Energi Aman, Ibadah Nyaman: Negara Jaga Pasokan BBM dan Listrik Selama Ramadhan

Oleh : Muhammad Zaki )* Stabilitas energi menjadi fondasi penting bagi kenyamanan ibadah selama Ramadhan 2026. Ketika aktivitas rumah tangga meningkat, mobilitas masyarakat meluas, dan konsumsi energi melonjak, negara hadir memastikan pasokan bahan bakar minyak dan listrik tetap terjaga.  Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, pengelolaan energi tidak hanya diposisikan sebagai urusan teknis, tetapi sebagai bagian dari…

Read More
Swasembada Energi Dorong Papua Lebih Mandiri dan Sejahtera

Swasembada Energi Dorong Papua Lebih Mandiri dan Sejahtera

PAPUA – Upaya pemerintah mewujudkan swasembada energi nasional terus diperkuat dengan menempatkan Papua sebagai wilayah prioritas. Kebijakan ini diarahkan untuk mempercepat kemandirian energi sekaligus memastikan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden yang menetapkan Papua sebagai kawasan penting pengembangan energi berkelanjutan nasional. Menurut dia,…

Read More
Investasi Energi Bersih Didorong untuk Percepat Transisi Rendah Karbon

Investasi Energi Bersih Didorong untuk Percepat Transisi Rendah Karbon

Jakarta – Investasi energi bersih terus diperkuat untuk mempercepat transisi menuju sistem energi rendah karbon. PT Pertamina (Persero) memulai transformasi infrastruktur energi nasional melalui pengembangan Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, yang terintegrasi dengan proyek percontohan (pilot project) hidrogen hijau di Ulubelu, Lampung. Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan fasilitas strategis yang menyuplai…

Read More

Swasembada Energi dan Momentum Transformasi Menuju Kedaulatan Nasional

Oleh: Yogi Prasetyo Upaya mewujudkan swasembada energi kembali menjadi sorotan seiring berbagai langkah strategis yang ditempuh pemerintah dalam beberapa waktu terakhir. Transformasi sektor energi yang kini digencarkan mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat fondasi kemandirian nasional. Di tengah dinamika global yang terus berubah, kebijakan yang menekankan inovasi teknologi, peningkatan investasi, serta kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai arah…

Read More

Swasembada Energi Papua Jadi Langkah Strategis Pemerataan Pembangunan

Oleh: Farhan Akbar Pratama* Komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi terus diperkuat sebagaibagian dari strategi besar pemerataan pembangunan nasional. Kawasan timur, khususnya Papua, menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda tersebut. Langkah ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pasokan energi, tetapi juga diarahkanuntuk menciptakan fondasi ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto menempatkan swasembada energi sebagai salah satupilar penting dalam mempercepat pembangunan Papua. Ia memandang bahwapenguatan sektor energi akan menjadi dasar bagi kemajuan daerah, sekaligusmemastikan kekayaan sumber daya yang dimiliki dapat memberikan manfaat nyatabagi masyarakat setempat. Pemerintah berupaya memastikan bahwa potensi energiPapua tidak lagi hanya menjadi cadangan, tetapi menjadi kekuatan utama dalammendorong pertumbuhan ekonomi daerah. ​ Menurut pandangan Presiden, pengamanan dan pengelolaan kekayaan negara menjadilangkah awal yang harus dilakukan secara konsisten. Pemerintah terus melakukanpenataan aset serta memperkuat regulasi agar pemanfaatan sumber daya energiberjalan optimal. Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa pembangunan energibenar-benar berkontribusi terhadap kesejahteraan rakyat Papua. Papua memiliki potensi energi yang sangat besar, baik dari sumber daya alam maupunenergi terbarukan. Pemerintah melihat potensi ini sebagai peluang strategis untukmempercepat kemandirian energi di tingkat daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, Papua diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri sekaligusberkontribusi terhadap ketahanan energi nasional. Presiden juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagiandari strategi swasembada energi. Pengembangan bahan bakar nabati dari kelapa sawit, tebu, dan singkong dipandang sebagai solusi yang dapat memperkuat kemandirianenergi sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini dinilai mampumenciptakan nilai tambah bagi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pemerintah mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan sepertitenaga surya dan tenaga air. Energi terbarukan dinilai sebagai solusi efektif untukmenjangkau wilayah terpencil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan aksesenergi. Dengan memanfaatkan potensi lokal, biaya distribusi energi dapat ditekan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efisien. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menilai bahwaswasembada energi merupakan bagian penting dari strategi pemerataan pembangunannasional. Ia memandang pembangunan sektor energi di Papua bukan hanya bertujuanmeningkatkan pasokan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah. Pemerintahberkomitmen memastikan bahwa masyarakat Papua menjadi penerima manfaat utamadari pengembangan energi tersebut. Menurut Bahlil, Papua memiliki posisi strategis dalam peta energi nasional. Pengembangan sektor energi di wilayah ini diharapkan dapat mengurangiketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Selain itu, pembangunan energijuga diyakini akan membuka peluang investasi baru dan menciptakan lapangan kerjabagi masyarakat setempat. Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur energi untukmendukung tujuan tersebut. Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi energimenjadi fokus utama dalam memastikan ketersediaan energi yang merata. Denganinfrastruktur yang memadai, Papua dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan energinasional. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan menjadi bagian penting dalammencapai swasembada energi. Ia melihat Papua sebagai wilayah dengan potensi besaruntuk pengembangan energi bersih dan berkelanjutan. Pemerintah berupayamemanfaatkan potensi tersebut secara optimal untuk mendukung kemandirian energidaerah. Eniya menilai bahwa energi terbarukan memiliki peran strategis dalam mempercepatpemerataan pembangunan. Pemanfaatan energi lokal akan membantu mengurangikesenjangan akses energi antara wilayah barat dan timur. Hal ini sejalan dengan visipemerintah untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan merata di seluruhwilayah Indonesia. Penguatan swasembada energi juga memberikan dampak positif terhadapperekonomian daerah. Ketersediaan energi yang stabil akan mendorong pertumbuhansektor industri, perdagangan, dan usaha kecil. Dengan demikian, swasembada energitidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan ekonomiyang efektif. Pemerintah menyadari bahwa keberhasilan swasembada energi membutuhkan sinergiantara pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi yang kuat menjadi kunci dalammemastikan setiap program berjalan efektif. Pendekatan yang terencana dan terukurakan membantu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan energi. Penguatan swasembada energi di Papua menghadirkan efek multiplikasi terhadapsektor industri, perdagangan, dan usaha mikro. Ketersediaan energi yang andal akanmeningkatkan produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secaraberkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat guna memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan hasil nyata. Kebijakan ini memberikan manfaat jangka panjang terhadap stabilitas ekonomi nasionalsekaligus meningkatkan daya tahan bangsa dalam menghadapi dinamika global. Komitmen tersebut tercermin dalam langkah konkret menjadikan Papua sebagai bagianpenting dari arsitektur energi masa depan Indonesia.  Papua diarahkan menjadi simbol keberhasilan pemerataan pembangunan sertarepresentasi nyata transformasi energi nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada kemandirian bangsa. Dengan strategi yang konsisten, berbasis potensi unggulan daerah, dan didukungkolaborasi lintas sektor, Papua diarahkan menjadi simbol keberhasilan pemerataanpembangunan nasional. Swasembada energi bukan sekadar target kebijakan, melainkan representasi transformasi struktural Indonesia menuju bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan berketahanan kuat dalam menghadapi dinamika global. *Penulis merupakan Pengamat Ekonomi Sumber Daya…

Read More

Swasembada Pangan: Fondasi Struktural Menuju Kedaulatan dan Daya Saing Global

Oleh: Antonio Janur Parikesit *) Swasembada pangan bukan sekadar slogan politik atau target jangka pendek untuk menenangkan gejolak harga. Dalam perspektif akademik dan kebijakan publik, swasembada merupakan pilar kedaulatan ekonomi yang menentukan stabilitas sosial, daya saing industri, hingga posisi tawar suatu negara dalam percaturan global. Dalam konteks Indonesia, agenda swasembada pangan multi komoditas sepanjang 2025–2026 menunjukkan arah kebijakan yang semakin matang…

Read More

Swasembada Pangan Multi Komoditas: Dari Surplus Produksi Menuju Kedaulatan Sistemik

Oleh: Ganish Jain Malaika *) Dalam studi ketahanan pangan global, terdapat satu indikator kunci yang membedakan negara rentan dari negara berdaulat: kemampuan menjaga pasokan dan harga di tengah tekanan eksternal. Indonesia, dalam dua tahun terakhir, menunjukkan kemajuan signifikan menuju swasembada pangan multi komoditas—bukan sekadar pada level produksi, tetapi juga pada stabilitas sistem. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional…

Read More

Ketahanan Pangan Indonesia: Mewujudkan Kemandirian dan Stabilitas Nasional

Oleh : Antonius Utomo Dalam beberapa bulan terakhir, isu ketahanan pangan dan swasembada pangan di Indonesia menjadi sorotan utama dalam wacana publik dan kebijakan negara. Setelah sekian lama menjadi tantangan struktural yang kompleks, pemerintah kini sedang memanen hasil dariberbagai upaya dan strategi yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir untukmemperkuat ketahanan pangan nasional. Indonesia telah mencapai swasembada beras, sebuah capaian yang menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian di negeri ini setelah sekianwaktu bergantung pada impor komoditas pokok tersebut. Keberhasilan ini bukan hanya sekadar angka dalam laporan statistik, tetapi juga buah darikolaborasi berbagai pihak, mulai dari petani di lapangan, lembaga pemerintah, hingga sektorswasta. Produksi beras nasional mencapai lebih dari kebutuhan domestik dan cadangan berasnasional kini berada di level tertinggi, menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampumemenuhi kebutuhan sendiri tetapi juga mulai membangun ketahanan dari guncanganeksternal yang selama ini mengancam stabilitas pangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengatakan Keberhasilanswasembada beras dalam waktu singkat ini menunjukkan bahwa sektor pertanian dikeloladengan perencanaan yang tepat, eksekusi yang cepat, dan pengawasan yang kuat. Namun pencapaian beras ini hanyalah satu bagian dari keseluruhan gambaran ketahananpangan nasional. Pemerintah kini tengah memfokuskan upaya untuk menggenjot swasembadakomoditas lain yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, seperti gula, telur, dan daging ayam, yang memiliki tantangan tersendiri karena rantai pasoknya yang lebih kompleks dan biayaproduksi yang relatif tinggi. Program-program khusus ditujukan untuk meningkatkanproduktivitas serta kelembagaan peternak dan produsen, termasuk pembangunan fasilitasproduksi di luar Jawa serta kolaborasi dengan perusahaan negara dan koperasi lokal. Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah telah meningkatkan anggaran ketahananpangan secara signifikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yang dialokasikan tidak hanya untuk subsidi pupuk dan benih, tetapi juga untuk memperluas aksesproduksi, memperkuat infrastruktur penyimpanan, serta memperbaiki distribusi pangan di seluruh wilayah nusantara. Anggaran yang kini mencapai lebih dari Rp210 triliun ini menjadibukti komitmen negara untuk memastikan bahwa upaya swasembada tidak hanya berupaslogan, tetapi juga nyata dalam peningkatan kapasitas produksi dan kesejahteraan petani. Dalam tataran kebijakan, Presiden Prabowo Subiyanto menegaskan pentingnya kebijakan yang terfokus pada peningkatan kapasitas produksi pertanian, termasuk akses pupuk yang lebih baikdan distribusi yang efisien, agar para petani bisa bekerja tanpa hambatan administratif danbiaya tinggi yang seringkali menjadi beban utama. Peningkatan akses pupuk ini disebutPresiden sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam mempercepat laju produksi pangannasional. Penguatan akses tersebut harus selaras dengan dukungan teknologi pertanianmodern dan riset komoditas berdasarkan potensi lokal agar ketahanan pangan tidak hanyabergantung pada satu komoditas saja. Satu hal yang tidak kalah penting ialah pendekatan pendidikan dan pemberdayaan komunitasdesa dalam mendukung ketahanan pangan. Kementerian Pertanian melibatkan kelompokmasyarakat, seperti Pramuka dan organisasi lokal, untuk menyebarkan pengetahuan tentangteknik pertanian berkelanjutan, pengelolaan lahan, dan diversifikasi tanaman pangan lokal yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di berbagai daerah. Keterlibatan tersebut penting supayakonsep ketahanan pangan dapat terinternalisasi oleh masyarakat luas sebagai bagian daribudaya dan gaya hidup, bukan semata program pemerintah yang bersifat teknokratik. Proses menuju ketahanan pangan yang utuh masih penuh tantangan. Salah satu di antaranyaadalah memastikan stabilitas harga pangan agar tidak terjadi inflasi yang memberatkanmasyarakat terutama golongan berpendapatan rendah. Di tengah capaian produksi yang meningkat, masih terdapat kritik dari masyarakat karena harga beberapa komoditas pokok di pasar tetap terasa tinggi, meskipun pasokan tersedia. Hal ini menandakan bahwa produksi sajatidak bisa menjadi satu-satunya indikator keberhasilan; distribusi, penurunan biaya logistik, serta pemasaran pangan harus menjadi concern bersama antara pemerintah, swasta, dan para pelaku usaha kecil. Di sisi lain, pencapaian swasembada beras yang kini menjadi kenyataan juga membukapeluang bagi Indonesia untuk mempertimbangkan ekspor komoditas tertentu di masa mendatang, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar global. Ketahanan panganyang kuat tidak hanya memperkuat posisi domestik tetapi juga membuka kemungkinan untukmemainkan peran lebih besar dalam rantai suplai regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang merupakan salah satu lumbung pangan global. Namun peluang ini harusdiimbangi dengan kesiapan infrastruktur, kualitas produk, serta strategi pemasaran yang matang. Secara keseluruhan, perjalanan Indonesia menuju ketahanan dan swasembada pangan adalahkisah tentang konsistensi kebijakan, sinergi antar lembaga, pemberdayaan masyarakat, danadaptasi terhadap tantangan global. Capaian swasembada beras pada akhir 2025 adalah buktibahwa jika strategi digerakkan dengan determinasi dan kerja keras di semua lini, maka sebuahbangsa dapat berdiri tegak dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Meski masih adatantangan besar di depan mata, momentum ini harus dijaga dan dikembangkan untukmemastikan masa depan pangan Indonesia tetap aman, berkelanjutan, dan siap menghadapidinamika global di tahun-tahun mendatang. )* Pengamat Kebijakan Publik

Read More

Ketahanan dan Swasembada Pangan Indonesia: Surplus di Tengah Tantangan Global

Oleh : Sri Utami Di tengah krisis pangan global yang masih melanda banyak negara, Indonesia di bawahkepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencatat capaian penting dalam memperkuatketahanan pangan, berhasil mendekati swasembada melalui kebijakan dan strategi yang terfokus pada sektor pertanian. Kini, Indonesia mulai menikmati hasil nyata dari upaya panjangtersebut, yang menegaskan peran strategis pertanian dalam menjaga ketersediaan pangannasional. Pencapaian tersebut tidak datang dalam semalam tetapi melalui proses panjang reformasi danakselerasi produksi pertanian serta koordinasi antar lembaga pemerintah. Pada awal 2026, Presiden Prabowo secara resmi menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembadaterutama di komoditas dasar seperti beras, setelah pemerintah tidak perlu lagi mengimpor beraspada sepanjang tahun 2025. Pernyataan ini memberikan sinyal kuat bahwa arah kebijakanpangan yang digariskan sejak beberapa tahun terakhir membuahkan hasil nyata. Tidak hanya beras, kondisi ketahanan pangan kini semakin kokoh dengan keberhasilanpemerintah memproyeksikan surplus pada sembilan komoditas pangan pokok strategis di awal2026. Menurut data proyeksi Neraca Pangan Nasional, total ketersediaan beras diperkirakanmencapai 27,55 juta ton, jauh melampaui kebutuhan nasional yang berada di angka sekitar10,30 juta ton menghasilkan surplus lebih dari 17 juta ton.  Keberhasilan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa pencapaian surplus pada sembilan komoditas pokok ini bukan sekadartarget angka, tetapi menjadi momentum strategis yang patut disyukuri sekaligus dijaga melaluipengelolaan distribusi dan harga yang efisien. Dengan posisi stok yang kuat menjelang bulansuci Ramadan, kondisi surplus harus tercermin pada stabilitas harga di tingkat konsumen. Tidakboleh ada pihak yang memanfaatkan momentum untuk kepentingan sepihak. Surplus komoditas pangan tersebut membuka ruang yang lebih luas tidak hanya untukmemperkuat kebutuhan domestik, tetapi juga untuk memperluas peluang ekspor. Sepanjang2025, ekspor bawang merah tercatat mencapai lebih dari 1,5 ribu ton, sementara ekspor jagungmencapai hampir 7,5 ribu ton, memperlihatkan bahwa produksi dalam negeri tidak hanya cukupuntuk dikonsumsi masyarakat tetapi juga kompetitif di pasar internasional. Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa Bulog siapmenjalankan mandat pemerintah untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, mulai tahun 2026 dan seterusnya, Bulog akan terus memperkuat perannya dalammenyerap hasil petani, menjaga cadangan pangan, serta menyalurkan beras secara optimal keseluruh wilayah Indonesia. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kinerja sektor pertanian semata tetapi juga menjadicerminan betapa kebijakan pemerintah yang tegas dan berorientasi pada hasil mampumengubah struktur ketahanan pangan secara fundamental. Pemerintah pun tidak berpuas diri. Untuk komoditas yang belum sepenuhnya mencapai swasembada, seperti kedelai, bawangputih, dan sapi, upaya peningkatan produksi terus digencarkan melalui berbagai program bantuan, peningkatan teknologi pertanian, serta kolaborasi dengan sektor swasta dan petanilokal. Salah satu tantangan besar pemerintah dalam fase penguatan ketahanan pangan adalahmenjaga stabilitas harga di pasar. Meskipun stok pangan melimpah dan surplus tercetak, fluktuasi harga di tingkat konsumen tetap menjadi perhatian serius. Hal ini penting agar surplus produksi tidak menjadi sia-sia akibat disparitas harga yang merugikan konsumen. Langkah strategis lain juga terlihat dari peningkatan alokasi anggaran untuk ketahanan pangan. Sebagai contoh, dalam APBN 2026, anggaran untuk ketahanan pangan ditingkatkan secarasignifikan untuk memperkuat distribusi pangan, pembangunan fasilitas produksi, penyediaanpupuk, dan program stabilisasi harga pula. Investasi tersebut dirancang untuk memperkuatrantai pasok dari hulu hingga hilir serta memastikan bahwa para petani mendapatkan dukunganyang memadai dalam jangka panjang. Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utamakedaulatan bangsa, sekaligus penopang stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, capaianswasembada beras menjadi bukti bahwa Indonesia mampu berdiri kuat menghadapiketidakpastian global. Perjalanan menuju swasembada dan ketahanan pangan Indonesia ini juga mempertimbangkantantangan global yang tidak sederhana. Perubahan iklim dunia yang semakin seringmenghasilkan fenomena cuaca ekstrem, seperti kekeringan atau banjir, serta tekanan geopolitikpada rantai pasok global menjadi ancaman yang harus diantisipasi secara berkelanjutan. Ketahanan pangan bukan sekadar mencetak surplus hari ini, tetapi menjaga konsistensiproduksi dan keberlanjutan sistem pangan nasional di masa depan. Keberhasilan Indonesia mencapai surplus pada sembilan komoditas pokok strategismemberikan rasa optimisme dan harapan baru bagi bangsa. Hal ini menunjukkan bahwadengan perencanaan yang matang, investasi yang tepat, serta keterlibatan seluruh pemangkukepentingan, negara agraris seperti Indonesia mampu berdiri tegak dalam memenuhikebutuhan pangan sendiri bahkan di tengah krisis global. Langkah ini tidak hanya memperkuatposisi Indonesia di kancah regional dan global, tetapi juga memastikan bahwa setiap warganegara terpenuhi kebutuhan pangannya secara layak, stabil, dan berkelanjutan. Dengan langkah yang konsisten, ketahanan pangan Indonesia saat ini bukan lagi sekadarambisi jangka panjang, melainkan realitas yang semakin kokoh berdiri sebagai fondasi pentingdalam pembangunan sosial-ekonomi bangsa di era modern ini )* Pengamat Ketahanan Pangan Daerah

Read More
Swasembada Pangan dan Pupuk Terjangkau Jadi Prioritas Pemerintah

Swasembada Pangan dan Pupuk Terjangkau Jadi Prioritas Pemerintah

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan deregulasi berhasil mempercepat distribusi pupuk kepada petani. “Dulu petani sudah mau tanam, pupuk belum tiba. Sekarang distribusi langsung, cepat, dan tepat sasaran,” ujar Amran di Jakarta. Amran menjelaskan strategi swasembada pangan sebagai fondasi stabilitas ekonomi nasional dalam Indonesia Economic Outlook 2026. Menurutnya, ada dua langkah utama…

Read More