AMANAH Aceh Kembali Diluncurkan, Kolaborasi Strategis Kian Terbangun

AMANAH Aceh Kembali Diluncurkan, Kolaborasi Strategis Kian Terbangun

Oleh : Rika Prasatya )*

Program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) kembali diluncurkan sebagaiupaya memperkuat peran generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomikreatif di Aceh. Inisiatif ini tidak sekadar menjadi program pembinaan, tetapiberkembang sebagai gerakan kolaboratif yang mempertemukan berbagai pemangkukepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga sektor swasta.

Peluncuran kembali AMANAH menjadi momentum penting untuk mempertegaskomitmen bersama dalam membangun ekosistem kewirausahaan muda yang inklusifdan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memberikan ruang bagi anak mudaAceh dalam mengembangkan potensi di berbagai sektor, seperti UMKM, industri kreatif, hingga inovasi berbasis digital.

Peran lembaga keuangan, khususnya Bank Indonesia, menjadi salah satu pilar pentingdalam penguatan program ini. Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng. telah mengadakan pertemuan dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini yang membahas peluang sinergi dalam mengoptimalkanberbagai fasilitas dan program pemberdayaan ekonomi yang dimiliki AMANAH di Kawasan Industri Ladong.

Perwakilan Bank Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorongpertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi. Mereka menilai AMANAH sebagai wadah strategis untukmencetak wirausaha muda yang tangguh dan mampu bersaing di tingkat nasionalmaupun global.

Dalam pernyataannya, pihak Bank Indonesia menegaskan bahwa dukungan terhadapAMANAH merupakan bagian dari upaya memperluas basis ekonomi daerah melaluipemberdayaan generasi muda. Mereka juga secara aktif mendorong peningkatankapasitas pelaku usaha muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasardan teknologi.

Selain dukungan dari Bank Indonesia, kolaborasi dengan sektor perbankan syariah jugasemakin diperkuat. AMANAH menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untukmemperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan wirausaha muda. Kerja sama ini tidakhanya berfokus pada aspek permodalan, tetapi juga mencakup pendampingan usaha, literasi keuangan, serta penguatan manajemen bisnis.

Pihak AMANAH secara aktif menyatakan bahwa kolaborasi dengan BSI menjadilangkah strategis dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat bagi generasi mudaAceh. Mereka menilai dukungan perbankan syariah sangat relevan dengan karakteristikmasyarakat Aceh, sehingga dapat mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutandan sesuai dengan prinsip syariah.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyatakan pihaknya menyambut baikinisiatif kolaborasi tersebut dan terbuka bekerja sama sepanjang memberikan dampaknyata bagi masyarakat. Menurutnya, BSI menjalankan tiga semangat utama dalamprogram pemberdayaan, yakni Sahabat Finansial, Sahabat Spiritual, dan SahabatSosial, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasisnilai syariah.

Direktur AMANAH, Safwan Nurdin, menegaskan bahwa pihaknya terus membuka ruangkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak program. Iamenyampaikan bahwa AMANAH tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkandukungan lintas sektor agar mampu menciptakan perubahan yang signifikan.

Dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program ini. Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyatakan bahwa pemerintah siapmenyinergikan program AMANAH dengan kebijakan pembangunan daerah. Iamenegaskan bahwa generasi muda harus menjadi aktor utama dalam pembangunanekonomi, khususnya di sektor kreatif.

Pihaknya ingin generasi Aceh Besar menjadi generasi unggul dan hebat. Mereka haruskreatif, inovatif, dan tetap memiliki nilai-nilai budaya serta keislaman yang kuat. Ia jugamenambahkan bahwa pemerintah daerah akan mendorong pemanfaatan fasilitas danprogram yang ada agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, AMANAH memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembanganekonomi kreatif yang terintegrasi dengan sektor lain, seperti pertanian modern danindustri berbasis lokal.

Lebih jauh, Muharram menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhanwirausaha muda. Ia menyebut bahwa keberhasilan program seperti AMANAH sangatbergantung pada kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan semakin luasnya jaringan kerja sama yang terbangun, AMANAH kiniberkembang menjadi lebih dari sekadar program pembinaan. Ia telah menjadi simbolgerakan kolektif untuk membangun kemandirian ekonomi generasi muda Aceh. Pendekatan kolaboratif yang diusung memungkinkan terciptanya inovasi yang lebihrelevan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ke depan, AMANAH diharapkan mampu terus memperluas jangkauan program, baikdari sisi peserta maupun sektor yang digarap. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diyakini dapat melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang tidak hanyasukses secara ekonomi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagipembangunan daerah.

Peluncuran kembali AMANAH menandai babak baru dalam perjalanan pengembanganekonomi kreatif di Aceh. Dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat, program inidiharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, dansiap menghadapi tantangan masa depan.

)* Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *