Penanganan Kasus Pajak Jadi Momentum, Pemerintah Tegaskan Komitmen Zero Tolerance terhadap Korupsi

Oleh: Anshar Kurniawan (* Penanganan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) patut dilihat sebagai momentum penting dalam memperkuat agenda pemberantasan korupsi nasional. Kasus ini bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum oleh individu, melainkan ujian serius terhadap integritas institusi yang memegang peran vital dalam menopang keuangan negara….

Read More

Pemerintah Ajak Masyarakat Aktif Lapor Pemerasan, Dorong Budaya Anti Korupsi di Sektor Pajak

Oleh : Jefrie Amran Affandi )* Pemerintah terus memperkuat komitmen pemberantasan korupsi dengan mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk pemerasan, khususnya yang terjadi di sektor perpajakan. Ajakan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun sistem pajak yang bersih, adil, dan berintegritas. Praktik pemerasan yang melibatkan oknum aparat pajak tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencederai kepercayaan…

Read More

PSN Perkokoh Fondasi Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Papua Pegunungan

Papua Pegunungan- Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua sebagai bagian dari agenda besar pemerataan pembangunan nasional. Di wilayah Papua Pegunungan, PSN sektor pangan dinilai menjadi pilar penting dalam memperkokoh fondasi kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat secara berkelanjutan. PSN di Papua Pegunungan diarahkan tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan…

Read More

PSN di Papua Pegunungan Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pangan

WAMENA – Pemerintah terus mempercepat pembangunan berkelanjutan di wilayah Papua Pegunungan melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor pangan. Program ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi beras, tetapi juga membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses, PSN hadir sebagai instrumen kebijakan yang menjawab kebutuhan…

Read More

PSN Mempercepat Kemandirian Papua dalam Kerangka Pembangunan Nasional

Oleh: Samuel Yikwa )* Program Strategis Nasional (PSN) di Papua merupakan manifestasi nyata kehadiran negara dalam memastikan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat hingga ke wilayah paling timur Indonesia. PSN dirancang sebagai instrumen kebijakan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi Papua melalui penguatan infrastruktur, pengembangan kawasan pangan, serta peningkatan konektivitas antarwilayah. Dalam kerangka besar pembangunan…

Read More

PSN dan Harapan Baru Papua Pegunungan dalam Peta Pembangunan Nasional

Oleh: Yohanas Karoba *) Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua bukan sekadar agenda pembangunan fisik, melainkan manifestasi nyata dari komitmen negara untuk menghadirkan keadilan sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama ini, kesenjangan antarwilayah menjadi tantangan besar dalam pembangunan nasional, dan Papua sering kali dipersepsikan sebagai wilayah yang tertinggal akibat keterbatasan akses, infrastruktur,…

Read More

Modernisasi Pertanian, Kunci Keberhasilan Swasembada Pangan di Era Pemerintahan Prabowo

Jakarta — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pembangunan nasional dengan diumumkannya keberhasilan swasembada pangan. Capaian ini menandai kembalinya kejayaan pangan Indonesia seperti pada dekade 1980-an, sekaligus menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan modernisasi pertanian yang dijalankan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan swasembada pangan nasional…

Read More

Indonesia Berhasil Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025. Capaian ini lebih cepat dari target awal yang ditetapkan pemerintah dari yang semula 4 tahun menjadi 1 tahun. Selain berhasil mencapai swasembada beras, Presiden Prabowo juga menyampaikan kebanggaannya atas kondisi cadangan beras nasional. Saat ini tercatat cadang beras nasional yang tertinggi sepanjang…

Read More

Swasembada Pangan Jadi Bukti Kedaulatan Bangsa, Bukan Sekadar Target Politik

Oleh : Ricky Rinaldi Komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan kembali ditegaskanPresiden Prabowo Subianto sebagai bagian fundamental dari kedaulatan nasional. Bagi Presiden, ketahanan dan kemandirian pangan bukan sekadar agenda jangkapendek atau target politis lima tahunan, melainkan fondasi strategis untukmemastikan negara berdiri di atas kemampuan sendiri dalam menghadapi dinamikaglobal yang semakin tidak menentu. Dalam berbagai kesempatan, Presidenmenekankan bahwa bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannyasendiri akan selalu berada dalam posisi rentan, baik secara ekonomi maupungeopolitik. Penegasan tersebut muncul di tengah tantangan global yang kian kompleks, mulaidari konflik antarnegara, gangguan rantai pasok, hingga perubahan iklim yang berdampak langsung pada produksi pangan dunia. Presiden memandang situasiglobal tersebut sebagai peringatan keras bahwa ketergantungan pada impor pangantidak dapat dijadikan solusi jangka panjang. Oleh karena itu, arah kebijakan pangannasional difokuskan pada penguatan produksi domestik, peningkatan produktivitaspertanian, serta keberlanjutan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir. Presiden Prabowo memposisikan swasembada pangan sebagai bagian dari visibesar kemandirian nasional yang selama ini menjadi benang merah kebijakanstrategis pemerintah. Dalam kerangka tersebut, sektor pangan ditempatkan sejajardengan sektor pertahanan dan energi sebagai pilar utama ketahanan negara. Pendekatan ini menandai pergeseran paradigma dari kebijakan pangan berbasisstabilisasi jangka pendek menuju pembangunan sistem pangan nasional yang tangguh, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang. Sejalan dengan arahan Presiden, pemerintah melalui Kementerian Pertanianmempercepat berbagai program peningkatan produksi pangan nasional. MenteriPertanian Andi Amran Sulaiman secara konsisten menyampaikan bahwa upayamenuju swasembada tidak hanya bertumpu pada perluasan lahan, tetapi juga padaoptimalisasi teknologi, modernisasi alat produksi, serta penguatan peran petanisebagai subjek utama pembangunan pertanian. Pemerintah menilai bahwakeberhasilan swasembada pangan harus diukur dari kemampuan petanimeningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya secara berkelanjutan. Dalam beberapa bulan terakhir, fokus kebijakan pertanian diarahkan padakomoditas strategis seperti beras, jagung, dan komoditas pangan pokok lainnya. Pemerintah mengintensifkan program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, termasuk optimalisasi lahan rawa dan lahan tidur yang selama ini belumdimanfaatkan secara maksimal. Langkah ini dipandang sebagai strategi realistisuntuk meningkatkan produksi nasional tanpa harus membuka lahan baru secaramasif yang berpotensi merusak lingkungan. Selain peningkatan produksi, pemerintah juga menaruh perhatian serius padapenguatan cadangan pangan nasional. Presiden Prabowo memandang cadanganpangan sebagai instrumen strategis negara dalam menjaga stabilitas harga danketersediaan pangan di tengah fluktuasi global. Dalam konteks ini, peran BadanUrusan Logistik diperkuat untuk memastikan penyerapan hasil panen petani berjalanoptimal sekaligus menjaga stok pangan nasional dalam kondisi aman. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai bahwa kebijakan swasembadapangan yang didorong Presiden tidak dapat dilepaskan dari upaya memperbaiki tatakelola distribusi dan rantai pasok. Pemerintah menyadari bahwa persoalan pangantidak berhenti pada produksi semata, melainkan juga pada efisiensi distribusi danakses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur pendukung, termasuk irigasi dan sarana pascapanen, terusmenjadi prioritas kebijakan. Dalam perspektif yang lebih luas, swasembada pangan juga dipandang sebagaiinstrumen diplomasi dan posisi tawar Indonesia di kancah internasional. PresidenPrabowo melihat bahwa negara dengan ketahanan pangan yang kuat akan memilikiruang manuver lebih besar dalam menghadapi tekanan global. Ketika banyaknegara menghadapi krisis pangan dan ketergantungan impor, kemampuanIndonesia memenuhi kebutuhan pangannya sendiri menjadi bukti nyata kedaulatanbangsa, bukan sekadar retorika politik. Pendekatan ini sekaligus menjawab kritik yang kerap memandang swasembadapangan sebagai slogan yang sulit diwujudkan. Pemerintah menegaskan bahwakebijakan pangan saat ini disusun berbasis data, proyeksi kebutuhan nasional, sertaevaluasi menyeluruh terhadap pengalaman masa lalu. Dengan demikian, swasembada pangan tidak lagi dipahami sebagai target simbolik, melainkan sebagaiproses bertahap yang membutuhkan konsistensi kebijakan lintas sektor dan lintaswaktu. Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa arahkebijakan Presiden diterjemahkan secara konkret di lapangan. Sinergi denganpemerintah daerah, pelibatan TNI dalam pendampingan pertanian, serta kolaborasidengan sektor swasta terus diperkuat untuk memastikan program swasembadaberjalan efektif. Pemerintah juga mendorong regenerasi petani dan pemanfaatanteknologi digital sebagai bagian dari transformasi pertanian nasional. Dengan kerangka kebijakan tersebut, swasembada pangan tidak lagi diposisikansebagai ambisi jangka pendek yang sarat kepentingan politik, melainkan sebagaiagenda strategis bangsa. Presiden Prabowo menempatkan keberhasilan di sektorpangan sebagai tolok ukur kemandirian nasional yang sesungguhnya, di mana negara mampu melindungi rakyatnya dari krisis global dan memastikankeberlanjutan pembangunan. Pada akhirnya, narasi swasembada pangan yang dibangun pemerintah menegaskanbahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan pertahanan ataustabilitas politik, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Dalam pandangan Presiden Prabowo, pangan adalah simbol nyata kedaulatan, dankeberhasilan mencapainya menjadi bukti bahwa negara hadir secara konkret, bukansekadar melalui janji dan target politik semata. *)Pengamat Isu Strategis

Read More

Pencapaian Swasembada Pangan 2025 Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Cadangan Pangan Nasional

Oleh: Dini Asmirandah )* Swasembada pangan 2025 menjadi tonggak penting dalam sejarah pertanianIndonesia, sekaligus bukti nyata keberhasilan kebijakan pemerintah dalammemperkuat kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Di bawahkepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kedaulatan pangan dijadikan porosutama pembangunan nasional, karena tanpa kemampuan menghasilkan pangansendiri, sebuah bangsa tidak dapat dikatakan merdeka secara sesungguhnya. Capaian swasembada pangan ini bukan sekadar target produksi, melainkan hasilkerja keras lintas sektor. Produksi beras nasional tahun 2025 diproyeksikanmencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan domestik. Surplus ini menjadifondasi stabilitas pasokan pangan dan memperkuat cadangan beras pemerintahyang sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada pertengahan tahun. Penyaluranberas untuk bencana dan pengendalian stok menunjukkan kehadiran negara dalamtata kelola pangan, sekaligus memastikan harga hasil pertanian tetapmenguntungkan petani. Kepastian serapan dari Perum BULOG mendorong motivasipetani untuk meningkatkan produktivitas, menandai keberhasilan kebijakan pro-petani yang diterapkan pemerintah. Dampak ekonomi dari pencapaian ini terlihat nyata. Pertanian kembali menjadimotor penggerak ekonomi nasional dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto(PDB) sektor pertanian mencapai 10,52 persen pada triwulan pertama 2025, tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Kinerja ini tidak hanya menegaskan kontribusisektor pertanian terhadap ekonomi domestik, tetapi juga memperluas eksporpertanian yang mencapai USD 38,33 miliar sepanjang Januari hingga Oktober 2025, dengan surplus perdagangan sebesar USD 18,79 miliar. Hasil tersebut menegaskanbahwa penguatan sektor pertanian berperan langsung dalam stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional. Keberhasilan ini juga tercermin dari kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 mencapai 125,35 persen, tertinggi sepanjang sejarah. Angkaini menunjukkan meningkatnya daya beli petani, seiring membaiknya harga hasilpertanian dan terkendalinya biaya produksi. Langkah pemerintah menaikkan hargagabah, menurunkan harga pupuk bersubsidi, serta mempercepat distribusi pupukmenjadi faktor penting yang mendorong produktivitas dan memastikan keberpihakannyata kepada petani. Kebijakan-kebijakan ini membuktikan bahwa swasembadapangan bukan sekadar jargon politik, melainkan sarana untuk meningkatkankesejahteraan petani secara konkret. Swasembada pangan 2025 merupakan kerja kolektif, bukan hasil usaha satu pihak. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa keberhasilan inimelibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari kementerian terkait, BUMN, PerumBULOG, TNI, Polri, penyuluh lapangan, hingga para petani sendiri. Sinergi antarakepemimpinan politik, dukungan birokrasi, dan komitmen masyarakat menjadi kuncitercapainya kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Di sisi lain, pencapaian ini juga membuka peluang memperluas swasembada kekomoditas strategis lain, seperti jagung, gula, daging, dan susu. Indonesia memilikisumber daya alam yang kaya dan tenaga kerja pertanian yang besar, sehinggadengan kebijakan yang tepat, kemandirian pangan nasional dapat ditingkatkan lebihluas. Fokus pemerintah tidak hanya pada produksi beras, tetapi juga memperkuatfondasi ketahanan pangan nasional secara menyeluruh. Namun, keberhasilan swasembada pangan tidak boleh berhenti pada angkaproduksi dan cadangan. Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Aulia Furqon, menekankan pentingnya keberlanjutan dan dampak langsungbagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa harga pangan di tingkat konsumen harusterjangkau, distribusi harus efisien, dan kebijakan tidak boleh mengorbankanlingkungan maupun keadilan agraria. Swasembada yang berkelanjutan harusberjalan beriringan dengan perlindungan petani, keberlanjutan ekologis, dan keadilan sosial, sehingga kedaulatan pangan benar-benar dapat dirasakan olehseluruh lapisan masyarakat. Pencapaian ini juga menegaskan posisi pertanian sebagai sektor utama penyeraptenaga kerja. Pada Agustus 2025, tercatat 38,2 juta orang bekerja di sektorpertanian, dengan peningkatan tenaga kerja sebanyak 0,38 juta orang dibandingkanperiode sebelumnya. Dengan kontribusi sebesar 26,07 persen terhadap penyerapantenaga kerja nasional, pertanian kembali membuktikan perannya sebagai pilarekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Swasembada pangan 2025 adalah simbol Era Kebangkitan Pertanian Indonesia. Program ini menunjukkan bahwa kombinasi kepemimpinan politik yang tegas, kebijakan yang progresif, dan kerja kolektif lintas sektor mampu menciptakankedaulatan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ekonominasional. Ke depan, tantangan utama adalah menjaga momentum ini agar pertaniantidak hanya menjadi sumber produksi, tetapi juga pendorong pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas. Dengan keberhasilan ini, swasembada pangan bukan lagi sekadar angka ataustatistik, melainkan cerminan strategi pembangunan pertanian yang berpihak pada petani, memperkuat cadangan pangan, dan menegaskan posisi Indonesia sebagaibangsa yang mampu mengelola sumber daya pangan secara mandiri. Pencapaianini adalah bukti bahwa kedaulatan pangan bukan hanya slogan, melainkankenyataan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat dan negara. )* Peneliti Lembaga Studi Indonesia Sentris

Read More