Rumah Subsidi Tenor 40 Tahun Disiapkan untuk Ringankan Cicilan MBR

Jakarta – Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menegaskan pemerintah terus memperkuat kebijakan pembiayaan perumahan untuk meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian layak dan terjangkau. Salah satu langkah yang disiapkan ialah memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi hingga 40 tahun, sehingga beban cicilan masyarakat dapat ditekan dan kepemilikan rumah menjadi semakin terjangkau….

Read More

Kampung Nelayan Merah Putih Memuliakan Masyarakat Pesisir

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Masyarakat pesisir selama ini menjadi salah satu penyangga penting kehidupanekonomi Indonesia sebagai negara maritim. Dari laut, jutaan nelayan menyediakanpangan, menggerakkan perdagangan, serta menjaga denyut ekonomi di berbagaidaerah yang bertumpu pada sumber daya kelautan. Namun, besarnya kontribusi masyarakat pesisir belum selalu diikuti dengantersedianya fasilitas yang memadai untuk mendukung kehidupan dan produktivitasmereka. Keterbatasan sarana penyimpanan hasil tangkapan, akses bahan bakar, infrastruktur usaha, hingga tata kelola kawasan masih menjadi persoalan yang perludijawab secara lebih terintegrasi. Pemerintah kini berupaya menjadikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)sebagai salah satu jalan untuk memperkuat kehidupan masyarakat pesisir. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung memantau perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih melalui pembahasan bersama Menteri Kelautan dan PerikananSakti Wahyu Trenggono serta sejumlah pihak terkait. Perhatian langsung Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pembangunan kawasannelayan menjadi bagian dari agenda pembangunan yang lebih luas. Kemajuanmasyarakat pesisir tidak cukup diukur dari jumlah bangunan yang selesai dibangun, melainkan dari perubahan nyata terhadap kesempatan kerja, produktivitas, dan kesejahteraan keluarga nelayan. Program KNMP juga penting karena menawarkan pendekatan pembangunan yang berangkat dari karakter kehidupan pesisir. Setiap wilayah memiliki potensiperikanan, pola usaha, kondisi geografis, dan kebutuhan masyarakat yang berbedasehingga pembangunan perlu menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwapembangunan KNMP harus berorientasi pada peningkatan produktivitas ekonomimasyarakat. Menurutnya, perubahan taraf hidup nelayan tidak cukup dicapai melaluiperbaikan lingkungan fisik, melainkan harus ditopang fasilitas yang benar-benarmemperkuat kegiatan usaha masyarakat pesisir. Dari pandangan tersebut, produktivitas menjadi tolak ukur penting keberhasilanprogram. Pemerintah memastikan bahwa pembangunan fasilitas mampu membantunelayan bekerja lebih efisien, menjaga kualitas hasil tangkapan, dan memperolehnilai ekonomi yang lebih baik. Trenggono mencontohkan bahwa fasilitas pendukung dapat mencakup stasiunpengisian bahan bakar bagi nelayan, pabrik es, tempat penyimpanan berpendingin, bengkel, balai nelayan, fasilitas kuliner, hingga kantor pengelola. Kelengkapansarana tersebut memperlihatkan bahwa KNMP dirancang untuk membangunekosistem ekonomi pesisir yang saling terhubung. Pembangunan KNMP juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat nilai tambahhasil perikanan. Masyarakat pesisir perlu memperoleh peluang lebih besar untukterlibat dalam pengolahan, perdagangan, kuliner, dan berbagai usaha turunan yang dapat membuka sumber pendapatan baru. Persoalan ini menjadi penting karena kesejahteraan nelayan tidak semataditentukan oleh banyaknya ikan yang berhasil ditangkap. Harga jual, kualitas produk, biaya operasional, akses pasar, serta kemampuan mengolah hasil tangkapanmenjadi faktor yang sama pentingnya dalam menentukan pendapatan keluargapesisir. Di tengah agenda pembangunan tersebut, suara masyarakat nelayan tetap perlumenjadi bagian utama dalam pelaksanaan program. Ketua Umum KesatuanNelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan berharap agar KNMP tidakhanya berorientasi pada peningkatan produksi, melainkan juga memperhatikankebutuhan kehidupan sosial dan keberlanjutan masyarakat pesisir. Pandangan ini relevan karena pembangunan ekonomi yang baik harus berjalanbersama penguatan kualitas hidup masyarakat. Nelayan membutuhkan fasilitasusaha, namun mereka juga memerlukan lingkungan yang layak, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta ruang hidup yang aman bagi keluarga mereka. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan arahpembangunan setiap KNMP. Program yang dirancang berdasarkan kebutuhan nyatawarga akan memiliki peluang lebih besar untuk digunakan, dirawat, dan memberikanmanfaat dalam jangka panjang. Pendekatan partisipatif juga dapat mencegah pembangunan menjadi sekadarproyek fisik yang kehilangan fungsi setelah peresmian. Nelayan perlu ditempatkansebagai pelaku utama yang terlibat dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan ekonomi kawasan. Untuk diketahui, pemerintah telah menyelesaikan 65 kampung nelayan pada tahappertama dan menargetkan perluasan program hingga 1.386 kampung pada akhir2026. Dalam jangka panjang, pembangunan tersebut ditargetkan menjangkau 5.000 kampung nelayan hingga 2029. Skala pembangunan tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat agar setiapkawasan dapat berkembang sesuai potensinya. Keberhasilan program akanditentukan oleh kualitas pengelolaan, kesiapan sumber daya manusia, keberlanjutanfasilitas, serta kemampuan menghubungkan nelayan dengan pasar dan rantaipasok. Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi bentuk penghormatan nyata kepadamasyarakat pesisir apabila pembangunan benar-benar memperbaiki kehidupanmereka. Memuliakan nelayan berarti memastikan mereka memperoleh fasilitas, kesempatan ekonomi, dan posisi yang lebih kuat dalam rantai nilai sektor perikanan. Program ini juga mengingatkan bahwa pembangunan Indonesia tidak boleh menjauhdari masyarakat yang selama ini menjaga sumber daya laut dan menyediakanpangan bagi bangsa. Ketika masyarakat pesisir memperoleh dukungan yang tepat, kawasan pantai dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi produktif yang memberikankesejahteraan secara lebih merata. )* Pemerhati isu sosial-ekonomi

Read More

Kampung Nelayan Merah Putih: Negara Hadir Angkat Hidup Warga Pesisir

Oleh: Bagas Nurahman)* Kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir terus diperkuat melalui Program KampungNelayan Merah Putih (KNMP). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kehidupannelayan melalui pembangunan kawasan yang lebih layak, penyediaan sarana pendukungperikanan, hingga bantuan kapal penangkap ikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upayapemerintah mengangkat produktivitas dan kesejahteraan warga pesisir secara berkelanjutan. Pemerintah kini mematangkan percepatan pembangunan 100 Kampung Nelayan tahap pertamadi berbagai daerah. Selain pembangunan kawasan, dukungan juga diberikan melaluipendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan. Rangkaian program tersebut menunjukkanupaya pemerintah menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada perbaikan lingkungantempat tinggal, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat pesisir dalam mengembangkankegiatan ekonomi. Pembahasan mengenai perkembangan program tersebut dilakukan dalam pertemuan antaraPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa, 1 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasipemerintah untuk memastikan program strategis sektor kelautan berjalan sesuai kebutuhanmasyarakat. Bagi masyarakat pesisir, pembangunan Kampung Nelayan memiliki arti penting karena kawasantempat tinggal memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan yang mampu menghadirkan lingkungan yang lebih tertatasekaligus mendukung kegiatan nelayan. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan kawasanpesisir yang lebih produktif, nyaman, dan memiliki fasilitas yang memadai. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan perkembangan pembangunan KampungNelayan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraanmasyarakat pesisir. Pembangunan kawasan diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakatsekaligus menciptakan lingkungan yang lebih layak dan produktif. Dukungan terhadap nelayanjuga diperkuat melalui penyediaan kapal yang dapat menunjang kegiatan mereka di laut. Bantuan kapal menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap produktivitasnelayan. Ketersediaan sarana melaut yang lebih memadai dapat membantu nelayan menjalankanaktivitas penangkapan ikan dengan lebih optimal. Dengan meningkatnya kapasitas produksi, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh nelayan, tetapi juga oleh keluargadan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Konsep KNMP sendiri dikembangkan berdasarkan peninjauan langsung ke berbagai kampungnelayan sejak 2020. Hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat kebutuhan terhadap penataankawasan dan sarana penunjang aktivitas perikanan. Pemerintah kemudian mendorongpembangunan yang disusun berdasarkan kondisi serta kebutuhan nyata masyarakat di setiapwilayah. Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakanpentingnya menjadikan produktivitas sebagai dasar dalam meningkatkan taraf hidup nelayan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan Kampung Nelayan tidak berhenti pada perbaikanrumah atau lingkungan, tetapi diarahkan untuk membentuk ekosistem ekonomi yang mampumeningkatkan penghasilan dan kemandirian masyarakat. Pengembangan di Biak menjadi salah satu gambaran bagaimana kebutuhan masyarakat menjadidasar perencanaan KNMP. Kawasan tersebut dikembangkan dengan memperhatikan berbagaifasilitas pendukung, seperti stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel, balai pertemuan, kawasan kuliner, hingga kantor pengelola. Kehadiran fasilitas yangsaling terhubung diharapkan dapat memperlancar rantai kegiatan perikanan dari proses melauthingga pengelolaan hasil tangkapan. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga 2029. Target tersebutmemperlihatkan besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir sekaligus potensisektor kelautan sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional. Pengembangan kampung nelayanjuga berjalan seiring dengan program budi daya tematik yang mempertimbangkan pemanfaatanteknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk meningkatkan efisiensi produksi. Penguatan masyarakat pesisir juga berkaitan dengan agenda swasembada protein. Sektorkelautan dan perikanan memiliki peran penting dalam menyediakan sumber pangan sekaligusmembuka peluang ekonomi. Pengembangan sektor tersebut diharapkan mampu menciptakannilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat serta memperkuat kontribusinya terhadapperekonomian nasional. Agar manfaat program benar-benar diterima masyarakat, pemerintah memperkuat sinergi lintaskementerian serta sistem pengawasan. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, DiditHerdiawan Ashaf mengatakan pentingnya pelaksanaan program yang tepat sasaran, objektif, dan didukung sistem pengawasan yang terukur. Koordinasi internal terus diperkuat agar pembangunan dapat berlangsung cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, kehadiran negara diwujudkan melalui pembangunanyang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakatpesisir. Rumah dan lingkungan yang lebih tertata, fasilitas perikanan yang semakin lengkap, bantuan kapal, serta penguatan teknologi menjadi bagian dari langkah terpadu untukmeningkatkan produktivitas nelayan. Program tersebut pada akhirnya tidak hanya membangun kawasan, tetapi juga membangunharapan baru bagi warga pesisir. Dengan dukungan pemerintah yang semakin terintegrasi, masyarakat nelayan diharapkan mampu mengembangkan potensi kelautan secara lebih optimal, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan menjadi bagian penting dalam penguatan ekonominasional. )* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

Read More

Kampung Nelayan Merah Putih Diperkuat, Bantuan Kapal Mulai Didistribusikan

JAKARTA – Pemerintah terus mematangkan percepatan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih tahap pertama sekaligus mempercepat pendistribusian bantuan kapal bagi nelayan. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat aktivitas ekonomi pesisir, serta mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan di berbagai daerah. Perkembangan program strategis sektor kelautan tersebut dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto…

Read More

Presiden Percepat Kampung Nelayan Merah Putih untuk Angkat Ekonomi Pesisir

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memantau perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan pertama serta pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Hal itu dibahas saat Prabowo menerima Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani beberapa waktu lalu. Sekretaris Kabinet (Seskab)…

Read More

Pemerintah Hadir Membenahi DTSEN agar Bantu Negara Tidak Salah Sasaran

Oleh : Antonius Utomo Pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk membangun sistem perlindungan sosial yang semakin tepat sasaran melalui pembenahan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini menjadi penting karena keberhasilan program bantuan sosial bukan hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disiapkan negara, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang…

Read More

Pemutakhiran DTSEN Bukti Pemerintah Serius Membangun Keadilan Sosial

*) Oleh: Rizky Fahmi Alamsyah Pembangunan kesejahteraan tidak cukup hanya dengan memperbesar anggaranperlindungan sosial, tetapi juga membutuhkan ketepatan dalam menentukan siapayang paling membutuhkan intervensi negara. Di sinilah Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) memiliki posisi strategis sebagai fondasi kebijakan sosial yang lebih akurat dan berkeadilan. Pemerintah terus membenahi tata kelola DTSEN agar berbagai program bantuan dan pemberdayaan masyarakat tidak lagi bertumpu pada data yang usang atau tidak sesuai dengan kondisi riil. Pemutakhiran data menjadipenting karena kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis dan dapatberubah akibat pekerjaan, pendapatan, perubahan komposisi keluarga, maupunberbagai tekanan ekonomi. Dengan demikian, pembenahan DTSEN bukan sekadarurusan administratif, melainkan bagian dari upaya memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan. Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartartomenjelaskan bahwa kategori desil ditentukan berdasarkan survei ekonomi dan DTSEN yang memuat kondisi sosial, ekonomi, serta peringkat kesejahteraanmasyarakat. Basis data tersebut dibangun melalui penggabungan berbagai sumberdata pemerintah yang kemudian dipadankan dengan data kependudukan. Mekanismetersebut menunjukkan upaya pemerintah membangun satu rujukan yang lebihterintegrasi dalam membaca kondisi masyarakat secara nasional. Dengan basis data yang semakin terpadu, kebijakan perlindungan sosial dapat diarahkan berdasarkantingkat kebutuhan, bukan semata-mata berdasarkan pendekatan administratif. Pada akhirnya, akurasi data menjadi instrumen penting untuk memastikan distribusimanfaat pembangunan bergerak lebih dekat kepada prinsip pemerataan. Namun, keberadaan DTSEN tidak boleh dipahami sebagai basis data yang statis. Airlangga Hartarto menekankan bahwa posisi desil masyarakat dapat berubah seiringperubahan kondisi sosial dan ekonomi, sehingga pemutakhiran menjadi kebutuhanyang harus dilakukan secara berkelanjutan. Keluarga yang sebelumnya berada dalamkelompok rentan dapat mengalami peningkatan kesejahteraan, sementara kelompoklain dapat jatuh ke kondisi yang membutuhkan dukungan lebih besar. Dinamikatersebut menuntut pemerintah memiliki sistem yang mampu menangkap perubahansecara cepat dan menerjemahkannya menjadi kebijakan yang adaptif. Karena itu, pemutakhiran DTSEN merupakan bentuk keseriusan pemerintah menjaga agar kebijakan sosial tetap relevan dengan realitas masyarakat. Sejalan dengan itu, penggunaan DTSEN di tingkat daerah memperlihatkan bahwareformasi data mulai diterjemahkan ke dalam praktik pelayanan publik. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Bangka Tengah, R.M. Ikmanto, menegaskan komitmenpemerintah daerah untuk menggunakan DTSEN yang valid dan mutakhir sebagaisalah satu dasar penyaluran bantuan sosial. Langkah tersebut penting karenapemerintah daerah berada pada posisi paling dekat dengan masyarakat dan memilikiperan menentukan dalam memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang berhak. Ketepatan data bukan hanya mencegah bantuan salah sasaran, tetapi juga mengurangi risiko adanya masyarakat yang seharusnya menerima dukungan justruterlewat dari intervensi. Dengan demikian, kualitas DTSEN di tingkat nasional harusdiikuti kemampuan pemerintah daerah memanfaatkan dan memperbaruinya secarakonsisten. Lebih jauh, R.M. Ikmanto menempatkan akurasi data bukan sekadar instrumen untukmenyalurkan bantuan, melainkan bagian dari strategi mengangkat masyarakat miskin menuju kemandirian. Perspektif ini penting karena perlindungan sosial idealnya tidakberhenti pada pemberian bantuan konsumtif, tetapi menjadi jembatan menujupeningkatan kapasitas ekonomi penerima manfaat. Data yang akurat memungkinkanpemerintah mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan masyarakat sehinggaintervensi dapat diarahkan secara lebih tepat, termasuk melalui program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan. Dengan pendekatan tersebut, DTSEN dapat menjadi fondasi bagi kebijakan yang tidak hanya mengurangi bebankemiskinan, tetapi juga memperbesar peluang masyarakat untuk keluar darikemiskinan secara berkelanjutan. Artinya, reformasi data memiliki konsekuensilangsung terhadap kualitas strategi pengentasan kemiskinan. Selanjutnya, dukungan terhadap pemutakhiran DTSEN juga datang dari Anggota DPR RI Vita…

Read More

Pemerintah Buka Akses Koreksi Data Desil agar Bansos Tepat Sasaran

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat akurasi penyaluran bantuan sosial melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka ruang bagi masyarakat untuk melakukan koreksi apabila data desil kesejahteraan yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi sebenarnya. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan DTSEN terus diperbarui agar…

Read More

DTSEN Dibenahi, Warga Layak Bansos Bisa Ajukan Koreksi Data

Jakarta – Pemerintah terus membenahi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta membuka ruang bagi masyarakat yang merasa tidak sesuai dalam pengelompokan desil untuk mengajukan koreksi data. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) semakin akurat dan tepat sasaran. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemutakhiran data nasional tengah diproses secara intensif oleh…

Read More

Penindakan OPM di Yahukimo Dukung Stabilitas dan Aktivitas Masyarakat

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Penindakan terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menjadi bagian dari upaya aparat keamanan menjaga stabilitas sekaligus memastikan masyarakatdapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman. Langkah tersebut dilakukan setelah personelgabungan TNI-Polri menghadapi gangguan tembakan ketika hendak melakukan penangkapanterhadap anggota kelompok bersenjata di Distrik Dekai, Selasa (1/9/2026). Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Kantor KPU lama, Jalan Miyaro. Sebelumnya, aparat memperolehinformasi dari hasil penyidikan mengenai rencana berkumpulnya pasukan Batalyon Eden Sawi di salah satu rumah persinggahan di kawasan tersebut. Personel kemudian mendatangi lokasi sekitarpukul 16.35 WIT untuk melakukan tindakan penegakan hukum. Namun, situasi berkembang setelahkelompok bersenjata diduga melakukan penembakan yang kemudian menyebabkan terjadinya kontaktembak. Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa proses penangkapan di kawasan Kantor KPU lama tersebut telah didahuluidengan peringatan sebelum aparat mengambil tindakan lebih lanjut. Penjelasan tersebut memberikangambaran mengenai kronologi penindakan sekaligus memperlihatkan bahwa aparat menghadapisituasi yang berkembang di lapangan ketika menjalankan proses penegakan hukum. Dalam peristiwa tersebut, empat anggota kelompok bersenjata dilaporkan meninggal dunia. Seluruhjenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani pemeriksaan serta proses identifikasi. Tiga jenazah diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M, sementara satu jenazah lainnyamasih dalam proses identifikasi. Aparat juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi setelah kontak tembak berakhir. Dari penyisirantersebut ditemukan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, dan tiga unit telepon seluler. Selain itu, enam orang berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap keenam orang tersebut masih berlangsung untukmendalami identitas, aktivitas, peran, dan kemungkinan keterkaitan masing-masing dengan kelompokbersenjata. Proses pendalaman tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tindakanhukum memiliki dasar informasi dan bukti yang memadai. Penindakan di Yahukimo juga berkaitan dengan sejumlah perkara yang tengah ditangani aparat. Di antaranya adalah dugaan pembunuhan Yonathan Arruan dan…

Read More