PSN Papua Terus Dipacu, Masyarakat Diajak Tolak Provokasi Film ‘Pesta Babi’

PAPUA – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan di Papua melalui berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan, membuka akses ekonomi, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah. Berbagai tokoh masyarakat pun mengajak publik untuk mendukung upaya pembangunan tersebut dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang dinilai dapat menghambat kemajuan Papua, termasuk melalui film dokumenter Pesta Babi.

Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur, Emanuel Mikael Kota, menegaskan bahwa Papua saat ini sedang bergerak menuju arah pembangunan yang semakin positif. Menurutnya, masyarakat Papua bersama pemerintah terus menjaga stabilitas keamanan dan mendorong kemajuan di berbagai sektor strategis.

“Papua hari ini sedang membangun. Masyarakat menjaga kedamaian, memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan pendidikan anak-anak, dan mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah. Karena itu publik harus melihat Papua secara objektif dan tidak hanya dari narasi konflik,” ujarnya.

Emanuel menilai film Pesta Babi berpotensi membentuk opini yang tidak utuh mengenai kondisi Papua apabila tidak disikapi secara kritis dan proporsional. Ia mengingatkan bahwa Papua memiliki banyak kemajuan yang perlu diketahui publik, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan kesejahteraan masyarakat adat.

“Papua bukan hanya tentang konflik. Saat ini banyak kemajuan nyata yang dirasakan masyarakat. Pemerintah hadir melalui pembangunan jalan, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat. Hal-hal positif seperti ini juga harus diangkat,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah terus mempercepat pembangunan sektor pertanian melalui PSN di wilayah Papua Pegunungan. Salah satu program prioritas yakni pengembangan lahan pertanian di Kampung Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya seluas sekitar 800 hektare yang diproyeksikan menjadi sentra pangan baru di Papua Pegunungan.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menyampaikan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kawasan Tulem sangat strategis untuk menjadi sentra produksi pangan baru di Papua Pegunungan. Program ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan memperkuat kemandirian pangan daerah,” ujar Ones Pahabol.

Pemerintah juga menargetkan perluasan pengembangan pertanian hingga mencapai sekitar 2.000 hektare di sejumlah distrik lainnya. Langkah ini dinilai sebagai bagian penting dalam membangkitkan kembali kejayaan Wamena sebagai salah satu wilayah penghasil pangan di Papua.

“Semangat menjadikan Wamena sebagai lumbung pangan kembali sedang dibangun. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Papua Pegunungan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” tegasnya.

Selain sektor pertanian, pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 kilometer juga terus dipercepat. Kehadiran infrastruktur tersebut diyakini akan memperlancar distribusi logistik, membuka akses wilayah terisolasi, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Plt. Direktur PT Hutama Mambelim Trans Papua, Kun Hartawan, menegaskan bahwa proyek pembangunan jalan tersebut juga membawa dampak positif bagi masyarakat karena melibatkan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

“Keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi bukti bahwa pembangunan Trans Papua memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain mempercepat pembangunan, proyek ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah kerja,” ujarnya.

Emanuel kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta mendukung langkah pemerintah dalam mempercepat pembangunan Papua. Menurutnya, stabilitas dan optimisme menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan secara berkelanjutan.

“Kami mengajak semua pihak menjaga kedamaian dan mendukung pembangunan yang sedang berjalan. Papua membutuhkan persatuan, stabilitas, dan semangat bersama untuk maju,” katanya.

Ia juga berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memecah belah dan menciptakan citra negatif terhadap Papua.

“Jangan sampai Papua terus dijadikan objek narasi konflik. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah rasa aman, pembangunan yang merata, dan masa depan yang lebih sejahtera,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *