Pengesahan KUHAP Baru Gunakan Proses Terbuka: Publik Bisa Ikut Mengawasi

Oleh : Sari Ametrina )* Pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru oleh DPR RI menandai fase penting dalam perjalanan reformasi sistem peradilan pidana nasional. Regulasi ini dianggap sebagai salah satu tonggak pembaruan hukum terbesar dalam beberapa dekade terakhir karena kehadirannya tidak semata-mata sebagai revisi teknis, melainkan bentuk penataan ulang mekanisme peradilan yang lebih…

Read More

Pembahasan KUHAP Diapresiasi Karena Libatkan Banyak Ahli dan Pemangku Kepentingan

Oleh: Tri Moerdani) * Pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) telah melaluiproses pembahasan yang inklusif. Keterlibatan berbagai ahli hukum, lembaga negara, dan organisasi masyarakat sipil memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menyusun aturan yang responsif terhadap kebutuhan zaman. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan, masyarakat tak perlu khawatir terhadap pengesahan RUU KUHAP karena mayoritas isi KUHAP baru merupakan aspirasi…

Read More

Hindari Provokasi Demo, Pemerintah Pastikan UMP 2026 Dibahas Transparan dan Adil

Oleh: Ahmad Fadhil )* Rencana demonstrasi buruh kembali menyedot perhatian publik. Serikat pekerja berencana mengerahkan massa besar di berbagai kota untuk menuntut penyesuaian Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026. Namun di tengah dinamika tersebut, penting untuk melihat bahwa perjuangan buruh justru dapat lebih efektif jika ditempuh melalui dialog yang terstruktur dan mekanisme formal yang kini sedang diperkuat…

Read More

Jaga Iklim Usaha Kondusif,  Buruh Diimbau Tidak Terjebak Provokasi Demo

Oleh: Anggina Rahmadani )* Upaya menjaga stabilitas nasional kembali menjadi prioritas penting pemerintah di tengah munculnya dinamika hubungan industrial dan berbagai agenda publik. Pemerintah menegaskan bahwa kondisi aman dan tertib adalah fondasi pembangunan yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen bangsa. Dalam situasi pemulihan ekonomi dan penguatan daya saing nasional, munculnya narasi provokatif yang berpotensi memecah…

Read More

Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Apresiasi terhadap Kontribusi Pembangunan Indonesia

Oleh : Sandralina Magenta )* Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, oleh pemerintah menandai sebuah momentum penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Soeharto dalam membangun pondasi pertumbuhan ekonomi, stabilitas nasional, serta arah pembangunan jangka panjang masih diakui dan dirasakan secara luas oleh masyarakat. Respons positif dari berbagai tokoh politik,…

Read More

Pemerintah Dorong Sikap Bijak Publik untuk Redam Provokasi Penolakan Gelar Soeharto

Oleh : Septian Nova )* Polemik mengenai penganugerahan gelar pahlawan kepada Soeharto telah memantik perdebatan di ruang publik, baik di media arus utama maupun di media sosial. Ada kelompok yang melihat Soeharto sebagai sosok yang berperan besar dalam pembangunan infrastruktur, stabilitas politik, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama puluhan tahun. Di sisi lain, ada kelompok yang menolak keras, dengan alasan masih adanya…

Read More

⁠⁠ Pemerintah Nyatakan Perang Total terhadap Judi Daring demi Lindungi Masyarakat dari Kejahatan Digital

*) Oleh: Debora Amanda Pemerintah kembali menegaskan komitmen penuh dalam memerangi judi daring sebagai ancaman serius yang mengintervensi ruang digital dan kehidupan sosialmasyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi telahdimanfaatkan oleh jaringan kriminal untuk menjalankan operasi lintas negara secaramasif, terselubung, dan merusak. Oleh karena itu, pemerintah memperkuat koordinasinasional lintas lembaga guna memutus rantai kejahatan judi daring yang kiankompleks dan adaptif. Penguatan koordinasi ini tidak hanya menjadi agenda teknis, tetapi juga tonggak penting bagi pemerintah serta pemangku kepentingan sektorkeuangan dalam menciptakan satu sistem pertahanan nasional yang lebihterintegrasi. Langkah kolektif ini menandai babak baru dalam upaya negara melindungi warganya dari kejahatan digital yang bersifat lintas batas dan berdampakluas. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, M.Sc., menegaskan bahwa judidaring bukan lagi fenomena kriminal konvensional, melainkan ancaman multidimensiyang menggerogoti sendi moral, sosial, dan ekonomi bangsa. Ia menekankan bahwamasalah ini tidak boleh lagi dipandang sebagai sekadar pelanggaran moral atauhiburan berisiko, melainkan sebagai pintu masuk bagi kejahatan finansial terorganisir. Menurut Yusril, setiap rupiah uang haram yang dicuci melalui sistem keuangan akanmenjadi bahan bakar bagi kejahatan berikutnya. Sebaliknya, setiap uang haram yang berhasil dibekukan pemerintah merupakan langkah nyata untuk menjaga masa depangenerasi muda agar tidak terperangkap dalam siklus kriminalitas. Tekad bersama ini, menurutnya, merupakan fondasi moral dan hukum dalam menjaga bangsa dariancaman yang diam-diam menggerogoti ketahanan sosial. Lebih jauh, Yusril juga menyoroti pentingnya pendekatan menyeluruh yang melibatkanpengawasan di berbagai sektor strategis. Strategi nasional yang diperkuat melaluikolaborasi antar-instansi dinilai dapat menutup berbagai celah yang seringdimanfaatkan oleh pelaku judi daring, baik dari sisi teknologi, perbankan, maupunsistem pembayaran digital. Pemerintah memastikan bahwa penindakan hukum tidakakan berjalan sendiri tanpa dukungan pengawasan finansial dan kontrol transaksiyang ketat. Dengan demikian, pemberantasan judi daring menjadi upaya bersamayang menyasar seluruh mata rantai kejahatan, dari operator hingga afiliasinya. Pendekatan ini menjadi kunci untuk memutus jaringan yang selama ini tumbuh melaluicelah regulasi dan teknologi. Sementara itu, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)Ivan Yustiavandana menegaskan bahwa fenomena judi daring telah berkembangmenjadi persoalan sosial-ekonomi yang kompleks dan berdampak luas bagimasyarakat Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa kelompok rentan seperti remaja, pelajar, ibu rumah tangga, hingga pekerja formal telah menjadi sasaran empukjaringan judi daring. Fenomena ini bergerak secara senyap, namun menghantamkeras kehidupan keluarga dan stabilitas sosial masyarakat. Banyak rumah tanggayang kehilangan tabungan, terjerat utang, bahkan mengalami kekerasan domestikakibat tekanan finansial yang ditimbulkan oleh kecanduan judi daring. Menurut Ivan, dampak sosialnya juga mencakup peningkatan tindak kriminal turunan dan kerentanan generasi muda terhadap eksploitasi digital. Dalam temuannya, PPATK mengungkap fakta mengejutkan bahwa sekitar 2 persenpemain judi daring di Indonesia merupakan anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Angka ini setara dengan kurang lebih 80.000 anak yang sudah terekspos konten judidaring melalui perangkat digital yang mereka akses sehari-hari. Temuan tersebutmenunjukkan betapa seriusnya penetrasi jaringan judi daring dalam kehidupangenerasi masa depan. Ivan menegaskan bahwa pemerintah, melalui koordinasinasional lintas lembaga, berkomitmen kuat untuk memerangi fenomena ini melaluipengawasan transaksi keuangan, penegakan hukum, dan peningkatan literasi digital yang lebih komprehensif. Ia menilai koordinasi lintas sektor menjadi elemen krusialuntuk menghambat arus dana, menutup akses ilegal, serta mencegah perluasankorban terutama dari kelompok rentan. Koordinasi nasional lintas lembaga yang diperkuat oleh pemerintah mencerminkansubstansi penting dari perang total terhadap judi daring yang tidak semata-mataberfokus pada aspek penindakan. Pemerintah juga menekankan perlunyapencegahan melalui peningkatan kesadaran publik, penyediaan edukasi literasidigital, dan pembentukan ekosistem ruang digital yang aman. Di sektor keuangan, regulator didorong memastikan sistem pembayaran dan layanan transaksi bebas daricelah yang dapat dimanfaatkan pelaku judi daring untuk melakukan pencucian uang. Sementara itu, aparat penegak hukum didorong bekerja lebih cepat dan responsifdalam menangani laporan masyarakat. Langkah-langkah ini menjadi strategi komprehensif untuk menjamin bahwa negara tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktifdalam menjaga stabilitas sosial. Di tengah ancaman kejahatan digital yang meningkat, perang total terhadap judidaring merupakan refleksi nyata dari kepedulian pemerintah dalam melindungirakyatnya. Meski demikian, pemerintah menyadari bahwa pemberantasan judi daring tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapatmenciptakan ekosistem digital yang lebih bersih dari potensi eksposur judi daring, terutama bagi anak-anak dan remaja. Regulasi yang lebih adaptif dan responsif juga menjadi kebutuhan mendesak mengingat modus pelaku perjudian digital yang semakin canggih dan memanfaatkan teknologi baru. Dengan pengawasan berlapisdan dukungan teknologi mutakhir, pemerintah berupaya menekan ruang gerak para pelaku secara signifikan. *) Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Publik.

Read More

Menjauh dari Judi Daring, Melangkah Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah

Oleh : Astrid Widia )* Kesadaran masyarakat mengenai bahaya judi daring bagi generasi muda perlu diperkuat secara serius dan berkelanjutan. Ancaman ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga mengikis pondasi sosial dan masa depan bangsa. Di tengah transformasi digital yang melaju pesat, upaya membangun karakter generasi muda agar mampu menolak godaan judi daring menjadi semakin mendesak. Generasi muda saat…

Read More

Ketua Umum PBNU Imbau Warga NU Tetap Solid dan Mengutamakan Persatuan Jamaah

Oleh : AuliaTri Saputra)* Upaya untuk terus memperkuat soliditas antar semua wargaNahdlatul Ulama kembali ditegaskan melalui seruan Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf, yang mendorong kepada seluruhNahdliyin untuk semakin memprioritaskan persatuan jamaah di tengah dinamika yang terus berkembang di tengah masyarakat belakangan ini.  Dorongan tersebut mengemuka bersamaan dengan berbagai penjelasan beliau mengenai kriteria keanggotaan NU, arah konsolidasi organisasi, dan bagaimana pentingnya menjaga ketenangan dalam menghadapi isu internal maupun eksternal.  Penegasan…

Read More

NU Dorong Seluruh Nahdliyin Perkuat Rasa Kebersamaan

Oleh : Muhammad Zaki )* Ormas  Nahdlatul Ulama (NU) terus mendorong kepada semuawarga Nahdliyin di seluruh Indonesia untuk semakin memperkuat rasa kebersamaan mereka. Salah satu caranya adalah melalui pemahaman yang lebih konstruktif tentang seperti apa kriteria anggota Nahdlatul Ulama sebagaimana yang dijelaskan secaraterbuka oleh KH Yahya Cholil Staquf dalam acara Haul Akbar ke-66 Simbah Kiai Ahmad Siroj Umar di Surakarta.  Dorongan untuk semakin memperkuat kebersamaan tersebut sejatinya tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga soliditasinternal saja, tetapi juga menjadi bagian dari langkah panjang NU dalam membangun tata organisasi yang jauh lebih tertib, efektif, dan…

Read More