Pemerintah Pastikan Transportasi Publik Siap Layani MasyarakatNataru
Oleh: Fajriani Lula )*
Pemerintah memastikan kesiapan sektor transportasi publik secara menyeluruh untukmelayani mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Dengan potensi lonjakan pergerakan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, negara menempatkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanansebagai prioritas utama melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, sertaoperator transportasi.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa pemerintah telahmenyiapkan lebih dari 35 ribu armada transportasi lintas moda yang siap beroperasiselama masa Nataru. Armada tersebut mencakup angkutan darat, laut, udara, keretaapi, dan penyeberangan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Dudy, kesiapan transportasi ini merupakan hasil perencanaan danpengawasan berlapis yang dilakukan pemerintah untuk memastikan seluruh sarana danprasarana transportasi dapat berfungsi optimal dalam melayani masyarakat.
Kesiapan moda darat ditopang oleh puluhan ribu unit bus dan ratusan terminal, sementara moda laut didukung ratusan kapal penumpang serta kapal patroli dannavigasi. Di sektor udara, ratusan pesawat dan bandara disiapkan untuk melayanipeningkatan penumpang, sedangkan layanan kereta api diperkuat dengan ribuanrangkaian yang beroperasi di jaringan Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.
Untuk layanan penyeberangan, pemerintah melakukan penguatan armada danprasarana di lintasan-lintasan padat yang selama ini menjadi titik krusial pergerakanNataru.
Dudy menegaskan bahwa kesiapan tersebut tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi jugaditopang oleh pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan. Puluhan ribu kendaraanangkutan darat telah menjalani pemeriksaan kelaikan, ratusan kapal laut dinyatakan laikberoperasi, pesawat udara disiapkan sesuai standar keselamatan, serta ribuan saranaperkeretaapian telah memenuhi ketentuan teknis. Pemeriksaan ini terus dilakukanhingga mendekati puncak Nataru untuk memastikan tidak ada kompromi terhadapkeselamatan penumpang.
Selain kesiapan armada, pemerintah juga menyiapkan landasan kebijakan operasionaluntuk mendukung kelancaran Angkutan Nataru. Sejumlah kebijakan diterbitkan sebagaipanduan operasional, termasuk pengaturan angkutan barang, penerapan e-ticketing pada kapal penumpang, pembentukan posko terpadu, serta pemberian stimulus bagiBUMN sektor transportasi. Pemerintah juga mendorong pemerataan arus perjalananmelalui kebijakan diskon tarif pada berbagai moda transportasi, yang diharapkan dapatmengurangi kepadatan pada waktu dan lokasi tertentu.
Berdasarkan survei potensi pergerakan yang dilakukan Kementerian Perhubungan, destinasi wisata masih menjadi tujuan utama perjalanan masyarakat selama Nataru. Kota Yogyakarta diproyeksikan menjadi destinasi favorit nasional, diikuti sejumlahdaerah lain yang dikenal sebagai pusat wisata budaya, alam, dan rekreasi keluarga.
Secara regional, Pulau Jawa diperkirakan tetap menjadi tujuan terbesar, sementara di luar Jawa, beberapa provinsi juga mengalami peningkatan signifikan minat perjalanan. Pemerintah menggunakan data ini sebagai dasar penyesuaian operasional transportasidi berbagai simpul strategis.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil peran aktif dalammemastikan kesiapan angkutan Nataru, mengingat Jakarta menjadi salah satu wilayahasal perjalanan terbesar.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung kesiapan layanantransportasi di Terminal Terpadu Pulo Gebang dan memastikan seluruh fasilitas sertalayanan angkutan telah siap menghadapi lonjakan penumpang. Ia menilai kesiapansarana, prasarana, dan pelayanan menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmatiperjalanan dengan aman dan nyaman.
Pramono juga mencermati adanya peningkatan signifikan jumlah penumpangmenjelang libur panjang. Pemerintah daerah memprediksi lonjakan penumpang harianyang cukup tajam, sehingga langkah-langkah antisipatif dilakukan untuk mencegahkepadatan berlebihan dan memastikan arus penumpang tetap terkendali. Keselamatandan keamanan penumpang menjadi fokus utama dalam pengelolaan angkutan selamaNataru.
Untuk mendukung hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta,Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat terminal utamasebagai simpul pelayanan Nataru, serta menambah tiga terminal bantuan gunamengantisipasi lonjakan penumpang.
Selain itu, Dishub DKI Jakarta melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagiseluruh pengemudi bus, baik pengemudi utama maupun cadangan, termasuk teskesehatan dan tes bebas narkoba. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untukmenekan risiko kecelakaan selama perjalanan jarak jauh.
Pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check juga dilakukan secara intensif di terminal-terminal utama sejak jauh hari hingga berakhirnya masa Nataru. Dishub DKI Jakarta memastikan bahwa hanya kendaraan yang memenuhi standar keselamatanyang diizinkan beroperasi.
Fasilitas pendukung di terminal, seperti toilet, kantin, ruang tunggu, ruang bermainanak, dan ruang baca, turut dipastikan dalam kondisi layak guna meningkatkankenyamanan penumpang.
Di tengah potensi cuaca ekstrem, pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasidengan BMKG dan Basarnas untuk mitigasi risiko. Kesiapsiagaan diterapkan melaluipenyiagaan personel dan peralatan di titik-titik rawan, penguatan pengawasan modatransportasi, serta pengelolaan fenomena lokal seperti pasar tumpah dan kawasanwisata padat. Seluruh langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakatselama Nataru berlangsung aman dan tertib.
Dengan kesiapan yang terencana dan terkoordinasi dari pemerintah pusat hinggadaerah, sektor transportasi publik diharapkan mampu melayani masyarakat secaraoptimal selama Natal dan Tahun Baru. Pendekatan menyeluruh ini menegaskankomitmen negara untuk hadir dan bekerja memastikan mobilitas masyarakat tetapaman, nyaman, dan lancar di momentum akhir tahun.
*) Pengamat Kebijakan Sosial
