Pemerintah Perkuat Peran Danantara dalam Pengelolaan Aset Strategis

Oleh: Dinda Amalia Dewi )*

Pemerintah terus memperkuat peran Badan Pengelola Investasi Daya AnagataNusantara atau Danantara sebagai instrumen utama dalam pengelolaan aset strategisnasional. Langkah ini ditempuh untuk memastikan aset negara dikelola secaraprofesional, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang guna menopang pertumbuhanekonomi yang berkelanjutan.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menempatkan Danantara sebagaibagian penting dari strategi besar pemerintah dalam mendorong transformasi ekonominasional. Dalam berbagai agenda bilateral dan internasional, Presiden menegaskanpentingnya pengelolaan aset negara yang modern, kredibel, dan mampu menjadipenggerak investasi produktif, khususnya di sektor-sektor bernilai tambah tinggi.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Kepresidenan, Presiden mendorong penguatan kerja sama investasi di sektor hilirisasi. Pemerintah membuka peluang bagi Australia untuk berpartisipasi dalam pengolahanmineral kritis di Indonesia, seperti nikel, tembaga, bauksit, dan emas. 

Pada saat yang sama, Indonesia juga mendorong perusahaan nasional untukberinvestasi pada sektor mineral kritis di Australia, sehingga tercipta hubungan ekonomiyang saling menguntungkan.

Presiden juga menegaskan kesiapan Danantara untuk menjadi mitra strategis dalammenjajaki berbagai skema investasi bersama. Pemerintah memandang Danantarasebagai kendaraan investasi negara yang mampu menjembatani kepentingan nasionaldengan mitra global melalui pendekatan co-investment dan kemitraan jangka panjang.

Sebagai tindak lanjut, Danantara menandatangani nota kesepahaman denganKementerian Luar Negeri Australia. Dalam keterangan resminya, Danantaramenyebutkan bahwa kesepakatan tersebut menetapkan kerangka kolaborasi yang terstruktur untuk memperkuat hubungan investasi bilateral secara berkelanjutan. 

Kerja sama difokuskan pada penguatan kemitraan dengan lembaga pendanaan dan institusi investasi Australia guna memperluas akses pembiayaan dan memperdalamarus investasi dua arah.

Selain mobilisasi modal, kolaborasi tersebut juga diarahkan pada pembangunankapasitas jangka panjang. Danantara menempatkan pengembangan sumber dayamanusia sebagai elemen penting, melalui kerja sama di bidang pendidikan, peningkatan keahlian, serta pertukaran talenta. Pendekatan ini dipandang sejalandengan agenda pemerintah untuk memperkuat profesionalisme dan produktivitastenaga kerja nasional dalam menghadapi persaingan global.

Kerja sama Indonesia dan Australia juga mencakup penjajakan peluang investasi di berbagai sektor prioritas, termasuk infrastruktur, energi, pertambangan, kesehatan, ekonomi digital, serta pangan dan agribisnis. Untuk memastikan implementasi berjalanefektif, kedua pihak sepakat membentuk kelompok kerja dan rencana aksi yang akandievaluasi secara berkala.

Di tengah dinamika global, pemerintah juga menunjukkan respons cepat terhadapperubahan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah akanmemperkuat komunikasi dengan pasar internasional dan lembaga pemeringkat terkaitperan dan tata kelola Danantara. Langkah ini dipandang penting karena masih banyakpelaku pasar global yang belum sepenuhnya memahami fungsi Danantara sebagaisovereign wealth fund.

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah kini membedakan secara tegas peranpembiayaan antara APBN dan Danantara. Investasi jangka panjang dan pengelolaanaset strategis diarahkan melalui Danantara, sementara APBN difokuskan pada pembiayaan program prioritas Presiden dan pelayanan publik. Pemisahan ini bertujuanmeningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara serta menjaga disiplin fiskal.

Pemerintah menegaskan bahwa Danantara dibangun dengan prinsip tata kelola yang kuat, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan praktik terbaik sovereign wealth fund di berbagai negara. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaaninvestor sekaligus mendorong reformasi BUMN agar lebih fleksibel, adaptif, dan berorientasi kinerja.

Di sisi makroekonomi, pemerintah juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas fiskal. Defisit anggaran tetap dijaga dalam batas aman, rasio utang terkendali, inflasi stabil, serta cadangan devisa berada pada level yang kuat. Fondasi ekonomi yang solid inidinilai menjadi penopang penting bagi peran Danantara dalam mengelola aset strategissecara optimal.

Penguatan peran Danantara juga tercermin dalam percepatan program hilirisasi. CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa Danantara telah memulai fasepertama proyek hilirisasi melalui pelaksanaan groundbreaking sejumlah proyekstrategis di berbagai lokasi. Hilirisasi diposisikan sebagai program prioritas Presidenkarena memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi.

Rosan menekankan bahwa kontribusi investasi hilirisasi terus menunjukkan trenpeningkatan signifikan. Pada 2025, investasi di sektor ini menyumbang porsi besarterhadap total realisasi investasi nasional, mencerminkan keberhasilan kebijakanpemerintah dalam mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam.

Pemerintah memandang hilirisasi sebagai instrumen penting untuk memperkuat strukturekonomi dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. MelaluiDanantara, proyek-proyek hilirisasi diarahkan agar dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan mampu menarik partisipasi investor global.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya memperkuatperan Danantara dalam pengelolaan aset strategis negara. Danantara diposisikanbukan sekadar sebagai pengelola investasi, melainkan sebagai pilar transformasiekonomi nasional yang mendukung stabilitas, pertumbuhan, dan daya saing Indonesia di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *