Jelang Relaunching, AMANAH Aceh Fokus Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter

Jelang Relaunching, AMANAH Aceh Fokus Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter

Aceh Besar — Menjelang relaunching Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) Aceh pada 23 April 2026 mendatang, program pembinaan pemuda terus digeber, salah satunya melalui Future Leaders Bootcamp (FLB) yang diikuti 26 peserta terpilih dari seluruh Aceh. Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan hasil seleksi ketat dari puluhan pendaftar terbaik. Sejak awal hingga…

Read More
Relaunching AMANAH Kian Dekat, 45 Produk UMKM Terverifikasi Siap Dorong Ekonomi Pemuda

Relaunching AMANAH Kian Dekat, 45 Produk UMKM Terverifikasi Siap Dorong Ekonomi Pemuda

Banda Aceh — Menjelang relaunching, Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat (AMANAH) semakin memperkuat perannya dalam pembinaan generasi muda sekaligus pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Sejauh ini, AMANAH telah menghimpun 45 produk UMKM yang telah melalui proses verifikasi, di mana 40 di antaranya telah dipajang di Galeri UMKM, sementara sisanya masih berada di sekretariat AMANAH Banda Aceh….

Read More
AMANAH Dorong Pengembangan Keterampilan Pemuda Jelang Peluncuran Ulang

AMANAH Dorong Pengembangan Keterampilan Pemuda Jelang Peluncuran Ulang

Aceh Besar – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) telah menerima audiensi jajaran Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) guna membahas penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Drs. Sulaimi MSi, serta pimpinan Yayasan AMANAH Saifullah bersama Wakil Direktur Faisal Ilyas dan…

Read More
Jelang Relaunching, Program Pembinaan Pemuda melalui AMANAH Terus Berjalan

Jelang Relaunching, Program Pembinaan Pemuda melalui AMANAH Terus Berjalan

Banda Aceh — Program pembinaan pemuda melalui AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul–Hebat) terus berjalan dan menunjukkan progres positif. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul berbasis kreativitas dan inovasi. Dalam waktu dekat, AMANAH melalui Bidang Industri Kreatif juga akan menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan Teknik Dasar Menjahit AMANAH x Ija…

Read More
Relaunching AMANAH Aceh akan Perkuat SDM Muda Lewat Program Teknologi dan Kreativitas

Relaunching AMANAH Aceh akan Perkuat SDM Muda Lewat Program Teknologi dan Kreativitas

Aceh Besar — Menjelang relaunching, Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) muda melalui berbagai program lintas sektor, mulai dari teknologi hingga industri kreatif. Salah satu program terbaru yang tengah disiapkan adalah kegiatan “Pelatihan Teknik Dasar Menjahit AMANAH x Ija Kroeng” yang akan digelar di Rumah Fashion,…

Read More
Enam Produk Daur Ulang Siap Ditampilkan, AMANAH Aceh Perkuat Peran Strategis Jelang Relaunching

Enam Produk Daur Ulang Siap Ditampilkan, AMANAH Aceh Perkuat Peran Strategis Jelang Relaunching

Banda Aceh – Menjelang relaunching, Program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda. Salah satu yang akan menjadi sorotan dalam agenda tersebut adalah hadirnya enam produk hasil pengolahan sampah yang akan dipamerkan di Ruang Inovasi, yakni SOBOTIK (sofa botol plastik), briket ampas kopi, pouch kain perca,…

Read More

Relaunching AMANAH Hadirkan Future Leaders Bootcamp untuk CetakPenggerak Ekonomi Kreatif Aceh

Oleh Aisyah Humaira )* Relaunching Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) menghadirkanprogram unggulan Future Leaders Bootcamp sebagai langkah konkret dalam mencetakgenerasi muda penggerak ekonomi kreatif di Aceh. Kegiatan yang digelar di KawasanIndustri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar ini menjadi penanda fase baru AMANAH dalammemperkuat peran strategisnya, tidak hanya dalam pembinaan kepemimpinan, tetapijuga dalam mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan mampubersaing di tengah dinamika ekonomi global. Transformasi ini mencerminkan keseriusan AMANAH dalam menjawab tantanganzaman, di mana generasi muda dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga mampumenciptakan nilai ekonomi dari kreativitas dan inovasi. Dengan pendekatan yang lebihterintegrasi, AMANAH hadir sebagai ekosistem pembinaan yang menghubungkanpelatihan, penguatan kapasitas, hingga akses terhadap peluang usaha dan pasar. Salah satu program unggulan yang menandai arah baru tersebut adalahpenyelenggaraan Future Leaders Bootcamp di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar. Program ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, tetapijuga menjadi inkubator awal bagi lahirnya pelaku ekonomi kreatif muda. Sebanyak 26 peserta terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti program ini secaraintensif, menunjukkan selektivitas sekaligus komitmen AMANAH dalam mencetak SDM berkualitas. Dalam bootcamp ini, peserta dibekali dengan berbagai materi yang tidak hanya bersifatteoritis, tetapi juga aplikatif. Mulai dari pengembangan pola pikir kewirausahaan, penyusunan visi bisnis, hingga strategi membangun branding produk kreatif. Kemampuan komunikasi dan public speaking juga menjadi fokus utama, mengingatpentingnya kemampuan menyampaikan ide dalam dunia usaha yang kompetitif. Ketua AMANAH, Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa generasi muda memilikiperan strategis dalam menentukan arah pembangunan Aceh ke depan. Menurutnya, AMANAH tidak sekadar mencetak individu yang sukses secara personal, tetapi jugamendorong lahirnya agen perubahan yang mampu menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya. Ia menilai bahwa penguatan ekonomi kreatif menjadi salah satukunci dalam membuka lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan padasektor konvensional. Pendekatan pembinaan yang dilakukan AMANAH juga bersifat holistik. Kehadiran Said Muniruddin dalam program ini memperkuat dimensi kepemimpinan yang tidak hanyabertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga keseimbangan emosional danspiritual. Dalam konteks ekonomi kreatif, keseimbangan ini menjadi penting agar pelakuusaha muda tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki nilai dan etikadalam menjalankan usahanya. Momentum relaunching AMANAH turut diwarnai dengan berbagai program yang secaralangsung mendorong pengembangan ekonomi kreatif pemuda. Di antaranya adalahpelatihan pengolahan produk lokal, pengembangan UMKM berbasis komunitas, sertapendampingan bagi startup kreatif. Produk-produk seperti kerajinan tangan, kulinerkhas Aceh, hingga karya digital mulai mendapat ruang untuk dikembangkan secaralebih profesional dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, AMANAH juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas kreatif. Sinergi ini menjadipenting untuk memastikan bahwa hasil pembinaan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi berlanjut pada implementasi nyata di lapangan. Dengan demikian, para pesertatidak hanya menjadi lulusan program, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem ekonomikreatif Aceh. Dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat keberlanjutanprogram ini. Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyampaikan bahwa AMANAH merupakan mitra strategis dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendorongpertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas yang ada di KIA Ladong sebagai pusat aktivitas produktif generasi muda. Sejalan dengan itu, berbagai program prioritas daerah seperti pengembangan sektorpertanian, penguatan UMKM, dan industri kreatif menjadi ruang aktualisasi bagi alumni AMANAH. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara pembinaan SDM dan pembangunan ekonomi daerah. Generasi muda tidak lagi hanya menjadi objekpembangunan, tetapi berperan sebagai subjek yang aktif dan produktif. Menariknya, AMANAH juga tetap menempatkan nilai-nilai lokal dan keislaman sebagaifondasi utama dalam proses pembinaan. Di tengah arus globalisasi, identitas budayamenjadi kekuatan yang justru dapat menjadi keunggulan kompetitif. Produk-produkkreatif yang lahir dari tangan pemuda Aceh diharapkan mampu membawa ciri khasdaerah ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. Pendekatan inklusif juga menjadi salah satu kekuatan AMANAH. Program ini membukaruang bagi generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan untuk berkembang. Dengan demikian, potensi yang ada dapat dimaksimalkan tanpa terbatasi oleh sekat-sekat formalitas. Fase baru AMANAH ini dapat dimaknai sebagai langkah konsolidasi sekaligus ekspansi. Konsolidasi dalam memperkuat fondasi pembinaan, dan ekspansi dalam menghadirkaninovasi program yang relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalampengembangan ekonomi kreatif. Dengan strategi yang terarah dan kolaboratif, AMANAH berpotensi menjadi model pengembangan SDM muda yang tidak hanya berdampaklokal, tetapi juga dapat direplikasi di berbagai daerah lain. Pada akhirnya, keberhasilan AMANAH tidak hanya diukur dari jumlah program yang dilaksanakan, tetapi dari dampak nyata yang dihasilkan. Ketika generasi muda mampumenciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha kreatif, dan tetap berpegangpada nilai-nilai luhur, maka di situlah AMANAH telah menjalankan perannya secaraoptimal. Sebuah gerakan kolektif yang memastikan masa depan Aceh berada di tangangenerasi yang unggul, kreatif, dan berdaya saing tinggi. *) Pegiat Ekonomi Kreatif

Read More

Relaunching AMANAH Hadirkan Program Inovatif, Dari Daur Ulang hinggaPelatihan Industri Kreatif

Oleh: Cintya Kusuma Hakim)* Relaunching AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat) yang dijadwalkan pada 23 April 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan berbagai program inovatif berbasis kebutuhan generasi muda. Melalui rangkaian inisiatif seperti Future Leaders Bootcamp, pengembangan Galeri UMKM, hingga pameran produk daurulang di Ruang Inovasi, AMANAH tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitaspemuda, tetapi juga mendorong lahirnya ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Selainitu, pelatihan industri kreatif seperti teknik dasar menjahit turut memperkuat kesiapantalenta muda dalam memasuki dunia usaha, sekaligus menegaskan peran AMANAH sebagai motor penggerak transformasi ekonomi berbasis kreativitas di Aceh. Dalam konteks tersebut, berbagai program pengembangan pemuda yang telahberjalan sebelumnya perlu diperkuat, baik dari sisi kualitas pelatihan, jangkauanpeserta, maupun keberlanjutan dampaknya. Relauching AMANAH Aceh diharapkanmenjadi titik balik dalam merumuskan pendekatan yang lebih adaptif terhadaptantangan zaman. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp yang bertujuan mencetak pemimpin muda di bidang bisnis. Program yang diikuti oleh 26 anak muda Aceh ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapijuga membangun pola pikir kewirausahaan yang inovatif dan berorientasi global. Ketua Yayasan AMANAH, Dr Saifullah Muhammad menyampaikan pentingnyakehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh. Bootcamp tersebut menekankan pentingnya membekali pemuda dengankemampuan kepemimpinan yang kontekstual.  Saifullah menilai bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi besar untuk menjadimotor penggerak ekonomi, asalkan diberikan akses dan pendampingan yang tepat.Lebih jauh, bootcamp ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemuda, mentor, danpelaku industri. Interaksi tersebut memungkinkan transfer pengetahuan yang lebihaplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar. Selain itu, pendekatan experiential learning yang digunakan dalam program inidiyakini efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan. Peserta tidak hanyabelajar teori, tetapi juga langsung dihadapkan pada simulasi dan tantangan nyatadalam dunia bisnis. Di sisi lain, penguatan program pemuda juga dilakukan melalui kerja sama denganinstitusi pendidikan tinggi. AMANAH menjalin komunikasi dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry untuk memperkuat pembinaan generasi muda. Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman mengungkapkanbahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan untukmenciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam halini dibutuhkan sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan.  Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan kurikulum berbasiskewirausahaan dan kepemimpinan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siapsecara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi secara nyata di masyarakat. Dalam konteks ekonomi, AMANAH juga menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasimilenial. Langkah ini menjadi relevan mengingat sektor ekonomi kreatif memilikipotensi besar dalam menyerap tenaga kerja muda. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskanbahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektorekonomi berbasis kreativitas. Mereka melihat bahwa inovasi yang dihasilkan anakmuda dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga fasilitasiakses pembiayaan dan pemasaran. Hal ini penting agar ide-ide kreatif yang dimilikipemuda dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Di tengah perkembangan teknologi digital, pemuda Aceh juga didorong untukmemanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha. Digitalisasimenjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saingproduk lokal. Selain itu, keberlanjutan program juga menjadi isu yang perlu mendapat perhatianserius. Banyak program yang berjalan baik di awal, tetapi kurang optimal dalampendampingan jangka panjang. Oleh karena itu, relaunching AMANAH diharapkanmampu menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan model pembinaanyang lebih terstruktur.  Tidak kalah penting adalah penguatan jejaring antar pemuda. Komunitas yang solid dapat menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperkuat solidaritas dalammenghadapi tantangan bersama. Dalam konteks kebijakan, dukungan pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan. Regulasi yang mendukung pengembangan pemuda akan memperkuat ekosistemyang sedang dibangun. Seiring dengan itu, penguatan identitas lokal ke depannya perlu ditanamkan padapara pemuda Aceh yang terlibat dalam AMANAH. Mereka perlu didorong untukmengembangkan potensi daerah tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang dimiliki. Di tengah arus globalisasi, keseimbangan antara modernitas dan kearifan lokalmenjadi kunci. Hal ini akan menciptakan model pembangunan yang berakarsekaligus adaptif. Melihat berbagai inisiatif yang telah dilakukan, relaunching AMANAH memilikipeluang besar untuk menjadi katalis perubahan. Dengan strategi yang tepat, program ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya kompeten, tetapi jugaberintegritas. Lebih jauh lagi, penguatan program pemuda akan berdampak langsung padapembangunan daerah. Pemuda yang berdaya akan mampu menciptakan inovasidan solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, relaunching AMANAH tidak hanya tampil sebagai seremoni, tetapijuga menjadi langkah strategis dalam membangun masa depan Aceh. Harapannya, upaya ini dapat melahirkan ekosistem pemuda yang kuat, mandiri, dan mampubersaing di tingkat nasional maupun global. )* Dosen Ilmu Pemasaran Digital

Read More