Pemerintah Percepat Penguatan Ekonomi Desa Lewat Koperasi DesaMerah Putih

Oleh: Rizky Kurniawan )*

Pemerintah menegaskan arah kebijakan pembangunan ekonomi yang semakinbertumpu pada desa melalui percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah ini dipandang sebagai strategi kunci untuk memperkuat kemandirian ekonomimasyarakat desa sekaligus memperluas pemerataan pertumbuhan nasional.

Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai instrumen ekonomi yang melampauifungsi simpan pinjam. Pemerintah menempatkan koperasi sebagai pusat aktivitasekonomi desa yang mampu menghubungkan produksi, distribusi, dan konsumsi dalamsatu ekosistem yang saling menguatkan.

Komitmen percepatan pembentukan koperasi desa disampaikan Menteri KoordinatorBidang Pangan, Zulkifli Hasan. Pemerintah menargetkan puluhan ribu koperasi desadapat beroperasi penuh pada Maret hingga April 2026 dengan fasilitas yang memadaidan sistem yang siap melayani kebutuhan masyarakat.

Target tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan koperasidesa tidak berhenti pada aspek administratif. Pemerintah menginginkan koperasi hadirsebagai lembaga ekonomi yang benar-benar aktif dan memberi dampak nyata bagikesejahteraan warga desa.

Dalam skema yang disiapkan, Koperasi Desa Merah Putih berfungsi sebagai simpuldistribusi hasil pertanian dan produk usaha rakyat. Pemerintah memandang penguatandistribusi di tingkat desa sebagai kunci peningkatan nilai tambah produk lokal sekaligusperlindungan bagi produsen kecil dari ketergantungan pada rantai pasok yang panjang.

Melalui koperasi, pelaku usaha mikro dan petani desa memperoleh akses pasar yang lebih terjamin. Produk lokal dapat disalurkan secara lebih efisien, sementaramasyarakat desa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkaudan stabil.

Pemerintah juga menempatkan koperasi desa sebagai sarana untuk mendekatkankebutuhan pokok kepada warga. Pendekatan ini bertujuan menciptakan sistem ekonomiyang adil, di mana masyarakat tidak hanya menjadi pembeli, tetapi juga bagian daripengelola dan pemilik usaha.

Integrasi Koperasi Desa Merah Putih dengan berbagai program pemerintah menjadielemen penting dalam kebijakan ini. Pemerintah memanfaatkan koperasi sebagai mitradalam penguatan rantai pasok pangan, distribusi kebutuhan pokok, sertapengembangan usaha produktif berbasis desa dan kelurahan.

Pendekatan terintegrasi ini diarahkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Pemerintah menilai pembangunan desa membutuhkan kelembagaanekonomi yang kuat agar manfaat kebijakan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Arah kebijakan ini sejalan dengan transformasi penyaluran bantuan sosial yang mulaiditerapkan pemerintah. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa mulai 2026, bantuan sosial diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerimamanfaat, bukan sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Pemerintah mendorong keluarga penerima manfaat agar terlibat langsung dalamkegiatan usaha produktif melalui Koperasi Desa Merah Putih. Keterlibatan inidiharapkan mengubah posisi penerima bantuan menjadi pelaku aktif dalam rodaekonomi desa.

Melalui koperasi, keluarga penerima manfaat diarahkan untuk memasarkan produkusaha mereka sekaligus memenuhi kebutuhan pokok. Skema ini memungkinkanmereka berperan sebagai konsumen dan produsen dalam satu sistem ekonomi yang saling menguntungkan.

Pemerintah memandang perubahan peran ini sebagai langkah strategis untukmengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial. Dengan keterlibatan langsungdalam koperasi, keluarga penerima manfaat memiliki peluang membangun sumberpendapatan yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, keanggotaan dalam koperasi memberikan hak atas sisa hasil usaha yang dibagikan secara periodik. Pemerintah memastikan bahwa seluruh anggota koperasi, termasuk keluarga penerima manfaat, memperoleh manfaat ekonomi sesuai prinsipkebersamaan dan keadilan.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai kebijakan ini membuka ruang baru bagipeningkatan pendapatan keluarga penerima bantuan. Keterlibatan dalam kegiatanusaha koperasi dinilai mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menumbuhkanrasa kepemilikan terhadap usaha bersama di desa.

Pemerintah melihat Koperasi Desa Merah Putih sebagai sarana transformasi sosial danekonomi. Koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruangpemberdayaan, pembelajaran usaha, dan penguatan solidaritas masyarakat desa.

Melalui percepatan pembentukan koperasi desa, pemerintah berupaya memastikanpertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berakar kuat di tingkat lokal. Desa diposisikansebagai pusat pertumbuhan baru yang memiliki peran strategis dalam pembangunannasional.

Dengan dukungan kebijakan lintas sektor, penguatan kelembagaan, dan keterlibatanaktif masyarakat, pemerintah optimistis Koperasi Desa Merah Putih mampu menjadimotor penggerak ekonomi desa. Pendekatan ini diharapkan memperkuat ketahananekonomi nasional sekaligus mewujudkan pembangunan yang lebih adil danberkelanjutan.

Dalam jangka menengah, pemerintah menilai keberhasilan Koperasi Desa Merah Putihakan menjadi tolok ukur efektivitas pembangunan berbasis komunitas. Koperasidipandang mampu menjembatani kepentingan negara dan kebutuhan riil masyarakatdesa melalui mekanisme ekonomi yang transparan dan partisipatif.

Pemerintah juga memastikan pendampingan kelembagaan dan penguatan kapasitaspengelola koperasi agar operasional berjalan profesional. Dengan tata kelola yang baik, koperasi desa diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai entitas ekonomiyang dipercaya masyarakat.

Melalui percepatan ini, pemerintah optimistis desa tidak lagi berada di pinggiranpembangunan, melainkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif, mandiri, danberkelanjutan.

*) Peneliti Ekonomi Kerakyatan – Institut Ekonomi Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *