Pemerintah Pastikan Stimulus Ekonomi I-2026 Tepat Sasaran

Oleh: Rizky Fadillah Pratama )* 

Pemerintah memastikan pelaksanaan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 berjalan tepat sasaran untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun. Kebijakan ini diluncurkan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap implementasi stimulus agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas. Arahan tersebut menekankan pentingnya efektivitas program pemerintah, terutama dalam mendukung konsumsi domestik yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Paket stimulus ini dirancang secara komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan mobilitas, tetapi juga memperkuat daya beli melalui bantuan sosial serta memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan utama untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mempertahankan momentum ekonomi. Salah satu kebijakan penting adalah pemberian insentif transportasi yang didukung anggaran sebesar Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan dukungan non-APBN.

Program insentif tersebut mencakup berbagai moda transportasi yang digunakan masyarakat. Pemerintah memberikan potongan tarif kereta api sebesar 30 persen dengan target 1,2 juta penumpang. Selain itu, diskon angkutan laut juga mencapai 30 persen dengan target ratusan ribu pengguna, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan untuk angkutan penyeberangan yang menyasar jutaan penumpang dan kendaraan.

Stimulus juga diberikan pada sektor transportasi udara domestik melalui potongan tarif tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 17 hingga 18 persen. Kebijakan ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Selain insentif transportasi, pemerintah menerapkan kebijakan work from anywhere atau flexible working arrangement pada periode tertentu di bulan Maret 2026. Kebijakan ini bertujuan mengatur distribusi mobilitas masyarakat agar lebih merata, sehingga dapat mengurangi kepadatan perjalanan sekaligus menjaga produktivitas kerja.

Pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial melalui penyaluran bantuan pangan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil terbawah. Bantuan berupa beras dan minyak goreng diberikan untuk dua bulan sekaligus, dengan total anggaran mencapai Rp11,92 triliun. Program ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap stabil selama periode meningkatnya kebutuhan konsumsi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stimulus ekonomi menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan nasional. Ia menekankan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan berbagai mesin pertumbuhan, termasuk belanja negara, konsumsi masyarakat, dan investasi pelaku usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi kuat menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Airlangga juga melihat bahwa stimulus yang tepat sasaran mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung. Indonesia bahkan berhasil mencatatkan salah satu tingkat pertumbuhan tertinggi di antara negara-negara G20, yang menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga berkat kebijakan yang responsif dan terarah.

Kinerja ekonomi nasional didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, peningkatan investasi, serta belanja pemerintah yang terarah pada program prioritas. Pemerintah memanfaatkan stimulus sebagai instrumen strategis untuk menjaga permintaan domestik, sekaligus mendorong sektor-sektor produktif seperti industri, transportasi, dan perdagangan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026. Ia menilai pemberian insentif transportasi merupakan langkah strategis untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama selama periode hari besar nasional.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa stimulus yang diberikan pemerintah mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi secara signifikan. Pada periode libur akhir tahun, misalnya, peningkatan mobilitas dan kegiatan pariwisata berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai tingkat yang solid.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 berada dalam kisaran yang positif dengan dukungan berbagai program prioritas. Fokus pembangunan diarahkan pada sektor-sektor strategis yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian, termasuk sektor pertanian, industri pengolahan, serta ekonomi digital.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat fondasi ekonomi melalui reformasi struktural, peningkatan investasi, dan penyederhanaan regulasi. Upaya ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kompetitif dan mampu menarik lebih banyak investasi, sehingga memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan stimulus ekonomi yang tepat sasaran menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dengan strategi yang terukur dan implementasi yang terarah, pemerintah optimistis stimulus ekonomi akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas ekonomi nasional. Keberhasilan program ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

)* Penulis merupakan Pengamat Isu Strategis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *