Kolaborasi Bank & UMKM: BUMN & Pemerintah Bersinergi Demi Ekonomi yang Lebih Merata 

Oleh: Yusuf Rinaldi)*

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor perbankan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi langkah krusial. Dengan potensi besar yang dimiliki sektor UMKM di Indonesia, sinergi ini membuka jalan bagi pemberdayaanekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produkIndonesia di pasar global. 

Program-program strategis yang diluncurkan oleh pemerintah dan didukung oleh BUMN serta perbankan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), semakin memperkuatekosistem UMKM yang menjadi pilar penting perekonomian nasional.

Sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto telah menekankanpentingnya pemberdayaan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia. Dalam hal ini, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman, terus berupaya meningkatkan aksesibilitas pembiayaan dan mempercepat transformasi UMKM ke dalam sektor formal. 

Hingga saat ini penyaluran KUR telah mencapai Rp 238 triliun, atau sekitar 83% daritarget yang ditetapkan untuk tahun 2025. Di sisi lain, target jumlah debitur baru yang dapat mengakses KUR tahun ini mencapai 2,34 juta penerima.

Bahkan, salah satu capaian paling signifikan yang telah tercapai adalahmeningkatnya jumlah debitur yang naik kelas (graduasi) dari sektor mikro ke kecildan dari kecil ke menengah. Dari target 1,1 hingga 1,2 juta debitur graduasi, capaiantersebut telah melampaui target dengan 1,3 juta debitur, atau sekitar 112%. 

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa strategi pemerintah dalam memfasilitasiUMKM bertransformasi dari usaha mikro menjadi lebih berkembang dan berdayasaing semakin menunjukkan hasil yang positif.

Dengan adanya pencapaian tersebut, sektor produksi akan menyentuh 61% daritotal alokasi KUR di akhir tahun 2025. Di samping itu, program ini diproyeksikanmampu menciptakan 8 hingga 11 juta lapangan pekerjaan baru, yang sangat pentingdalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan mewujudkan ekonomiyang lebih merata.

Sebagai instrumen utama pembiayaan bagi UMKM, KUR memungkinkan pelakuusaha kecil mendapatkan akses permodalan dengan bunga yang terjangkau. Tahundepan, pemerintah akan membuat beberapa perubahan penting dalam mekanismepenyaluran KUR. 

Salah satunya adalah penghapusan batasan jumlah pengajuan KUR, di mana UMKM dapat mengajukan kredit lebih dari empat kali tanpa pembatasan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM tanpa ada kendala administratif yang menghambat mereka.

Selain itu, penurunan suku bunga KUR menjadi 6% untuk semua pengajuan, baikpertama maupun berikutnya, menjadi terobosan yang sangat signifikan. Kebijakanini bertujuan untuk memberikan kepastian pembiayaan yang lebih terjangkau bagiUMKM di seluruh Indonesia. Semua kebijakan ini mencerminkan sinergi antarapemerintah dan sektor perbankan, yang bekerja sama untuk memudahkan UMKM mengakses pembiayaan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah, BUMN dan sektor perbankan juga semakinintensif menjalin kolaborasi dengan UMKM. Salah satu contoh nyata dari kolaborasiini adalah kerjasama antara Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Kementerian UMKM yang dilakukan pada bulan November 2025. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem UMKM di Batam, sebuah kota yang memiliki potensi besar sebagai pusat industri dan perdaganganinternasional.

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza, kerjasama ini dilaksanakan melalui tiga pilar utama: akses permodalanberkelanjutan, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan peluang investasi sertakemitraan industri. Dengan sinergi ini, UMKM di Batam diharapkan bisamendapatkan kemudahan dalam mengakses permodalan, mendapatkanpendampingan berkualitas, serta memperoleh peluang pasar yang lebih luas. Kerjasama ini juga akan memperkuat jejaring investasi di sektor industri dan pariwisata yang menjadi kekuatan Batam.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan UMKM kedalam ekosistem investasi Batam. Melalui platform yang sedang disiapkan oleh BP Batam, UMKM akan lebih mudah memanfaatkan aset-aset produktif yang dimilikioleh BP Batam untuk kegiatan produksi dan distribusi. Ini menjadi langkah besardalam menciptakan UMKM yang mampu bersaing di tingkat global.

PT Bank Negara Indonesia (BNI) juga berperan penting dalam mendukung UMKM, terutama dalam sektor perumahan. Melalui program Kredit Program Perumahan(KPP), BNI telah menyalurkan pembiayaan untuk mendukung pelaku UMKM dalampengadaan tanah, bahan bangunan, serta renovasi rumah yang juga bisadifungsikan sebagai tempat usaha. Hingga Oktober 2025, BNI telah menyalurkanpembiayaan sebesar Rp40,7 miliar kepada 41 pelaku UMKM.

Program ini memungkinkan UMKM tidak hanya memperoleh akses untukpermodalan, tetapi juga berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan rumah yang layak bagi masyarakat. Dengan lebih dari 15% dari total penyaluran KPP nasionalhingga Oktober 2025, BNI menunjukkan komitmennya untuk memperkuat sektor riildan menciptakan ekonomi yang lebih inklusif. 

Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal, program KPP juga bertujuanuntuk memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan yang sangat mendukungkeberlanjutan usaha mikro dan kecil. Kolaborasi antara sektor pemerintah, BUMN, dan perbankan ini menunjukkan bahwa upaya kolektif untuk memberdayakan UMKM sangat vital dalam menciptakan ekonomi yang lebih merata. 

Sinergi antara semua pihak ini tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM, tetapijuga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan pengurangan ketimpangan ekonomi antara daerah.

Dukungan penuh dari pemerintah, BUMN, dan sektor perbankan terhadap UMKM adalah kunci untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih inklusif, di mana seluruhlapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi. 

Kebijakan yang diambil juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjagakeberlanjutan dan pemerataan pembangunan ekonomi yang tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga di daerah-daerah potensial seperti Batam, sertamendukung sektor-sektor ekonomi riil yang menjadi pendorong utama perekonomiannasional.

)*Penulis Merupakan Pengamat Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *