Pengawasan dan Transparansi MBG Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Pengawasan dan Transparansi MBG Jadi Prioritas Utama Pemerintah

Jakarta – Pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat. Melalui penguatan pengawasan dan transparansi program MBG, pemerintah berupaya memastikan setiap penggunaan anggaran publik benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Wakil Kepala Badan Gizi…

Read More

BoP Masih Menjadi Ruang Diplomasi Indonesia untuk Palestina

Oleh: Dananta Prawira *) Dinamika geopolitik di Timur Tengah sering kali memicu reaksi emosional yang kuat di dalam negeri, terutama ketika berkaitan dengan isu kemerdekaan Palestina. Belakangan ini, muncul desakan dari berbagai pihak agar Pemerintah Indonesia segera menyatakan keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP). Namun, dalam menavigasi kebijakan luar negeri yang kompleks, keputusan strategis…

Read More

Tidak Perlu Keluar dari Board of Peace, Jalur Diplomasi TetapEfektif

Oleh: Dimas Aditya Putra Keputusan Indonesia untuk tetap berada dalam forum Board of Peace (BoP) menghadirkanperdebatan di ruang publik. Sejumlah pihak mendesak pemerintah agar segera keluar dariforum tersebut. Namun pendekatan diplomasi yang dijalankan dari dalam forum justrumenunjukkan potensi yang jauh lebih efektif dibandingkan sikap menarik diri secara tergesa-gesa. Keikutsertaan Indonesia dalam BoP membuka akses langsung terhadap proses perundinganyang membahas masa depan Gaza dan Palestina. Posisi tersebut memungkinkan Indonesia tidak sekadar menyampaikan sikap moral, tetapi juga berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang menentukan arah perdamaian.  Dalam dinamika diplomasi internasional, kehadiran di meja perundingan sering kali menjadifaktor pembeda antara negara yang mampu memengaruhi kebijakan global dan negara yang hanya menjadi pengamat dari luar. Strategi diplomasi dari dalam forum tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeriIndonesia yang bebas aktif. Pendekatan itu memberi ruang bagi Indonesia untukmemperjuangkan kepentingan kemanusiaan sekaligus memperkuat posisi diplomatik di tingkat global. Dengan berada di dalam forum, Indonesia memiliki peluang membangunkoalisi bersama negara-negara lain yang memiliki kepedulian serupa terhadap kemerdekaanPalestina. Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin memandang desakan agar Indonesia keluardari BoP perlu disikapi secara objektif dan tidak reaktif. Ia menilai konflik serta seranganmiliter di kawasan Timur Tengah sudah berlangsung jauh sebelum forum tersebut terbentuk. Oleh karena itu, mengaitkan seluruh dinamika konflik dengan keberadaan BoP dinilai kurangtepat. Zaitun Rasmin juga mempertanyakan langkah konkret yang dapat dilakukan jika Indonesia justru memilih keluar dari forum tersebut. Menurutnya, peluang untuk memperjuangkannasib masyarakat Gaza masih terbuka selama Indonesia memiliki ruang berpartisipasi dalamforum internasional yang membahas konflik tersebut. Keberadaan BoP bahkan dianggapsebagai salah satu wadah yang memungkinkan negara-negara, khususnya negara mayoritasMuslim, mendorong agenda perdamaian secara langsung. Pandangan tersebut menekankan bahwa diplomasi tidak selalu memberikan hasil instan. Upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun danmemerlukan kesabaran serta konsistensi. Karena itu, keterlibatan Indonesia dalam BoP dapatdipandang sebagai bagian dari ikhtiar diplomatik yang harus dijalankan secara maksimal. Zaitun Rasmin juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalammendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Komitmen tersebut bahkan telah menjadibagian dari amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan di dunia. Oleh sebabitu, upaya memperjuangkan Palestina tidak boleh berhenti hanya karena adanya perbedaanpandangan mengenai strategi diplomasi. Pendekatan yang lebih bijak menurutnya adalah menjaga komunikasi yang sehat antarapemerintah dan para tokoh masyarakat. Para ulama dan pemuka agama memiliki peranpenting dalam memberikan masukan yang konstruktif, sementara pemerintah menjalankantugas diplomasi sesuai dengan mandat yang dimilikinya. Pemerintah sendiri menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai kritik terkait keanggotaanIndonesia dalam BoP. Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan PertanahanNasional Nusron Wahid menyampaikan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadappandangan publik. Pemerintah mendengarkan berbagai masukan sembari terus mencermatiperkembangan situasi geopolitik. Nusron menilai diplomasi melalui BoP tetap menjadi salah satu jalan yang patut dicoba untukmendorong terciptanya perdamaian di Gaza. Pemerintah melihat forum tersebut sebagairuang perundingan yang saat ini tersedia untuk membahas penyelesaian konflik Palestinasecara lebih terarah. Tanpa forum tersebut, proses negosiasi perdamaian berisiko kehilanganwadah yang jelas. Ia juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak ingin mengambil keputusansecara gegabah terkait keanggotaan Indonesia dalam BoP. Pemerintah menilai langkahdiplomatik yang telah diambil perlu terlebih dahulu dijalankan dan dievaluasi secara objektifsebelum muncul keputusan untuk menarik diri. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa diplomasi internasional tidak selalu bersifat hitamputih. Dalam banyak kasus, negara perlu tetap berada di dalam sebuah forum untukmemantau dinamika yang terjadi sekaligus memperjuangkan kepentingannya secaralangsung. Pandangan serupa disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan MasyarakatMuhaimin Iskandar. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP bertujuanmembuka jalur diplomasi baru agar bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza dapattersalurkan dengan lebih efektif. Muhaimin menilai berbagai upaya diplomasi global yang dijalankan pemerintah selama iniberfokus pada pencarian akses yang lebih luas untuk distribusi bantuan kemanusiaan. Hambatan dalam penyaluran bantuan selama konflik berlangsung membuat diplomasimenjadi instrumen penting untuk membuka jalur bantuan yang lebih aman dan terkoordinasi. Menurutnya, keberadaan Indonesia di dalam forum internasional seperti BoP memungkinkankoordinasi yang lebih kuat dengan berbagai negara dalam membantu masyarakat Palestina. Langkah tersebut juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktifmemperjuangkan isu kemanusiaan di panggung global. Diplomasi dari dalam forum internasional pada akhirnya memberi peluang lebih besar untukmemengaruhi arah kebijakan dibandingkan sikap menarik diri secara prematur. Dengan tetapberada di dalam Board of Peace, Indonesia memiliki kesempatan untuk memastikan bahwasuara solidaritas terhadap Palestina tetap terdengar kuat dalam proses perundingan global. Karena itu, keputusan untuk tidak tergesa-gesa keluar dari BoP dapat dipahami sebagaistrategi diplomatik yang rasional. Pendekatan tersebut tidak hanya menjaga pengaruhIndonesia di panggung internasional, tetapi juga membuka peluang yang lebih nyata bagiupaya perdamaian di Gaza dan kemerdekaan Palestina. (*) *) Pakar Hubungan Internasional

Read More
Langkah Presiden Prabowo di Board of Peace Buka Peluang Perdamaian Dunia

Langkah Presiden Prabowo di Board of Peace Buka Peluang Perdamaian Dunia

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah diplomasi berani dengan menandatangani Piagam Board of Peace (BoP) di Davos, Swiss. Langkah strategis tersebut menandai era baru peran aktif Indonesia dalam mewujudkan stabilitas global, terutama dalam mengupayakan kemerdekaan Palestina melalui jalur formal internasional. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa…

Read More
⁠Masuk Board of Peace, Indonesia Pilih Perjuangan Diplomasi dari Dalam

⁠Masuk Board of Peace, Indonesia Pilih Perjuangan Diplomasi dari Dalam

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah diplomasi berani dengan membawa Indonesia resmi bergabung ke dalam Board of Peace (BoP). Keputusan strategis tersebut bertujuan untuk mengawal stabilitas serta rekonstruksi pasca-konflik di Gaza, Palestina, langsung dari meja perundingan internasional. Melalui keterlibatan aktif di lembaga rintisan Amerika Serikat itu, Indonesia berkomitmen memastikan hak kemerdekaan Palestina tetap menjadi…

Read More

Meluasnya Peran Danantara: Dari Proyek Mercusuar ke Rumah Layak untuk Rakyat

Oleh: Bara Winatha*) Upaya pemerintah memperluas akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin menunjukkan arah yang konkret melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu perkembangan penting terlihat dari keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia dalam pengembangan kawasan hunian terjangkau di Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini menandai perluasan peran lembaga investasi negara…

Read More

Danantara dan Akselerasi Program 3 Juta Rumah

Oleh : Destri Amanda )* Masuknya Danantara ke sektor hunian dalam program pembangunan 3 juta rumah menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat Indonesia. Program ini tidak hanya dipandang sebagai agenda pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai upaya besar untuk memperkuat kesejahteraan rakyat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas. Keterlibatan Danantara diharapkan mampu…

Read More
Danantara Bidik Hunian MBR, Percepatan Program 3 Juta Rumah Makin Nyata

Danantara Bidik Hunian MBR, Percepatan Program 3 Juta Rumah Makin Nyata

Jakarta- Percepatan program 3 juta rumah kian terlihat setelah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersedia menyiapkan pembiayaan untuk pembangunan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dukungan investasi ini memperkuat komitmen pemerintahan Prabowo Subianto memperluas akses perumahan layak bagi masyarakat. Untuk diketahui, hunian vertical (rumah susun) rencananya dibangun di Kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat, seluas 30 hektare….

Read More
Danantara Kini Garap Rumah Layak untuk Rakyat Kecil

Danantara Kini Garap Rumah Layak untuk Rakyat Kecil

Jakarta — Pemerintah melalui Danantara terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian sekaligus mengurangi backlog perumahan yang selama ini masih menjadi tantangan di berbagai wilayah. Kebutuhan rumah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, sementara ketersediaan hunian yang…

Read More

Kolaborasi Lintas Sektoral Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

Oleh: Alexander Royce*)  Menjelang momentum lebaran 2026, stabilitas harga bahan pokok selalu menjadi isu krusial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Momentum peningkatan konsumsi rumah tangang kerap memicu tekanan permintaan, yang jika tidak dikelola secara tepat berpotensi mendorong inflasi pangan dan melemahkan daya beli. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan pemerintah yang mengedepankan kolaborasi lintas sektoral terbukti…

Read More