Sekolah Rakyat Dipercepat, Pemerintah Pastikan Anak Rentan Tak Putus Sekolah

Jakarta — Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan tetap memperoleh hak pendidikan. Program prioritas yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini dipandang sebagai terobosan strategis untuk memperluas akses pendidikan bermutu sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Sekolah…

Read More

Sekolah Rakyat Diperluas, Pemerintah Siapkan Kolaborasi Perguruan Tinggi

Jakarta – Pemerintah terus memperluas pelaksanaan program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari agenda strategis nasional dalam pemerataan akses pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Di tahun 2026, pemerintah menyiapkan penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi guna mendukung peningkatan mutu pembelajaran, tata kelola program, serta keberlanjutan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Perluasan Sekolah Rakyat merupakan…

Read More

Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Negara Melawan Kemiskinan Struktural

Oleh : Ricky Rinaldi Pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam memutus mata rantai kemiskinan struktural melalui pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu kebijakan kunci yang kini menjadi perhatian utama adalah penguatan Sekolah Rakyat sebagai instrumen negara untuk menjangkau kelompok masyarakat paling rentan. Program ini mencerminkan pandangan pemerintah bahwa pendidikan bukan sekadar…

Read More

Sekolah Rakyat Wujud Nyata Ikhtiar Negara Memutus Kemiskinan

Oleh : Antonius Googie)* Pemerintah Indonesia kian mempertegas komitmennya dalam memutus mata rantaikemiskinan struktural melalui percepatan pengembangan program Sekolah Rakyat. Program ini diposisikan sebagai instrumen strategis negara untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tidak lagi terjebak dalam siklusketerbatasan ekonomi yang diwariskan lintas generasi. Melalui pendekatanpendidikan yang terintegrasi dengan pemenuhan kebutuhan dasar, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi fondasi baru mobilitas sosial masyarakat pra-sejahtera. Keseriusan pemerintah terlihat dalam pertemuan antara Menteri Sosial SaifullahYusuf dengan Sekretariat Kabinet pada Rabu malam, 28 Januari 2026. Dalampertemuan tersebut, pemerintah menegaskan percepatan proyek strategis SekolahRakyat sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan ekstrem. Kebijakan inisekaligus menandai pergeseran pendekatan sosial yang tidak lagi sekadar bersifatkaritatif, melainkan transformatif dengan pendidikan sebagai pintu utama perubahan. Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul memaparkan rencana pengembanganSekolah Rakyat di sejumlah lokasi baru di berbagai wilayah Indonesia. Iamenekankan bahwa program ini tidak berdiri sendiri, melainkan akan diperkuatmelalui integrasi dengan universitas negeri serta sekolah kedinasan. Kolaborasitersebut diharapkan mampu menjadikan institusi pendidikan tinggi sebagai pusattransfer ilmu dan nilai, sehingga lulusan Sekolah Rakyat memiliki standarkompetensi yang unggul dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Sekolah Rakyat sendiri digagas Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar sebagailembaga pendidikan formal, melainkan sebagai sebuah ekosistem penyelamat bagikeluarga pra-sejahtera. Program ini secara khusus menyasar anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan konvensional akibat keterbatasanekonomi dan sosial. Melalui Sekolah Rakyat, negara hadir secara utuh untukmemastikan bahwa kemiskinan tidak lagi menjadi penghalang utama dalammengakses pendidikan berkualitas. Kebijakan Sekolah Rakyat dibangun di atas tiga pilar utama. Pertama, aksesibilitasyang menjamin pendidikan layak bagi warga tidak mampu. Kedua, peningkatankualitas hidup melalui transformasi kesejahteraan berbasis penguatan intelektual. Ketiga, ketahanan fisik siswa melalui penyediaan asupan nutrisi dan makananbergizi yang memadai. Pendekatan komprehensif ini diyakini mampu menciptakandampak jangka panjang yang berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto secara tegas menekankan bahwa negara tidak bolehlagi membiarkan kemiskinan diwariskan dari orang tua kepada anak-anak mereka. Iamenilai bahwa perbaikan kualitas hidup masyarakat harus dilakukan secarabertahap namun konsisten, dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar sepertipendidikan, kesehatan, dan pangan. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintahmemastikan bahwa pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi alatutama bagi masyarakat untuk naik kelas secara ekonomi dan sosial secarapermanen. Dukungan terhadap program ini juga datang dari parlemen. Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, mendorong agar pembangunan Sekolah Rakyat permanen diprioritaskan di wilayah dengan tingkatkemiskinan tertinggi. Menurutnya, langkah tersebut akan lebih efektif dalammemutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus mengurangi kesenjanganantarwilayah. Berdasarkan data Kementerian Sosial hingga tahun 2025, tercatat telah berdiri 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah, dengan konsentrasiterbanyak di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sekolah-sekolah tersebutumumnya memanfaatkan fasilitas milik Kemensos, seperti Sentra dan BP3KS, sertabekerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Namun, sesuaiarahan Presiden, pada tahun 2026 pemerintah akan membangun Sekolah Rakyat permanen di setiap kabupaten dengan site plan terstandarisasi, di mana lahandisediakan pemerintah daerah dan pembangunan sarana dilakukan olehKementerian PUPR. Hidayat Nur Wahid menilai bahwa karena pembangunan Sekolah Rakyat permanendilakukan secara bertahap, maka penentuan wilayah prioritas harus berbasis tingkatkemiskinan. Ia merujuk data Susenas BPS 2025 yang menunjukkan Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Aceh sebagai wilayah dengan tingkat kemiskinantertinggi. Menurutnya, pendirian Sekolah Rakyat di wilayah tersebut perludidahulukan dan diperbanyak agar tujuan memutus lingkaran kemiskinanantargenerasi melalui pendidikan berkualitas dapat segera terwujud. Ia jugamenekankan bahwa pengurangan kemiskinan melalui Sekolah Rakyat berpotensimemperkuat integrasi bangsa dan ketahanan NKRI, terutama di tengah menguatnyakembali isu separatisme. Di tingkat daerah, komitmen terhadap Sekolah Rakyat juga ditunjukkan PemerintahKabupaten Ciamis. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya secara langsung mengawalrealisasi program tersebut dengan menemui Menteri Sosial di Jakarta. Ia menilaiSekolah Rakyat sangat relevan dengan kondisi Ciamis yang masih memiliki angkakemiskinan cukup tinggi dan membutuhkan terobosan strategis di sektor pendidikan. Herdiat menegaskan bahwa Pemkab Ciamis siap mendukung penuh realisasiSekolah Rakyat, termasuk dengan menyiapkan sejumlah alternatif lokasipembangunan. Salah satu lokasi yang diajukan berada di Desa Panjalu, KecamatanPanjalu, dengan luas lahan lebih dari 10 hektare yang dinilai strategis danberpotensi dikembangkan sebagai kawasan pendidikan terintegrasi. Ia menilaikehadiran Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan masyarakat tidak mampu, karenaseluruh kebutuhan pendidikan siswa, mulai dari sekolah, seragam, asrama, hinggakonsumsi harian, disiapkan oleh negara sehingga hak pendidikan dapat dinikmatisecara setara. Pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah memiliki peluang besar untuksegera direalisasikan. Proses pembangunan dapat dimulai sesuai tahapanperencanaan tahun ini. Dengan sinergi pusat dan daerah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memutus warisankemiskinan dan menyiapkan masa depan yang lebih adil bagi generasi penerusbangsa. )* Pengamat Pendidikan

Read More

Pengawasan MBG Libatkan Publik, Pemerintah Dorong Transparansi

Bondowoso – Pemerintah mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan Program MBG sebagai bagian dari komitmen memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program nasional tersebut. BGN menilai partisipasi publik menjadi elemen penting untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan layanan gizi bagi anak-anak. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa masyarakat diperbolehkan mengunggah foto maupun video menu MBG…

Read More

Pemerintah Terima Kritik dan Unggahan Menu MBG Jadi Bentuk Partisipasi Publik

Jakarta, – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyambut terbuka kritik dan unggahan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari masyarakat sebagai bagian dari upaya keterbukaan dan partisipasi publik dalam pengawasan pelaksanaan program nasional tersebut. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa masyarakat termasuk orang tua siswa, guru, dan pihak sekolah dipersilakan mengunggah foto…

Read More

Pemerintah Menguatkan MBG Lewat Pengawasan Bersama

Oleh : Andhika Rachma Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas pemerintah dalam pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Diluncurkan awal 2025, MBG tidak hanya berfokus pada pemberian makanan, tetapi juga mencerminkan komitmen negara membangun generasi sehat dan produktif, dengan keberhasilan yang ditopang oleh pengawasan kuat, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi publik agar…

Read More

Pemerintah Ajak Masyarakat Kawal MBG

*) Oleh : Hildan Setiawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah bukan sekadarkebijakan bantuan pangan, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk membangunkualitas sumber daya manusia sejak dini. Melalui program ini, negara hadirmemastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang layak agar tumbuhsehat, cerdas, dan mampu belajar secara optimal. Namun, besarnya skala program dan luasnya wilayah pelaksanaan membuat keberhasilan MBG tidak mungkin hanyabergantung pada pemerintah semata. Di sinilah pentingnya peran masyarakat untukikut mengawal agar tujuan mulia program ini benar-benar tercapai. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasanpelaksanaan MBG di lapangan. Program yang menyasar jutaan penerima manfaatmembutuhkan transparansi, akuntabilitas, dan kontrol sosial yang kuat. Mmenurutnyamasyarakat, mulai dari orang tua siswa, guru, komite sekolah, hingga organisasikemasyarakatan, memiliki posisi strategis untuk memastikan bahwa makanan yang disalurkan benar-benar bergizi, aman dikonsumsi, dan sampai kepada sasaran yang tepat tanpa penyimpangan. Pengawalan masyarakat menjadi penting karena MBG menyentuh langsungkebutuhan dasar anak-anak. Kualitas makanan, ketepatan waktu distribusi, hinggakebersihan proses penyajian adalah hal-hal yang hanya bisa diawasi secara efektifoleh mereka yang berada paling dekat dengan lokasi pelaksanaan. Denganketerlibatan publik, potensi masalah seperti pengurangan porsi, kualitas bahan yang tidak layak, atau praktik tidak jujur dapat dicegah sejak dini. Partisipasi ini sekaligusmemperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program negara. Selain aspek pengawasan, keterlibatan masyarakat juga membuka ruang edukasibersama tentang pentingnya gizi seimbang. MBG dapat menjadi pintu masuk untukmeningkatkan kesadaran orang tua dan lingkungan sekolah mengenai pola makansehat bagi anak. Ketika masyarakat ikut mengawal, diskusi tentang kandungan gizi, variasi menu, dan kebutuhan nutrisi anak akan tumbuh secara alami. Dampaknyabukan hanya pada penerima MBG, tetapi juga pada perubahan perilaku makan di rumah dan lingkungan sekitar. Pemerintah sendiri menegaskan bahwa kritik dan masukan dari masyarakatmerupakan bagian penting dari perbaikan kebijakan. Pengawalan publik tidakdimaknai sebagai upaya mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk gotong royong dalam menyempurnakan pelaksanaan program. Laporan, saran, dan temuandi lapangan dapat menjadi dasar evaluasi agar MBG terus berkembang menjadi lebihbaik, lebih efektif, dan lebih tepat guna. Dengan mekanisme ini, kebijakan tidakberjalan satu arah, tetapi tumbuh bersama kebutuhan nyata masyarakat. Anggota Komisi III DPR RI, Sudin mengatakan keterlibatan masyarakat juga berperanmenjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang. Program sebesar MBG memerlukan legitimasi sosial yang kuat agar tidak mudah dipolitisasi atau ditinggalkanoleh pergantian kebijakan. Ketika masyarakat merasa dilibatkan dan merasakanlangsung manfaatnya, dukungan publik akan terbentuk secara alami. Dukungan inilahyang menjadi modal sosial penting agar MBG tetap konsisten sebagai investasi masa depan bangsa. Pengawalan masyarakat terhadap MBG juga sejalan dengan semangat demokrasipartisipatif. Warga negara tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mitraaktif negara dalam memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan. Dalam konteks ini, pengawasan publik adalah wujud tanggung jawab bersama untuk menjaga uang negara digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat. Transparansi dan partisipasi menjadi kunci agar kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat terusterjaga. Ekonom Senior, Wijayanto Samiri menjelaskan ajakan agar masyarakat mengawalMBG patut dibaca sebagai sinyal positif keterbukaan dan keseriusan dalammembangun generasi sehat dan berkualitas. Keberhasilan program ini tidak hanyadiukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi dari dampak nyata bagi tumbuhkembang anak-anak Indonesia. Dengan pengawasan bersama, MBG berpeluangbesar menjadi fondasi kuat bagi masa depan bangsa, sekaligus bukti bahwakolaborasi negara dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan yang berarti. Secara keseluruhan, Program…

Read More

Berantas Korupsi dari Hulunya, Pendekatan Sistemik Diperkuat

Oleh: Juana Syahril)* Pemberantasan korupsi terus diarahkan pada strategi yang lebih fundamental dengan menitikberatkan upaya pencegahan sejak dari hulu. Pendekatan ini menegaskan bahwa korupsi tidak dapat diberantas hanya melalui penindakan hukum di hilir, melainkan harus diselesaikan secara sistemik dengan membangun tata kelola, budaya, dan karakter bangsa yang berintegritas. Arah kebijakan tersebut sejalan dengan visi Asta…

Read More

Pemerintah Dorong Reformasi Menyeluruh Pemberantasan Korupsi

Oleh: Lailatul Anggina Hasanah* Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah yang jelas dan tegas dalam mendorong reformasi menyeluruh pemberantasan korupsi sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Agenda ini tidak ditempatkan sebagai slogan politik semata, melainkan sebagai kebijakan strategis yang menyentuh dimensi hukum, ekonomi, dan tata kelola pemearintahan. Pesan yang disampaikan pemerintah konsisten, bahwa…

Read More