Ketua Umum PBNU Imbau Warga NU Tetap Solid dan Mengutamakan Persatuan Jamaah

Oleh : AuliaTri Saputra)* Upaya untuk terus memperkuat soliditas antar semua wargaNahdlatul Ulama kembali ditegaskan melalui seruan Ketua Umum PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf, yang mendorong kepada seluruhNahdliyin untuk semakin memprioritaskan persatuan jamaah di tengah dinamika yang terus berkembang di tengah masyarakat belakangan ini.  Dorongan tersebut mengemuka bersamaan dengan berbagai penjelasan beliau mengenai kriteria keanggotaan NU, arah konsolidasi organisasi, dan bagaimana pentingnya menjaga ketenangan dalam menghadapi isu internal maupun eksternal.  Penegasan…

Read More

NU Dorong Seluruh Nahdliyin Perkuat Rasa Kebersamaan

Oleh : Muhammad Zaki )* Ormas  Nahdlatul Ulama (NU) terus mendorong kepada semuawarga Nahdliyin di seluruh Indonesia untuk semakin memperkuat rasa kebersamaan mereka. Salah satu caranya adalah melalui pemahaman yang lebih konstruktif tentang seperti apa kriteria anggota Nahdlatul Ulama sebagaimana yang dijelaskan secaraterbuka oleh KH Yahya Cholil Staquf dalam acara Haul Akbar ke-66 Simbah Kiai Ahmad Siroj Umar di Surakarta.  Dorongan untuk semakin memperkuat kebersamaan tersebut sejatinya tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga soliditasinternal saja, tetapi juga menjadi bagian dari langkah panjang NU dalam membangun tata organisasi yang jauh lebih tertib, efektif, dan…

Read More

Program Listrik Desa Implementasi Pemerataan Akses Energi Secara Nasional

Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan melalui pelaksanaan Program Listrik Desa yang menjadi bagian strategis dari agenda pemerataan akses energi nasional. Program ini bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dapat menikmati manfaat listrik sebagai sumber utama penggerak aktivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Kementerian Energi…

Read More

Pemerintah Alokasikan Anggaran Hingga Rp4 Triliun dalam Program Listrik Desa

Jakarta – Pemerintah mempertegas komitmennya dalam memperluas akses energi berkeadilan dengan mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp4,3 triliun untuk program listrik desa yang dijalankan oleh PT PLN (Persero). Program ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memastikan seluruh masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dapat menikmati layanan listrik yang layak dan berkelanjutan. Menteri…

Read More

Pemerataan Akses Jaringan Listrik Desa Wujud Dari Keadilan Energi Secara Nasional 

Oleh : Lestari Notonegoro)* Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemerataan energi melalui program elektrifikasi desa. Langkah ini menjadi manifestasi nyata dari prinsip keadilan sosial sebagaimana termaktub dalam Asta Cita, di mana seluruh warga negara, tanpa terkecuali, berhak menikmati akses energi yang layak dan berkelanjutan. Pemerataan akses jaringan listrik desa bukan hanya persoalan teknis ketenagalistrikan, tetapi juga…

Read More

Pemerintah Prioritaskan Pemerataan Listrik Desa pada 2026

Oleh: Bara Winatha*) Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga resmi menempatkan percepatan elektrifikasi desa sebagai salah satu prioritas utama pada 2026. Upaya pemerataan akses listrik di seluruh desa di tanah air dianggap sebagai fondasi penting bagi pembangunan wilayah tertinggal, percepatan pertumbuhan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan penghidupan yang layak bagi masyarakat…

Read More

Jaga Persatuan, Pemerintah Imbau Masyarakat Hormati Proses Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto

Jakarta – Juru Bicara Kepresidenan, Prasetyo Hadi, mengimbau masyarakat agar menyikapi penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dengan kepala dingin. “Marilah kita arif dan bijaksana belajar menjadi dewasa, belajar melihat sesuatu dari dua sisi, memahami dan menghormati serta menghargai jasa-jasa para pendahulu,” katanya. Prasetyo Hadi menekankan perlunya menurunkan kebiasaan menonjolkan sisi negatif tokoh bangsa karena…

Read More

Penganugerahan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional Penghargaan atas Kontribusi Nyata bagi Bangsa

Jakarta – Pemerintah telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam membangun fondasi pembangunan nasional dan memperkuat stabilitas bangsa. Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi mengatakan penganugerahan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghargaan terhadap tokoh besar bangsa yang memiliki jasa luar biasa dalam perjalanan…

Read More

Publik Diimbau Tidak Terpancing Narasi Provokatif Soal Gelar Pahlawan Soeharto

Oleh: Dhita Karuniawati )* Perdebatan mengenai pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, mencuat ke ruang publik dan menimbulkan berbagai reaksi. Perbedaan pandangan baik pro maupun kontra sebenarnya merupakan hal wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, meningkatnya narasi provokatif, misinformasi, serta ajakan-ajakan yang memanfaatkan isu tersebut untuk memecah belah masyarakat menjadi perhatian serius. Karena…

Read More

Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Kepada Soeharto Bentuk PenghargaanNegara Terhadap Pemimpin

Oleh: Anggina Nurhandayani* Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, menjadi sebuah penegasan kuat bahwa negara menghormati para pemimpinyang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa. Penetapan ini bukansekadar keputusan administratif, melainkan simbol penghargaan tertinggi yang diberikan negara kepada sosok yang telah mengabdikan hidupnya untuk menjagakeutuhan negara, memperkuat fondasi pembangunan, dan menghadirkankesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Dalam konteks perjalanan sejarah bangsa, keputusan ini sekaligus menjadi penanda bahwa Indonesia menempatkan nilai-nilaikepemimpinan, pengabdian, dan dedikasi sebagai bagian tak terpisahkan dari identitasnasional. Soeharto merupakan figur penting dalam berbagai fase sejarah Indonesia. Kiprahnyadalam Serangan Umum 1 Maret 1949 menjadi bukti nyata bahwa ia telah berjuangsejak masa awal mempertahankan kedaulatan Indonesia. Langkah-langkah strategisnyadalam menjaga keamanan nasional di masa-masa krusial menjadikan dirinya bagianintegral dari proses panjang negara ini dalam meneguhkan eksistensi Republik. Negara memandang jejak perjuangan tersebut sebagai bagian dari alasan kuat yang mendasaripemberian gelar Pahlawan Nasional. Sebagai pemimpin, Soeharto dikenal berhasil membawa Indonesia memasuki era pembangunan modern. Melalui Repelita yang disusun secara sistematis, ia membangunfondasi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang manfaatnya masihterasa hingga sekarang. Keberhasilannya dalam membawa Indonesia mencapaiswasembada pangan, memperkokoh stabilitas ekonomi, dan memperluas aksespendidikan nasional menjadi catatan penting bagi negara dalam memberikanpenghargaan resmi ini. Seluruh pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Soehartobukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga arsitek pembangunan nasional. Dari perspektif masyarakat pedesaan, khususnya para petani, Soeharto dikenangsebagai pemimpin yang memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan mereka. Ketua Umum Asosiasi Petani Karet Indonesia, Irfan Ahmad Fauzi, menilai kebijakan-kebijakan Soeharto melalui program seperti PRPTE dan PIR berhasil membuka aksesmasyarakat desa terhadap pembangunan ekonomi yang lebih inklusif. Infrastrukturpertanian yang dibangun pada masa pemerintahannya memperlancar distribusi hasilproduksi dan membuka konektivitas wilayah yang sebelumnya terisolasi. Dalam pandangan para petani, penetapan gelar Pahlawan Nasional merupakan penghormatanyang selaras dengan manfaat nyata yang mereka rasakan selama kepemimpinannya. Dukungan juga datang dari kalangan tokoh agama yang melihat bahwa keputusan inimenjadi bentuk penghormatan negara kepada pemimpin yang telah berjasa bagibangsa. Muslim Mufti dari PP Persis menilai bahwa Soeharto adalah pemimpin yang pengabdiannya telah dimulai sejak masa perjuangan kemerdekaan. Ia melihat bahwabangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pemimpin yang telahmemberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan rakyat, dan penganugerahan gelar inimencerminkan nilai luhur tersebut. Bagi kalangan tokoh agama, keputusan negara inimemperlihatkan penghormatan yang sejalan dengan nilai moral untuk menghargaiorang-orang yang memberikan manfaat luas bagi umat. Pemerintah melalui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga memandangpenganugerahan ini sebagai langkah yang tepat dan penuh pertimbangan. Ia menilaibahwa Soeharto memiliki kontribusi besar dalam menciptakan stabilitas nasional sertamembangun fondasi pertumbuhan ekonomi yang kuat. Keberhasilan Soeharto dalammemperluas akses pendidikan, menekan angka kemiskinan, serta meningkatkankapasitas produksi nasional menjadi bagian dari alasan mengapa negara memberikanpenghormatan tertinggi ini. Dengan memberikan gelar Pahlawan Nasional, negara menegaskan kembali bahwa kontribusi besar seorang pemimpin terhadap kesejahteraanrakyat adalah warisan yang patut dihargai. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyampaikan bahwa penganugerahan gelar inimerupakan tradisi baik yang menunjukkan bagaimana bangsa menghormatipemimpinnya. Menurutnya, negara memberikan tempat terhormat bagi pemimpin yang telah berjasa demi kemajuan bangsa. Falsafah Jawa tentang menjunjung tinggi jasapendahulu menjadi nilai luhur yang tercermin dalam keputusan ini. Sikap penghormatantersebut dinilai sebagai bagian dari etika bangsa yang menempatkan pengabdianpemimpin sebagai warisan berharga. Pandangan positif juga datang dari Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, yang menilai bahwa seluruh mantan presiden, terutama yang telah wafat, layakmendapatkan tempat terhormat. Ia melihat bahwa pemberian gelar ini merupakanbentuk penghargaan negara kepada pemimpin yang telah memberikan kontribusi besaruntuk bangsa. Dengan memberikan gelar tersebut, negara menegaskan bahwa seluruhpemimpin memiliki peran penting dalam perjalanan republik. Kalangan akademisi turut memberikan penilaian yang menguatkan pentingnyapenghargaan ini. Guru Besar UNJ,…

Read More