admin

Pemerintah Dorong Program MBG Jangkau Ratusan Ribu Warga RentanLansia, Disabilitas, hingga Anak Jalanan 

Oleh: Yudhistira Wijaya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menunjukkan perannya sebagai salah satu kebijakan paling progresif dalam pembangunan kesejahteraan sosial Indonesia. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendorong perluasan manfaat program ini secara signifikan, memastikan pemenuhan gizi tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga ratusan ribu warga rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, pemulung, masyarakat miskin ekstrem,…

Read More

Pemerintah Terus Dorong Program Kopdes Merah Putih dan MBG WujudkanPemerataan Ekonomi

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan program Kopdes Merah Putih dan MBG sebagai langkah strategis untuk memperluas akses ekonomi di tingkat lokal. Melaluisinergi lintas sektor dan dukungan kebijakan yang terarah, kedua program tersebutdiharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif. Pemerintahmenargetkan agar manfaat program ini tidak hanya meningkatkan pendapatanwarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di berbagaidaerah. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan bahwa program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan dua instrumen kunci dalam mewujudkanpemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan di desa-desa Indonesia. Kolaborasi dan dukungan masyarakat desa menjadi penentu keberhasilan keduaprogram strategis tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Kopdes Merah Putih dan MBG yang baik akanberdampak langsung pada perbaikan ekonomi desa. Ketika ekonomi desa membaik, maka kesejahteraan masyarakat ikut terangkat. Kedua program ini merupakanbagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk mengangkat derajatmasyarakat desa dan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Desa harus tampil sebagai pelaku utama, terlibat aktif mulai dariperencanaan hingga implementasi. Kopdes Merah Putih bukan hanya lembaga ekonomi biasa, tetapi pusat aktivitasyang menghubungkan produksi, distribusi, dan konsumsi di tingkat lokal. Denganstruktur yang lebih dekat dengan kebutuhan warga, Kopdes menjadi simpul pentingbagi terbentuknya kemandirian desa yang sesungguhnya. Ketua DPD APDESI Sulsel, Sri Rahayu Usmi, menyatakan komitmen APDESI sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mengawal implementasi Asta Cita Presiden. Menurut dia, Sulsel berpotensi menjadi percontohan pembangunanKopdes Merah Putih di Indonesia Timur. Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mendorongagar Kopdes Merah Putih terus diperkuat sebagai penggerak utama ekonomi rakyat. Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk nyatapemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Zulhas menjelaskan, selama 28 tahun reformasi, kekayaan nasional hanya berputardi kalangan terbatas. Sementara itu, rakyat hanya menjadi penonton dan tidakmenikmati hasil pembangunan secara proporsional. Untuk mengubah kondisi tersebut, pemerintah membentuk Kopdes Merah Putihsebagai lembaga ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan Bulog dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan integrasi ini, Kopdes menjadi model bisnis yang menguntungkan ekonomi lokal serta mengurangi ketergantungan desaterhadap tengkulak. Sistem ini menciptakan rantai pasok pangan yang berpihak pada petani dan pelakuusaha kecil. Zulhas mengungkapkan bahwa Kopdes menjadi offtaker dengangudang yang menyimpan hasil panen lokal yang semuanya dibeli langsung oleh Kopdes Merah Putih. Pada titik ini, terlihat jelas bahwa Kopdes Merah Putih tidak hanya berperan sebagaipenyerap hasil panen, tetapi juga sebagai penstabil harga dan penguat daya tawarpetani. Dengan hilirisasi sederhana di tingkat desa, nilai tambah komoditas bisadinikmati oleh masyarakat setempat….

Read More

Pemerintah Fokus Tata Kelola Baru Tingkatkan Kualitas Program MBG

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis untuk memastikan manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat. Penguatan ini ditandai dengan mulai diimplementasikannya Peraturan Presiden No. 115/2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG, sebuah regulasi baru yang menjadi dasar penyempurnaan koordinasi lintas kementerian dan lembaga….

Read More

Program MBG Serap Produk Petani dan Peternak Dorong Pemulihan Ekonomi Desa

Jakarta – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas di seluruh Indonesia pada 2025. Tidak hanya fokus pada upaya pemenuhan gizi bagi anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, MBG kini secara nyata menyerap produk dari petani dan peternak lokal sebuah strategi yang turut menggerakkan ekonomi desa. Data per November 2025 menunjukkan bahwa penyelenggara…

Read More

Dukungan Gizi Gratis untuk Anak di Wilayah Terpencil Melalui MBG

Oleh: Edward Likhumahuwa (* Upaya pemerintah memperluas jangkauan layanan gizi bagi anak dan balita di wilayah terpencil melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi langkah strategis yang patutdiapresiasi. Dalam konteks pemerhati kesehatan anak, ketersediaan gizi yang cukup dan merata bukan hanya berkaitan dengan pengurangan angka stunting, tetapi juga menyangkutmasa depan generasi Indonesia. Program MBG memberikan intervensi konkret untukmenjamin hak dasar anak: mendapatkan makanan bergizi yang layak, terutama bagi merekayang tinggal di daerah yang sulit dijangkau. Salah satu fondasi penting program ini adalah kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwapemerintah telah membangun 8.200 SPPG di berbagai wilayah terpencil sebagai pusatdistribusi layanan MBG. Langkah ini dirancang agar akses masyarakat terhadap makananbergizi semakin merata. Selain pembangunan yang sudah rampung, terdapat 4.700 unit SPPG yang masih dalam proses dan sekitar 170 unit ditargetkan selesai pada Desember 2025. Pembangunan layanan ini menunjukkan bahwa komitmen pemerintah tidak berhenti pada perencanaan; implementasinya terus berprogres dengan skala yang signifikan. Dadan menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat MBG di wilayah terpencil saat inimencapai sekitar 3 juta orang, bagian dari total 47,2 juta penerima manfaat di seluruhIndonesia. Target yang lebih besar telah disiapkan: BGN optimistis dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada Maret atau April 2026. Target ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan tekad pemerintah untuk memperluas perlindungan gizi bagi semuakalangan, termasuk masyarakat yang berada di lingkungan geografis paling menantang. Di level kebijakan nasional, komitmen pemerintah semakin dipertegas melalui arahanMenteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Zulhas menyatakan bahwa pemerintahakan mempercepat pembangunan SPPG di wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar. Percepatan ini penting mengingat ketimpangan akses pangan berkualitas masih menjadiproblem klasik di Indonesia. Daerah 3T selama ini menghadapi tantangan infrastruktur, keterbatasan tenaga layanan kesehatan, serta distribusi bahan pangan yang tidak stabil. Dengan percepatan pembangunan SPPG, hambatan tersebut dapat diminimalkan sehinggaanak-anak di wilayah paling rentan sekalipun memperoleh hak yang sama untuk tumbuhsehat. Kolaborasi dengan sektor swasta juga memainkan peran penting dalam memastikankeberlanjutan program MBG. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi), Alven Stony, menyampaikan bahwa pihaknya menggandeng Kamar DagangIndonesia (Kadin) untuk memperluas keterlibatan UMKM dalam penyediaan dapur dan layanan makanan bergizi. Kolaborasi ini tidak hanya menyasar anak-anak sekolah darijenjang PAUD hingga SMA, tetapi juga mencakup ibu hamil dan ibu menyusui, dua kelompok yang membutuhkan intervensi gizi tinggi….

Read More

Pemerintah Pastikan Kemudahan Akses Makanan Bergizi Melalui Program MBG 

Oleh: Yudhistira Wijaya )* Dalam upaya memperbaiki kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya, Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program inovatif yang bertujuan memberikan kemudahan akses makanan bergizi.  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai sejak Januari 2025 telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dengan jangkauan yang luas dan dampak positif…

Read More

Pemerintah Targetkan 24 Ribu Dapur MBG Dibangun hingga Akhir 2025

Jakarta – Pemerintah menargetkan pembangunan 24 ribu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) rampung hingga akhir 2025 sebagai bagian dari percepatan penyediaan layanan gizi nasional. Langkah strategis ini disusun untuk memastikan infrastruktur gizi siap beroperasi secara penuh ketika program MBG diluncurkan secara serentak pada Januari 2026. Upaya ini juga menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan pangan,…

Read More

Program MBG Dorong Perubahan Pola Konsumsi dan Pemberdayaan Masyarakat

Bali – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai program strategis nasional, MBG dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pola makan sehat di seluruh daerah. Pelaksanaan sosialisasi MBG di Buleleng menegaskan bahwa…

Read More

Elemen Masyarakat Papua Teguhkan Semangat Kebersamaan pada Hari HAM Sedunia

Oleh: Loa Murib )* Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh setiap 10 Desemberkembali menjadi ruang refleksi penting bagi masyarakat Papua untuk meneguhkankomitmen terhadap perdamaian, kerukunan, dan persatuan. Di tengah dinamika sosialyang terus berkembang, momentum ini hadir sebagai pengingat bahwa pemajuan HAM tidak hanya berbicara tentang penghormatan terhadap nilai-nilai universal, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat, stabilitas daerah, serta kemampuan seluruhelemen untuk merawat harmoni di Tanah Papua. Perayaan ini menjadi semakinbermakna ketika berbagai pihak menunjukkan tekad untuk menjaga kedamaian, terutama menjelang rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru yang selalu menjadiperiode sakral bagi masyarakat Papua. Ketua Presidium Pemuda Papua Wilayah Tabi, Fran Reynould Thejo, menegaskanbahwa peringatan Hari HAM Sedunia harus dipandang sebagai kesempatan bagimasyarakat Jayapura untuk memperkuat kepekaan sosial dan menjaga lingkunganyang kondusif. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda, mahasiswa, tokoh adat, tokoh gereja, hingga paguyuban lintas etnis, memiliki peranpenting dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Seruan yang disampaikan Fran mencerminkan kesadaran kolektif bahwa stabilitas keamanan bukansemata beban aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang menuntut partisipasiaktif dari semua lapisan. Fran juga menyampaikan bahwa bulan Desember memiliki makna istimewa bagimasyarakat Papua. Ketika berbagai gereja dan komunitas mulai menyiapkan perayaanNatal, sikap saling menjaga dan saling menghormati menjadi fondasi penting dalammembangun suasana yang penuh sukacita. Ia menegaskan bahwa ketenteramanselama bulan penuh berkat ini hanya dapat terwujud jika masyarakat menunjukkankedewasaan dalam menyikapi berbagai isu yang berpotensi menimbulkan gangguankeamanan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peringatan HAM tidak dapatdilepaskan dari rasa tanggung jawab moral untuk menjaga kedamaian dalam kehidupansehari-hari. Fran menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan. Menurutnya, dukungan terhadap upaya TNI dan Polri merupakan bentuk nyatakomitmen warga dalam menjaga stabilitas daerah. Kerja sama ini bukan dimaksudkanuntuk menciptakan jarak antara masyarakat dan aparat, tetapi justru untukmenghadirkan ruang interaksi yang saling memperkuat kepercayaan. Dengan demikian, keamanan dapat diwujudkan melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan salingmenghormati peran masing-masing. Peringatan Hari HAM Sedunia selalu menjadi momen yang strategis untuk menilaikembali langkah-langkah pembangunan sosial yang telah dijalankan. Papua sebagaiwilayah yang majemuk membutuhkan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutandalam memastikan pemenuhan hak-hak dasar masyarakatnya. Nilai-nilai HAM menjadifondasi untuk menegaskan bahwa setiap warga memiliki ruang yang setara dalammendapatkan rasa aman, penghormatan, dan perlindungan. Momentum ini harussecara konsisten dimanfaatkan untuk memperkuat dialog, memperbaiki hubunganantarkelompok, serta menumbuhkan semangat persatuan melalui kegiatan sosialmaupun budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pemuda sebagai generasi penerus memiliki peran sentral dalam merawat kedamaianPapua. Pemuda tidak hanya dipandang sebagai motor penggerak perubahan sosial, tetapi juga sebagai penjaga kerukunan yang mampu mendorong terciptanya iklim sosialyang konstruktif. Ketika generasi muda berkomitmen pada nilai-nilai damai, maka ruangbagi tindakan provokatif akan semakin terbatas. Baginya, menjaga keamanan selamaperayaan Natal dan Tahun Baru adalah wujud nyata implementasi nilai HAM dalamkehidupan bermasyarakat. Dukungan tokoh adat dan tokoh gereja menjadi elemen yang tak terpisahkan. Papua memiliki struktur sosial yang mengakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal yang menjunjung tinggi persaudaraan dan kebersamaan. Dalam konteks ini, tokoh adatberperan sebagai pemersatu komunitas adat dan penjaga keharmonisan antarsuku. Begitu pula tokoh gereja, yang selama ini berperan sebagai suara moral sekaligus agenperdamaian yang mendorong masyarakat untuk menjauh dari tindakan-tindakandestruktif. Mereka merupakan mitra strategis dalam implementasi nilai HAM yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Peringatan Hari HAM Sedunia juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembalibahwa Papua merupakan bagian integral dari Indonesia yang menjunjung tinggi nilaikemanusiaan dan keadilan. Upaya memperkokoh kerukunan di Papua sejatinyamerupakan bagian dari upaya nasional dalam memastikan stabilitas dan kemajuan. Dengan memupuk toleransi, memperkuat kolaborasi sosial, dan mengedepankandialog, Papua dapat terus bergerak maju menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakatdiperlukan untuk membangun ekosistem sosial yang harmonis. Seruan ini bukan sekadar ajakan moral, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan Papua yang diharapkan tumbuh sebagai wilayah yang rukun dan penuhoptimisme. Dengan dukungan semua pihak, momentum peringatan Hari HAM Seduniadapat dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi perdamaian dan membangunkesadaran bahwa kehidupan harmonis adalah aset berharga bagi perkembanganPapua. Dengan semangat peringatan Hari HAM Sedunia, masyarakat Papua diharapkansemakin mantap dalam menjaga harmoni sosial. Keamanan dan ketertiban harusmenjadi prioritas bersama, terutama dalam menyongsong perayaan akhir tahun yang penuh makna….

Read More

Merawat Harmoni Papua di Momentum Hari HAM Sedunia

Oleh : Yohanes Wandikbo )* Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember setiap tahun selalu menjadi ruang refleksi bagi bangsa untuk memastikan bahwa nilai kemanusiaan benar-benar hidup dalam praktik kehidupan sehari-hari. Tema global tahun 2025, “HAM, Kebutuhan Esensial Kita Sehari-hari”, mengingatkan bahwa hak untuk hidup, memperoleh pendidikan, dan menikmati rasa aman bukan…

Read More