Di Tengah Gejolak Global, Presiden Prabowo Kantongi Investasi Rp384 T dari Jepang

Presiden Prabowo Subianto berhasil mengamankan komitmen investasi senilai Rp384,2 triliun dari Jepang di tengah ketidakpastian global. Kesepakatan tersebut tercapai melalui penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dalam forum bisnis di Tokyo, pada 30 Maret 2026.

Dalam acara tersebut, Kepala Negara menawarkan agar pengusaha Jepang mau berinvestasi di Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan itu juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia saat ini memiliki program kemitraan strategis jangka panjang dan membentuk sovereign wealth fund. “Kami ingin manajemen yang rasional, praktik terbaik,” ujar Presiden Prabowo ketika berpidato, Senin, 30 Maret 2026.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan kerja sama ini menjadi cermin kepercayaan investor terhadap masa depan cerah ekonomi Indonesia. “Momen ini menjadi simbol kuat komitmen dunia usaha Indonesia dan Jepang dalam memperluas kolaborasi konkret,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Nota kesepahaman itu di antaranya berupa pengembangan proyek penghiliran energi bersih, eksplorasi serta pengembangan minyak dan gas, serta penguatan ekosistem keuangan dan investasi.

Misalnya nota kesepahaman produksi metanol dari Pupuk Kalimantan Timur, antara PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Kaltim Methanol Industri. Ini kunjungan kedua Prabowo ke Jepang setelah ia dilantik menjadi Presiden pada Oktober 2024.

Sebelumnya, Pada Sabtu, 20 Oktober 2025 lalu, Presiden Prabowo datang ke Osaka, Jepang. Di sana, Ketua Umum Partai Gerindra itu meninjau Paviliun Indonesia dalam acara Expo Osaka 2025.

Sepekan setelah kunjungan Prabowo ke Expo Osaka 2025, Teddy menyampaikan bahwa Indonesia mendapatkan komitmen investasi sebesar US$ 23,8 miliar atau Rp 380 triliun. Teddy menyebutkan komitmen investasi itu ia terima dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy.

Selain dengan Jepang, ada beberapa kunjungan Prabowo ke luar negeri yang diklaim membawa investasi ke Indonesia. Misalnya ketika Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London, Inggris, pada Selasa, 20 Januari 2026. Saat itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan Prabowo membawa komitmen investasi sekitar Rp 90 triliun.

Begitu juga saat Prabowo datang ke Washington, DC, Amerika Serikat, pada pertengahan Februari 2026. Ketika itu Prabowo menyaksikan pengesahan 11 nota kesepahaman antara pengusaha Indonesia dan Amerika sebesar US$ 38,4 miliar atau sekitar Rp 651 triliun.

Prabowo di hadapan sejumlah jurnalis dan pakar mengklaim kepergiannya ke luar negeri itu untuk menjaga kepentingan rakyat, misalnya membuka lapangan pekerjaan. Prabowo menyampaikan bahwa kehadirannya di luar negeri diperlukan untuk melakukan lobi serta kesepakatan dengan mitra internasional. “Dalam setiap hubungan, harus ada posisi tawar, harus dari posisi kuat,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *