UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selalu memiliki tempat penting dalamperjalanan ekonomi Indonesia. Di tengah perubahan ekonomi global yang cepat, sektor ini tetap menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk membangunkemandirian ekonomi dari tingkat keluarga hingga daerah.

Kekuatan UMKM terletak pada kedekatannya dengan kehidupan sehari-harimasyarakat. Warung kecil, industri rumahan, usaha kuliner, kerajinan, hinggaberbagai layanan jasa menjadi bagian dari perputaran ekonomi yang membuatpertumbuhan tidak hanya bergerak di pusat-pusat bisnis besar.

Pemerintah melihat potensi tersebut sebagai kekuatan yang perlu terus diperbesarmelalui kebijakan yang mendorong UMKM naik kelas. Menteri UMKM MamanAbdurrahman menargetkan kontribusi UMKM terhadap produk domestik brutomencapai 60,47 persen pada 2027, bersamaan dengan target peningkatan proporsiusaha kecil dan menengah serta rasio kewirausahaan nasional.

Dengan target tersebut, pemerintah telah menempatkan UMKM sebagai bagian daristrategi pertumbuhan ekonomi nasional. Pelaku usaha kecil diberikan kesempatanuntuk berkembang, sehingga manfaat pertumbuhan dapat menjangkau lebih banyakmasyarakat dan membuka ruang ekonomi baru di berbagai wilayah.

Maman juga membawa agenda Prokesra Produktif yang ditujukan untuk mendorongjutaan masyarakat agar dapat berusaha dan bekerja. Arah kebijakan inimemperlihatkan pentingnya memperluas akses terhadap kegiatan ekonomi produktifagar masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk membangun sumberpenghidupan secara mandiri. 

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Abdul Ghofar sepakatbahwa UMKM merupakan sektor yang memiliki peran besar dalam penyerapantenaga kerja dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Mengingat, sekitar 98 persen usaha di Indonesia merupakan UMKM. 

Menurutnya, kedekatan UMKM dengan konsumen menjadi salah satu kekuatanutama sektor ini. Rantai distribusi yang lebih pendek dapat membuat barang dan jasa lebih cepat menjangkau masyarakat, sekaligus membuka peluang efisiensimelalui pemanfaatan teknologi. 

Meski demikian, dominasi jumlah UMKM belum selalu berbanding lurus dengankekuatan skala ekonominya. Banyak pelaku usaha masih memiliki modal terbatasdan kapasitas produksi yang kecil sehingga lebih rentan menghadapi perubahanharga bahan baku, penurunan permintaan, maupun gejolak ekonomi.

Karena itu, agenda penguatan UMKM perlu bergerak dari mempertahankan jumlahpelaku usaha menuju peningkatan kualitas usaha. Pelaku UMKM perlu dibantu agar mampu meningkatkan produktivitas, memperbaiki tata kelola, mengembangkaninovasi, serta membangun akses pasar yang lebih stabil.

Peran negara menjadi penting dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkanproses tersebut berlangsung secara berkelanjutan. Dukungan pemerintah dapatdiarahkan melalui penyederhanaan regulasi, pelatihan, penguatan akses pasar, pendampingan digital, dan kebijakan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhanpelaku usaha.

Persoalan pembiayaan menjadi salah satu mata rantai penting dalam proses UMKM untuk berkembang. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankanperlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan agar likuiditas yang tersedia benar-benar mengalir menjadi pembiayaan bagi sektor riildan UMKM. 

Bank Indonesia mendorong kebijakan yang lebih terarah melalui penyempurnaanKebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial agar penyaluran kredit dapatmemberikan dampak lebih besar bagi perekonomian. Arah tersebut penting karenapembiayaan yang efektif dapat membantu UMKM melakukan ekspansi usaha, meningkatkan produktivitas, dan membuka kesempatan kerja. 

Penguatan pembiayaan juga perlu berjalan bersama peningkatan kemampuanpelaku usaha dalam mengelola modal. Kredit akan memberikan manfaat yang lebihbesar apabila digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluaspasar, mengembangkan teknologi, dan memperkuat keberlanjutan usaha.

Sinergi lintas lembaga menjadi kebutuhan karena persoalan UMKM tidak dapatdiselesaikan oleh satu institusi. Kementerian, pemerintah daerah, perbankan, Bank Indonesia, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu bergerakdengan arah yang saling mendukung.

Kolaborasi tersebut dapat membantu menghubungkan kebijakan pembiayaandengan pendampingan dan kebutuhan pasar. UMKM yang memperoleh aksesmodal sekaligus mendapatkan pelatihan, pendampingan usaha, serta jaringanpemasaran memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara sehat.

Digitalisasi juga perlu terus menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi rakyat. Teknologi dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar, mempercepattransaksi, memahami kebutuhan konsumen, dan meningkatkan efisiensi kegiatanusaha.

UMKM dianggap sebagai jangkar ekonomi rakyat karena kekuatannya bertumpupada banyaknya masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas produktif. Ketika sektor ini semakin kuat, pertumbuhan ekonomi dapat memiliki basis yang lebih luasdan tidak bergantung pada segelintir pusat kegiatan usaha.

Penguatan UMKM perlu terus dijaga sebagai komitmen bersama antara negara dan seluruh pemangku kepentingan. Kebijakan yang tepat, pembiayaan yang produktif, serta ekosistem usaha yang sehat dapat membantu jutaan pelaku UMKM berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang semakin tangguh.

Dengan langkah yang konsisten, UMKM dapat terus menjadi ruang bagi masyarakatuntuk membangun kesejahteraan melalui kerja dan inovasi. Negara yang memperkuat UMKM sesungguhnya sedang memperkuat fondasi ekonomi rakyat, memperluas kesempatan kerja, dan menjaga daya tahan ekonomi nasional.

)* Pemerhati isu sosial-ekonomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *