Transformasi Hunian Vertikal Dipercepat, Rusun Subsidi Hadir sebagaiJawaban Urbanisasi

Oleh: Dewi Lestari Putri*

Transformasi pembangunan hunian perkotaan memasuki fase yang semakinprogresif dengan ditegaskannya rumah susun subsidi sebagai solusi strategis bagimasyarakat berpenghasilan rendah. Di tengah pertumbuhan kota yang pesat dankebutuhan tempat tinggal yang terus meningkat, kebijakan pembangunan hunianvertikal menjadi jawaban visioner yang tidak hanya realistis, tetapi juga berpihakpada rakyat kecil. Langkah yang ditempuh Maruarar Sirait selaku Menteri Perumahandan Kawasan Permukiman (PKP) dalam menyiapkan skema rusun subsidi bersamaDanantara menegaskan bahwa pemerintah tidak sekadar menetapkan target, melainkan memastikan realisasi konkret di lapangan.

Rusun subsidi kini diposisikan sebagai instrumen pemerataan akses hunian di kawasan perkotaan. Hunian vertikal memungkinkan optimalisasi lahan secara efisiensekaligus menciptakan lingkungan tempat tinggal yang tertata, modern, danterintegrasi dengan fasilitas publik. Pemerintah memahami bahwa tantangan kotabesar memerlukan pendekatan berbeda dari pola pembangunan rumah tapak. Karena itu, penguatan rusun subsidi menjadi langkah adaptif yang selaras dengandinamika urbanisasi dan kebutuhan generasi produktif.

Komitmen kuat tersebut terlihat dari penegasan Maruarar Sirait bahwa tahun 2026 menjadi momentum aksi nyata pembangunan rusun subsidi. Ia menekankanpentingnya memastikan program perumahan benar-benar berdampak langsung bagirakyat kecil. Arah kebijakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang konsisten menempatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah sebagaiprioritas utama pembangunan nasional. Dalam kerangka besar itu, rusun subsidibukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi memperkuat fondasisosial dan ekonomi bangsa.

Kolaborasi dengan dunia usaha melalui Danantara menunjukkan pendekatan baruyang lebih progresif dan inklusif. Sinergi pemerintah dan sektor swasta membukaruang percepatan pembangunan tanpa mengurangi orientasi pelayanan publik. Skema kolaboratif ini memperluas kapasitas pembiayaan, meningkatkan efisiensipelaksanaan, dan memastikan standar kualitas tetap terjaga. Dengan dukunganregulasi yang matang dan koordinasi lintas lembaga, model kemitraan ini menjadicontoh bahwa pembangunan perumahan rakyat dapat berjalan selaras denganprinsip tata kelola yang baik.

Pengembangan rusun subsidi yang terintegrasi dengan kawasan industrimenghadirkan nilai strategis yang signifikan. Hunian yang berada dekat denganpusat aktivitas ekonomi memungkinkan pekerja menekan biaya transportasi danmeningkatkan produktivitas. Model ini menciptakan ekosistem perkotaan yang lebihefisien, di mana tempat tinggal dan tempat kerja saling terhubung secara fungsional. Dengan demikian, rusun subsidi tidak hanya menyediakan ruang tinggal, tetapi jugamendukung mobilitas sosial dan peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja.

Realisasi pembangunan rusun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, menjadi bukti konkret bahwa program ini bergerak menuju implementasi nyata. Proyek tersebut dirancang sebagai model hunian vertikal terjangkau yang dapatdireplikasi di berbagai kota besar lainnya. Kepastian tata kelola dan kesiapan lahanmemperlihatkan keseriusan pemerintah dalam memastikan program berjalan efektifdan tepat sasaran. Target pembangunan ratusan unit pada 2026 semakinmempertegas orientasi kebijakan dari perencanaan menuju hasil yang terukur.

Rusun subsidi juga dirancang untuk melengkapi berbagai inisiatif perumahan rakyatlainnya, seperti rumah subsidi tapak dan bantuan rumah swadaya. Pendekatankomprehensif ini menunjukkan bahwa pemerintah membangun sistem perumahannasional yang inklusif dan berlapis. Masyarakat memiliki pilihan hunian sesuaikebutuhan dan kemampuan, sementara negara memastikan setiap segmenmemperoleh akses yang adil. Dengan demikian, kebijakan perumahan tidak lagibersifat parsial, melainkan terintegrasi dalam satu kerangka pembangunan yang menyeluruh.

Kepercayaan diri terhadap kualitas hunian vertikal dalam negeri semakin menguat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bahkan menilai bahwa standar rumah susundi Jakarta sangat baik dan mampu bersaing dengan hunian sejenis di Singapura. Pernyataan ini mencerminkan optimisme bahwa rusun subsidi bukan hunian kelasdua, melainkan tempat tinggal modern dengan fasilitas memadai, tata ruang yang nyaman, dan pengelolaan profesional. Citra positif ini penting untuk menghapusstigma lama terhadap hunian vertikal bersubsidi.

Dari sisi ekonomi makro, pembangunan rusun subsidi memiliki dampak bergandayang luas. Sektor konstruksi bergerak, industri bahan bangunan tumbuh, danlapangan kerja tercipta. Perputaran ekonomi di kawasan sekitar proyek meningkat, mendorong aktivitas usaha kecil dan menengah. Dalam jangka panjang, penyediaanhunian layak memperkuat stabilitas sosial, meningkatkan kualitas kesehatanmasyarakat, dan mendukung keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia. Hunian yang aman dan nyaman menjadi fondasi penting bagi generasi produktifyang berdaya saing.

Narasi besar yang dibangun pemerintah jelas dan konsisten: rusun subsidi adalahsolusi hunian perkotaan yang konkret, terencana, dan berorientasi padakesejahteraan rakyat. Dari target menuju realisasi, program ini memperlihatkankeseriusan negara menghadirkan kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasarmasyarakat. Dengan kepemimpinan yang tegas, kolaborasi lintas sektor, danperencanaan matang, rusun subsidi berpotensi menjadi tonggak reformasiperumahan nasional. Kota-kota Indonesia diarahkan menjadi lebih tertata, inklusif, dan produktif, sementara masyarakat berpenghasilan rendah memperolehkesempatan nyata untuk memiliki hunian layak di lokasi strategis.

Optimisme terhadap keberhasilan program ini bukan tanpa dasar. Fondasi regulasiyang dipersiapkan secara matang, dukungan politik yang kuat, serta partisipasidunia usaha menjadi kombinasi yang solid. Rusun subsidi bukan sekadar bangunanbertingkat, melainkan simbol kehadiran negara dalam memastikan setiap wargamemiliki tempat tinggal yang bermartabat. Dengan langkah yang terukur dankonsisten, solusi hunian vertikal ini diyakini mampu menjawab tantangan perkotaansekaligus memperkuat arah pembangunan Indonesia yang berkeadilan danberkelanjutan.

*Penulis merupakan Peneliti Perkotaan dan Permukiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *