Tokoh Pemuda Papua Kecam Keras Penembakan Pesawat Sipil oleh OPM

Papua Tengah- Aksi penembakan terhadap pesawat sipil kembali mengguncang Papua dan memicu kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat. Insiden yang terjadi saat pesawat jenis Caravan milik Smart Air mendarat di Bandara Korowai Batu, Rabu siang, menewaskan dua awak pesawat dan menimbulkan duka mendalam. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu serangan paling serius terhadap penerbangan sipil…

Read More

Pemerintah Jamin Situasi Papua Aman dan Kondusif

JAKARTA – Komitmen pemerintah menjaga stabilitas keamanan di Papua kembali ditegaskan melalui langkah-langkah cepat dan terukur menyusul sejumlah gangguan keamanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Penembakan terhadap pesawat perintis di Bandara Koroway, gangguan terhadap rombongan kendaraan operasional PT Freeport Indonesia, hingga ancaman terhadap pekerja layanan publik menjadi perhatian serius negara. Respons yang diambil tidak…

Read More
Menopang Ketahanan Energi Papua melalui Penguatan Produksi dan EBT

Menopang Ketahanan Energi Papua melalui Penguatan Produksi dan EBT

Oleh : Rivka Mayangsari*) Upaya memperkuat ketahanan energi nasional kini semakin diarahkan secara strategis dan terukur, dengan Papua ditempatkan sebagai salah satu pilar utama pengembangan energi masa depan Indonesia. Pemerintah memandang Papua bukan hanya sebagai wilayah kaya sumber daya alam, tetapi sebagai simpul penting dalam arsitektur kemandirian energi nasional. Dengan potensi energi terbarukan dan sumber…

Read More

Merawat Kondusivitas Papua Menyambut Natal dan Tahun Baru

Oleh: Sylvia Mote *) Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, suasana kehidupan masyarakat di Papua mulai diwarnai oleh aktivitas keagamaan, sosial, dan kebersamaan. Momentum akhir tahun ini menjadi waktu yang dinantikan banyak pihak untuk beribadah, berkumpul dengan keluarga, serta merayakan pergantian tahun dalam suasana penuh sukacita. Agar seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan…

Read More

Menjaga Kondusivitas Papua Jelang Natal dan Tahun Baru sebagaiTanggung Jawab Bersama

Oleh: Elias Kogoya* Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, komitmen menjagakeamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua semakin menguat. Momentum Natal dan pergantian tahun memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagimasyarakat Papua, sehingga membutuhkan suasana yang aman, damai, dan penuhkebersamaan. Kesadaran kolektif untuk menjaga kondusivitas tidak hanya menjadiharapan, tetapi telah diwujudkan dalam sikap dan pernyataan para tokohmasyarakat serta tokoh agama yang mengajak seluruh elemen masyarakat berperanaktif menciptakan kedamaian. Di Papua Tengah, tokoh masyarakat Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Derek Alom, menegaskan komitmen masyarakat Distrik Tembagapura dan Distrik Kimbeliuntuk mendukung aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah. Iamenyampaikan bahwa masyarakat memiliki tekad kuat agar perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh sukacita. Dukunganmasyarakat terhadap aparat keamanan dipandang sebagai wujud tanggung jawabbersama dalam menjaga keharmonisan sosial dan kenyamanan seluruh warga. Derek Alom juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadapberbagai isu yang berpotensi mengganggu ketenangan. Menurutnya, ketenangandan rasa aman merupakan fondasi utama bagi kehidupan sosial yang sehat sertapintu masuk bagi pembangunan dan kemajuan daerah. Dengan terciptanya situasiyang kondusif, aktivitas keagamaan, ekonomi, dan sosial dapat berjalan optimal, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung di Mimika dan wilayah Papua Tengah secara umum. Komitmen masyarakat Mimika untuk menjaga keamanan dari wilayah pesisir hinggapegunungan menunjukkan kuatnya semangat persatuan. Kesadaran bahwakeamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan kewajiban bersamaseluruh warga, menjadi modal sosial yang sangat penting. Sinergi antara masyarakatdan aparat keamanan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas wilayah selamarangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru, sekaligus menjadi contoh positif bagidaerah lain di Papua. Dari sisi keagamaan, tokoh agama Tanah Papua, Pendeta Dr. Yones Wenda, turutmenyuarakan pentingnya menjaga kondusivitas menjelang Nataru. Iamenyampaikan dukungan penuh terhadap aparat keamanan dalam menjagastabilitas Papua agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengankhusyuk dan masyarakat menyambut Tahun Baru dengan rasa aman. Pendeta Yones Wenda juga menekankan bahwa suasana damai akan memperkuat makna Natal sebagai perayaan kasih, persaudaraan, dan harapan bagi seluruh masyarakat Papua. Selain itu, Pendeta Yones Wenda mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai daritokoh adat, tokoh pemuda, hingga generasi muda, untuk menjaga persatuan dan kebersamaan. Dalam pandangannya, Papua yang aman dan harmonis merupakanprasyarat penting agar berbagai program pembangunan dan perhatian pemerintahpusat terhadap Papua dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagikesejahteraan masyarakat. Semangat menjaga kondusivitas juga terlihat jelas di Papua Barat…

Read More

Pemerintah Dorong Masyarakat Tidak Terpengaruh Provokasi 1 Desember

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Menjelang 1 Desember, berbagai elemen masyarakat di Papua kembali menegaskan komitmen untuk menolak provokasi dan menjaga stabilitas daerah. Momentum yang kerap dimanfaatkan pihak tertentu untuk memicu kegaduhan kini dihadapi dengan pendekatan yang jauh lebih matang, terarah, dan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat keamanan serta harmoni sosial. Upaya menjaga situasi…

Read More

Langkah Terpadu Perkuat Ketahanan Pangan Papua: Produksi Meningkat, Pengawasan Diperketat

Jayapura – Ketahanan pangan Papua diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga akademis, dan instansi pengawasan pangan. Pemkot Jayapura bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan berbasis potensi lokal sebagai langkah strategis mewujudkan kemandirian pangan. “Ini merupakan komitmen kami dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan perikanan lokal…

Read More

Ketahanan Pangan Papua Melesat, Pemerintah Perkuat Modernisasi Pertanian dan Peran Petani Muda

PAPUA – Ketahanan pangan di Papua menunjukkan kemajuan signifikan seiring menguatnya arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah menjadikan ketahanan pangan sebagai pilar utama pembangunan melalui modernisasi pertanian, penguatan ekonomi lokal, dan transformasi digital yang kini menjangkau seluruh wilayah, termasuk Papua. Seluruh langkah percepatan ini berjalan…

Read More

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua untuk Dorong Kemandirian Wilayah

Oleh : Loa Murib Upaya memperkuat ketahanan pangan di Papua semakin menunjukkan arah yang semakinprogresif. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, lembaga akademis, dan otoritasmoneter terus memperkuat koordinasi untuk memastikan Papua mampu mencapaikemandirian pangan yang menjadi prasyarat bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam konteksini, ketahanan pangan bukan hanya persoalan kecukupan produksi, tetapi juga menyangkutstabilitas harga, pemanfaatan teknologi, transformasi ekonomi lokal, hingga penguatankapasitas pelaku utama di sektor pertanian. Papua memiliki potensi lahan yang luas dan subur, namun belum sepenuhnya dioptimalkan. Karena itu, penguatan kebijakan dan sinergimultipihak menjadi kunci untuk membawa Papua menuju masa depan pangan yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Salah satu langkah strategis yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan dana OtonomiKhusus (Otsus) untuk memperkuat sektor pertanian. Komisi IV DPR RI menilai bahwa dana Otsus yang cukup besar harus menjadi modal utama bagi percepatan pembangunan pertanianberbasis lokal. Menurut pandangan Riyono dari Komisi IV DPR RI, potensi penguatanketahanan pangan melalui dana Otsus akan sangat bergantung pada komitmen politikpemerintah daerah dalam memberikan pendampingan kepada petani. Ia menekankan bahwajumlah petani di Papua masih relatif sedikit akibat faktor kultur dan minimnyapendampingan. Padahal, tanah Papua memiliki kesuburan yang tinggi dan mampu memenuhikebutuhan pangan sendiri tanpa harus terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah. Pandangan tersebut menggambarkan bahwa kebijakan yang tepat dan terarah sangat diperlukan untuk memperkuat peran petani lokal sebagai aktor utama pembangunan panganPapua. Komitmen memperkuat pangan lokal juga terlihat dari langkah Pemerintah Kota Jayapura yang menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dalam membangun model pertanian dan perikanan modern. Kolaborasi ini mencerminkan bahwa peningkatanproduktivitas membutuhkan dukungan keilmuan dan teknologi yang mampu memberikaninovasi di tingkat akar rumput. Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menyampaikan bahwapengembangan dilakukan melalui lima lokasi proyek percontohan pertanian dengankomoditas strategis seperti cabai besar, cabai kecil, jagung, semangka, dan tomat. Program ini telah menunjukkan perkembangan signifikan berkat pemeliharaan rutin, bahkan hasilpanen awal ditargetkan sudah dapat dilakukan pada akhir 2025. Selain itu, sektor perikananjuga menjadi sasaran dengan adanya uji coba budidaya kepiting soka, ikan bubara, udang air tawar, serta ikan nila yang menunjukkan perkembangan positif. Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menegaskan komitmen lembaganya untuk menyediakan sumber daya manusia terbaikguna mendukung penguatan pertanian dan perikanan daerah. Pandangan ini menegaskanbahwa transformasi pangan di Papua membutuhkan dukungan ilmiah dan teknologi yang relevan. Penguatan ketahanan pangan Papua tidak dapat dipisahkan dari stabilitas harga sebagaibagian dari pengendalian inflasi pangan. Bank Indonesia (BI) Papua melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2025 telah menunjukkan capaian konkret. Kepala Perwakilan BI Papua Faturrahman menyampaikan bahwa inflasi di Papua saat initerkendali pada level yang rendah dan stabil, jauh di bawah sasaran nasional. Stabilitas inididukung oleh berbagai kegiatan strategis seperti 402 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang Januari–Oktober 2025, pelatihan Good…

Read More

Pemerintah Dorong Transformasi Pertanian Guna Penguatan Ketahanan Pangan Papua

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Ketahanan pangan Papua menjadi lebih progresif seiring menguatnya arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai pilar utama pembangunan nasional melalui pendekatan modernisasi pertanian, penguatan ekonomi lokal, dan transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua sebagai salah satu episentrum…

Read More