Koperasi Desa Merah Putih Jadi Ujung Tombak Pemerataan Ekonomi di Era Pemerintahan Prabowo–Gibran

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*

Pemerintahan Prabowo–Gibran menempatkan pemerataan ekonomi sebagai salah satu prioritas utama dalam membangun Indonesia yang lebih inklusif. Di tengahupaya tersebut, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi motor penggerakbaru bagi kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Melalui model kolaborasi dan pemberdayaan berbasis komunitas, Koperasi Desa Merah Putih mendorong masyarakat desa untuk aktif berproduksi dan mengelolapotensi lokal secara mandiri. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam mewujudkan visi pemerataankesejahteraan nasional.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari visibesar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa. Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi Upaya untuk memerdekakan masyarakat darikemiskinan dan ketimpangan. Ekonomi tumbuh dari bawah, dari desa-desa yang kuat dan mandiri.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya peran koperasi desasebagai penggerak utama ekonomi rakyat. Ia menyebutkan, KopDes Merah Putih bukan hanya simbol kebangkitan ekonomi desa, tapi instrumen nyata yang memberiakses modal, pasar, dan pelatihan bagi warga desa.

Program ini, lanjutnya, menempatkan koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomirakyat di tingkat desa mulai dari distribusi kebutuhan pokok, penyediaan pupuk dan gas LPG, hingga layanan keuangan mikro. Selain membangun infrastruktur geraidan gudang desa, pemerintah juga menggulirkan pelatihan manajemen koperasiserta integrasi rantai pasok agar masyarakat desa lebih mandiri secara ekonomi.

Sementara itu, Komisi VI DPR RI juga mendukung keinginan pemerintah untukmelakukan percepatan terhadap implementasi Koperasi Merah Putih sebagai wadahbaru yang dirancang untuk memastikan perputaran uang dan peluang usaha tidakhanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menyentuh desa-desa di seluruh Indonesia. 

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade menegaskan bahwa gagasanKoperasi Merah Putih merupakan langkah konkret Presiden Prabowo Subianto dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi dari akar desa. Andre menjelaskan, tujuan pemerintahan Presiden Prabowo membentuk Koperasi Merah Putih itu ialahagar ekonomi di desa tumbuh dan berkembang dan pembangunan juga bisadirasakan di desa.

Ia mengatakan hal ini menjadi bagian dari tindak lanjut pelaksanaan InstruksiPresiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih serta Inpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang PercepatanPembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih. 

Dua kebijakan strategis ini menegaskan instruksi Presiden kepada Satuan Tugasterkait untuk mengambil langkah komprehensif dan terkoordinasi dalammerevitalisasi hingga 80 ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Politisi Fraksi Gerindra ini menilai bahwa perputaran ekonomi saat ini lebih banyakterpusat di perkotaan. Akibatnya, arus urbanisasi dari desa ke kota tak terhindarkankarena ketimpangan kesempatan dan akses terhadap sumber ekonomi.

Masyarakat tidak perlu khawatir keberadaan Koperasi Merah Putih akan mematikanBUMDes atau pelaku UMKM yang telah lebih dulu berkembang. Justru hadirnyaKoperasi Merah putih sebagai penguat dan simpul kolaborasi bagi seluruhekosistem ekonomi di desa.

Pemerintah akan segera mengatur skema kemitraan secara rinci agar tidakmenimbulkan tumpang tindih dengan program yang sudah berjalan. Pemerintah juga tengah menyiapkan pola sinergi agar koperasi mampu menjadi simpul ekonomitanpa menggeser peran pelaku usaha desa yang sudah mapan.


Berdasarkan data dari laman resmi KDKMP per awal November 2025, sebanyak82.467 koperasi telah berbadan hukum. Jumlah ini hampir mendekati jumlahdesa/kelurahan di Indonesia. Total terdapat 25.322 gerai koperasi yang beroperasi di seluruh Indonesia yang melibatkan 1.198.608 warga desa dan kelurahan sebagaianggota. 

Koperasi Desa Merah Putih telah membuktikan bahwa kekuatan ekonomi rakyat dapat tumbuh pesat ketika dikelola dengan semangat gotong royong dan visikemandirian. Melalui jejaring antarwilayah, koperasi ini juga menjadi saranapertukaran pengetahuan dan inovasi antar pelaku usaha desa.

Pemerintah Prabowo–Gibran dapat menjadikan keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih sebagai model nasional untuk mempercepat pemerataan ekonomi. Dengandukungan kebijakan yang tepat, koperasi serupa bisa menjadi katalisatorpertumbuhan di sektor-sektor strategis seperti pertanian, UMKM, dan industri kreatifdesa.

Peran aktif masyarakat desa dalam mengembangkan koperasi juga memperkuatketahanan ekonomi nasional dari bawah. Kemandirian ekonomi lokal menjadibenteng penting menghadapi ketidakpastian global dan memperkecil kesenjanganantarwilayah.

Pada akhirnya, Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya simbol kebangkitanekonomi desa, tetapi juga wujud nyata dari semangat persatuan dan gotong royong bangsa seperti yang dicita-citakan pemerintahan Prabowo-Gibran. Dengandukungan penuh pemerintah dan partisipasi masyarakat, koperasi ini dapat menjadiujung tombak menuju Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi.

)* Pemerhati Isu Sosial-Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *