Hilirisasi Diperkuat untuk Bangun Ketahanan Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

Hilirisasi Diperkuat untuk Bangun Ketahanan Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

Jakarta – Menghadapi tantangan ekonomi global, pemerintah terus memperkuat struktur ekonomi nasional melalui hilirisasi. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus mendorong pertumbuhan industri pengolahan yang mampu menyerap tenaga kerja. Presiden RI Prabowo Subianto, menegaskan bahwa hilirisasi industri merupakan kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas serta mempercepat…

Read More
Hilirisasi Dinilai Jadi Jalan Kemandirian Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Hilirisasi Dinilai Jadi Jalan Kemandirian Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Jakarta, – Kebijakan hilirisasi mineral kian mengukuhkan posisinya sebagai strategi utama dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional sekaligus membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja. Direktur Utama PT MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa hilirisasi mineral merupakan kunci strategis untuk membawa Indonesia masuk dalam rantai pasok global, khususnya pada industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terus…

Read More

Hilirisasi: Dari Sumber Daya ke Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Bima Cahya Saputra *) Hilirisasi sumber daya alam telah menjadi poros penting dalam strategi pembangunan ekonomiIndonesia yang berorientasi pada nilai tambah. Selama bertahun-tahun, pola ekonomi berbasisekspor bahan mentah menempatkan Indonesia dalam posisi rentan terhadap fluktuasi hargaglobal dan ketergantungan pada industri luar negeri. Oleh karena itu, transformasi menujuhilirisasi bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan struktural untuk memperkuatfondasi ekonomi nasional. Dalam konteks ini, hilirisasi menjadi jembatan yang menghubungkan kekayaan sumber daya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat secarakonkret. Dengan arah kebijakan yang tepat, Indonesia memiliki peluang besar untuk keluardari jebakan negara pengekspor bahan mentah menuju negara industri yang berdaya saingtinggi. Lebih lanjut, sektor kelapa sawit menjadi contoh konkret bagaimana hilirisasi mampumenggerakkan roda ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Pertanian melaluiKepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Moch Arief Cahyono, menegaskan bahwahilirisasi crude palm oil merupakan strategi kunci dalam memperkuat ekonomi nasionalsekaligus mendorong kemandirian energi. Indonesia yang menguasai lebih dari 60 persenproduksi global CPO memiliki posisi tawar strategis untuk mengendalikan rantai nilai industrisawit dunia. Dengan memperkuat sektor hilir, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasokbahan baku, tetapi bertransformasi menjadi produsen produk turunan bernilai tinggi sepertibiodiesel dan oleokimia.  Lebih lanjut, Moch Arief Cahyono juga menekankan bahwa kekuatan sumber daya sawit yang dimiliki Indonesia membuka peluang besar untuk menentukan arah pasar energi alternatifglobal yang lebih berkelanjutan. Tingginya kebutuhan dunia terhadap energi berbasis nabatimenjadikan Indonesia sebagai aktor kunci dalam transisi energi global. Dalam kerangkatersebut, hilirisasi tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga menciptakanefek ekonomi berantai yang luas. Lapangan kerja baru terbuka, investasi meningkat, sertaaktivitas ekonomi daerah ikut terdorong secara signifikan. Dengan demikian, hilirisasi sawittidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan. Di sisi lain, penguatan hilirisasi pada sektor energi, khususnya minyak dan gas, menjadilangkah strategis dalam memperkokoh ketahanan ekonomi nasional. Pengamat KebijakanPublik, Dr. Eko Wahyuanto, menilai bahwa penguasaan hilirisasi migas berbasis industri hijaumerupakan visi pembangunan yang bertujuan memutus rantai eksploitasi bahan mentahdomestik. Transformasi dari sektor hulu ke hilir akan mengubah wajah Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen energi bernilai tambah. Dengan membangun industri yang memiliki kedalaman struktur dari hulu hingga hilir, Indonesia akan memiliki daya tahanekonomi yang lebih kuat. Hal ini menjadi krusial di tengah dinamika global yang penuhketidakpastian. Selain itu, Dr. Eko Wahyuanto juga menegaskan bahwa kebijakan pemerintah dalammendorong hilirisasi merupakan upaya sistematis untuk memastikan setiap sumber daya alammemberikan manfaat optimal bagi rakyat. Setiap tetes minyak dan setiap kaki kubik gas yang dihasilkan harus mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia tidak lagi kehilangan potensi ekonomi akibat ekspor bahan mentah. Kebijakan inijuga memperkuat basis industri nasional sekaligus meningkatkan penerimaan negara. Dalamjangka panjang, langkah ini akan menciptakan struktur ekonomi yang lebih kokoh dan berkelanjutan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan bahwa tanpa hilirisasi, Indonesia akan terus bergantung pada produk impor yang harganya fluktuatif dan rentan terhadap gejolakglobal. Negara-negara maju telah menjadikan hilirisasi sebagai instrumen utama dalammengubah profil ekonomi menjadi berbasis nilai tambah. Oleh karena itu, langkah Indonesia untuk mempercepat hilirisasi merupakan keputusan strategis yang tidak dapat ditunda. Transformasi ini akan menciptakan efek domino ekonomi bagi pelaku usaha lokal, terutama di daerah-daerah penghasil sumber daya alam. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidakhanya terpusat di kota besar, tetapi juga menyebar secara merata. Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya pemanfaatan energi baruterbarukan yang bersumber dari kekayaan hayati lokal seperti kelapa sawit dan tebu. Denganmengembangkan bioenergi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada fluktuasi hargaminyak mentah dunia. Strategi ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapijuga mendukung agenda keberlanjutan lingkungan. Hilirisasi dalam konteks ini menjadiinstrumen penting untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi berjalan seiring denganupaya pelestarian sumber daya alam. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia dapat menjadipelopor dalam pengembangan energi hijau berbasis sumber daya lokal. Keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada konsistensi kebijakan serta kesiapan ekosistemindustri nasional. Pemerintah perlu memastikan bahwa regulasi yang diterapkan mampumendorong investasi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat. Infrastruktur pendukungseperti energi, logistik, dan transportasi harus diperkuat agar rantai pasok industri berjalanefisien. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalammendukung transformasi industri. Tanpa tenaga kerja yang kompeten, potensi besar darihilirisasi tidak akan dapat dimanfaatkan secara optimal. Dari negara yang selama ini bergantung pada ekspor bahan mentah, Indonesia berpotensimenjadi kekuatan industri berbasis nilai tambah yang kompetitif di tingkat global. Kebijakanyang dijalankan pemerintah menunjukkan arah yang jelas dalam mewujudkan tujuan tersebut. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam secara optimal, Indonesia dapatmemastikan bahwa setiap potensi yang dimiliki benar-benar memberikan manfaat bagikesejahteraan rakyat. Hilirisasi bukan sekadar agenda ekonomi, melainkan fondasi bagi masa depan Indonesia yang lebih mandiri, adil, dan sejahtera. *) Konsultan Peneliti Teknologi Pengolahan Migas

Read More

Hilirisasi dan Perluasan Lapangan Kerja bagi Masyarakat

Oleh: Alexander Royce*) Di tengah ketidakpastian ekonomi global, arah pembangunan nasional yang bertumpu pada hilirisasi semakin menunjukkan relevansinya sebagai strategi besar untuk memperluas lapangankerja dan meningkatkan kualitas pertumbuhan. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tampakmenempatkan hilirisasi bukan sekadar agenda industri, melainkan sebagai jalan transformasiekonomi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat: pekerjaan yang layak, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi.  Dalam berbagai pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alamIndonesia tidak boleh lagi berhenti pada ekspor bahan mentah, karena praktik itu selamabertahun-tahun justru membuat nilai ekonomi terbesar dinikmati negara lain. Pemerintah kinimendorong pengolahan dari hulu ke hilir agar setiap komoditas mampu melahirkan rantaiindustri baru di dalam negeri, dari smelter, manufaktur, hingga sektor teknologi turunan. Gagasan besar tersebut menjadi menarik karena tidak berhenti pada tataran visi. Tahun 2026, pemerintah telah memaparkan sedikitnya 18 proyek hilirisasi prioritas dengan nilai investasimencapai Rp618 triliun yang diproyeksikan menciptakan sekitar 276 ribu lapangan kerja baru. Proyek-proyek itu mencakup sektor strategis seperti aluminium, stainless steel, hilirisasi sawit, rumput laut, kelapa, hingga energi berbasis bioavtur dan DME.  Ini menunjukkan bahwa hilirisasi kini berkembang menjadi ekosistem industri lintas sektor yang membuka peluang kerja bagi tenaga terampil, lulusan vokasi, insinyur, hingga pelaku UMKM lokal yang masuk ke rantai pasok industri. Dalam konteks ini, hilirisasi bukan hanya proyekekonomi makro, tetapi mesin distribusi kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat luas.  Presiden Prabowo Subianto melihat bahwa inti dari transformasi ini adalah mengakhirideindustrialisasi yang selama ini membuat Indonesia kaya bahan baku tetapi miskin nilaitambah. Karena itu, pernyataannya mengenai pentingnya mengolah bauksit menjadi alumina dan aluminium, atau kelapa menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti virgin coconut oil, sesungguhnya merupakan gambaran konkret bagaimana satu komoditas dapat melahirkan ribuanpekerjaan baru. Ketika industri pengolahan tumbuh di dalam negeri, kebutuhan terhadap tenagakerja manufaktur, logistik, riset, pemasaran, dan jasa pendukung ikut meningkat. Dampakbergandanya akan terasa hingga daerah-daerah penghasil bahan baku, yang selama ini hanyamenikmati manfaat ekonomi terbatas dari aktivitas ekstraktif.  Pandangan ini diperkuat oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Nevi Zuairina, yang menilaihilirisasi mineral harus ditempatkan sebagai fondasi kemandirian ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam rantai pasok global logam strategis, terutama jika proyek-proyek seperti smelter grade alumina dan industri turunanaluminium mampu berkembang secara terintegrasi. Dalam kerangka itu, hilirisasi tidak hanyameningkatkan ekspor produk bernilai tinggi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja formal di kawasan industri baru, terutama di luar Pulau Jawa. Pendekatan ini penting karena membukapusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah, sehingga pemerataan pembangunan berjalanseiring dengan penciptaan pekerjaan.  Menariknya, narasi hilirisasi juga mulai dipandang sebagai instrumen sosial yang memberiharapan baru bagi generasi muda. Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra, menilai langkah Presiden Prabowo dalam mempercepat proyek-proyek hilirisasi telahmembawa optimisme baru bagi masyarakat, khususnya kelompok usia produktif yang membutuhkan akses kerja lebih luas. Ia melihat bahwa ketika pemerintah serius membangunindustri pengolahan di berbagai daerah, maka efek langsungnya adalah terbukanya kesempatankerja baru yang lebih dekat dengan masyarakat setempat. Anak-anak muda tidak lagi harus selalubermigrasi ke kota besar untuk mencari pekerjaan, karena pusat industri mulai tumbuh di wilayah penghasil sumber daya. Perspektif ini membuat hilirisasi memiliki makna strategisbukan hanya bagi ekonomi nasional, tetapi juga bagi stabilitas sosial daerah.  Jika ditarik ke situasi terkini, kebijakan ini semakin relevan ketika dunia menghadapi tekanangeopolitik, gangguan rantai pasok, dan tren proteksionisme perdagangan. Negara yang mampumengolah bahan bakunya sendiri akan memiliki daya tahan ekonomi lebih kuat sekaligus posisitawar lebih tinggi dalam perdagangan global. Pemerintah tampaknya memahami momentum inidengan mendorong percepatan groundbreaking proyek-proyek hilirisasi dan memperluascakupannya ke sektor pertanian, energi, hingga maritim. Artinya, peluang kerja yang tercipta kedepan tidak hanya terkonsentrasi di pertambangan, tetapi juga menyebar ke sektor pangan, bioenergi, perikanan, dan industri hijau yang menjadi masa depan ekonomi dunia.  Hilirisasi merupakan bukti bahwa kebijakan ekonomi yang tepat dapat menghadirkan manfaatkonkret bagi rakyat. Ketika pemerintah konsisten mengubah kekayaan alam menjadi nilaitambah industri, maka lapangan kerja akan tumbuh, daya beli masyarakat menguat, dan daerah-daerah penghasil sumber daya ikut menikmati hasil pembangunan secara lebih adil. Dengan arahkebijakan yang semakin terstruktur dan dukungan investasi yang besar, langkah pemerintahansaat ini patut diapresiasi sebagai fondasi penting menuju Indonesia yang lebih mandiri, industrial, dan sejahtera—sebuah optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi nasional benar-benardapat diterjemahkan menjadi harapan kerja nyata bagi masyarakat. *) Penulis merupakan Pengamat Sosial

Read More
Ekspansi Sekolah Rakyat Dipercepat, Sistem Pendidikan Bermutu Dipastikan Inklusif

Ekspansi Sekolah Rakyat Dipercepat, Sistem Pendidikan Bermutu Dipastikan Inklusif

Jakarta-Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian strategis dalam memastikan sistem pendidikan nasional tidak hanya merata, tetapi juga inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap…

Read More
Akselerasi Sekolah Rakyat Dipercepat, Jangkauan Pendidikan Bermutu Meluas

Akselerasi Sekolah Rakyat Dipercepat, Jangkauan Pendidikan Bermutu Meluas

Bandung – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus mengakselerasi pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pendidikan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu proyek strategis tersebut tengah berlangsung di Kabupaten Bandung, yang menjadi bagian dari 101 titik pembangunan Sekolah Rakyat secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Percepatan ini dilakukan untuk memastikan fasilitas…

Read More

Sekolah Rakyat dan Optimisme Pemerataan Pendidikan Bermutu

Oleh : Rivka Mayangsari*) Upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan terus menunjukkan arah yang semakin progresif melalui penguatan Program Sekolah Rakyat. Program ini hadir sebagai jawaban konkret atas berbagai tantangan yang selama ini menghambat akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan layanan. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang, Sekolah Rakyat diyakini…

Read More

Sekolah Rakyat dalam Dinamika Akselerasi Sistem Pendidikan Bermutu

Oleh: Asep Faturahman)* Program Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam dinamika akselerasi sistem pendidikan bermutu di Indonesia. Program yang digagas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya menjawab persoalan keterbatasan akses, tetapi juga mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah. Wakil Ketua…

Read More

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)* Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga. Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD.  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar.  Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global.  Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah di tengah situasi ini karena upaya menjaga stabilitasrupiah tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara kebijakanfiskal dan moneter yang konsisten. Di sinilah peran Bank Indonesia menjadi sangatstrategis dalam mengawal stabilitas nilai tukar melalui instrumen kebijakan yang dimilikinya. Menanggapi situasi itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) DestryDamayanti menegaskan bahwa prioritas BI saat ini Adalah menjaga stabilitas kursrupiah dengan memaksimalkan seluruh instrumen operasi moneter (OM) yang tersedia.  Ia juga menyebut meski konflik Timur Tengah menimbulkan tekanan, kenaikan hargakomoditas berdampak positif bagi perekonomian karena posisi Indonesia sebagainegara eksportir. Maka dari itu, tekanan tukar akibat eskalasi diyakini dapatdihadapi.  BI tercatat meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing, sekaligusmelakukan penyesuaian pada kepemilikan aset rupiah dan surat berharga negara. Langkah ini ditempuh untuk meredam volatilitas harian yang dipicu tekananeksternal. Selain itu, otoritas moneter juga disebut memperkuat kebijakan suku bunga sebagaibagian dari strategi menjaga daya tarik aset domestik. Dengan demikian, aliranmodal asing diharapkan tetap stabil dan tidak keluar secara masif yang dapatmemperburuk tekanan terhadap rupiah. Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubrotomenuturkan meski efektif dalam jangka pendek, strategi tersebut juga menunjukkanbahwa otoritas moneter semakin sering mengandalkan instrumen stabilisasi setiapkali gejolak global meningkat. Secara nominal, posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang memadai yakni di atas standar kecukupan internasional. Per akhir periode terbaru, cadangan devisa tercatat sebesar USD148,2 miliar, setara dengan sekitar 6 bulanimpor atau 5,8 bulan jika memperhitungkan pembayaran utang luar negeri. Namun demikian, Rully mengingatkan bahwa tren penurunan cadangan devisa yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut mulai menjadi perhatian pelaku pasar. Sehingga ke depan, keberlanjutan cadangan devisa akan sangat bergantung padakemampuan pemerintah dan otoritas moneter menjaga kepercayaan investor.  Selain intervensi jangka pendek, perbaikan fundamental ekonomi juga dinilaimenjadi faktor penentu. Sejauh ini, surplus perdagangan masih memberikanbantalan bagi stabilitas eksternal.  Namun, ketidakpastian global yang berlanjut dan kecenderungan investor menghindari risiko (risk-off) berpotensi memicu arus keluar modal. Dalam kondisitersebut, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang kuat, serta pengelolaan fiskalyang kredibel, menjadi kunci untuk menjaga stabilitas. Melihat berbagai langkah yang telah dilakukan, dapat dipahami bahwa pemerintahdan otoritas moneter telah bergerak dalam kerangka yang terkoordinasi. Namundemikian, tantangan global yang terus berkembang menuntut kewaspadaan danrespons kebijakan yang adaptif. Stabilitas rupiah bukan semata ditentukan oleh kekuatan intervensi jangka pendek, tetapi juga oleh konsistensi kebijakan dan kredibilitas institusi ekonomi. Kepercayaanpasar menjadi fondasi utama yang harus terus dijaga melalui komunikasi kebijakanyang transparan dan terukur. Di tengah dinamika global yang tidak menentu, pemerintah dituntut untuk tidakhanya responsif, tetapi juga proaktif dalam merancang langkah antisipatif. Penguatan fundamental ekonomi, diversifikasi sumber pertumbuhan, sertapengelolaan risiko menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan nilai tukar. Dengan sinergi yang…

Read More

Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Fluktuasi Global

Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskanbahwa penyesuaian proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia mencerminkandinamika global yang juga dialami banyak negara. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan karena mampu tumbuh di atas rata-rata global dengan dukungan sektor domestik dan kebijakan pemerintahyang adaptif. “Dengan situasi perang kan, ya mereka semua menurunkan (proyeksi) di berbagaiwilayah,” ujar Airlangga.  Airlangga menerangkan, proyeksi yang diberikan oleh Bank Dunia terhadappertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas pertumbuhan global rata-rata, yakni 3,4 persen. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa sesuaiharapan.  “Pertumbuhan global rata-rata kan 3,4 persen, tapi kalau Indonesia sendiri optimiskarena nanti di kuartal I (2026) lihat saja hasilnya seperti apa,” ungkapnya.  Terkait hal itu, nada positif juga disampaikan oleh Ekonom Universitas ParamadinaWijayanto Samirin yang menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berpotensiberada di atas proyeksi Bank Dunia. Meskipun, menurutnya, Indonesia sulitmenembus level lima persen.  “Saya rasa Indonesia akan tumbuh di atas proyeksi World Bank, tetapi sulit untukbisa tembuh 5 persen,” tuturnya.  Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 masih berpotensimencapai sekitar 5,5 persen karena ditopang oleh faktor musiman sepertimomentum Natal dan Tahun Baru, Imlek, serta Lebaran.  Namun di kuartal II hingga IV perekonomian Indonesia diprediksi menghadapitekanan penurunan daya beli, pelemahan nilai tukar, peningkatan inflasi, dan ketidakpastian global yang membuat investor bersikap wait and see. Di samping itu, El Nino yang melanda Indonesia dapat memperburuk kondisi tersebut.  Di tengah tantangan kondisi itu, Wijayanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada 2026 menjadi sangat bergantung pada konsumsi domestik dengan sejumlah sektorbisa berperan sebagai motor pertumbuhan.  “Sektor yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan, antara lain perdagangan, keuangan, pertambangan dan hilirisasi, makanan-minuman, kesehatan, telekomunikasi, dan ritel,” jelasnya.  Untuk diketahui, Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen pada Oktober 2025. Lembaga tersebutmenyebut perlambatan dipengaruhi tekanan eksternal, terutama kenaikan hargaminyak global serta meningkatnya kehati-hatian investor di…

Read More