Danantara Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri Teknologi dan Semikonduktor

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat posisi Indonesia dalam industri teknologi dan semikonduktor melalui penguatan investasi serta kolaborasi strategis dengan pelaku global. Langkah terbaru ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Hisense yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, penandatanganan…

Read More

Danantara Dorong Kerja Sama Teknologi Perkuat Industri Nasional

Jakarta – Percepatan hilirisasi dan pengembangan inovasi berbasis teknologi kini menjadi fokus utama pemerintah dalam memperkuat transformasi industri nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor dan investasi strategis, pemerintah berkomitmen meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing Indonesia di tengah tantangan ekonomi global. Dalam konteks tersebut, Danantara hadir sebagai instrumen strategis yang diarahkan untuk mendukung pembangunan industri modern dan…

Read More

Kerja Sama Teknologi Danantara Penting bagi Masa Depan Ekonomi

Oleh : Antonius Utomo *) Transformasi ekonomi global saat ini bergerak ke arah yang semakin dipengaruhi oleh penguasaan teknologi dan inovasi. Jika sebelumnya kekuatan ekonomi suatu negara banyakditentukan oleh besarnya sumber daya alam atau kapasitas produksi, kini indikator tersebutbergeser menuju kemampuan negara dalam mengembangkan teknologi, sumber daya manusiaunggul, dan ekosistem industri modern. Di tengah perubahan tersebut, Indonesia membutuhkanstrategi yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan fondasi ekonomi masa depan yang lebih berkelanjutan. Dalam konteks itu, langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam memperluaskerja sama teknologi menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian. Danantara hadir bukan sekadar sebagai lembaga pengelola investasi negara, melainkan juga sebagai instrumen strategis pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi. Peran tersebut menjadi semakin penting ketika Indonesia tengahberupaya memperkuat hilirisasi industri, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkandaya saing nasional di tingkat global. Investasi yang diarahkan ke sektor teknologi dinilaimemiliki efek jangka panjang yang besar karena dapat meningkatkan produktivitas nasionalsekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Langkah konkret terbaru terlihat melalui penandatanganan nota kesepahaman atauMemorandum of Understanding (MoU) antara Danantara dan perusahaan teknologi global asalTiongkok, Hisense Group. Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung PresidenPrabowo Subianto dalam pertemuan di Kertanegara, Jakarta. Pertemuan itu menjadi bagiandari upaya memperkuat kerja sama investasi dan kemitraan strategis Indonesia dengan pelakuindustri global. CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani mengatakan pihaknya menyambutbaik kerja sama ini dan menegaskan komitmen pemerintah dalam menarik investasi berkualitas, mendorong transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta menguatkan ekosistemindustri dalam negeri, ini menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama di bidang teknologi. Pemerintah menyambut positif ketertarikan Hisense untuk memperkuat kerja sama denganIndonesia. Dalam keterangannya, pemerintah menilai kolaborasi tersebut sejalan denganagenda pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan investasi serta memperkuatekosistem industri nasional. Kerja sama ini dipandang bukan hanya sekadar hubungan bisnis, melainkan menjadi langkah awal membangun kemitraan jangka panjang yang dapatmemberikan manfaat lebih luas bagi Indonesia. Nilai strategis dari kerja sama tersebut terletak pada potensi transfer teknologi yang dapatdihasilkan. Selama ini, salah satu tantangan negara berkembang adalah ketergantunganterhadap teknologi dari luar negeri. Indonesia sering kali hanya menjadi pasar bagi produkteknologi global tanpa memperoleh manfaat lebih besar dalam bentuk pengembangankapasitas nasional. Melalui skema kemitraan yang tepat, kerja sama teknologi dapat membukapeluang transfer pengetahuan, peningkatan kualitas tenaga kerja, hingga pengembangankemampuan industri nasional. Kerja sama Danantara dan Hisense diharapkan dapat menarik investasi berkualitas, mendorong transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saingIndonesia pada sektor industri strategis. Hal ini menunjukkan bahwa orientasi kerja sama tidakhanya berfokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga diarahkan untuk membangun fondasiindustri yang lebih kuat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan dengan minat Hisense untukmemperkuat kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, peningkatan investasi, serta penguatan ekosistem industri dalamnegeri. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, penguasaan teknologi telah menjadifaktor penentu kekuatan ekonomi suatu negara. Banyak negara maju membangun kekuatanekonominya melalui inovasi, riset, dan pengembangan industri berbasis teknologi. Indonesia memiliki peluang besar untuk mengikuti jalur tersebut, terutama karena memiliki pasar domestikyang luas, bonus demografi, serta sumber daya yang dapat mendukung pengembanganindustri nasional. Kerja sama seperti yang dijalankan Danantara juga dapat mempercepat proses hilirisasi dan modernisasi industri nasional. Selama ini Indonesia masih menghadapi tantangan berupadominasi ekspor bahan mentah dan produk dengan nilai tambah rendah. Padahal keuntunganekonomi terbesar justru berada pada tahapan pengolahan, inovasi, dan pengembanganteknologi. Karena itu, penguatan investasi teknologi akan membantu Indonesia bergerakmenuju ekonomi berbasis nilai tambah tinggi. Dampak lainnya adalah terciptanya efek berganda terhadap perekonomian nasional. Masuknyainvestasi teknologi dapat membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, mendorong lahirnya industri pendukung, serta memperkuat rantai pasoknasional. Manfaat tersebut pada akhirnya tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga masyarakat secara luas. Danantara melalui kerja sama dengan Hisense menunjukkan arah yang positif. Kemitraan inimenjadi sinyal bahwa Indonesia tidak ingin sekadar menjadi pasar teknologi dunia, tetapi mulaimembangun posisi sebagai bagian dari ekosistem teknologi global. Pada akhirnya, masa depan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimilikihari ini, tetapi juga oleh kemampuan mempersiapkan kebutuhan masa depan. Kerja samateknologi Danantara menjadi langkah penting untuk memastikan Indonesia memiliki fondasiekonomi yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan. Jika dijalankan secara konsisten, kolaborasi semacam ini berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visiIndonesia sebagai kekuatan ekonomi besar di masa mendatang….

Read More

Danantara dan Langkah Strategis Menuju Ekosistem Teknologi Modern

*) Oleh : Devita Adastri Pembentukan Danantara dinilai menjadi salah satu langkah strategis pemerintahdalam memperkuat arah pembangunan ekonomi nasional yang berbasis inovasi dan teknologi modern. Kehadiran lembaga investasi nasional tersebut tidak hanyadipandang sebagai instrumen pengelolaan aset negara, tetapi juga sebagaipenggerak transformasi menuju ekosistem teknologi yang lebih terintegrasi, adaptif, dan kompetitif di tingkat global. Di tengah persaingan ekonomi digital yang semakinketat, Indonesia membutuhkan fondasi investasi yang mampu mendukung percepatanpembangunan sektor-sektor strategis berbasis teknologi agar tidak tertinggal darinegara lain di kawasan Asia maupun dunia. Dalam konteks perkembangan global, teknologi kini menjadi faktor utama yang menentukan daya saing sebuah negara. Negara-negara maju berlomba memperkuatinvestasi pada kecerdasan buatan, pusat data, energi hijau, kendaraan listrik, industrisemikonduktor, hingga transformasi layanan digital publik. Indonesia pun memilikipeluang besar untuk mengambil peran penting dalam rantai ekonomi digital global karena didukung jumlah penduduk yang besar, pengguna internet yang terusmeningkat, serta potensi bonus demografi. Namun, potensi tersebut memerlukandukungan pendanaan jangka panjang dan tata kelola investasi yang kuat agar mampuberkembang secara berkelanjutan. Di sinilah Danantara dipandang memiliki peranpenting sebagai katalisator pembangunan ekonomi berbasis teknologi. Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa menjelaskankeberadaan Danantara juga dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan sektor inovasi nasional. Selama ini, banyak pengembangan teknologi dalamnegeri menghadapi tantangan pendanaan, minimnya dukungan riset, dan keterbatasan akses terhadap investasi strategis. Akibatnya, tidak sedikit talenta mudaIndonesia yang memilih mengembangkan inovasinya di luar negeri karena ekosistemdomestik belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan teknologi secara optimal. Dengan adanya lembaga investasi yang memiliki orientasi jangka panjang, peluangpengembangan startup teknologi, riset kecerdasan buatan, digitalisasi industri, hinggapenguatan infrastruktur teknologi nasional dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan. Selain itu, Danantara dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat hilirisasiindustri nasional berbasis teknologi. Indonesia selama ini dikenal kaya akan sumberdaya alam, tetapi nilai tambah ekonominya belum sepenuhnya dinikmati di dalamnegeri. Penguatan investasi pada sektor hilirisasi berbasis teknologi dapatmenciptakan rantai produksi yang lebih modern sekaligus membuka lapangan kerjaberkualitas tinggi. Misalnya, pengembangan industri baterai kendaraan listrik, pengolahan mineral strategis, hingga penguatan manufaktur berbasis digital dapatmenjadi pintu masuk menuju ekonomi masa depan yang lebih kompetitif. Langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan dunia yang mulai bergerak menuju ekonomihijau dan industri rendah emisi karbon. Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrirmenjelaskan transformasi menuju ekosistem teknologi modern tidak hanya berkaitandengan pembangunan industri besar, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakatsecara luas. Digitalisasi layanan publik, pengembangan sistem pendidikan berbasisteknologi, penguatan layanan kesehatan digital, hingga pengembangan UMKM berbasis platform digital merupakan bagian dari perubahan yang perlu didukungsecara menyeluruh. Dengan investasi yang tepat, teknologi dapat menjadi alat untukmemperluas akses masyarakat terhadap layanan yang lebih cepat, murah, dan efisien. Oleh sebab itu, pengelolaan investasi nasional perlu diarahkan agar manfaatpembangunan teknologi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi mampumendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di sisi lain, penguatan ekosistem teknologi juga harus diiringi dengan peningkatankualitas sumber daya manusia. Tantangan terbesar dalam era transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, melainkan kesiapan tenaga kerja menghadapiperubahan teknologi yang sangat cepat. Indonesia membutuhkan lebih banyak tenagaahli di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, data science, rekayasa perangkatlunak, dan teknologi manufaktur modern. Investasi yang dilakukan melalui Danantaradapat diarahkan untuk mendukung pendidikan vokasi, pelatihan digital, risetuniversitas, serta kolaborasi industri dengan lembaga pendidikan. Dengan demikian, pembangunan teknologi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan SDM unggul yang siap bersaing secara global. Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria menjelaskan pengelolaaninvestasi yang transparan dan profesional juga menjadi faktor penting dalam menjagakepercayaan publik dan investor internasional. Dalam pembangunan ekosistemteknologi modern, kepastian regulasi dan tata kelola yang akuntabel merupakansyarat utama agar investasi dapat berkembang secara sehat. Danantara diharapkanmampu menjalankan prinsip tata kelola yang baik dengan mengutamakan efisiensi, keberlanjutan, dan kepentingan nasional jangka panjang. Kepercayaan investor…

Read More

Pemerintah Optimalkan CKG untuk Tangani Hipertensi Lansia Lebih Cepat

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna mendeteksi dan menangani kasus hipertensi pada kelompok lanjut usia (lansia) secara lebih cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Kemenkes, hasil skrining nasional melalui program CKG menunjukkan…

Read More

CKG Perkuat Penanganan Hipertensi Lansia demi Kesehatan Berkualitas

Jakarta – Guna mewujudkan kesehatan masyarakat yang lebih berkualitas, Pemerintah terus mengintensifkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), salah satunya dengan fokus penanganan hipertensi pada lansia. Penguatan program ini dilakukan untuk menjawab temuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai tingginya beban penyakit tersebut di kalangan lansia yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Kemenkes mencatat sebanyak 4,36 juta atau 63,5 persen…

Read More

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *) Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatanyang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit inisering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejakdini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakitjantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuatdeteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut. Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagisistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorangmengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karenadipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunankesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia. Kesehatan masyarakat usia lanjut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga tentang menjaga kualitas hidup agar tetap produktif dan mandiri. Oleh karena itu, pendekatan preventif melalui pemeriksaan kesehatan berkala menjadibagian penting dalam strategi pembangunan kesehatan nasional. Program CKG hadir untuk memperkuat layanan kesehatan preventif melaluipemeriksaan kesehatan yang lebih mudah diakses masyarakat. Bagi lansia, pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting untuk mendeteksi hipertensisejak dini sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Dengandeteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko penyakit dapatditekan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa penguatan layanankesehatan primer menjadi langkah strategis dalam menghadapi meningkatnyapenyakit tidak menular di masyarakat. Pemeriksaan kesehatan rutin membantumasyarakat mengenali kondisi tubuh mereka dan mendorong kesadaran untukmenjaga kesehatan sejak dini. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkanpenanganan ketika penyakit sudah berada pada tahap berat. Hipertensi pada lansia sering kali tidak disadari karena gejalanya cenderung ringanatau bahkan tidak muncul sama sekali. Banyak lansia baru mengetahui kondisitekanan darah tinggi setelah mengalami komplikasi serius. Karena itu, pemeriksaanrutin melalui CKG menjadi sangat penting untuk mencegah keterlambatanpenanganan. Selain pemeriksaan tekanan darah, program CKG juga memberikan edukasimengenai pola hidup sehat bagi lansia. Pengaturan pola makan, pengurangankonsumsi garam, aktivitas fisik ringan, serta pengelolaan stres menjadi bagianpenting dalam mengendalikan hipertensi. Edukasi ini membantu lansia memahamibahwa pencegahan penyakit dapat dilakukan melalui perubahan kebiasaan sehari-hari. Peran keluarga juga sangat penting dalam mendukung kesehatan lansia. Dukungankeluarga dalam mengingatkan pemeriksaan rutin, menjaga pola makan, dan memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan akan membantu meningkatkankualitas hidup lansia. Pendampingan keluarga menjadi bagian penting dalamkeberhasilan pengelolaan hipertensi. Program CKG juga memperlihatkan pentingnya pemerataan layanan kesehatanhingga ke tingkat komunitas. Banyak lansia, terutama di daerah terpencil, masihmenghadapi keterbatasan akses terhadap pemeriksaan kesehatan. Denganpendekatan yang lebih aktif dan dekat dengan masyarakat, layanan kesehatanpreventif dapat menjangkau kelompok yang selama ini kurang mendapatkanperhatian. Dalam konteks jangka panjang, penguatan deteksi dini hipertensi akan membantumengurangi beban pembiayaan kesehatan nasional. Penyakit yang terdeteksi lebihawal dapat ditangani dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan ketika sudahmenimbulkan komplikasi serius. Pendekatan preventif ini menjadi langkah pentingdalam menciptakan sistem kesehatan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, kesehatan lansia juga memiliki dampak terhadap stabilitas sosialkeluarga. Lansia yang sehat dan mandiri akan memiliki kualitas hidup yang lebihbaik serta tidak terlalu bergantung pada anggota keluarga lainnya. Hal ini pentingdalam menjaga keseimbangan sosial di tengah meningkatnya jumlah penduduk usialanjut. Namun demikian, keberhasilan program deteksi dini tetap membutuhkan partisipasiaktif masyarakat. Lansia perlu didorong untuk tidak takut melakukan pemeriksaankesehatan secara rutin. Kesadaran bahwa pemeriksaan dini dapat mencegah risikoyang lebih besar harus terus diperkuat melalui edukasi dan pendekatan persuasif. Di sisi lain, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan pelayananberjalan optimal. Pendekatan yang ramah dan komunikatif akan membantu lansiamerasa lebih nyaman dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan. Dengan pelayananyang baik, kepercayaan masyarakat terhadap program kesehatan akan semakinmeningkat. Pemeriksaan kesehatan rutin juga membantu lansia menjalani masa tua denganlebih percaya diri dan aktif dalam kehidupan sosial. Ketika kondisi kesehatanterpantau dengan baik, lansia memiliki peluang lebih besar untuk tetap beraktivitasdan menjaga kemandirian. Hal ini menjadi penting dalam menciptakan masyarakatyang sehat dan produktif di semua kelompok usia….

Read More

Silent Killer Itu Nyata: Kenapa Lansia Harus Rutin CKG

Oleh : Muhammad Nanda* Silent killer bukan lagi sekadar istilah medis yang terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Ancaman tersebut kini nyata berada di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok lanjut usia yang rentan mengalami penyakit kronis tanpa gejala awal yang jelas. Hipertensi, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan fungsi kognitif sering kali berkembang perlahan tanpa…

Read More
Koperasi Desa Merah Putih Penggerak UMKM dan Stabilitas Harga di Desa

Koperasi Desa Merah Putih Penggerak UMKM dan Stabilitas Harga di Desa

Jakarta,- Pemerintah terus memperkuat pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Program ini dinilai mampu menjawab berbagai persoalan mendasar masyarakat desa, mulai dari keterbatasan akses kebutuhan pokok, mahalnya biaya distribusi, hingga minimnya lapangan pekerjaan di wilayah pedesaan. Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, mengatakan KDMP hadir…

Read More
Koperasi Desa Merah Putih Penggerak UMKM dan Stabilitas Harga di Desa

Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Fondasi Ekonomi Pedesaan

JAKARTA — Upaya pemerintah memperkuat perekonomian desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terus menunjukkan perkembangan di berbagai daerah. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun pusat ekonomi baru yang berbasis partisipasi masyarakat sekaligus memperluas kesempatan kerja di pedesaan. Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, mengatakan KDMP merupakan gagasan besar…

Read More