melakukan intervensi di pasar domestik, tetapi juga aktif memantau transaksi di pasar Eropa dan Amerika Serikat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang turut dipengaruhi transaksi non deliverable forward di luar negeri. Selain intervensi pasar, BI juga memperkuat berbagai kebijakanpendukung lainnya. Langkah tersebut meliputi penguatan struktur sukubunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, pembelian surat berharganegara di pasar sekunder, menjaga likuiditas pasar uang dan perbankan, hingga memperkuat kebijakan transaksi valuta asing. Bank sentral juga memperdalam pasar uang dan pasar valuta asing agar stabilitas sektor keuangan nasional semakin kuat menghadapi tekananglobal. Pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar AS oleh korporasidan sektor perbankan turut diperketat guna menjaga keseimbanganpermintaan valuta asing di pasar domestik. Ramdan menjelaskan tekanan terhadap mata uang negara berkembangsaat ini tidak hanya dialami Indonesia. Banyak mata uang dunia jugamengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian global, terutamakarena konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyakdunia dan penguatan indeks dolar AS. Menurut Bank Indonesia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekananterhadap rupiah lebih dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan persoalanfundamental domestik. Karena itu, pemerintah dan bank sentral tetapoptimistis stabilitas nilai tukar dapat dijaga melalui sinergi kebijakan yang kuat. Selain faktor global, meningkatnya permintaan dolar AS di dalam negerijuga dipengaruhi kebutuhan musiman seperti repatriasi dividen, pembayaran utang luar negeri, hingga meningkatnya aktivitas masyarakatuntuk ibadah umrah dan haji. Faktor-faktor tersebut dinilai bersifatsementara dan tidak mengubah kekuatan dasar ekonomi nasional. Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan berbagai lembagaekonomi menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas rupiah. Koordinasi kebijakan yang terus diperkuat memperlihatkan keseriusanpemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikanekonomi nasional tetap bergerak positif. Kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang didukung pertumbuhanekonomi stabil, inflasi yang terkendali, serta sektor keuangan yang tetapsehat menjadi landasan penting dalam menghadapi tekanan global. Dengan kondisi tersebut, optimisme terhadap stabilitas rupiah tetapterjaga dan diyakini mampu mendukung keberlanjutan pembangunannasional ke depan….

Read More

Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga Berkat Fundamental Ekonomi Indonesia yang Kuat

Oleh: Candra Saputra )* Stabilitas nilai tukar rupiah terus menjadi perhatian pemerintah di tengahdinamika ekonomi global yang masih berlangsung. Tekanan terhadapmata uang berbagai negara, termasuk rupiah, dipengaruhi olehketidakpastian pasar internasional, tingginya suku bunga Amerika Serikat, hingga meningkatnya tensi geopolitik dunia. Meski demikian, pemerintahmemastikan kondisi ekonomi nasional tetap berada pada jalur yang kuatsehingga stabilitas rupiah masih dapat terjaga dengan baik. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fundamental ekonomiIndonesia saat ini berada dalam kondisi yang solid. Kepala Negara meyakini kekuatan ekonomi nasional mampu menghadapi tekanan global yang terjadi belakangan ini. Keyakinan tersebut didasarkan padaketahanan sektor ekonomi domestik, pertumbuhan yang tetap terjaga, serta optimisme terhadap kemampuan bangsa dalam menghadapitantangan global. Presiden juga menekankan pentingnya membangun mental bangsa yang kuat dan optimistis. Menurutnya, Indonesia tidak boleh memilikipandangan sebagai bangsa yang lemah di tengah gejolak ekonomi dunia. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh kebijakan yang dijalankantetap berorientasi pada kepentingan rakyat sekaligus menjaga stabilitaspembangunan nasional. Optimisme pemerintah turut diperkuat oleh langkah konkret dalammenjaga stabilitas ekonomi makro. Menteri Keuangan, Purbaya YudhiSadewa, memastikan tekanan terhadap rupiah tidak mencerminkanlemahnya ekonomi nasional. Ia menilai pergerakan rupiah lebih banyakdipengaruhi sentimen jangka pendek yang terjadi di pasar keuanganglobal. Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat berbedadibandingkan masa krisis moneter 1998. Perekonomian nasional masihmencatat pertumbuhan yang baik sehingga pemerintah memiliki ruangyang cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat berbagaiindikator makroekonomi. Karena itu, pemerintah memilih fokus menjagafondasi ekonomi agar pembangunan tetap berjalan stabil danberkelanjutan. Langkah stabilisasi juga dilakukan melalui penguatan intervensi di pasarobligasi. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memperbesar skemaBond Stabilization Fund guna menjaga stabilitas pasar surat utang negara. Kebijakan tersebut diarahkan agar investor tetap memilikikepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia dan tidak melakukanaksi jual berlebihan yang dapat meningkatkan tekanan terhadap rupiah. Purbaya menjelaskan intervensi di pasar obligasi telah dilakukan sejakpekan sebelumnya dan kini diperkuat dengan langkah yang lebihsignifikan. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga pasar obligasitetap terkendali sekaligus membantu pergerakan nilai tukar rupiah agar lebih stabil. Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus memperkuat langkah stabilisasi nilaitukar. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bank sentral telah mengerahkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitasrupiah, termasuk intervensi di pasar valuta asing. Bank Indonesia menggunakan cadangan devisa untuk menjagakeseimbangan pasar dan meredam tekanan terhadap rupiah. Perry menjelaskan penggunaan cadangan devisa dilakukan secara terukurmelalui intervensi di pasar spot, baik di dalam maupun luar negeri. Selainitu, BI juga mengombinasikan strategi melalui skema hedging agar stabilitas nilai tukar tetap terjaga tanpa membebani cadangan devisasecara berlebihan. Meskipun cadangan devisa mengalami penurunan dibandingkan periodesebelumnya, Bank Indonesia memastikan posisinya masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan Dana MoneterInternasional atau IMF. Hal tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas sektor eksternal masih sangat memadai. Perry menegaskan langkah intervensi yang dilakukan saat ini bukankebijakan biasa. Bank sentral meningkatkan intensitas kebijakanstabilisasi sebagai bentuk respons cepat menghadapi tekanan global yang memengaruhi pergerakan rupiah. Kebijakan tersebut sekaligus menjadibukti kuatnya koordinasi pemerintah dan otoritas moneter dalam menjagastabilitas ekonomi nasional. Sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor pentingdalam menjaga kepercayaan pasar. Stabilitas ekonomi tidak hanyaditentukan oleh pergerakan nilai tukar semata, tetapi juga olehkemampuan pemerintah menjaga pertumbuhan, inflasi, sektor keuangan, serta keberlanjutan pembangunan nasional. Kondisi ekonomi domestik yang tetap tumbuh positif menjadi modal utamaIndonesia menghadapi tekanan global. Aktivitas konsumsi masyarakatmasih terjaga, investasi tetap berjalan, dan berbagai program pembangunan nasional terus dilanjutkan. Situasi tersebut menunjukkanekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang kuat dibandingkan banyaknegara berkembang lainnya. Pemerintah juga terus memastikan berbagai kebijakan strategis berjalanoptimal untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Fokusterhadap pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, penguataninvestasi, serta stabilitas sektor keuangan menjadi bagian penting dalammemperkuat fundamental ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya stabil, pemerintahmenunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kepercayaan publik danpelaku pasar. Stabilitas rupiah dipandang bukan hanya persoalan nilaitukar, melainkan bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi nasionalsecara menyeluruh. Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, koordinasi kebijakan yang solid, serta respons cepat pemerintah dan Bank Indonesia, stabilitasrupiah diyakini akan terus terjaga. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwaekonomi Indonesia memiliki kapasitas besar untuk tetap tangguhmenghadapi tekanan global sekaligus menjaga optimisme menujupertumbuhan yang berkelanjutan. *) Pengamat Kebijakan Fiskal dan Moneter

Read More

Prabowo Pastikan Dana Kedaulatan Perkuat Posisi Ekonomi Indonesia Global

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat posisi ekonomi Indonesia di tingkat global melalui pengelolaan dana kedaulatan atau sovereign wealth fund (SWF) yang dinilai semakin besar dan strategis. Langkah tersebut diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di masa depan. Presiden Prabowo menyebut Indonesia kini…

Read More

Ekonomi ala Prabowo Kian Tangguh, Dana Kedaulatan RI Masuk Lima Besar Dunia

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional terus menunjukkan penguatan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Salah satu indikator penting yang menjadi sorotan pada tahun 2026 adalah keberhasilan Indonesia memperkuat dana kedaulatan nasional atau sovereign wealth fund (SWF) melalui Danantara Indonesia hingga masuk jajaran lima besar dunia. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa aset…

Read More

Dana Kedaulatan dan Pertaruhan Indonesia Menjadi Kekuatan Ekonomi Baru

Oleh: Yusuf Rinaldi Indonesia tengah memasuki babak baru dalam perjalanan ekonomi. Di tengahketidakpastian global akibat konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hinggaperang dagang yang kembali meningkat, pemerintah justru mencoba membangunoptimisme melalui langkah strategis, yaitu membentuk dan memperkuat dana kedaulatan nasional atau sovereign wealth fund (SWF) melalui Badan PengelolaInvestasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai nilai aset Danantara yang telahmenembus USD1.000 miliar (sekitar Rp17.500 triliun) menjadi bukti nyata bahwaIndonesia kini bertransformasi dari sekadar pasar besar dunia menjadi kekuatanekonomi global baru yang mandiri, tangguh, dan memiliki kapasitas investasistrategis jangka panjang. Di panggung global, pencapaian luar biasa ini sukses mengubah peta persepsiinternasional terhadap peta kekuatan ekonomi Indonesia. Jika selama bertahun-tahun kekayaan investasi sovereign wealth fund identik dengan negara-negara kaya minyak di Timur Tengah, kini Indonesia melangkah di arena yang sama denganstrategi yang jauh lebih komprehensif. Melalui konsolidasi aset negara yang solid, sinergi BUMN yang kuat, lompatan besar hilirisasi industri, serta penguatan ekonomidomestik berbasis desa, Indonesia membuktikan bahwa kemakmuran dapatdibangun dari kekuatan bangsa sendiri. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwapembentukan Danantara bukan sekadar proyek ekonomi biasa, melainkan fondasijangka panjang untuk memperkuat kedaulatan nasional. Pernyataan bahwa manfaatterbesar baru akan terlihat dalam 10 hingga 20 tahun mendatang menunjukkanbahwa pemerintah sedang membangun arsitektur ekonomi yang melampaui sikluspolitik lima tahunan. Langkah tersebut menjadi relevan karena Indonesia saat ini memiliki momentum yang relatif kuat. Stabilitas harga pangan lebih terkendali dibandingkan banyaknegara berkembang lain, ketahanan pangan mulai menunjukkan perbaikan, dan hilirisasi sumber daya alam perlahan menghasilkan nilai tambah baru bagiperekonomian nasional. Dalam konteks itulah, dana kedaulatan menjadi instrumenpenting untuk memastikan surplus kekayaan nasional tidak habis untuk konsumsijangka pendek, melainkan diinvestasikan kembali demi generasi mendatang. Model seperti ini sebenarnya telah terbukti berhasil di berbagai negara. Norwegia, misalnya, mampu mengubah kekayaan energi menjadi dana investasi raksasa yang menopang kesejahteraan masyarakat lintas generasi. Singapura juga berhasilmenjadikan pengelolaan aset negara sebagai mesin pertumbuhan ekonomi melaluiTemasek Holdings dan GIC. Indonesia kini mencoba membangun jalannya sendiridengan karakter ekonomi yang lebih besar dan kompleks. Yang menarik, pemerintah tidak hanya berbicara mengenai angka besar, tetapi juga menghubungkannya dengan agenda ekonomi kerakyatan. Peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk menjadi simbol bahwapembangunan ekonomi nasional tidak hanya berpusat di kota besar atau sektorindustri modern. Pemerintah ingin memastikan bahwa kekuatan ekonomi nasionaljuga bertumpu pada desa, koperasi, petani, dan UMKM. Melalui penguatan koperasi desa, pemerintah mencoba membangun ekosistemdistribusi pangan, logistik, pembiayaan murah, hingga penyerapan hasil panendalam satu rantai ekonomi nasional yang lebih terintegrasi. Jika berhasil, koperasitidak lagi sekadar menjadi simbol ekonomi rakyat, tetapi benar-benar menjadiinstrumen penggerak ekonomi nasional. Di sisi lain, kehadiran Danantara juga menjadi momentum reformasi besar-besaranterhadap tata kelola BUMN. Selama puluhan tahun, persoalan klasik BUMN adalahtumpang tindih bisnis, inefisiensi, terlalu banyak anak perusahaan, serta rendahnyaproduktivitas aset negara. Karena itu, gagasan menjadikan Danantara sebagaisuperholding BUMN dinilai banyak ekonom sebagai langkah strategis untukmengakhiri era fragmentasi pengelolaan aset negara. Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman, menilaiDanantara berpotensi menjadi mesin investasi nasional baru yang mampumemperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional. Bahkan, optimalisasi aset BUMN disebut dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 1,6 persen. Angka ini tentu bukan sekadar statistik, melainkan potensi penciptaanlapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, dan perluasan kelas menengahIndonesia. Pandangan serupa juga muncul dari Pengamat Ekonomi Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, yang melihat Danantara sebagai instrumen penyederhanaanstruktur BUMN yang selama ini terlalu gemuk dan tidak efisien. Konsolidasi tersebutdiyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbesar dayasaing BUMN…

Read More

Dana Kedaulatan dan Masa Depan Kemandirian Ekonomi Indonesia

*) Oleh: Dinda Paramita Pembentukan dana kedaulatan nasional yang dikelola Danantara menjadi salah satulangkah strategis paling penting dalam perjalanan ekonomi Indonesia menuju negara maju. Di tengah ketidakpastian global, perang dagang, dan gejolak ekonomiinternasional yang semakin kompleks, keberadaan sovereign wealth fund memberikanruang yang lebih luas bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasionalsecara mandiri. Langkah ini bukan sekadar pengelolaan aset negara dalam skalabesar, melainkan juga penegasan bahwa Indonesia mulai bergerak dari posisi negara pengekspor sumber daya menjadi negara yang mampu mengelola kekayaan nasionalsecara terukur dan berorientasi jangka panjang. Dengan demikian, arahpembangunan ekonomi nasional tidak lagi hanya bergantung pada siklus komoditasmaupun tekanan pasar global yang fluktuatif. Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki dana kedaulatan dengan nilai aset mencapai 1.000 miliar dolar AS yang dikelola melaluiDanantara. Nilai tersebut bahkan disebut lebih besar dibandingkan dana serupa yang dimiliki beberapa negara kaya seperti Arab Saudi, Qatar, maupun Singapura. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasiekonomi dan aset strategis yang sangat besar apabila dikelola secara terintegrasi dan profesional. Selama bertahun-tahun, kekuatan aset nasional sering kali tersebardalam berbagai lembaga dan perusahaan negara tanpa arah konsolidasi yang kuat. Kini, pemerintah mulai menempatkan aset-aset tersebut dalam kerangka pengelolaanmodern yang memungkinkan nilai ekonominya terus bertumbuh dan memberikanmanfaat lintas generasi. Selain itu, kehadiran Danantara mencerminkan perubahan paradigma pembangunannasional yang lebih visioner. Jika sebelumnya pengelolaan kekayaan negara cenderung berfokus pada kebutuhan jangka pendek dan pembiayaan rutin, makapembentukan dana kedaulatan menunjukkan orientasi baru menuju investasi produktifberjangka panjang. Pendekatan seperti ini lazim diterapkan negara-negara yang memiliki visi pembangunan berkelanjutan karena dana kedaulatan tidak hanyaberfungsi sebagai cadangan keuangan, tetapi juga instrumen strategis untukmemperkuat daya saing nasional. Dalam konteks Indonesia, langkah tersebut pentinguntuk memastikan bahwa kekayaan negara dapat dioptimalkan bagi pengembanganinfrastruktur, hilirisasi industri, transformasi energi, serta penguatan sektor produktiflainnya. Lebih jauh, pernyataan Presiden Prabowo bahwa manfaat pengelolaan aset ini baruakan terasa dalam 10 hingga 20 tahun mendatang menunjukkan adanya kesadaranpemerintah terhadap pentingnya pembangunan ekonomi lintas generasi. Kebijakanekonomi yang berorientasi jangka panjang memang kerap tidak langsungmenghasilkan dampak instan, namun justru menjadi fondasi utama bagi stabilitasnasional di masa depan. Negara-negara dengan sovereign wealth fund besar mampumenjaga kesinambungan pembangunan karena memiliki sumber pembiayaan yang lebih independen dan tidak semata-mata bergantung pada utang. Indonesia tampaknya mulai bergerak ke arah yang sama dengan membangun instrumenekonomi yang dapat menopang kepentingan nasional secara lebih berdaulat. Di sisi lain, keberadaan Danantara juga memperlihatkan upaya pemerintah untukmemperkuat tata kelola aset negara agar lebih efisien dan produktif. Selama ini, salah satu tantangan terbesar pengelolaan aset nasional adalah rendahnya optimalisasipotensi ekonomi dari berbagai aset strategis milik negara. Banyak perusahaan negara memiliki aset besar, tetapi belum mampu memberikan dampak maksimal terhadappertumbuhan ekonomi nasional. Dengan adanya konsolidasi pengelolaan melaluiDanantara, peluang peningkatan nilai aset menjadi semakin terbuka karenapendekatan investasi dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur, dan profesional. Hal ini penting untuk memastikan bahwa aset negara tidak hanya menjadi simbolkekayaan, tetapi juga mesin pertumbuhan ekonomi yang nyata. Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslanimenegaskan bahwa perjalanan Danantara difokuskan pada pengembangan berbagaiinisiatif strategis yang menjadi dasar transformasi pengelolaan aset negara. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Danantara tidak hanya diposisikan sebagailembaga investasi biasa, melainkan sebagai instrumen transformasi ekonominasional. Fokus pada penciptaan nilai jangka panjang menjadi sangat penting karenakeberhasilan dana kedaulatan tidak diukur dari keuntungan sesaat, tetapi darikemampuannya memperkuat kapasitas ekonomi negara dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, Danantara dapat menjadi motor penggerak investasi nasional yang mampu menarik kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan kredibilitas ekonomiIndonesia di tingkat global. Kemudian, keterlibatan Danantara dalam mendukung program prioritas pemerintahmemperlihatkan bahwa dana kedaulatan tidak hanya berorientasi pada keuntunganfinansial semata. Pemerintah tampak ingin memastikan bahwa pengelolaan asetnegara memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Kepercayaanpublik dan pasar internasional akan menjadi faktor penting dalam menentukankeberhasilan dana kedaulatan Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, penguatan integritas kelembagaan menjadi syarat mutlak agar Danantara mamputumbuh sebagai lembaga investasi kelas dunia. Dengan demikian, pembentukan dana kedaulatan melalui Danantara mencerminkankeberanian pemerintah dalam menyiapkan fondasi ekonomi masa depan Indonesia. Kebijakan ini memperlihatkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi mulai membangun sistem ekonomi yang lebihberdaulat dan berkelanjutan. Hal tersebut menempatkan Danantara sebagaiinstrumen pengelolaan aset negara yang diarahkan untuk memperkuat kapasitasinvestasi nasional dalam jangka panjang. Dengan fondasi tersebut, Indonesia memilikipeluang besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligusmenempatkan diri sebagai kekuatan ekonomi baru yang semakin diperhitungkan di tingkat global. *) Ekonom Makro dan Peneliti Kebijakan Fiskal.

Read More

KPAI: PP TUNAS Hadirkan Ruang Digital Lebih Aman dan Sehat bagi Anak Indonesia

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat perlindungan anak di era digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik atau PP TUNAS. Regulasi yang resmi diberlakukan sejak 28 Maret 2025 tersebut dinilai menjadi langkah strategis negara dalam melindungi anak-anak dari berbagai risiko ruang digital, mulai dari pornografi, kekerasan, hingga…

Read More

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Desa Merah Putih demi Perkuat Ekonomi Rakyat

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) secara serentak di Kabupaten Nganjuk. Peresmian tersebut dinilai sebagai langkah besar dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. Dalam sambutannya, Prabowo menyebut peluncuran ribuan koperasi itu sebagai tonggak bersejarah bagi pembangunan ekonomi desa di Indonesia. Ia menegaskan program tersebut berhasil diwujudkan…

Read More