Pendekatan Proaktif CKG demi Pemerataan Kesehatan Berkualitas

Oleh : Abdul Razak)* Pemerintah terus memperkuat transformasi layanan kesehatan nasional melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah proaktif untuk memastikan pemerataan kesehatan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. Program yang telah menjangkau 100 juta penduduk tersebut menjadi bukti nyata komitmen negara dalam membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, inklusif, dan mudah diakses hingga ke daerah terpencil….

Read More

Pemerintah Kawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS hingga Juni 2026

Jakarta – Pemerintah terus mengawal kepatuhan platform digital terhadap implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS) hingga Juni 2026. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), seluruh platform yang beroperasi di Indonesia diwajibkan mengikuti proses penilaian mandiri atau self-assessment paling lambat 6 Juni 2026 sebagai bagian dari penguatan perlindungan…

Read More

PP TUNAS Diperkuat, Platform Digital Harus Terapkan Perlindungan Anak Nyata

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS sebagai langkah strategis untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak Indonesia. Penguatan regulasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadapi meningkatnya risiko paparan konten negatif, kekerasan digital, eksploitasi, hingga penyalahgunaan data anak di…

Read More

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

Oleh : Andhika Rachma )* Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ruang digital kini bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang belajar, hiburan, hingga interaksi sosial lintas generasi. Di tengah perkembangan tersebut, negara memilikitanggung jawab untuk memastikan bahwa ekosistem digital tetap aman, sehat, dan berpihak pada kepentingan publik, terutama anak-anak sebagai kelompok rentan. Dalam konteks inilahpemerintah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Kehadiran PP TUNAS menjadi tonggak penting dalam perjalanan tata kelola digital Indonesia. Regulasi ini tidak sekadar menjadi instrumen hukum, tetapi juga mencerminkan komitmennegara dalam membangun ruang digital yang lebih bertanggung jawab. Pemerintahmenempatkan pelindungan anak sebagai prioritas utama di tengah meningkatnya penggunaanplatform digital oleh generasi muda. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi negara yang aktif melindungi anak-anak di ruangdigital dan tidak tertinggal dari negara lain dalam membangun tata kelola platform yang sehat. Perhatian publik tidak lagi hanya tertuju pada isi aturan, tetapi juga pada bagaimana platform digital menjalankan kewajibannya secara nyata. Pemerintah menegaskan bahwa seluruhPenyelenggara Sistem Elektronik (PSE), baik domestik maupun global, wajib mematuhiketentuan yang berlaku apabila beroperasi di Indonesia. Sikap tegas ini menunjukkan bahwakedaulatan digital nasional harus dihormati oleh seluruh platform tanpa pengecualian. PP TUNAS mengatur berbagai aspek penting, mulai dari pembatasan usia pengguna, perlindungan data pribadi anak, pengawasan konten, hingga penerapan prinsip safety by design dalam pengembangan layanan digital. Regulasi ini juga mendorong platform untuk menyediakanfitur kontrol orang tua, pengaturan privasi tertinggi secara otomatis bagi akun anak, sertamekanisme verifikasi usia yang lebih ketat. Langkah tersebut merupakan bagian dari upayamenciptakan lingkungan digital yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secarasehat. Yang menarik, implementasi PP TUNAS memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penegakan hukum, tetapi juga membangun pendekatan kolaboratif dengan platform digital. Sejumlah perusahaan teknologi mulai menunjukkan respons positif dengan melakukanpenyesuaian kebijakan internal mereka.  Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa regulasi nasional dapat mendorong perubahan nyatadi tingkat platform. Kepatuhan bukan lagi sekadar formalitas administratif, melainkan bagiandari tanggung jawab sosial perusahaan teknologi terhadap masyarakat. Di era ketika platform digital memiliki pengaruh besar terhadap perilaku dan pola pikir generasi muda, langkahadaptasi seperti ini menjadi sangat penting untuk menjaga kualitas ruang digital Indonesia. Pemerintah memahami bahwa perubahan sistem digital memerlukan penyesuaian teknis yang tidak sederhana, terutama bagi platform global dengan jutaan pengguna. Namun di sisi lain, pemerintah tetap menegaskan bahwa perlindungan anak tidak dapat ditawar. Pernyataan “tidakada kompromi dalam hal kepatuhan” yang disampaikan Menkomdigi menjadi sinyal kuat bahwanegara hadir secara serius dalam mengawal keamanan ruang digital nasional. Di berbagai diskusi publik dan media sosial, muncul pandangan bahwa regulasi ini dapatmenjadi momentum penting untuk memperbaiki ekosistem internet yang selama ini dinilaiterlalu permisif terhadap paparan konten berisiko bagi anak. Kehadiran regulasi yang jelas dinilaimampu memberikan kepastian sekaligus mendorong platform untuk lebih bertanggung jawabterhadap dampak sosial layanannya. Komisioner KPAI Subklaster Perlindungan Anak di Ranah Digital, Kawiyan mengatakan KPAI mengapresiasi langkah Kementerian Komdigi sebagai wakil pemerintah yang gigih meyakinkanplatform digital untuk mematuhi PP Tunas. Kegigihan dan kesabaran Kementerian Komdigimerupakan wujud pelaksanaan konstitusi dalam perlindungan anak. PP Tunas bukanlah sekadarregulasi teknis, melainkan bagian dari upaya strategis bangsa dalam menjaga generasi masa depan. Melindungi anak di ruang digital sama pentingnya dengan melindungi kedaulatan negara. Anak-anak hari ini adalah fondasi Indonesia di masa depan Keberhasilan PP…

Read More

Kepatuhan Platform sebagai Kunci Keberhasilan PP TUNAS

*) Oleh: Nadira Larasati Transformasi digital telah membuka ruang luas bagi masyarakat untuk berinteraksi dan mengakses informasi. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan ancaman serius bagi anak-anak, mulai dari paparan konten negatif, penyalahgunaan data pribadi, cyberbullying, hingga infiltrasi ideologi radikal. Karena itu, kehadiran Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam…

Read More

Penguatan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Kerja Bersama

Oleh: Naufal Prasetya Penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Stabilitas pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga kemampuan menjaga kualitas bahan pangan dinilai sangat penting untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional. Karena itu, kerja sama lintas sektor antara pemerintah, BUMD, dan pelaku usaha dianggap…

Read More

Ketahanan Pangan Dapat Dicapai melaluiSinergi yang Berkelanjutan

Oleh: Ardyan Maheswara Ketahanan pangan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantodalam upaya memperkuat kemandirian bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatdesa. Pemerintah memandang sektor pangan bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan bahanpokok, tetapi juga menyangkut nasib jutaan petani, nelayan, dan peternak yang selama inimenjadi penopang ekonomi daerah. Karena itu, penguatan sektor pertanian, perikanan, danpeternakan terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, sertapembenahan distribusi pangan nasional.  Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Presiden Prabowo sejaklama memberi perhatian besar terhadap agenda swasembada pangan. Menurutnya, swasembadabukan hanya soal memastikan stok pangan aman, tetapi juga menjadi jalan untuk meningkatkanpendapatan masyarakat desa yang bekerja di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Iamenyebut sekitar 30 sampai 40 persen masyarakat desa masih bergantung pada sektor tersebutsehingga penguatan pangan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat. Zulkifli Hasan menilai persoalan pangan di Indonesia tidak hanya terletak pada produksi, melainkan juga tingginya biaya distribusi. Ia mencontohkan biaya distribusi beras di Thailand yang jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia. Kondisi itu dinilai terjadi akibat rantai distribusiyang panjang dan kebijakan yang belum efisien. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintahmenyiapkan sejumlah regulasi termasuk Peraturan Presiden guna memangkas biaya distribusi, memperpendek rantai pasok, dan membuat harga pangan lebih stabil serta terjangkau. Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan lahan produktif di berbagai daerah. PresidenPrabowo disebut mengarahkan agar setiap desa memiliki pusat ekonomi produktif dan tidak adalahan yang dibiarkan kosong. Penguatan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalamstrategi tersebut dengan melibatkan perguruan tinggi, lembaga riset, alumni Institut PertanianBogor, serta BRIN. Kolaborasi itu diharapkan mampu mempercepat modernisasi pertaniannasional sehingga produktivitas pangan dapat meningkat secara berkelanjutan. Perhatian pemerintah turut diarahkan kepada sektor nelayan yang selama ini dinilai memilikiposisi tawar lemah di pasar. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa nelayan sering harus menjualhasil tangkapan dengan cepat sebelum rusak sehingga harga jual menjadi tidak optimal. Untukmembantu nelayan, pemerintah menyiapkan pembangunan kampung nelayan dan memperkuatperan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pembeli hasil tangkapan ketika pasar tidak mampumenyerap produksi. Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi pusat ekonomi desa yang mendukungberbagai program pemerintah, termasuk penyediaan kebutuhan Satuan Pelayanan PemenuhanGizi dan Program Makan Bergizi Gratis. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampumembuat distribusi bantuan pemerintah menjadi lebih cepat, ringkas, dan tepat sasaran hingga ketingkat desa. Ketua Umum terpilih Himpunan Alumni IPB Fauzi Amro menyatakan pihaknya siapmendukung penguatan rantai pasok pangan nasional melalui jaringan alumni yang tersebar di berbagai daerah. Dukungan itu akan difokuskan pada pembangunan model distribusi panganyang lebih efektif, khususnya untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Keterlibatan dunia akademik dan alumni perguruan tinggi dinilai menjadi bagian penting dalammemperkuat ketahanan pangan nasional. Di daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga memperkuat langkah kolaboratif gunamendukung target swasembada pangan nasional 2026. Salah satu fokus utama adalahpengembangan komoditas jagung melalui program Gerakan Tanam Jagung Hibrida. Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyebut program tersebut menjadi langkahnyata dalam memperkuat ketahanan pangan mulai dari desa hingga tingkat nasional. Menurut Krisantus Kurniawan, program itu sejalan dengan visi pemerintahan Presiden PrabowoSubianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Astacita yang menekankanpentingnya kemandirian bangsa melalui ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau. Ia jugamenilai penguatan sektor pertanian sejalan dengan visi pembangunan Kalimantan Barat yang ingin menciptakan daerah yang sejahtera, adil, dan berwawasan lingkungan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kalimantan Barat mencatat luas panen jagungmencapai 34.503 hektare dengan produksi sebesar 179.246 ton pipilan kering. Capaian itumenunjukkan potensi besar daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. KabupatenBengkayang disebut memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra pengembangan jagung di Kalimantan Barat. Krisantus juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota, kelompok tani, serta unsur TNI danPolri untuk aktif mendukung program optimalisasi lahan pertanian. Menurutnya, lahan yang belum produktif perlu dimanfaatkan menjadi sumber pangan baru yang mampu memperkuatekonomi masyarakat dan menopang ketahanan pangan nasional. Dalam setahun terakhir, pemerintah dinilai mulai menunjukkan langkah nyata dalammemperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Berbagai program seperti penguatan koperasidesa, percepatan distribusi pupuk, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga peningkatanproduksi komoditas strategis menjadi bagian dari upaya tersebut. Pemerintah ingin memastikanketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberi dampak terhadapkesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan pada akhirnya hanya dapat dicapai melalui sinergi yang berkelanjutan antarapemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, petani, nelayan, aparat keamanan, danmasyarakat luas. Dengan semangat gotong royong serta inovasi yang terus dikembangkan, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligusmenciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat. *) Peneliti Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Read More

Ketahanan Pangan Diperkuat lewat Kerja Sama Lintas Sektor dan Regional

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kerja sama lintas sektor dan regional sebagai langkah strategis menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Di tengah meningkatnya tekanan geopolitik internasional dan gangguan rantai pasok dunia, Indonesia dinilai berhasil menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memperkuat posisi kawasan ASEAN dalam menjaga ketahanan pangan bersama. Presiden Prabowo Subianto…

Read More

Pemerintah Tekankan Pentingnya Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan

Jakarta – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kerja sama lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, hingga badan usaha milik daerah guna mendukung target swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa program…

Read More

Digitalisasi Koperasi dan Perluasan Akses Pasar Desa

Oleh: Dhita Karuniawati )* Transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan tambahan bagi koperasi desa, melainkan kebutuhan mendesak untuk mempertahankan daya saing ekonomi rakyat di tengah perubahan pola perdagangan dan konsumsi masyarakat. Di Indonesia, percepatan digitalisasi koperasi kini mulai diarahkan secara lebih serius melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diproyeksikan menjadi motor baru ekonomi…

Read More