Negara Hadir Pulihkan Kehidupan Sosial dan Ekonomi Warga Pascabanjir Sumatera
Oleh: Wulan Primasari )*
Upaya pemerintah dalam menangani dampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan arah pemulihan yang semakinnyata. Setelah melewati fase tanggap darurat, berbagai skema bantuan yang disiapkanpemerintah mulai menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat terdampak, sekaligusmenjadi fondasi awal bagi pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga. Pendekatan yang ditempuh tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapijuga dirancang untuk memastikan keberlanjutan pemulihan hingga kondisi masyarakatkembali stabil.
Pemerintah menyiapkan beragam skema perlindungan sosial bagi para penyintasbencana, mulai dari penyediaan hunian sementara hingga dukungan menuju huniantetap. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa warga terdampak akanmendapatkan jaminan hidup selama masa awal pemulihan.
Skema perlindungan sosial ini dirancang untuk memastikan kebutuhan dasarmasyarakat tetap terpenuhi pada periode kritis setelah bencana, sembari menungguproses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan. Pemerintah juga menyadari bahwastandar bantuan yang selama ini digunakan masih mengacu pada ketentuan lama, sehingga membuka ruang evaluasi agar besaran bantuan dapat lebih relevan dengankondisi saat ini.
Selain jaminan hidup, pemerintah menyalurkan bantuan tambahan bagi keluargaterdampak untuk melengkapi kebutuhan dasar rumah tangga setelah merekamenempati hunian sementara maupun hunian tetap. Bantuan ini mencakupperlengkapan rumah tangga esensial yang dibutuhkan untuk memulai kembalikehidupan sehari-hari.
Pemerintah menilai perlengkapan rumah tangga esensial penting agar warga tidakhanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga dapat menjalani aktivitas rumah tanggasecara layak dan bermartabat. Nilai bantuan tersebut pun masih dimungkinkan untukdisesuaikan seiring evaluasi kebijakan lintas kementerian.
Aspek pemulihan ekonomi turut menjadi perhatian utama pemerintah. KementerianSosial menyiapkan bantuan pemberdayaan ekonomi tahap awal bagi keluargaterdampak, dengan tujuan menghidupkan kembali aktivitas produktif warga. Dukunganini diharapkan menjadi pemicu awal bagi masyarakat untuk kembali bekerja, berusaha, dan memperoleh penghasilan, sehingga ketergantungan pada bantuan dapat berkurangsecara bertahap. Pendekatan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk tidak hanyamemulihkan kondisi fisik pascabencana, tetapi juga menguatkan ketahanan ekonomimasyarakat.
Pemerintah juga memberikan santunan kepada korban bencana sebagai bentuktanggung jawab negara terhadap warganya. Santunan tersebut diberikan kepada ahliwaris korban meninggal dunia serta kepada korban yang mengalami luka berat. Langkah ini dipandang sebagai bentuk kepedulian negara yang tidak hanya hadir padasaat darurat, tetapi juga memberikan perlindungan sosial bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana.
Di sektor pemenuhan kebutuhan pangan, pemerintah melalui Kementerian Sosial terusmengoperasikan dapur umum di wilayah terdampak. Puluhan titik dapur umumberoperasi setiap hari dan menyajikan ratusan ribu porsi makanan bagi masyarakat. Keberlanjutan operasional dapur umum ini menjadi penopang utama bagi warga yang masih berada di pengungsian atau belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhanpangan secara mandiri. Pemerintah memastikan dapur umum tetap berjalan danbahkan menyesuaikan kapasitasnya sesuai kebutuhan di lapangan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menilaibahwa capaian penanganan bencana di Sumatera menunjukkan kemajuan meskipuntingkat pemulihan berbeda di setiap daerah. Variasi tersebut dipengaruhi oleh tingkatkerusakan serta aksesibilitas wilayah terdampak.
Namun, sejumlah daerah yang sebelumnya terisolasi kini telah terbuka, sehinggadistribusi logistik dan layanan dasar mulai kembali normal. Pemerintah pusat terusmengerahkan personel TNI, Polri, serta alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umumsesuai arahan Presiden untuk mempercepat pembukaan akses dan pemulihaninfrastruktur.
Selain pembukaan akses jalan, pemerintah juga secara bertahap memulihkan pasokanlistrik, BBM, dan LPG di wilayah terdampak. Pemulihan layanan dasar ini dinilai krusialkarena menjadi penopang utama aktivitas masyarakat dan pelayanan publik. Di sektorkesehatan, rumah sakit dan fasilitas kesehatan dilaporkan telah kembali beroperasi, meskipun sebagian masih dalam kapasitas terbatas. Pemerintah terus memastikanlayanan kesehatan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.
Peran TNI Angkatan Darat menjadi salah satu kunci dalam pemulihan infrastruktur, khususnya jembatan yang rusak akibat bencana. Kepala Staf Angkatan Darat, JenderalMaruli Simanjuntak, menjelaskan bahwa TNI AD ditugaskan untuk menangani jembatanterdampak di berbagai wilayah Sumatera.
Sejumlah jembatan Bailey telah disiapkan dan sebagian di antaranya sudah berhasildipasang dan digunakan oleh masyarakat. Proses pembangunan jembatan lainnyamasih berlangsung, meskipun menghadapi tantangan medan, keterbatasan akses, danlogistik.
Selain jembatan Bailey, TNI AD juga menangani rencana perbaikan puluhan jembatanAramco yang membutuhkan proses lebih kompleks. Pemerintah menyadari bahwapemulihan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara instan, namun kerja berkelanjutanaparat di lapangan menunjukkan komitmen kuat negara untuk menghubungkan kembaliwilayah-wilayah terdampak.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menegaskan bahwa penangananpascabencana tidak berhenti pada fase darurat. Melalui perlindungan sosial, pemulihanekonomi, perbaikan infrastruktur, dan pemulihan layanan dasar, negara hadir untukmemastikan masyarakat terdampak dapat bangkit secara bertahap. Pendekatanmenyeluruh ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memulihkan kehidupanwarga pasca banjir, sekaligus memperkuat kepercayaan publik bahwa negara bekerjanyata dalam situasi krisis.
*) Pengamat Sosial dan Kemanusiaan – Forum Keadilan Sosial Aceh Mandiri
