Hadapi Puncak Libur Tahun Baru Pemerintah siapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas

Oleh: Anggina Kartikasari*

Menghadapi puncak libur Tahun Baru 2026, pemerintah menegaskan kehadiran dan tanggung jawabnya dalam menjamin kelancaran, keselamatan, serta kenyamananmobilitas masyarakat melalui penyiapan skema rekayasa lalu lintas yang komprehensifdan terukur. Kebijakan ini mencerminkan kesigapan negara dalam membaca dinamikapeningkatan pergerakan masyarakat pada momentum strategis akhir tahun, sekaligusmenunjukkan kapasitas tata kelola transportasi nasional yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pemerintah bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia mengedepankan pendekatanberbasis teknologi dan data real time sebagai fondasi pengambilan keputusan di lapangan. Sistem pemantauan terintegrasi memungkinkan rekayasa lalu lintasditerapkan secara presisi sesuai kondisi aktual, sehingga arus kendaraan tetapterkendali dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan bahwa pengamanan dan pengaturan lalu lintas difokuskan pada titik-titik strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan wisata, serta jalur utama distribusi, sebagai bentuk perlindungan negara terhadap mobilitas publik selama libur panjang.

Dalam kerangka pelayanan yang proaktif, Korlantas Polri juga mengoptimalkan sistemperingatan dini berbasis lokasi guna memberikan informasi langsung kepada penggunajalan. Langkah ini dinilai efektif dalam membantu masyarakat menyesuaikan waktu dan rute perjalanan secara mandiri. Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan bahwapenerapan contraflow dan one way dilakukan secara situasional dengan parameter yang jelas dan terukur, sehingga kebijakan berjalan objektif, transparan, dan berorientasipada kelancaran bersama.

Komitmen pemerintah semakin diperkuat melalui kebijakan nasional yang disampaikanoleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyomengatakan bahwa Polri telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas secaramenyeluruh, baik untuk arus mudik maupun arus balik, dengan pola ganjil genap, contraflow, dan one way. Menurutnya, kesiapan ini merupakan wujud nyata pelayananPolri kepada masyarakat agar momentum libur Natal dan Tahun Baru dapat dinikmatisecara aman dan tertib.

Pelaksanaan Operasi Lilin 2025 menjadi bukti konkret keseriusan pemerintah dalammengawal kebijakan tersebut. Operasi ini didukung oleh ratusan ribu personelgabungan dari Polri, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang disebar di puluhan ribu objek vital. Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa fokuspengamanan diarahkan pada gereja, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusatperbelanjaan, serta kawasan wisata, sehingga seluruh aktivitas masyarakat terlindungisecara optimal selama perayaan akhir tahun.

Langkah pemerintah juga didukung oleh perencanaan berbasis proyeksi dan surveinasional. Data Kementerian Perhubungan yang memperkirakan peningkatan signifikanpergerakan masyarakat dijadikan dasar dalam penentuan waktu krusial arus mudik dan balik. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak sekadar merespons situasi, tetapi telah melakukan antisipasi matang demi memastikan stabilitas lalu lintasnasional. Sinergi pusat dan daerah diperkuat melalui koordinasi intensif untukmemastikan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi.

Kementerian Perhubungan mengambil peran strategis dengan menyiapkan rekayasa lalulintas khususnya di kawasan wisata unggulan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan bahwa kebijakan one way, contraflow, dan ganjil genap disiapkan untuk menambah kapasitas jalan agar lonjakankendaraan tetap dapat tertampung. Ia menegaskan bahwa koordinasi antar pemangkukepentingan di daerah menjadi kunci keberhasilan pengelolaan arus wisata, sehinggapengalaman perjalanan masyarakat tetap nyaman dan lancar.

Selain pengaturan kendaraan pribadi, pemerintah juga menyiapkan kebijakanpendukung berupa pengaturan operasional angkutan barang. Aan Suhanan mengatakanbahwa pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas tengah disiapkan sebagailangkah strategis untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode Nataru. Kebijakan ini mencerminkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keselamatan publik, sekaligus memperlihatkan kepemimpinan pemerintah dalammengelola ruang jalan secara adil dan proporsional.

Pemerintah juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap aspek keselamatan denganmengintegrasikan antisipasi cuaca ke dalam kebijakan lalu lintas. Kesiapsiagaanmenghadapi musim hujan diposisikan sebagai bagian dari pelayanan publik yang menyeluruh. Aan Suhanan mengatakan bahwa antisipasi terhadap potensi hujan lebatdan kondisi alam lainnya menjadi perhatian utama agar perjalanan masyarakat tetapaman dan terkendali.

Secara keseluruhan, kesiapan pemerintah menghadapi puncak libur Tahun Baru melaluiskema rekayasa lalu lintas mencerminkan tata kelola yang solid, responsif, dan berpihakpada masyarakat. Kebijakan yang disusun secara terencana, didukung teknologi, personel, dan koordinasi lintas sektor, menunjukkan kehadiran negara dalam setiapdenyut mobilitas publik. Dengan dukungan partisipasi masyarakat dalam mematuhiarahan resmi, langkah ini menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya libur akhir tahun yang aman, tertib, dan penuh kenyamanan bagi seluruh rakyat Indonesia.

*Penulis merupakan pengamat transportasi dan tata kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *