Program MBG Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Terus Diperkuat

Oleh: Aulia Permatasari Masyarakat perlu mendukung dan mengawal keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu investasi penting bagi masa depan bangsa. Di tengah beredarnya berbagai informasi yang menyebut adanya penghentian program tersebut, pemerintah memastikan bahwa MBG tetap berjalan dan terus diperkuat melalui pembenahan tata kelola, peningkatan pengawasan, serta penyesuaian sistem pelaksanaan agar manfaatnya dapat…

Read More

MBG Tetap Berjalan, Pemerintah Perkuat Komitmen Pemenuhan Gizi Masyarakat

Jakarta – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meskipun Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah melakukan pembenahan internal dan evaluasi tata kelola. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan program agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman…

Read More

Pengamat Nilai Program MBG Perlu Berlanjut untuk Cetak Anak Sehat dan Cerdas

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu terus dilanjutkan sebagai salah satu investasi jangka panjang dalam membangun SDM Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Sejumlah pengamat menilai keberlanjutan program tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pemenuhan gizi anak sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, dengan catatan pelaksanaannya terus disempurnakan. Dosen dan…

Read More

Hasil Transformasi BUMN: Lebih Ringkas, Sehat, dan Berdampak

Oleh: Dhita Karuniawati )* Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil yang semakin nyata. Agenda pembenahan yang berfokus pada penyederhanaan struktur perusahaan, penguatan tata kelola, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi kinerja telah membawa perubahan signifikan terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah. Transformasi tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan kinerja keuangan, tetapi juga…

Read More

Transformasi BUMN: Aset Negara Bekerja Lebih Produktif

*) Oleh: Gavin Asadit Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memasuki fase baru pada 2026 seiring menguatnya agenda reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintahanPresiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan penguatan produktivitas asetnegara sebagai salah satu instrumen penting untuk mempercepat pertumbuhanekonomi, meningkatkan efisiensi belanja, dan memperbesar manfaat ekonomi yang kembali kepada masyarakat. Dalam kerangka tersebut, lahirnya Badan PengelolaInvestasi (BPI) Danantara Indonesia diposisikan sebagai langkah strategis untukmemastikan aset negara tidak hanya dikelola sebagai portofolio administratif, tetapimenjadi penggerak nilai tambah yang lebih besar bagi pembangunan nasional. Melalui pendekatan baru tersebut, pemerintah mendorong perubahan cara pandangterhadap BUMN. Jika sebelumnya perusahaan negara sering dipersepsikan sebagaiinstrumen pelayanan dan pengelolaan aset semata, kini arah kebijakan mulaibergerak pada penciptaan nilai yang lebih terukur melalui konsolidasi usaha, penguatan tata kelola, efisiensi operasional, serta pengembangan investasi pada sektor prioritas. Danantara dibentuk dengan mandat untuk mengoptimalkan asetstrategis Indonesia melalui pendekatan investasi yang terintegrasi sehingga hasilyang diperoleh dapat kembali digunakan untuk memperkuat pembangunan ekonomijangka panjang. Pemerintah melihat bahwa besarnya nilai aset negara harus diikutidengan kemampuan menghasilkan dampak ekonomi yang semakin besar dan berkelanjutan. Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menempatkantransformasi BUMN sebagai agenda yang tidak hanya berorientasi pada perbaikankinerja perusahaan, tetapi juga pembentukan struktur ekonomi nasional yang lebihsehat. Dalam berbagai evaluasi transformasi yang berlangsung sepanjang 2026, Danantara mulai menjalankan konsolidasi terhadap ratusan entitas BUMN agar pengelolaan aset menjadi lebih fokus dan efisien. Pemerintah menargetkanpenyederhanaan struktur perusahaan agar proses bisnis menjadi lebih cepat, biayaoperasional lebih terkendali, dan perusahaan negara memiliki ruang yang lebih besaruntuk tumbuh secara berkelanjutan. Menurut Rosan, penguatan kualitas pengelolaanaset negara menjadi salah satu fondasi untuk menciptakan nilai ekonomi yang dapatdirasakan lebih luas oleh masyarakat. Penguatan produktivitas aset negara juga menjadi bagian dari agenda efisiensinasional yang diarahkan Presiden Prabowo. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa evaluasiinternal menemukan praktik transaksi berlapis antara induk perusahaan, anak usaha, hingga entitas turunan yang selama ini menciptakan biaya tambahan dalam jumlahbesar. Struktur yang terlalu panjang dinilai memperlambat proses pengambilankeputusan sekaligus menimbulkan inefisiensi yang mengurangi daya saingperusahaan negara. Karena itu, pemerintah mulai melakukan konsolidasi untukmenyederhanakan organisasi, memperkuat fungsi inti perusahaan, dan meningkatkanefektivitas penggunaan sumber daya. Dari proses tersebut, pemerintahmemperkirakan potensi efisiensi dapat mencapai sekitar Rp50 triliun per tahun yang nantinya dapat dialihkan untuk mendukung investasi dan pembangunan sektorprioritas. Meski menempatkan efisiensi sebagai agenda utama, pemerintah menegaskanbahwa transformasi tidak diarahkan untuk mengurangi peran negara ataupunmengorbankan tenaga kerja. Pendekatan yang dipilih adalah memperkuat kualitaspengelolaan, menyederhanakan struktur usaha, dan meningkatkan produktivitasorganisasi. Pemerintah memandang bahwa aset negara akan memberikan hasilmaksimal apabila dikelola melalui struktur yang lebih adaptif dan memiliki fokus bisnisyang jelas. Karena itu, restrukturisasi dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan perlindungan terhadap sumber daya manusia yang selama ini menjadi bagian dariekosistem perusahaan negara. Agenda transformasi tersebut juga didukung melalui perubahan arsitekturkelembagaan BUMN. Pemerintah memisahkan fungsi pengelolaan komersial dan fungsi regulasi agar pengawasan dan pelaksanaan bisnis dapat berjalan lebih efektif. Dalam struktur baru, BP BUMN menjalankan fungsi regulator dan penguatan tata kelola, sementara Danantara berfokus pada pengembangan nilai investasi dan pengelolaan portofolio aset negara. Pemerintah menilai pemisahan fungsi tersebutpenting untuk menciptakan sistem yang lebih profesional sekaligus memperjelas arahpertanggungjawaban dalam pengelolaan aset publik. Transformasi tidak berhenti pada aspek efisiensi organisasi. Pemerintah juga mulaimengarahkan perusahaan negara untuk lebih aktif menjadi motor pembangunanekonomi nasional. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menempatkandisiplin investasi dan penguatan kualitas aset sebagai kunci agar BUMN mampuberkembang menjadi perusahaan yang semakin kompetitif. Menurutnya, perusahaannegara yang sehat secara operasional akan memiliki kapasitas lebih besar untukmendukung pembangunan sektor prioritas seperti energi, hilirisasi industri, ketahananpangan, infrastruktur, layanan publik, dan transformasi digital. Dengan pengelolaanyang lebih terintegrasi, hasil ekonomi yang diperoleh tidak berhenti pada peningkatankinerja perusahaan, tetapi juga memperluas dampaknya terhadap pembangunannasional. Pemerintahan Presiden Prabowo menempatkan reformasi BUMN sebagai fondasimenuju ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing. Dengan konsolidasi usaha, penguatan tata kelola, pemisahan fungsi kelembagaan, dan optimalisasi investasi, pemerintah optimistis perusahaan negara dapat memasuki babak baru sebagai mesinpertumbuhan yang modern dan produktif. Di tengah tantangan ekonomi global yang terus berubah, transformasi ini diharapkan mampu memastikan bahwa setiap asetnegara tidak hanya terjaga nilainya, tetapi benar-benar bekerja untuk mendorongkemajuan Indonesia dalam jangka panjang. )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan…

Read More

Transformasi BUMN Berbuah Manis, Penghematan Kas Negara Capai Triliunan Rupiah

Jakarta – Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus dilakukan pemerintah dinilai telah memberikan dampak positif terhadap efisiensi pengelolaan perusahaan negara. Berbagai langkah pembenahan tata kelola, digitalisasi layanan, konsolidasi bisnis, hingga peningkatan transparansi dinilai berhasil meningkatkan kinerja perusahaan pelat merah sekaligus menghasilkan penghematan kas negara yang mencapai triliunan rupiah. Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN…

Read More

Transformasi BUMN Hasilkan Korporasi Negara Makin Sehat dan Produktif

Jakarta – Transformasi badan usaha milik negara (BUMN) yang dijalankan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui penguatan tata kelola dan konsolidasi perusahaan, pemerintah berupaya menciptakan korporasi negara yang lebih sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Salah satu agenda utama yang dijalankan…

Read More

Apresiasi Sinergi Negara dan Buruh dalam Menahan Ancaman PHK

Oleh : Rivka Mayangsari*) Di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian, tantangan di sektor ketenagakerjaan menjadi perhatian serius pemerintah. Potensi perlambatan ekonomi dunia, perubahan rantai pasok industri, serta tekanan terhadap berbagai sektor usaha berpotensi memengaruhi stabilitas lapangan kerja. Menyadari tantangan tersebut, pemerintah bersama DPR RI dan unsur serikat pekerja membangun pendekatan kolaboratif melalui…

Read More

Mitigasi PHK dan Bukti Negara Hadir Menjaga Nasib Buruh

Oleh: Nadira Citra Maheswari)* Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan yang harus dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, perubahan arus investasi, percepatan transformasi teknologi, hingga dinamika geopolitik internasional memberikan tekanan terhadap dunia usaha. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya aktivitas produksi, berkurangnya permintaan pasar, hingga meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam situasi…

Read More

Satgas Mitigasi PHK Mulai Bekerja, Pemerintah Petakan Persoalan Industri

Jakarta – Pemerintah bersama DPR RI mulai mengintensifkan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan Satgas akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, meningkatkan pertukaran data, serta melakukan pemetaan secara komprehensif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha. “Permasalahan…

Read More