Peresmian Sekolah Rakyat Presiden Beri Harapan Baru untukPendidikan Indonesia

Oleh: Aulia Sofyan Harahap

Presiden meresmikan Sekolah Rakyat sebagai langkah tegas yang mengubah lanskappendidikan Indonesia dengan menempatkan keadilan sosial sebagai poros kebijakan. Peresmian tersebut menandai hadirnya negara secara nyata di tengah kelompok masyarakatyang selama puluhan tahun berhadapan dengan keterbatasan akses pendidikan. MelaluiSekolah Rakyat, pendidikan tidak lagi diperlakukan sebagai privilese, melainkan sebagai hakdasar yang dilindungi dan dipenuhi secara menyeluruh.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai jawaban atas persoalan struktural yang menghambatmobilitas sosial keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah menghadirkan pendidikangratis berkualitas lengkap dengan sistem asrama, pemenuhan gizi, seragam, layanankesehatan, serta fasilitas penunjang pembelajaran modern. 

Pendekatan tersebut menghapus hambatan ekonomi yang kerap memaksa anak-anak di pelosok menghentikan pendidikan sejak dini. Negara mengambil alih tanggung jawab yang selama ini membebani keluarga prasejahtera.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan gagasan PresidenPrabowo Subianto yang berangkat dari keprihatinan terhadap jutaan anak usia sekolah yang terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. 

Pemerintah membuka akses dan menyediakan akomodasi belajar dalam lingkungan yang tertata, sekaligus menghadirkan program pemberdayaan bagi orang tua siswa. Skema tersebutmenempatkan pendidikan sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang terintegrasi, karena anak memperoleh pendidikan bermutu sementara keluarga mengalamipeningkatan kapasitas dan kemandirian. Menurutnya, model tersebut menciptakan efekberlapis yang memperkuat daya tahan sosial masyarakat miskin.

Data Badan Pusat Statistik memperkuat urgensi kebijakan tersebut dengan menunjukkanlebih dari tiga juta anak berada dalam kondisi tidak sekolah, putus sekolah, atau berisikoputus sekolah. 

Sekolah Rakyat hadir sebagai ruang pemulihan mimpi bagi kelompok tersebut. Sebanyak 166 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia dan menjangkau lebihdari 15 ribu siswa. Pemerintah menyiapkan target pengembangan hingga ratusan sekolahtambahan untuk memastikan pemerataan pendidikan mencapai wilayah paling terpencil.

Evaluasi pelaksanaan program memperlihatkan dampak nyata pada kualitas hidup siswa. Saifullah Yusuf memaparkan kondisi fisik siswa menunjukkan peningkatan signifikan berkatsistem pendidikan berasrama dengan pemenuhan gizi terkontrol. 

Kesehatan siswa membaik, anemia menurun, serta pertumbuhan fisik berlangsung optimal hingga sebagian siswa mengalami perubahan ukuran seragam. Dampak tersebut menegaskanbahwa pendidikan yang efektif memerlukan dukungan nutrisi dan lingkungan yang aman.

Kemajuan akademik juga tampak jelas. Sekolah Rakyat tidak menerapkan seleksi akademikawal sehingga anak-anak dengan ketertinggalan literasi tetap memperoleh kesempatanbelajar. Melalui metode pembelajaran adaptif dan pendampingan intensif, siswa yang sebelumnya belum lancar membaca dan menulis mampu mengejar ketertinggalan dalamwaktu relatif singkat. Minat membaca tumbuh seiring meningkatnya kepercayaan diri, menandai lahirnya budaya belajar yang sebelumnya terhambat oleh kemiskinan.

Perubahan karakter menjadi capaian penting lain. Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama13 Kupang, Felipina Agustina Kale, memandang Sekolah Rakyat sebagai wujud keadilansosial yang konkret. 

Menurutnya, sekolah tersebut tidak sekadar mengejar prestasi akademik, melainkanmembentuk karakter anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memiliki pola pikir baru. Banyak siswa datang dengan rasa minder akibat tekanan ekonomi, namun sistem asrama danpendampingan penuh perlahan mengikis perasaan tersebut. 

Pendidikan karakter berjalan sepanjang hari melalui rutinitas disiplin, pembiasaan spiritual, serta interaksi sosial yang sehat. Felipina melihat perubahan nyata pada keberanianberkomunikasi dan kemampuan bersosialisasi siswa, sekaligus meningkatnya kebanggaanorang tua terhadap perkembangan anak.

Dukungan terhadap peresmian Sekolah Rakyat juga mengalir dari organisasi masyarakat. Ketua DPP Garuda Astacita Nusantara, Muhammad Burhanuddin, menilai program tersebutsebagai gagasan visioner Presiden Prabowo Subianto dalam menjawab kesenjanganpendidikan yang menghambat kelompok miskin dan miskin ekstrem. 

Kehadiran Presiden dalam peresmian memperlihatkan konsistensi antara komitmen dantindakan. Burhanuddin menilai Sekolah Rakyat menandai dimulainya strategi nasionalpengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan keluarga, dengan tujuanmenciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda.

Sebaran hingga sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat di Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta Papua mencerminkan adaya keseriusan yang sangat nyata dari pemerintah untuk dapat menghadirkan pemerataan akses pendidikan bagiseluruh rakyat tanpa terkecuali. 

Dukungan dari berbagai hal, termasuk pada teknologi digital, tenaga pendidik, sertakurikulum yang adaptif mampu semakin memperkuat kualitas pembelajaran di Indonesia, yang mana hal itu berasal dari pelaksanaan Sekolah Rakyat. 

Program tersebut sejalan dengan bagaimana visi pembangunan sumber daya manusia dancita-cita untuk bisa mencapai Indonesia Emas 2045, karena pendidikan yang bermutumenjadi fondasi utama bagi keberlangsungan kemajuan bangsa ini.

Peresmian Sekolah Rakyat yang dilakukan oleh pemerintah tersebut telah memberi harapanbaru bagi dunia pendidikan Indonesia dengan menunjukkan adanya keberpihakan yang sangat nyata dari negara terhadap seluruh masyarakat di Tanah Air tanpa terkecuali, termasukdari mereka kelompok paling rentan. 

Melalui kebijakan tersebut, pendidikan bukan hanya sekadar berkaitan dengan hal-hal yang akademis semata, namun kini tampil sebagai jalan transformasi sosial yang mampumengangkat martabat, semakin menumbuhkan kepercayaan diri, dan membuka peluangkesejahteraan berkelanjutan bagi para generasi di masa depan. (*)

*) Pengamat Kebijakan Publik – Lembaga Kajian Kebijakan Publik BentangNusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *