Elektrifikasi Desa Dipercepat, Pemerintah DorongKetahanan Energi dan Kesejahteraan Masyarakat
Oleh: Bagas Satriyo
Pemerataan akses listrik hingga ke pelosok Indonesia menjadi salah satu langkah strategisdalam memperkuat pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraanmasyarakat. Karena itu, percepatan program elektrifikasi desa layak mendapat dukunganseluruh elemen bangsa. Kehadiran listrik bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi jugamembuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat layanankesehatan, serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan tidak ada lagi desa yang tertinggal dalam menikmatiakses energi yang layak.
Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadaliausai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa program listrik desa yang akan segeradiresmikan merupakan proyek yang telah selesai dikerjakan sepanjang 2025 sehingga tidaklagi menghadapi persoalan pendanaan. Menurutnya, pemerintah telah memastikan anggarantersedia sehingga perhatian kini difokuskan pada pelaksanaan program agar manfaatnyadapat segera dirasakan masyarakat.
Bahlil Lahadalia juga memastikan alokasi anggaran untuk melanjutkan program elektrifikasidesa pada 2026 dan 2027 telah disiapkan. Kepastian tersebut menunjukkan bahwapemerintah memiliki komitmen jangka panjang dalam memperluas akses listrik nasional. Dengan tersedianya dukungan anggaran, pemerintah optimistis pembangunan infrastrukturkelistrikan dapat terus berjalan sesuai target tanpa terkendala pembiayaan.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan penyambungan listrik di lebih dari1.400 desa yang berhasil diselesaikan melalui program listrik desa tahun 2025. Peresmiantersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas layanan kelistrikan bagi ribuan desayang sebelumnya belum menikmati akses listrik secara memadai. Kehadiran listrikdiharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus membuka berbagaipeluang peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang selama ini masih memilikiketerbatasan infrastruktur.
Program elektrifikasi desa dinilai memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadarmeningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Listrik menjadi kebutuhan dasar yang mampumenggerakkan berbagai sektor produktif. Pelaku usaha mikro dapat meningkatkan kapasitasproduksi, petani memperoleh dukungan teknologi yang lebih modern, nelayan memilikifasilitas penyimpanan hasil tangkapan yang lebih baik, sementara sektor pendidikan dankesehatan memperoleh sarana pendukung yang semakin memadai. Dengan demikian, keberadaan listrik dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa. Ia mengapresiasi rencana pembangunanPembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt yang disampaikanMenteri ESDM Bahlil Lahadalia. Menurut Fabby Tumiwa, program tersebut merupakanlangkah strategis dalam memperkuat sistem ketenagalistrikan nasional sekaligusmempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari transformasienergi Indonesia.
Fabby Tumiwa menilai pelaksanaan program tersebut perlu dilakukan dengan tata kelolayang baik agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimalbagi masyarakat. Ia berpandangan bahwa program listrik desa tidak boleh hanya dipandangsebagai upaya memenuhi target rasio elektrifikasi, melainkan harus menjadi bagian daritransformasi sistem penyediaan energi yang mampu menghadirkan akses energi yang layakbagi seluruh masyarakat Indonesia.
Menurut Fabby Tumiwa, akses listrik juga harus diarahkan untuk mendorong pemanfaatanenergi yang produktif sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian desa. Kehadiranlistrik akan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkanproduktivitas, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah. Oleh sebab itu, elektrifikasi desa merupakan investasi pembangunan yang memberikanmanfaat sosial sekaligus ekonomi dalam jangka panjang.
Melalui pendekatan Solar Archipelago yang dikembangkan IESR sebagai peta jalanpembangunan PLTS 100 gigawatt, elektrifikasi pulau-pulau kecil maupun kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar dapat dilakukan dengan memanfaatkan energi surya berbasis komunitas. Pendekatan tersebut dinilai mampu mempercepat pemerataan akses energi bersih sebelum2030 sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber dayalokal.
Fabby Tumiwa menambahkan bahwa integrasi program listrik desa dengan pengembanganPLTS berbasis potensi lokal tidak hanya membantu pemerintah mencapai target kapasitaspembangkit energi surya. Kebijakan tersebut juga diyakini mampu mendorong pertumbuhanekonomi pedesaan, mempercepat demokratisasi energi, memperluas pemanfaatan energibersih, serta mendukung transisi energi yang berkeadilan hingga ke pelosok Nusantara.
Selama setahun terakhir, pemerintah menunjukkan berbagai capaian positif dalam sektorenergi dan pembangunan infrastruktur. Berbagai program peningkatan akses listrik, penguatan jaringan ketenagalistrikan, percepatan investasi energi, hingga pengembanganenergi baru dan terbarukan terus dijalankan secara konsisten. Berbagai langkah tersebutmenjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pemerataan pembangunan sekaligusmemperkuat ketahanan energi nasional agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, percepatan elektrifikasi desa merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Pemerataan akses listrik akan memperkuat ketahanan energi, mengurangikesenjangan pembangunan antarwilayah, serta membuka lebih banyak peluang bagimasyarakat untuk meningkatkan taraf hidup. Dukungan seluruh pemangku kepentingansangat diperlukan agar program ini terus berlanjut dan mampu menghadirkan manfaat yang semakin luas. Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar untukmewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, mempercepat pertumbuhan ekonomi desa, serta menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat.
