Sekolah Rakyat dan Optimisme Pemerataan Pendidikan Bermutu

Oleh : Rivka Mayangsari*) Upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan terus menunjukkan arah yang semakin progresif melalui penguatan Program Sekolah Rakyat. Program ini hadir sebagai jawaban konkret atas berbagai tantangan yang selama ini menghambat akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan layanan. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang, Sekolah Rakyat diyakini…

Read More

Sekolah Rakyat dalam Dinamika Akselerasi Sistem Pendidikan Bermutu

Oleh: Asep Faturahman)* Program Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam dinamika akselerasi sistem pendidikan bermutu di Indonesia. Program yang digagas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya menjawab persoalan keterbatasan akses, tetapi juga mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah. Wakil Ketua…

Read More

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)* Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga. Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD.  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar.  Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global.  Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah di tengah situasi ini karena upaya menjaga stabilitasrupiah tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara kebijakanfiskal dan moneter yang konsisten. Di sinilah peran Bank Indonesia menjadi sangatstrategis dalam mengawal stabilitas nilai tukar melalui instrumen kebijakan yang dimilikinya. Menanggapi situasi itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) DestryDamayanti menegaskan bahwa prioritas BI saat ini Adalah menjaga stabilitas kursrupiah dengan memaksimalkan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang tersedia.  Ia juga menyebut meski konflik Timur Tengah menimbulkan tekanan, kenaikan hargakomoditas berdampak positif bagi perekonomian karena posisi Indonesia sebagainegara eksportir. Maka dari itu, tekanan tukar akibat eskalasi diyakini dapatdihadapi.  BI tercatat meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing, sekaligusmelakukan penyesuaian pada kepemilikan aset rupiah dan surat berharga negara. Langkah ini ditempuh untuk meredam volatilitas harian yang dipicu tekananeksternal. Selain itu, otoritas moneter juga disebut memperkuat kebijakan suku bunga sebagaibagian dari strategi menjaga daya tarik aset domestik. Dengan demikian, aliranmodal asing diharapkan tetap stabil dan tidak keluar secara masif yang dapatmemperburuk tekanan terhadap rupiah. Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubrotomenuturkan meski efektif dalam jangka pendek, strategi tersebut juga menunjukkanbahwa otoritas moneter semakin sering mengandalkan instrumen stabilisasi setiapkali gejolak global meningkat. Secara nominal, posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang memadai yakni di atas standar kecukupan internasional. Per akhir periode terbaru, cadangan devisa tercatat sebesar USD148,2 miliar, setara dengan sekitar 6 bulanimpor atau 5,8 bulan jika memperhitungkan pembayaran utang luar negeri. Namun demikian, Rully mengingatkan bahwa tren penurunan cadangan devisa yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut mulai menjadi perhatian pelaku pasar. Sehingga ke depan, keberlanjutan cadangan devisa akan sangat bergantung padakemampuan pemerintah dan otoritas moneter menjaga kepercayaan investor.  Selain intervensi jangka pendek, perbaikan fundamental ekonomi juga dinilaimenjadi faktor penentu. Sejauh ini, surplus perdagangan masih memberikanbantalan bagi stabilitas eksternal.  Namun, ketidakpastian global yang berlanjut dan kecenderungan investor menghindari risiko (risk-off) berpotensi memicu arus keluar modal. Dalam kondisitersebut, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang kuat, serta pengelolaan fiskalyang kredibel, menjadi kunci untuk menjaga stabilitas. Melihat berbagai langkah yang telah dilakukan, dapat dipahami bahwa pemerintahdan otoritas moneter telah bergerak dalam kerangka yang terkoordinasi. Namundemikian, tantangan global yang terus berkembang menuntut kewaspadaan danrespons kebijakan yang adaptif. Stabilitas rupiah bukan semata ditentukan oleh kekuatan intervensi jangka pendek, tetapi juga oleh konsistensi kebijakan dan kredibilitas institusi ekonomi. Kepercayaanpasar menjadi fondasi utama yang harus terus dijaga melalui komunikasi kebijakanyang transparan dan terukur. Di tengah dinamika global yang tidak menentu, pemerintah dituntut untuk tidakhanya responsif, tetapi juga proaktif dalam merancang langkah antisipatif. Penguatan fundamental ekonomi, diversifikasi sumber pertumbuhan, sertapengelolaan risiko menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan nilai tukar. Dengan sinergi yang…

Read More

Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Fluktuasi Global

Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskanbahwa penyesuaian proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia mencerminkandinamika global yang juga dialami banyak negara. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan karena mampu tumbuh di atas rata-rata global dengan dukungan sektor domestik dan kebijakan pemerintahyang adaptif. “Dengan situasi perang kan, ya mereka semua menurunkan (proyeksi) di berbagaiwilayah,” ujar Airlangga.  Airlangga menerangkan, proyeksi yang diberikan oleh Bank Dunia terhadappertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas pertumbuhan global rata-rata, yakni 3,4 persen. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa sesuaiharapan.  “Pertumbuhan global rata-rata kan 3,4 persen, tapi kalau Indonesia sendiri optimiskarena nanti di kuartal I (2026) lihat saja hasilnya seperti apa,” ungkapnya.  Terkait hal itu, nada positif juga disampaikan oleh Ekonom Universitas ParamadinaWijayanto Samirin yang menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berpotensiberada di atas proyeksi Bank Dunia. Meskipun, menurutnya, Indonesia sulitmenembus level lima persen.  “Saya rasa Indonesia akan tumbuh di atas proyeksi World Bank, tetapi sulit untukbisa tembuh 5 persen,” tuturnya.  Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 masih berpotensimencapai sekitar 5,5 persen karena ditopang oleh faktor musiman sepertimomentum Natal dan Tahun Baru, Imlek, serta Lebaran.  Namun di kuartal II hingga IV perekonomian Indonesia diprediksi menghadapitekanan penurunan daya beli, pelemahan nilai tukar, peningkatan inflasi, dan ketidakpastian global yang membuat investor bersikap wait and see. Di samping itu, El Nino yang melanda Indonesia dapat memperburuk kondisi tersebut.  Di tengah tantangan kondisi itu, Wijayanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada 2026 menjadi sangat bergantung pada konsumsi domestik dengan sejumlah sektorbisa berperan sebagai motor pertumbuhan.  “Sektor yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan, antara lain perdagangan, keuangan, pertambangan dan hilirisasi, makanan-minuman, kesehatan, telekomunikasi, dan ritel,” jelasnya.  Untuk diketahui, Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen pada Oktober 2025. Lembaga tersebutmenyebut perlambatan dipengaruhi tekanan eksternal, terutama kenaikan hargaminyak global serta meningkatnya kehati-hatian investor di…

Read More

Rupiah Terkendali, Respons Kebijakan Jadi Kunci

Oleh : Gavin Asadit )* Stabilitas nilai tukar rupiah pada 2026 menjadi salah satu indikator utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Pemerintah bersama otoritas moneter terus menunjukkan respons kebijakan yang adaptif dan terukur untuk memastikan pergerakan rupiah tetap berada dalam kondisi terkendali. Pendekatan ini dinilai penting dalam…

Read More
Pemerintah: Ekonomi RI Tangguh Hadapi Gejolak Global

Pemerintah: Ekonomi RI Tangguh Hadapi Gejolak Global

Jawa Barat – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan pihaknya optimis dan sudah menunjukan fakta bahwa ekonomi Indonesia kuat menghadapi berbagai gejolak global terutama disaat perang. Hal tersebut disampaikan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dihadapan awak media di Jawa Barat. Menurutnya, perekonomian Indonesia saat ini dipastikan kuat dalam menghadapi dinamika geopolitik global. “Yang…

Read More
Kemenkeu Yakin Ekonomi RI 2026 Tetap di Jalur 5,4 Persen

Kemenkeu Yakin Ekonomi RI 2026 Tetap di Jalur 5,4 Persen

Jakarta — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran target pemerintah sebesar 5,4 persen, meski proyeksi Bank Dunia menunjukkan angka yang lebih rendah. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menegaskan keyakinan tersebut sejalan dengan fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih kuat dan menarik bagi investor global….

Read More
Ekonom Global Nilai Fondasi Ekonomi RI Makin Solid dan Layak Jadi Tujuan Investasi

Ekonom Global Nilai Fondasi Ekonomi RI Makin Solid dan Layak Jadi Tujuan Investasi

Jakarta,- Kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia terus menguat seiring dengan semakin kokohnya fondasi makroekonomi nasional. Di tengah tekanan global yang ditandai dengan volatilitas pasar, ketatnya likuiditas, serta fluktuasi harga energi, Indonesia dinilai mampu menunjukkan stabilitas yang konsisten dan menjanjikan bagi para investor. Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, dalam riset terbarunya menegaskan bahwa profil makroekonomi…

Read More
Pemerintah Optimistis Ekonomi Q2-2026 Melaju Lebih Kencang Didukung Program Prioritas

Pemerintah Optimistis Ekonomi Q2-2026 Melaju Lebih Kencang Didukung Program Prioritas

JAKARTA — Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026 akan mengalami percepatan seiring implementasi program prioritas yang dinilai berjalan sesuai rencana dan mulai memberikan dampak nyata. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa indikator awal ekonomi menunjukkan tren yang positif. Pemerintah saat ini masih menunggu rilis resmi data pertumbuhan kuartal I-2026 sebagai pijakan untuk…

Read More
Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,5 Persen

Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,5 Persen

JAKARTA — Pemerintah menyatakan optimisme terhadap kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan mampu melampaui angka 5,5 persen pada periode Januari hingga Maret 2026. “Untuk kuartal pertama, kami optimis pertumbuhan akan mencapai setidaknya 5,5 persen. Pada akhir tahun, pertumbuhan diharapkan minimal 5,4…

Read More