Investor Global Sambut Positif Rencana Pengembangan PFII di Indonesia

Jakarta – Rencana pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) mendapatkan respons positif dari kalangan investor dan entitas pengelola kekayaan global. Pemerintah akan memulai operasional PFII di Jakarta sebelum memperluas pengembangannya ke Bali. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan Jakarta dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki infrastruktur dan ekosistem finansial…

Read More

Koperasi Merah Putih Infrastruktur Kedaulatan Ekonomi

Oleh: Aziz Rahman*) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih semakin menempati posisi penting dalamagenda pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini tidaksekadar diarahkan untuk membentuk lembaga ekonomi baru di tingkat desa, tetapimenjadi bagian dari strategi memperkuat kemampuan masyarakat mengelolakebutuhan, produksi, distribusi, dan pembiayaan secara lebih mandiri. Dalamkonteks tersebut, Koperasi Merah Putih layak dipandang sebagai infrastrukturkedaulatan ekonomi yang dibangun dari tingkat paling dekat dengan rakyat. Gagasan tersebut memperoleh momentum kuat setelah pemerintah mempercepatpembangunan puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagaiwilayah. Pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu koperasi rampung pada 16 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Target tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin koperasi berhenti sebagaigagasan, melainkan segera hadir dalam kehidupan ekonomi masyarakat.  Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumen untukmembangun kekuatan ekonomi dari desa. Dalam berbagai kesempatan, iamenegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi pusat pelayananekonomi yang terintegrasi. Fungsinya dapat mencakup toko kebutuhan pokok, layanan simpan pinjam, apotek desa, hingga penyaluran berbagai program pemerintah. Dengan konsep tersebut, koperasi diarahkan menjadi simpul ekonomiyang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan aktivitas produksi di wilayahnya.  Presiden Prabowo juga melihat koperasi sebagai cara memperkuat posisimasyarakat dalam menghadapi mekanisme pasar. Menurutnya, pemerintah bukanpihak yang anti terhadap pasar. Namun, mekanisme pasar tetap perlu diawasikarena dapat mengalami distorsi dan dimanipulasi oleh kepentingan tertentu. Karena itu, keberadaan koperasi di tingkat desa menjadi penting untuk memperkuat posisitawar masyarakat sekaligus menciptakan jalur distribusi yang lebih sehat. Sudut pandang tersebut semakin relevan ketika dikaitkan dengan persoalan rantaipasok. Petani dan pelaku usaha desa sering menghadapi jarak panjang antaraprodusen dan konsumen. Koperasi dapat menjadi penghubung yang lebih dekatdengan masyarakat sekaligus menjalankan fungsi penyerapan hasil produksi. Dengan model tersebut, nilai ekonomi yang selama ini banyak bergerak di luar desadapat lebih banyak berputar di dalam desa. Presiden Prabowo juga menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memilikipotensi besar dalam menciptakan perputaran ekonomi di tingkat akar rumput. Ketika koperasi mampu membeli hasil produksi masyarakat, menyediakan kebutuhanpokok, serta memberikan akses pembiayaan, aktivitas ekonomi desa tidak hanyabergantung pada transaksi dari luar wilayah. Desa memiliki instrumen untukmengelola sebagian kebutuhan dan potensinya sendiri. Presiden bahkanmemproyeksikan program tersebut dapat menciptakan perputaran ekonomi yang besar di desa sekaligus memperkuat penyaluran barang subsidi. Dari sisi kebijakan pangan, peran tersebut semakin strategis. Menteri KoordinatorBidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disiapkan sebagai bagian dari infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuandan barang subsidi. Koperasi juga diarahkan menjadi offtaker yang dapat menyeraphasil pertanian dan perikanan masyarakat. Dengan demikian, program koperasimemiliki hubungan langsung dengan agenda ketahanan pangan nasional.  Zulkifli juga menegaskan bahwa pembangunan koperasi tidak hanya berbicaramengenai bangunan fisik. Pemerintah menyiapkan sumber daya manusia, termasukmanajer koperasi, agar unit-unit tersebut dapat dikelola secara profesional. Pembangunan fisik yang berjalan cepat perlu diikuti kesiapan tata kelola, sistemusaha, pendataan anggota, serta mekanisme pengawasan. Langkah ini penting agar koperasi benar-benar menjadi institusi ekonomi produktif, bukan sekadar fasilitasyang selesai dibangun. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah sedang menghubungkankebijakan ekonomi desa dengan agenda yang lebih luas. Koperasi dapat menjadisaluran distribusi bantuan, pusat aktivitas ekonomi, mitra petani dan nelayan, sekaligus sarana pembiayaan masyarakat. Jika fungsi tersebut berjalan baik, dampaknya tidak hanya berupa peningkatan akses masyarakat terhadap barang dan layanan, tetapi juga terciptanya lapangan kerja dan penguatan usaha lokal. menariknya, arah kebijakan ini juga memperlihatkan perubahan cara pandangterhadap pembangunan desa. Desa tidak lagi ditempatkan hanya sebagai penerimaprogram, tetapi sebagai pusat produksi dan aktivitas ekonomi. Koperasi menjadiinstrumen untuk mengonsolidasikan potensi tersebut. Ketika hasil pertanian, perdagangan, jasa, dan kebutuhan masyarakat dapat terhubung melalui lembagayang dikelola secara lokal, desa memiliki peluang lebih besar membangun siklusekonomi yang berkelanjutan. Tentu, pembangunan dalam skala besar membutuhkan pengawasan yang konsisten. Pemerintah perlu memastikan koperasi memiliki pengurus yang kompeten, pencatatan keuangan yang transparan, serta model bisnis yang sesuai dengankarakter setiap daerah. Evaluasi juga harus dilakukan secara berkala agar koperasiyang belum optimal dapat segera diperbaiki. Dengan demikian, percepatanpembangunan tetap berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengelolaan. Pada akhirnya, Koperasi Merah Putih dapat menjadi salah satu fondasi pentingkedaulatan ekonomi Indonesia. Kedaulatan tidak hanya berarti kemampuan negara mengelola sumber daya strategis, tetapi juga kemampuan masyarakat di tingkatdesa memenuhi kebutuhan dan mengembangkan potensi ekonominya sendiri. Melalui pembangunan koperasi yang terintegrasi, pemerintahan Prabowo menunjukkan upaya menghadirkan kebijakan ekonomi yang lebih dekat denganrakyat. Jika konsistensi, tata kelola, dan pengawasan terus diperkuat, KoperasiMerah…

Read More

Investor Global Sambut Positif Rencana Pengembangan PFII di Indonesia

Jakarta – Rencana pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) mendapatkan respons positif dari kalangan investor dan entitas pengelola kekayaan global. Pemerintah akan memulai operasional PFII di Jakarta sebelum memperluas pengembangannya ke Bali. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan Jakarta dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki infrastruktur dan ekosistem finansial…

Read More

Pemerintah Tegaskan PFII Tetap Kawal Transparansi dan Aturan Antipencucian Uang

Jakarta – Pemerintah memastikan pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) tetap mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap aturan antipencucian uang. Penguatan pengawasan menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga kredibilitas PFII di mata investor global. Undang-Undang PFII telah disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada 21 Juli 2026. Regulasi tersebut menjadi landasan pembentukan…

Read More

PFII: Instrumen Kedaulatan Ekonomi

Oleh: Seva Amalia *) Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia dalam Sidang Paripurna DPR RI merupakan langkah monumental yang mempertegas arah kedaulatan ekonomi bangsa di tengah persaingan pasar global yang semakin sengit. Dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI, Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberadaan Indonesia Financial Center…

Read More

Pemulihan Infrastruktur Pascagempa NTT Utamakan Keselamatan dan Martabat Warga

Oleh : Antonius Utomo Pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi bagian dari komitmenpemerintah dalam memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara aman, nyaman, dan produktif. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, BNPB, aparat, sertaberbagai unsur masyarakat memperkuat koordinasi untuk mempercepat proses pemulihansekaligus membangun kembali berbagai fasilitas dengan kualitas dan ketangguhan yang semakinbaik. Tahapan pemulihan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik, tetapijuga menjadi momentum memperkuat kualitas pembangunan di NTT. Rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta prinsip pembangunanyang lebih tangguh. Dengan pendekatan tersebut, setiap pembangunan kembali diharapkanmampu memberikan manfaat jangka panjang sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidupmasyarakat. Pemerintah menempatkan keselamatan dan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama dalamproses pemulihan. Berbagai langkah dilakukan secara terpadu untuk memastikan layanan dasar, fasilitas publik, konektivitas, dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal. Sinergi antarlembaga menjadi kekuatan penting dalam memastikan setiap tahapan pemulihanberlangsung secara terarah, cepat, dan tepat sasaran. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmenpemerintah untuk memastikan penanganan pascagempa berjalan secara cepat dan terkoordinasi. Pemerintah terus mengoptimalkan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah sehinggaberbagai kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti. Koordinasi tersebut menjadi bagianpenting dalam memastikan proses pemulihan berjalan efektif sekaligus memberikan kepastiankepada masyarakat. Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, pembangunan kembali infrastruktur menjadi salah satu prioritas penting. Jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, sekolah, sarana air bersih, sertafasilitas pelayanan publik lainnya menjadi bagian dari agenda pemulihan. Pembangunan kembalitersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan infrastruktur sehinggamampu memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat. Pendekatan membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik menjadi bagian penting daripemulihan pascagempa. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya mempertimbangkan fungsipelayanan, tetapi juga aspek keselamatan, kualitas konstruksi, dan ketangguhan. Dengandemikian, proses rekonstruksi tidak sekadar memulihkan kondisi sebelumnya, tetapi menjadiinvestasi jangka panjang untuk memperkuat pembangunan daerah. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat juga terus diperkuat. Pada Juli 2026, Kepala BNPB bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Flores Timur mengunjungi hunian sementara di Desa Konga. Kehadiran langsungtersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhanmasyarakat sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam proses pemulihan. Aspirasi dan kebutuhan warga dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalammenentukan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi. Dengan melibatkan masyarakat, pembangunan kembali dapat semakin sesuai dengan kebutuhan lokal serta memperkuat rasa memiliki terhadap berbagai fasilitas yang dibangun. Pemulihan juga mencakup penguatan kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Ketika fasilitas publik kembali berfungsi dan konektivitas semakin baik, masyarakat memiliki ruangyang lebih luas untuk menjalankan kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, sertaaktivitas sosial lainnya. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dari upaya mengembalikandinamika kehidupan masyarakat secara bertahap. Bagi masyarakat NTT, proses pemulihan pascagempa juga menjadi momentum memperkuatsemangat gotong royong. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, relawan, serta berbagaiorganisasi memiliki peran dalam mendukung percepatan pemulihan. Kolaborasi tersebut menjadimodal sosial yang penting dalam membangun kembali kehidupan masyarakat secara lebih kuatdan berkelanjutan. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat sebagai bagian daripembangunan jangka panjang. Edukasi kebencanaan, pemahaman mengenai keselamatanbangunan, serta penguatan kapasitas masyarakat menjadi investasi penting. Masyarakat yang semakin memahami langkah-langkah kesiapsiagaan akan memiliki kemampuan yang lebih baikdalam menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan. Pemulihan pascagempa dengan demikian tidak berhenti pada rehabilitasi fisik. Proses tersebutmenjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah secara menyeluruh. Infrastruktur yang lebih tangguh, pelayanan publik yang semakin baik, masyarakat yang semakinsiap, serta koordinasi pemerintahan yang semakin kuat akan menjadi modal penting bagikemajuan NTT. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memastikan proses pemulihan berlangsung secarabertahap dan berkelanjutan. Setiap capaian dalam rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi bagiandari upaya mengembalikan aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan kondisi yang semakinmendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Semangat pemulihan di NTT menunjukkan bahwa setiap tantangan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan. Dengan kehadiran pemerintah, dukungan berbagai pihak, sertapartisipasi aktif masyarakat, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat menjadi fondasi bagi NTT yang semakin tangguh. Pada akhirnya, pemulihan pascagempa merupakan wujud nyata kehadiran negara dalammendampingi masyarakat. Pemerintah terus bekerja memastikan masyarakat memperolehdukungan yang dibutuhkan, fasilitas publik kembali memberikan pelayanan, dan pembangunandapat berjalan dengan kualitas yang semakin baik. Dengan semangat gotong…

Read More

Sinergi Bersama Pulihkan Infrastruktur Dasar Korban Gempa NTT

*) Oleh: Rafael Damianus Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 kembali mengingatkan bahwa ketangguhan negara tidak hanya diujiketika bencana terjadi, tetapi terutama pada kecepatan pemerintah memulihkankehidupan masyarakat setelahnya. Hingga hari kelima pascabencana, pemerintahtelah mengirimkan 253 ton logistik ke wilayah terdampak sebagai bagian daripercepatan penanganan tanggap darurat. Langkah tersebut menunjukkan bahwarespons kebencanaan tidak berhenti pada evakuasi dan distribusi bantuan, tetapibergerak menuju pemulihan infrastruktur dasar yang menjadi penopang aktivitasmasyarakat. Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara harus terasa melaluikoordinasi yang cepat, distribusi yang tepat, serta pembangunan kembali fasilitaspublik yang terdampak. Sejalan dengan itu, pemulihan pascabencana membutuhkan kerja lintas kementeriandan lembaga karena dampak gempa tidak hanya menyentuh aspek kemanusiaan, tetapi juga konektivitas, kesehatan, air bersih, hingga aktivitas ekonomi. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa pemerintah mengerahkan seluruhsumber daya antarkementerian dan lembaga untuk mempercepat penanganantanggap darurat serta pemulihan dampak gempa di NTT. Pendekatan tersebut pentingkarena kebutuhan masyarakat korban bencana bersifat multidimensi dan tidak dapatditangani oleh satu institusi secara terpisah. Sinergi menjadi kunci agar bantuandarurat sekaligus menjadi jembatan menuju pemulihan yang lebih terencana. Dalam konteks distribusi bantuan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskanbahwa pengiriman terbaru dilakukan menggunakan lima pesawat yang membawa 65 ton bantuan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut mencakupmakanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasarlainnya yang dibutuhkan masyarakat terdampak. Pemerintah juga menempatkan dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere untuk memperkuat koordinasi distribusimenuju wilayah-wilayah yang membutuhkan. Strategi tersebut memperlihatkan bahwaefektivitas penanganan bencana tidak hanya ditentukan oleh besarnya bantuan, tetapijuga oleh kemampuan negara memastikan bantuan bergerak cepat hingga ke titikterdampak. Lebih jauh, pemulihan infrastruktur menjadi agenda yang tidak kalah penting karenakerusakan jalan dan jembatan dapat menghambat distribusi bantuan sertamemperlambat pemulihan ekonomi masyarakat. Infrastruktur dasar merupakan uratnadi yang menghubungkan pusat pelayanan dengan permukiman, kawasan produksi, dan wilayah terdampak bencana. Ketika akses tersebut terganggu, biaya sosial dan ekonomi yang ditanggung masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Karena itu, percepatan pemulihan konektivitas harus berjalan paralel dengan penanganankebutuhan kemanusiaan agar masyarakat tidak terlalu lama berada dalam kondisiterisolasi. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memastikan penanganan sejumlah infrastruktur vital telahberjalan, termasuk ruas jalan nasional, jembatan, dan bendungan. Dari 33 titiklongsoran yang menutup badan jalan, sebanyak 32 titik telah ditangani sementarasehingga jaringan jalan kembali berfungsi. Selain itu, empat titik patahan badan jalanserta sejumlah kerusakan jembatan dan plat duiker juga telah ditangani agar kembalidapat dilalui kendaraan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa respons pemerintahdiarahkan pada pemulihan fungsi infrastruktur secara cepat agar mobilitas masyarakatdan distribusi bantuan tidak terhambat. Namun demikian, pemulihan infrastruktur pascabencana tidak boleh sekadarmengejar kondisi kembali seperti sebelum gempa. Infrastruktur yang diperbaiki harussekaligus dievaluasi tingkat ketahanannya agar mampu menghadapi risiko bencanaserupa di masa mendatang. Prinsip membangun kembali dengan standar yang lebihaman menjadi penting, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempadan longsor tinggi. Dengan demikian, anggaran pemulihan tidak hanya menghasilkanperbaikan fisik, tetapi juga meningkatkan ketahanan wilayah dalam menghadapiancaman bencana berikutnya. Selain konektivitas, sektor air…

Read More

Pemerintah Bergerak Cepat Pulihkan Akses Jalan dan Layanan Dasar di NTT

Jakarta – Pemerintah bergerak cepat memulihkan akses jalan dan konektivitas transportasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Flores. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi bantuan, serta arus logistik tetap berjalan di tengah situasi darurat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan sembilan ruas jalan…

Read More

Pemerintah Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascagempa NTT

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat penanganan dan pemulihan pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya tersebut dilakukan melalui pengiriman bantuan, evakuasi, pemulihan layanan dasar, pendataan kerusakan, hingga penyiapan rehabilitasi infrastruktur agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas secara aman dan produktif. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada…

Read More

Penguatan Satgas Karhutla demi Menjaga Layanan Dasar Rakyat 

Oleh : Abdul Razak)* Pemerintah memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat seiring menguatnya fenomena El Nino. Penguatan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla tidak hanya diarahkan untuk mencegah meluasnya titik api, tetapi juga memastikan keselamatan personel di lapangan serta keberlangsungan layanan dasar masyarakat di tengah kondisi cuaca yang semakin panas dan…

Read More