Pasokan BBM Aman, Aktivitas Ramadan Lancar

Oleh : Ricky Rinaldi Ramadan selalu menghadirkan dinamika mobilitas dan aktivitas ekonomi yang meningkat signifikan. Pergerakan masyarakat untuk bekerja, beribadah, berdagang, hingga melakukan perjalanan mudik menjadi bagian dari denyut kehidupan selama bulan suci. Dalam situasi ini, ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjadi faktor krusial yang menentukan stabilitas aktivitas sosial dan ekonomi. Pemerintah…

Read More
Kolaborasi Nasional Perkuat MBG dan Ketahanan Pangan

Kolaborasi Nasional Perkuat MBG dan Ketahanan Pangan

SURABAYA — Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memperkuat sinergi guna memastikan ketersediaan pangan dan percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pilar strategis menuju swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan MBG yang digelar di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, dipimpin Zulkifli Hasan dan Khofifah Indar Parawansa. Menteri Koordinator…

Read More
MBG Pacu Produksi dan Distribusi Pangan, Swasembada Kian Menguat

MBG Pacu Produksi dan Distribusi Pangan, Swasembada Kian Menguat

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Februari 2026, program ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dan ditargetkan mencapai 82 juta penerima paling lambat Desember 2026. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, MBG dinilai menjadi motor penggerak…

Read More

Program MBG, Rantai Pasok Tangguh, dan Kedaulatan Pangan

Oleh Andrea Yuli Utami *) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan sosial untuk memastikan pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, melainkan juga instrumen strategis pembangunan ekonomi yang berdampak luas pada penguatan rantai pasok dan kedaulatan pangan nasional. Terutama bagi Indonesia yang memiliki basis pertanian besar dan struktur ekonomi yang masih menghadapi ketimpangan antara desa dan kota, MBG hadir sebagai katalis yang menghubungkan…

Read More

MBG dan Arsitektur Baru Ketahanan Pangan Indonesia

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai salah satu terobosan kebijakan strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong ketahanan pangan nasional. Lebih dari sekadar program bantuan sosial, MBG dirancang untuk menjadi instrumen pembangunan yang menyentuh banyak sektor secara simultan mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, hingga industri logistik. Dalam konteks…

Read More

Tokoh Masyarakat Ajak Waspadai Radikalisme dan Intoleransi Selama Ramadan

Jakarta – Memasuki bulan suci Ramadan, berbagai elemen masyarakat menguatkan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi yang berpotensi mengganggu harmoni sosial. Bulan Ramadan diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta meneguhkan nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat untuk menjaga harmoni dan memperkuat solidaritas sosial selama…

Read More

Ramadan Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Tangkal Radikalisme

Jakarta – Semangat persatuan dan harmoni antarumat beragama menguat di Ibu Kota Nusantara dalam kunjungan kerja Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Masjid Negara IKN. Momentum Ramadan 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai ruang konsolidasi nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai polarisasi. Kehadiran Menteri Agama menegaskan bahwa pembangunan…

Read More

Ramadan dan Ujian Kebangsaan: Menjaga Iman, Merawat Persatuan

Oleh: Kumaidi Masamper* Ramadan 1447 H/2026 M kembali hadir sebagai bulan yang dinanti, bukan hanya karenanilai spiritualnya, tetapi juga karena daya transformasinya bagi kehidupan kebangsaan. Dalam konteks nasional, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah personal, melainkanruang penguatan komitmen kolektif untuk menjaga harmoni sosial dan memperkokohpersatuan di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang.  Di tengah tantangan global, fluktuasi ekonomi, serta derasnya arus informasi, Ramadan menghadirkan kesempatan reflektif untuk meneguhkan nilai pengendalian diri, kesederhanaan, dan empati—fondasi utama dalam membangun kehidupan berbangsa yang kokoh. Oleh karena itu, ajakan para pemimpin agar Ramadan dijadikan momentum memperkuat kesalehan sosial relevan untuk dimaknai sebagai upaya mempererat solidaritas, menjaga stabilitas nasional, dan meneguhkan semangat kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, menegaskan bahwa Ramadan adalahmomentum untuk memperkuat kesalehan sosial dan merawat harmoni kebangsaan. Seruantersebut bukan sekadar pesan normatif, melainkan panggilan strategis bagi umat Islam sebagai mayoritas bangsa ini. Ibadah puasa, sebagaimana disampaikan beliau, mengajarkanpengendalian diri dan hidup secara proporsional. Nilai ini sangat penting untuk membangunkehidupan sosial yang adil, tidak eksploitatif, serta berkelanjutan, baik terhadap sesamamanusia maupun terhadap alam. Puasa melatih kita menahan diri dari yang halal sekalipun, apalagi dari yang haram. Dalam konteks sosial, ini berarti menahan diri dari keserakahan, dari keinginan menguasai sumberdaya secara berlebihan, dari perilaku konsumtif yang mengabaikan kepentingan bersama. Ketika nilai pengendalian diri ini benar-benar diinternalisasi, maka ia akan melahirkanmasyarakat yang lebih adil dan berempati. Inilah bentuk kesalehan sosial yang diharapkan: keberagamaan yang berdampak nyata bagi kehidupan publik. Meneladani Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pribadi paling dermawan, terutama di bulan Ramadan, Menteri Agama juga mengimbau agar solidaritas sosial diperkuat. Di tengahmeningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci, kehadiran negara melalui berbagaikebijakan stabilisasi harga dan bantuan sosial harus disambut dengan partisipasi aktifmasyarakat. Negara bekerja, masyarakat pun bergerak. Sinergi inilah yang akan memperkuatharmoni kebangsaan. Senada dengan itu, Masyitoh Chusnan, Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, mengajak umatIslam memaknai puasa sebagai jihad akbar atau perjuangan besar melawan hawa nafsu dan keserakahan. Tafsir ini sangat relevan dalam konteks modern, ketika gaya hidup konsumtifdan eksploitasi sumber daya kerap menjadi ancaman bagi keberlanjutan lingkungan. Ramadan, menurut beliau, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum ibadah menyeluruh yang mendorong perubahan perilaku. Shalat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan amal sosial seharusnya berdampak pada pola hidup yang lebih sederhana, pengendaliankonsumsi energi, serta pengurangan produksi sampah. Dalam perspektif kebangsaan, pengendalian diri ini adalah kontribusi nyata umat beragama dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang tengah digencarkan pemerintah. Kita menyadari bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk bersikap serakah. Namuniman membekali kita dengan kemampuan untuk mengendalikan dorongan tersebut. Ketika Ramadan dimaknai sebagai perjuangan melawan nafsu berlebihan, maka ia menjadi kekuatanmoral untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang mendorong efisiensi energi, ketahananpangan, dan perlindungan lingkungan. Spirit jihad akbar ini pada akhirnya memperkuatketahanan nasional dari dalam. Sementara itu, Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI, menyampaikan bahwaRamadan adalah ruang pembelajaran spiritual dan sosial yang…

Read More

Ramadan Jadi Momentum Merawat Persatuan Dalam Perbedaan

Oleh : Gavin Asadit )* Ramadan 1447 Hijriah yang tengah dijalani umat Islam Indonesia pada Februari – Maret 2026 hadir dalam suasana sosial yang dinamis. Sejak pemerintah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026 melalui Sidang Isbat yang melibatkan para ahli falak, perwakilan ormas Islam, dan lembaga terkait, umat Islam di berbagai daerah mulai menunaikan ibadah…

Read More
Rumah Subsidi Digulirkan di Sejumlah Provinsi, Pemerintah Tegaskan Aspek Legalitas Terjamin

Rumah Subsidi Digulirkan di Sejumlah Provinsi, Pemerintah Tegaskan Aspek Legalitas Terjamin

Jakarta – Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus mengawal langsung percepatan program pembangunan rumah bersubsidi di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga memastikan kesiapan groundbreaking pembangunan 141.000 unit rumah bersubsidi yang akan tersebar di tiga kawasan berdekatan. “Selain itu, Presiden Prabowo juga mendapatkan laporan mengenai rampungnya rencana groundbreaking pembangunan 141.000…

Read More