CKG Diperluas Perkuat Upaya Pencegahan TBC

Jakarta – Pemerintah terus mengakselerasi transformasi layanan kesehatan nasional dengan memperluas Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan memperkuat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC). Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar percepatan transformasi…

Read More

Perluasan CKG Perkuat Deteksi Dini Penanggulangan TBC

Oleh: Andini Putri Lestari Pemerintah terus memperkuat transformasi kesehatan nasional melalui perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), penguatan penanganan tuberkulosis (TBC), serta peningkatan layanan kesehatan di berbagai daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus meningkatkan pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit. Kebijakan tersebut…

Read More

CKG Diperluas untuk Dukung Upaya Penanggulangan TBC

Oleh: Bima Pradana Pemerintah terus memperkuat transformasi kesehatan nasional melalui perluasan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana deteksi dini berbagai penyakit, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta percepatan transformasi layanan kesehatan agar masyarakat…

Read More

Cadangan Devisa Indonesia Tetap Kuat, Stabilitas Ekonomi Terjaga

Jakarta – Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) memastikan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 tetap berada pada level yang kuat dan memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Cadangan devisa tercatat sebesar US$144,9 miliar atau setara sekitar Rp2.616,6 triliun dengan asumsi kurs Rp18.058 per dolar AS. Meskipun mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir April 2026…

Read More

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )* Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal.  Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional.  Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional.  Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, RamdanDenny Prakoso, menyampaikan bahwa cadangan devisa yang dimilikiIndonesia masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternalsekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi landasan penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan yang berasal dari luar negeri. Pandangan Ramdan memperlihatkan bahwa kekuatan cadangan devisatidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran internasional, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menjaga kepercayaan investor. Ketika suatu negara memiliki cadangan devisa yang kuat, pelaku pasar akanmelihat adanya kemampuan pemerintah dan otoritas moneter dalammengelola risiko ekonomi secara efektif. Bank Indonesia juga meyakini ketahanan eksternal Indonesia akan tetapterjaga pada periode mendatang. Keyakinan tersebut didasarkan pada posisi cadangan devisa yang memadai, prospek masuknya modal asingyang masih positif, serta daya tarik instrumen keuangan domestik yang tetap kompetitif dibandingkan negara lain. Kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia menjadi faktoryang sangat penting. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terusmenjalankan berbagai agenda reformasi ekonomi yang bertujuanmeningkatkan daya saing nasional. Berbagai kebijakan tersebut turutmembentuk persepsi positif investor terhadap arah pembangunanekonomi Indonesia sehingga mendukung masuknya aliran modal kedalam negeri. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, juga menegaskan bahwamasyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi cadangan devisa saatini. Menurutnya, posisi devisa Indonesia masih berada jauh di atas batas kecukupan yang dipersyaratkan secara internasional. Penilaian tersebutdidasarkan pada pengukuran menggunakan indikator reserve adequacyyang diterbitkan Dana Moneter Internasional atau IMF. Melalui indikator reserve adequacy, Bank Indonesia secara berkalamenghitung jumlah cadangan devisa yang diperlukan untuk menghadapiberbagai risiko, termasuk kemungkinan pelemahan nilai tukar rupiah yang lebih dalam. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa posisi cadangandevisa Indonesia masih berada pada tingkat yang lebih dari cukup dan mencapai lebih dari 115 persen dari kebutuhan yang dipersyaratkan. Selain itu, cadangan devisa Indonesia saat ini setara dengan pembiayaansekitar 5,6 bulan impor. Angka tersebut jauh melampaui standarkecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulanimpor. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuanyang kuat dalam memenuhi kebutuhan transaksi internasional sertamenjaga kelancaran aktivitas ekonomi apabila terjadi gejolak global. Pemerintah dan Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi untukmenjaga stabilitas ekonomi nasional. Sinergi yang terjalin antarakebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penting dalammempertahankan kepercayaan pasar. Kolaborasi tersebut memungkinkanberbagai tantangan ekonomi dapat diantisipasi secara lebih cepat dan efektif. Meskipun cadangan devisa mengalami penurunan sejak akhir 2025, kondisi tersebut perlu dilihat secara proporsional. Penurunan yang terjadibukan disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi, melainkanmerupakan konsekuensi dari kebijakan stabilisasi yang dilakukanpemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga ketahanan ekonominasional di tengah tekanan global yang meningkat. Optimisme terhadap prospek cadangan devisa Indonesia juga disampaikan Ekonom Bank…

Read More

Cadangan Devisa yang Kuat Menjadi Benteng Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Fauzan Fuadi )* Posisi cadangan devisa Indonesia yang tetap berada pada level tinggi di tengah berbagai tantangan ekonomi global menunjukkan kuatnya fondasi perekonomian nasional. Di saat banyak negara menghadapi tekanan akibat ketidakpastian pasar keuangan internasional, Indonesia masih memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kepentingan nasional dari gejolak eksternal. Bank Indonesia…

Read More

Ekonomi Rakyat Didorong melalui Penguatan Sektor Riil yang Produktif

Jakarta – Pemerintah memperkuat pengembangan sektor riil yang produktif sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat di tengah dinamika ekonomi global. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan program di sektor pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa penguatan sektor riil memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan…

Read More

Ekonomi Rakyat Kian Kokoh dengan Percepatan Program Sektor Riil

Oleh : Ricky Rinaldi Perekonomian nasional tidak hanya ditopang oleh indikator makro sepertipertumbuhan ekonomi, inflasi, atau investasi, tetapi juga oleh kekuatan sektor riilyang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Sektor pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, hingga usaha mikro dan kecil merupakan fondasiutama ekonomi rakyat yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Oleh karena itu, percepatan berbagai program sektor riil menjadi langkah penting dalammemperkuat daya tahan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraanmasyarakat. Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, penguatansektor riil menjadi strategi yang semakin relevan. Ketika tekanan eksternalmemengaruhi pasar keuangan dan perdagangan internasional, aktivitas ekonomiyang berbasis pada kebutuhan domestik mampu menjadi penyangga pertumbuhannasional. Karena itu, kebijakan yang mendorong produktivitas sektor riil memilikiperan strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunanekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pertumbuhanekonomi yang berkualitas tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga darikemampuannya menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatanmasyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi rakyat. Dalam kerangka tersebut, percepatan program sektor riil menjadi bagian penting dari agenda pembangunannasional. Penguatan sektor riil dilakukan melalui berbagai kebijakan yang mendukungpeningkatan produksi dan produktivitas. Pemerintah berupaya memperluas aksespembiayaan, memperkuat infrastruktur pendukung, serta meningkatkan efisiensidistribusi barang dan jasa. Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomiyang lebih sehat sehingga pelaku usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwasektor riil memiliki kontribusi besar dalam menjaga momentum pertumbuhanekonomi. Menurutnya, penguatan aktivitas produksi dan konsumsi domestik menjadifaktor penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Dengan dukungankebijakan yang tepat, sektor riil dapat menjadi motor utama pertumbuhan yang lebihinklusif. Salah satu aspek penting dalam percepatan sektor riil adalah penguatan usahamikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kelompok usaha ini memiliki peran besardalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Dukungan terhadap UMKM melalui akses pembiayaan, digitalisasi, sertapendampingan usaha akan memperkuat kemampuan mereka untuk berkembangdan bersaing. Selain UMKM, sektor pertanian juga menjadi pilar penting dalam ekonomi rakyat. Peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya berdampak pada kesejahteraanpetani, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas pasokan pangan nasional. Dengan dukungan teknologi, akses pasar yang lebih luas, dan infrastruktur yang memadai, sektor pertanian dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagimasyarakat. Percepatan program sektor riil juga terlihat melalui penguatan hilirisasi industri. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sehinggamanfaat ekonomi tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Hilirisasi membukapeluang investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saingproduk nasional di pasar global. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur turut memberikan dampak langsung terhadapsektor riil. Infrastruktur yang baik membantu memperlancar distribusi barang, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Dengansistem distribusi yang lebih efisien, pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitasdan memperluas jangkauan pasar. Perkembangan teknologi juga menjadi faktor penting dalam mempercepatpertumbuhan sektor riil. Digitalisasi membuka peluang baru bagi pelaku usaha untukmenjangkau konsumen lebih luas dan meningkatkan efisiensi operasional. Pemanfaatan teknologi membantu memperkuat daya saing usaha sekaligusmendorong transformasi ekonomi yang lebih modern. Dalam konteks ketahanan ekonomi nasional, sektor riil memiliki peran sebagaipenyangga utama ketika terjadi tekanan eksternal. Aktivitas produksi dan konsumsiyang kuat di dalam negeri akan membantu menjaga stabilitas ekonomi meskipunmenghadapi tantangan global. Oleh karena itu, penguatan sektor riil tidak hanyaberdampak pada pertumbuhan, tetapi juga pada ketahanan ekonomi secarakeseluruhan. Keberhasilan percepatan program sektor riil juga memerlukan sinergi antarapemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasiyang kuat akan mempercepat implementasi kebijakan serta memastikan manfaatnyadapat dirasakan secara lebih luas. Pendekatan yang terintegrasi menjadi kuncidalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, sektor riil yang kuat juga berkontribusi terhadap pengurangan kesenjangan ekonomi antarwilayah. Ketika aktivitas ekonomi tumbuh di berbagai daerah, peluang kerja dan usaha akantersebar lebih merata. Hal ini membantu menciptakan pembangunan yang lebihinklusif dan berkeadilan. Dalam jangka panjang, percepatan program sektor riil akan memperkuat fondasiekonomi nasional. Ketika masyarakat memiliki akses yang lebih besar terhadappeluang usaha dan pekerjaan, daya beli akan meningkat dan aktivitas ekonomimenjadi lebih dinamis. Kondisi ini menciptakan siklus pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Pada akhirnya, ekonomi rakyat yang kokoh lahir dari sektor riil yang produktif dan berkembang. Percepatan berbagai program yang mendukung produksi, distribusi, investasi, dan pemberdayaan usaha menjadi langkah penting dalam memperkuatkesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruhpemangku kepentingan, sektor riil akan terus menjadi motor penggerakpertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan bagi Indonesia. *)Pengamat Isu Strategis

Read More

Ekonomi Rakyat Menguat Lewat Sektor Riil yang Tangguh dan Berdaya Saing

*) Oleh: Dinda Paramita Ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh stabilitas indikatormakroekonomi, tetapi juga oleh kekuatan sektor riil yang menjadi penggerak utamaaktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat. Dalam konteks pembangunannasional saat ini, penguatan sektor riil menjadi strategi yang semakin relevan untukmemastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tumbuh secara statistik, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ketika sektor riil bergerak secaraoptimal, peluang usaha berkembang, lapangan pekerjaan bertambah, dan daya belimasyarakat dapat terjaga. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penguatan sektor riilmenjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terjaga dan semakin kuat ke depan. Pandangan tersebut mencerminkan kesadaran pemerintahbahwa tantangan ekonomi global yang semakin dinamis memerlukan respons yang lebih konkret melalui penguatan aktivitas ekonomi produktif di dalam negeri. Meskipunfundamental ekonomi Indonesia masih relatif solid, percepatan implementasi program-program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat tetap menjadikebutuhan mendesak. Dengan demikian, sektor riil tidak hanya berfungsi sebagaimesin pertumbuhan, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan. Selain itu, sektor riil memiliki karakteristik yang mampu menciptakan efek bergandasecara luas terhadap perekonomian nasional. Setiap peningkatan aktivitas produksiakan mendorong kebutuhan tenaga kerja, memperkuat permintaan bahan baku, sertameningkatkan perputaran uang di tingkat lokal maupun nasional. Kondisi ini menjadisangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhiarus perdagangan dan investasi internasional. Ketika ekonomi domestik memilikibasis sektor riil yang kuat, daya tahan terhadap berbagai guncangan eksternal akansemakin besar. Karena itu, percepatan program strategis pemerintah pada sektor-sektor produktif menjadi investasi jangka panjang yang bernilai tinggi bagi stabilitasekonomi nasional. Lebih lanjut, penguatan sektor riil juga menjadi sarana efektif untuk memperkuatekonomi kerakyatan. Selama ini, usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi tulangpunggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi yang signifikan terhadappenyerapan tenaga kerja. Melalui kebijakan yang berorientasi pada penguatan sektorriil, pemerintah dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan kompetitifsehingga pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwaperluasan peran Bank Indonesia menunjukkan adanya paradigma baru dalampembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, tugas Bank Indonesia tidak lagiterbatas pada menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, tetapi juga turut berkontribusiterhadap pertumbuhan ekonomi sektor riil serta penciptaan lapangan kerja. Perspektiftersebut menegaskan bahwa kebijakan moneter dan sektor riil tidak dapat berjalansecara terpisah. Sinergi keduanya diperlukan agar stabilitas ekonomi yang telahterjaga dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi produktif yang memberikanmanfaat langsung bagi masyarakat. Dalam kerangka tersebut, dukungan kebijakan moneter terhadap sektor riil berpotensimenciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif. Stabilitas harga dan inflasi yang terkendali akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansibisnis dan investasi. Di sisi lain, koordinasi yang kuat antara pemerintah, otoritasfiskal, dan otoritas moneter akan mempercepat realisasi berbagai program pembangunan yang menyentuh sektor-sektor produktif. Hasilnya tidak hanya terlihatpada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesempatankerja dan penguatan pendapatan masyarakat. Dengan kata lain, sektor riil menjadijembatan yang menghubungkan stabilitas ekonomi dengan kesejahteraan rakyat. Di tingkat daerah, penguatan sektor riil juga memiliki arti strategis dalammempercepat pembangunan yang lebih merata. Kemandirian fiskal dan penguatansektor riil mnejadi hal yang sangat penting karena mampu menyentuh langsungmasyarakat serta memutus rantai pasok panjang yang selama ini merugikan pelakuUMKM. Pandangan tersebut sangat relevan mengingat banyak daerah memilikipotensi ekonomi yang besar, tetapi belum sepenuhnya memperoleh nilai tambahakibat struktur distribusi yang tidak efisien. Ketika rantai pasok dapat diperpendek, pelaku usaha lokal akan memperoleh keuntungan yang lebih besar dan harga produkmenjadi lebih kompetitif. Situasi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerahyang lebih sehat dan berkelanjutan. Penguatan sektor riil di daerah menjadi bagian penting dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Pengembangan sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan,…

Read More

Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Program MBG demi Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi Anggaran

Jakarta – Pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Diibawah arahan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dan Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, fokus utama transformasi ini adalah memperkuat sistem pengawasan, integrasi data, serta penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang lebih ketat agar program berjalan lebih akuntabel, transparan, efektif, dan efisien. Kepala…

Read More