Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa

*) Oleh: Gavin Asadit

Munculnya isu September Hitam 2026 perlu disikapi secara bijak agar tidakberkembang menjadi narasi yang mengikis solidaritas dan persatuan sesama anakbangsa. Refleksi terhadap berbagai catatan sejarah hak asasi manusia (HAM) tetappenting, tetapi penyikapannya perlu dilakukan dengan mengedepankan informasiyang benar, dialog, serta semangat menjaga keutuhan bangsa.

Momentum September Hitam dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnyagenerasi muda, untuk meningkatkan pemahaman mengenai sejarah, demokrasi, dan HAM. Refleksi tersebut sebaiknya tidak berhenti pada penyebaran informasi di media sosial, tetapi disertai upaya memahami konteks dan fakta secara utuh.

Kepala Bakom Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari menekankanpentingnya komunikasi publik yang mampu menghadirkan informasi secara tepatkepada masyarakat. Dalam konteks ruang digital, kualitas informasi menjadi bagianpenting dalam menjaga kepercayaan dan mencegah berkembangnya narasi yang dapat memecah belah.

Pesan tersebut relevan di tengah derasnya arus informasi digital. Setiap isu dapatmenyebar dengan cepat melalui media sosial dan membentuk persepsi publik dalamwaktu singkat. Karena itu, masyarakat perlu mampu membedakan informasi faktual, opini, maupun narasi yang sengaja dibuat untuk memancing emosi.

Pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Kemampuan memeriksa informasi sebelum membagikannya merupakan salah satubentuk tanggung jawab warga negara di era digital. Informasi palsu, provokasi, ujarankebencian, dan narasi yang mempertajam perbedaan dapat merusak hubungan sosialapabila tidak disikapi dengan bijak.

Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono mengajakmasyarakat memperkuat persatuan dengan membangun komunikasi dan silaturahim. Menurutnya, interaksi yang baik antarelemen masyarakat penting agar warga tidakmudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang.

Muhamad Mardiono juga mengingatkan pentingnya memperkuat silaturahim agar masyarakat dapat menghadapi perbedaan secara lebih tenang dan dewasa. Semangat tersebut menjadi relevan dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang selama momentum September Hitam 2026.

Isu September Hitam tidak semestinya menjadi alasan masyarakat untuk salingberhadapan. Sebaliknya, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuatkesadaran bahwa sejarah harus dipelajari secara objektif agar generasi berikutnyamampu mengambil pelajaran dan mencegah terulangnya berbagai persoalankemanusiaan.

Aktivis pemuda dan mahasiswa M. Fad mengajak kalangan mahasiswa dan masyarakat luas lebih bijak menyikapi informasi yang beredar dalam momentum September Hitam 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas, persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

Menurut M. Fad, mahasiswa memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas diskursuspublik. Sebagai kelompok yang dekat dengan tradisi intelektual dan gerakan sosial, mahasiswa diharapkan menyampaikan aspirasi berdasarkan pengetahuan dan data, bukan sekadar mengikuti arus informasi yang sedang ramai.

Penyampaian aspirasi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, aspirasi perlu disampaikan secara tertib dan bertanggung jawab agar tidakberubah menjadi konflik yang merugikan masyarakat. Ruang diskusi, edukasi, kajiansejarah, serta kegiatan sosial dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas sekaligusmencegah konflik akibat kesalahpahaman informasi.

Peran generasi muda semakin penting karena sebagian besar percakapan mengenaiSeptember Hitam berlangsung di ruang digital. Media sosial menjadi tempatmasyarakat memperoleh informasi, berdiskusi, sekaligus membentuk pandanganterhadap berbagai persoalan.

Penggunaan media sosial tanpa kemampuan memilah informasi dapat menimbulkanpersoalan baru. Konten yang dipotong dari konteks, judul provokatif, hingga informasiyang belum terverifikasi dapat dengan mudah menyebar dan memengaruhi persepsimasyarakat.

Dalam edukasi HAM, media sosial dapat menjadi pintu awal untuk mengenaliberbagai isu, tetapi informasi yang ditemukan tetap perlu diperdalam melalui sumberkredibel dan pembelajaran komprehensif. Generasi muda perlu memahami sejarahpelanggaran HAM secara utuh, bukan untuk membangun kebencian terhadapkelompok tertentu, melainkan sebagai pembelajaran agar nilai kemanusiaan, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama semakin kuat.

Di sisi lain, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik terhadappemerintah maupun berbagai persoalan sosial. Kritik merupakan bagian daridemokrasi dan dapat menjadi sarana mendorong perbaikan. Namun, kritik sebaiknyatidak berubah menjadi permusuhan antarsesama warga negara.

Persatuan bukan berarti masyarakat harus memiliki pandangan yang seragam. Persatuan justru terlihat ketika perbedaan dapat dikelola melalui dialog dan penghormatan terhadap satu sama lain. Perbedaan pilihan, pendapat, maupun caramelihat sejarah seharusnya tidak menghilangkan kesadaran bahwa seluruhmasyarakat merupakan bagian dari bangsa yang sama.

Dalam konteks September Hitam 2026, generasi muda memiliki kesempatanmenunjukkan bahwa refleksi sejarah dapat dilakukan secara dewasa. Mahasiswa dan pemuda dapat menjadi penggerak diskusi yang sehat, menyebarkan informasi yang benar, serta membangun ruang publik yang edukatif.

Masyarakat juga dapat berkontribusi dengan tidak langsung mempercayai setiapinformasi di media sosial. Memeriksa sumber, membaca informasi secara utuh, membandingkan dengan sumber lain, dan tidak terburu-buru menyebarkan kontenmerupakan langkah sederhana untuk menjaga ruang digital tetap sehat.

Sinergi antara mahasiswa, pemuda, pemerintah, dan masyarakat diperlukan agar penyampaian aspirasi tetap berjalan sekaligus menjaga keamanan bersama. Dengan komunikasi yang baik dan literasi informasi yang kuat, perbedaan pandangan dapatdikelola tanpa mengganggu persatuan.

*) Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *