Kinerja Danantara Tunjukkan Peluang Jadi Pilar Baru Penguatan Ekonomi Nasional

*) Oleh : Deki Suryawan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai menunjukkanposisi yang semakin strategis dalam peta perekonomian Indonesia. Lembaga yang dibentuk untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara tersebut tidak hanyadiarahkan untuk menghasilkan keuntungan investasi, tetapi juga menjadi instrumendalam memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengahketidakpastian global. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengelolaanaset negara melalui Danantara harus dilakukan secara profesional agar mampumemberikan nilai tambah jangka panjang bagi bangsa.

Optimisme tersebut terlihat dari semakin luasnya agenda investasi Danantara, termasuk pengembangan sektor strategis yang memiliki dampak terhadapperekonomian dan penciptaan lapangan kerja. Dalam rencana kerja 2026, Danantaramenempatkan investasi strategis, diversifikasi portofolio, penguatan kapasitas, sertapenciptaan dampak ekonomi nasional sebagai bagian penting dari arah kebijakannya. CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa investasi harus mampumemberikan imbal hasil yang sehat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomiIndonesia dalam jangka panjang. 

Peran tersebut menjadi semakin terlihat ketika Danantara mulai masuk ke berbagaiproyek yang memiliki nilai ekonomi besar dan bersentuhan langsung dengankebutuhan masyarakat. Salah satu perkembangan terbaru adalah kerja sama denganperusahaan protein global JBS melalui Danantara Investment Management dengannilai investasi sekitar 2,5 miliar dolar AS untuk mengembangkan bisnis protein di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Langkah ini memperlihatkanbagaimana Danantara berpeluang menjadi jembatan antara modal negara, investasiinternasional, dan pengembangan sektor riil. 

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan Indonesia memilikifondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembagainvestasi perlu terus diperkuat agar potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadikegiatan ekonomi yang produktif. Danantara juga telah mempertemukan ratusanpejabat kementerian dan lembaga melalui Danantara Government Strategic Forum sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi kebijakan investasi denganagenda pembangunan nasional. 

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan ekonomi nasionalmembutuhkan sinergi antara investasi dan optimalisasi aset yang sudah dimilikinegara. Danantara dapat berperan sebagai penghubung untuk memastikan modal negara tidak hanya tersimpan dalam bentuk aset, tetapi dikembangkan menjadikegiatan usaha yang memberikan dampak lebih luas. Melalui pengelolaan investasiyang terarah, penguatan BUMN, serta kolaborasi dengan sektor swasta, peluangmenciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok industri, dan meningkatkandaya saing ekonomi Indonesia dapat semakin terbuka

Selain investasi baru, penguatan nilai aset BUMN menjadi bagian penting dari tugasDanantara. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria menyampaikan bahwaBUMN perlu menjaga profitabilitas melalui tata kelola yang baik dan peningkatanefektivitas operasional sehingga modal serta aset yang dikelola dapat menghasilkannilai tambah berkelanjutan bagi negara. Dengan pendekatan tersebut, Danantaradiharapkan tidak sekadar menjadi pengelola aset, tetapi mampu mendorongperusahaan negara menjadi lebih produktif, efisien, dan kompetitif. 

Optimalisasi aset tersebut pada akhirnya perlu diarahkan pada penciptaan manfaatyang lebih luas bagi perekonomian nasional. Peningkatan kinerja BUMN tidak hanyaakan memperkuat posisi perusahaan negara, tetapi juga dapat memberikan dampakberantai terhadap industri pendukung, pelaku usaha, tenaga kerja, hingga penerimaannegara. Karena itu, pengelolaan aset melalui Danantara perlu dilakukan denganmempertimbangkan aspek produktivitas, keberlanjutan, dan kepentingan ekonominasional, sehingga setiap keputusan investasi dapat memberikan nilai tambah yang nyata dalam jangka panjang

Presiden Prabowo juga melihat keberadaan Danantara sebagai salah satu instrumenuntuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia ketika dunia menghadapi berbagaiketidakpastian. Dalam peringatan satu tahun Danantara, Presiden menekankanpentingnya integritas, disiplin tata kelola, dan orientasi jangka panjang dalammengelola aset negara agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Pesantersebut menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan Danantara tidak semata-mataditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakanmanfaat ekonomi yang berkelanjutan. 

Namun, perjalanan Danantara tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi secarakonsisten. Sejumlah pengamat menilai dampak langsung Danantara terhadap kinerjaperusahaan BUMN masih perlu dibuktikan lebih jauh, meskipun kinerja sejumlahemiten BUMN pada semester I 2026 menunjukkan perbaikan. Pada saat yang sama, tuntutan terhadap keterbukaan informasi mengenai pengelolaan aset juga menjadiperhatian publik karena transparansi dan akuntabilitas merupakan fondasi pentingbagi lembaga yang mengelola kekayaan negara dalam skala besar. 

Dengan modal aset negara yang besar, jaringan BUMN yang luas, serta peluanginvestasi di berbagai sektor strategis, Danantara memiliki kesempatan untukberkembang menjadi salah satu pilar baru penguatan ekonomi nasional. Keberhasilantersebut akan sangat bergantung pada kemampuan lembaga ini menjaga tata kelola, memilih investasi yang produktif, mengendalikan risiko, dan memastikan manfaatinvestasi kembali kepada masyarakat dalam bentuk pertumbuhan ekonomi, lapangankerja, penguatan industri, serta peningkatan penerimaan negara. Jika konsistensitersebut dapat dijaga, kinerja Danantara berpotensi menjadi bagian penting daristrategi Indonesia membangun ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan mampumenghadapi perubahan global.

)* Penulis merupakan Pengamat Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *