admin

MBG di Bulan Ramadan dan Upaya Menjaga Asupan Gizi Anak

MBG di Bulan Ramadan dan Upaya Menjaga Asupan Gizi Anak

Oleh: Nur Utunissa Bulan Ramadan merupakan periode penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Indonesia. Di tengah perubahan pola aktivitas harian akibat ibadah puasa, perhatian terhadap pemenuhan gizi anak menjadi isu yang tidak boleh terabaikan. Anak-anak, terutama usia sekolah, berada pada fase pertumbuhan yang membutuhkan asupan gizi seimbang untuk menunjang perkembangan fisik, kognitif, dan daya tahan…

Read More
Menjaga Gizi di Bulan Puasa lewat Keberlanjutan Program MBG

Menjaga Gizi di Bulan Puasa lewat Keberlanjutan Program MBG

Oleh: Saipul Bahri *) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi tanda nyata bagaimana negara hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Diluncurkan awal 2025 dan dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari mandat pemenuhan gizi nasional, MBG dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui jaminan asupan gizi yang tepat, terutama bagi kelompok rentan…

Read More
Ramadan, Pemerintah Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Curang Pangan

Ramadan, Pemerintah Tegaskan Sanksi Pidana bagi Praktik Curang Pangan

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa setiap praktik kecurangan pangan menjelang dan selama Ramadan akan dikenakan sanksi pidana, seiring upaya menjaga ketersediaan, keamanan, dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat. Penegasan ini disertai langkah pengawasan lapangan yang lebih intensif, koordinasi pusat dan daerah yang solid, serta keterlibatan seluruh pelaku rantai pasok. Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan pihaknya…

Read More
Jelang Ramadan, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Jelang Ramadan, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Yogyakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Langkah terpadu lintas lembaga dilakukan melalui pemantauan harga, penguatan stok, hingga operasi pasar untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita…

Read More
Mengawal Harga dan Stok Pangan demi Ramadan yang Tenang

Mengawal Harga dan Stok Pangan demi Ramadan yang Tenang

Oleh : Ravisya Darasya )* Menjelang bulan suci Ramadan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok kembali menjadi perhatian utama pemerintah. Setiap tahun, momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) kerap diikuti lonjakan permintaan yang berpotensi mendorong kenaikan harga. Untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi gejolak pangan, pemerintah bersama aparat penegak hukum memperkuat koordinasi dan…

Read More
Mendukung Pangan Terkelola Baik untuk Ramadan yang Khusyuk

Mendukung Pangan Terkelola Baik untuk Ramadan yang Khusyuk

Oleh : Aulia Rachma* Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Indonesia sudah bergerak cepatmemastikan ketersediaan dan pengelolaan pangan nasional berjalan optimal. Antisipasiini menjadi sangat penting karena Ramadan bukan hanya momen spiritual tetapi juga fase di mana permintaan kebutuhan pokok meningkat signifikan di masyarakat. Pemerintah bersama berbagai pemangku kebijakan padu dalam menyusun strategi agar stok pangan aman, harga terjangkau, dan kualitas pangan terjaga sehingga umatMuslim dapat menjalankan ibadah puasa dan tradisi halal bihalal dengan tenang. Dari data proyeksi neraca pangan nasional yang dirilis pemerintah, terlihat bahwaketersediaan berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, daging sapidan kerbau, daging ayam, telur, bawang merah dan putih, minyak goreng, gula konsumsi, serta cabai berada dalam kondisi aman hingga menjelang akhir Maret 2026. Bahkan sebagian komoditas menunjukkan surplus yang cukup besar dibandingkebutuhan konsumsi selama periode Ramadan dan Idulfitri. Hal ini menunjukkan bahwanegara tidak hanya fokus pada jumlah stok, tetapi juga distribusi yang merata dan pengawasan yang ketat dari hulu hingga hilir. Kesiapan stok pangan ini juga ditegaskan oleh pejabat tinggi pemerintah, termasukMenteri Perdagangan Budi Santoso yang menegaskan bahwa harga dan pasokanbahan pokok umumnya stabil menjelang Ramadan. Dalam kunjungannya ke pasar tradisional di Sukoharjo, Jawa Tengah, ia menyampaikan bahwa harga gula, ayam, telur, hingga minyak goreng berada di bawah atau sesuai batas harga acuan, denganpasokan yang memadai bagi konsumen yang mulai menyiapkan kebutuhan Ramadan. Namun meskipun kondisinya mayoritas stabil, beberapa komoditas seperti berasmedium dan cabai merah masih memerlukan perhatian dalam hal harga agar tetapterjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Dalam konteks yang sama, langkah-langkah konkret untuk memperkuat ketahananpangan tidak hanya datang dari pemerintah pusat. Holding BUMN pangan seperti ID FOOD juga memainkan peran kunci dengan menyiapkan persediaan sejumlahkomoditas strategis yang tersebar dari Aceh hingga Papua. ID FOOD telah menyiapkanribuan ton gula, minyak goreng, daging ayam, serta stok daging ruminansia dan telurayam sebagai buffer stock guna menjaga agar kebutuhan pangan tetap terpenuhimeskipun permintaan meningkat selama Ramadan dan Idulfitri. Pendekatan inimenunjukkan sinergi yang kuat antara korporasi pangan milik negara dengan kebijakanpemerintah dalam pengendalian ketersediaan pasokan pangan secara nasional. Tak kalah pentingnya adalah peran aparat keamanan dalam mendukung pengelolaanpangan yang baik. Satgas Pangan Polres Tanjungperak memastikan bahwa stok bahanpokok aman menjelang Ramadan, sambil memantau dan mencegah potensi tindakanspekulatif atau penimbunan yang bisa berdampak pada kenaikan harga mendadak di pasar lokal. Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto mengatakanpraktik pengawasan seperti ini membantu menjaga stabilitas pasar tradisional yang menjadi pusat transaksi pangan sehari-hari bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai daerah di Indonesia memberikan kabar positif terkait stok pangan. Di Sumatera Utara, misalnya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif memastikan bahwa stok berbagai bahan pokok telah surplus menjelang Ramadan dan Idulfitri, menciptakan rasa aman bagi warga setempat atas kebutuhan dasar merekaselama bulan suci. Sementara itu, di Jawa Tengah, pemerintah provinsi menyatakanbahwa stok pangan tetap aman meskipun sempat terdampak banjir dan longsor di beberapa wilayah, menunjukkan ketangguhan sistem distribusi dan manajemen stok di tengah tantangan alam. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwaPemerintah akan menyalurkan bantuan pangan senilai Rp11,92 triliun untukmendukung kebutuhan masyarakat jelang Ramadhan dan Idul Fitri…

Read More
Swasembada Protein Dimulai, Pemerintah Garap Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Swasembada Protein Dimulai, Pemerintah Garap Hilirisasi Ayam Terintegrasi

JAKARTA – Pemerintah mulai mengakselerasi program swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di sejumlah daerah. Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah sektor perunggasan, serta menjaga stabilitas pasokan daging ayam dan telur bagi masyarakat. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan, pemerintah telah…

Read More
Pemerintah Perkuat Swasembada Protein melalui Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Pemerintah Perkuat Swasembada Protein melalui Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat agenda swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program ini dirancang untuk memastikan ketersediaan daging ayam dan telur yang aman, berkelanjutan, serta merata di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memperkuat posisi peternak rakyat dalam rantai nilai industri perunggasan nasional. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian…

Read More
Swasembada Protein sebagai Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Swasembada Protein sebagai Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Oleh: Dewi Lestari Puteri *) Swasembada protein kini menempati posisi sentral sebagai pilar utama ketahananpangan nasional dan menjadi simbol keseriusan negara dalam membangun kemandirianpangan yang berkeadilan. Pemerintah secara tegas mengarahkan agenda pangannasional tidak hanya berhenti pada kecukupan karbohidrat, tetapi melangkah lebih majudengan memastikan ketersediaan protein hewani yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat. Langkah ini mencerminkan visi pembangunanpangan yang utuh, yang menempatkan kualitas gizi masyarakat sebagai fondasi utamapembangunan sumber daya manusia Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa swasembadaprotein merupakan kelanjutan strategis dari capaian swasembada beras. Pemerintahmemandang sektor pangan sebagai sektor mulia karena menyangkut langsungkehidupan masyarakat luas, khususnya petani, peternak, dan nelayan yang menjaditulang punggung ekonomi rakyat. Karena itu, pembangunan kampung nelayan, pengembangan budidaya bioflok, serta penguatan peternakan nasional dijalankansecara terencana sebagai wujud keberpihakan negara terhadap pelaku pangan rakyatsekaligus upaya memperkokoh ketahanan pangan nasional. Narasi swasembada protein juga sejalan dengan agenda besar pembangunan manusiaIndonesia. Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah menjadi bukti nyatabahwa negara hadir menjamin hak dasar rakyat atas pangan bergizi. Dengan sasaranlebih dari 82 juta penerima manfaat, program ini membutuhkan pasokan protein hewaniyang kuat dan stabil. Pemerintah memandang kebutuhan tersebut sebagai peluangstrategis untuk memperkuat produksi dalam negeri, sehingga swasembada protein menjadi instrumen penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Dalam kerangka tersebut, Kementerian Pertanian mendorong percepatan hilirisasipeternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kebijakan ini dirancang sebagaifondasi swasembada protein yang berkelanjutan dan merata. Direktur JenderalPeternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda menegaskan bahwa pembangunanekosistem perunggasan nasional yang terintegrasi merupakan langkah strategis untukmemastikan pasokan daging ayam dan telur nasional tetap aman, stabil, dan berpihakpada peternak rakyat. Dukungan konkret negara tercermin dari keterlibatan Badan Pengelola InvestasiDanantara yang mengalirkan investasi dalam skala besar untuk memperkuat ekosistempeternakan nasional. CEO Danantara Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa hilirisasipangan, termasuk peternakan ayam terintegrasi, merupakan prioritas nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Investasi ini diposisikan sebagaipengungkit utama agar Indonesia memiliki industri protein hewani yang mandiri, modern, dan berdaya saing tinggi, sekaligus mampu menjawab kebutuhan nasionaldalam jangka panjang. Penguatan swasembada protein tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keadilan distribusi dan kesejahteraan pelaku usaha rakyat. Pemerintahmembuka akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat dalam jumlah besar bagi peternakdan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa Merah Putih. Langkah inimempertegas komitmen negara untuk memberdayakan peternak rakyat agar terintegrasi dalam rantai pasok modern dan memperoleh manfaat ekonomi yang adildari pembangunan sektor pangan. Di sisi hilir, peran BUMN pangan menjadi bagian penting dari strategi besarswasembada protein. PT Indonesia Food atau ID Food, dengan Direktur Utama Gimoyo, diberi mandat sebagai offtaker yang menyerap hasil produksi peternak rakyat. Kehadiran BUMN sebagai penyangga pasar memperkuat stabilitas harga dan memberikan kepastian usaha, sehingga peternak dapat fokus meningkatkanproduktivitas tanpa kekhawatiran terhadap fluktuasi pasar. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan peternak ini menjadi gambaran nyata negara hadir secara aktif dalammenjaga ketahanan pangan nasional. Swasembada protein juga membawa dampak ekonomi dan sosial yang luas. Tambahanproduksi daging ayam dan telur dalam skala nasional diproyeksikan menciptakan jutaanlapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan peternak secara signifikan. Lebihjauh, kecukupan protein hewani diyakini akan mempercepat penurunan angka stunting dan kemiskinan, sehingga kebijakan pangan bertransformasi menjadi kebijakanpembangunan manusia yang berkelanjutan. Selain peternakan ayam, pemerintah juga mendorong diversifikasi sumber protein melalui penguatan sektor perikanan dan budidaya berbasis komunitas. Pembangunan kampung nelayan dan teknologi budidaya seperti bioflok menjadi bagian dari strategi nasional agar swasembada protein tidak bertumpu pada satu komoditas saja. Denganmemaksimalkan potensi maritim dan sumber daya lokal, Indonesia mempertegas jatidirinya sebagai negara agraris dan maritim yang berdaulat atas pangannya sendiri. Secara keseluruhan, swasembada protein menegaskan arah baru ketahanan pangannasional yang tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga adil dan berkelanjutan. Konsistensi kebijakan, dukungan investasi strategis, penguatan peran BUMN pangan, serta pelibatan aktif peternak dan nelayan rakyat membentuk satu ekosistem nasionalyang solid. Sinergi lintas sektor yang terbangun hari ini menunjukkan bahwaswasembada protein bukan sekadar agenda teknis, melainkan strategi kebangsaanuntuk memastikan ketersediaan pangan bergizi, memperkuat ekonomi rakyat, dan menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, serta berdaya saing di masa depan. *) Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Pangan

Read More
Hilirisasi Ayam Terintegrasi sebagai Jalan Swasembada Protein Nasional

Hilirisasi Ayam Terintegrasi sebagai Jalan Swasembada Protein Nasional

Oleh : Doni Zulfikar )* Hilirisasi ayam terintegrasi merupakan salah satu strategi kunci yang relevan dan realistis dalam mewujudkan swasembada protein nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan gizi masyarakat, terutama protein hewani, sektor perunggasan memiliki posisi strategis karena daging ayam dan telur adalah sumber protein paling terjangkau, mudah didistribusikan, serta diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan…

Read More