Skema FLPP Dorong Pertumbuhan Penyaluran Rumah Subsidi Secara Positif
Oleh: Indah Puspitasari* Upaya pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilanrendah terus menunjukkan hasil yang positif. Melalui skema Fasilitas Likuiditas PembiayaanPerumahan (FLPP), penyaluran rumah subsidi sepanjang 2026 mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Program tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam membantumasyarakat memperoleh hunian layak dengan harga yang terjangkau. Kehadiran skemapembiayaan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini terkendalaketerbatasan kemampuan finansial untuk memiliki rumah pertama. Dengan dukungan subsididari pemerintah, masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh kesempatan yang lebih besaruntuk mendapatkan hunian yang layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP telah mencapai 77.532 unit atausekitar 22,15 persen dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit. Capaian tersebutmenunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program pembiayaan perumahan bersubsidiyang terus diperkuat pemerintah. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menilai tren penyaluran FLPP masih berada dalamjalur yang positif. Menurutnya, BP Tapera terus melakukan pemantauan terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, sekaligus memperluas sosialisasi agar semakin banyakmasyarakat berpenghasilan rendah dapat memanfaatkan program tersebut. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BP Tapera dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, perbankan, serta berbagai asosiasi pengembang. Penyaluran FLPP telah terealisasi di 8.859 kawasan perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten dan kota yang tersebar pada 35 provinsi di Indonesia. Dari sisi perbankan, Bank BTN masih menjadi penyalur terbesar dengan realisasi sebanyak37.657 unit rumah atau sekitar 48,56 persen dari total capaian nasional. Posisi berikutnyaditempati Bank Syariah Nasional dengan 19.088 unit atau 24,61 persen. Sementara Bank BRI telah menyalurkan 6.275 unit, Bank BNI sebanyak 5.608 unit, dan Bank Mandiri mencapai 2.755 unit. Sisanya berasal dari sejumlah bank mitra lainnya. Kontribusi besar juga datang dari kalangan pengembang. Real Estat Indonesia (REI) menjadiasosiasi dengan realisasi tertinggi melalui pembangunan 32.026 unit rumah atau sekitar 41,3 persen dari total penyaluran. Selanjutnya terdapat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dengan 23.048 unit, Himpunan PengembangPermukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) sebanyak 10.426 unit, Asosiasi Pengembangdan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) sebanyak 3.532 unit, serta PI dengan 2.475 unitrumah. Data BP Tapera juga memperlihatkan tingginya minat generasi muda terhadap program rumahsubsidi. Kelompok usia 19 hingga 25 tahun menjadi penerima manfaat terbesar dengan jumlahmencapai 28.060 unit rumah atau sekitar 36,19 persen dari total penyaluran nasional. Kondisi inimenunjukkan bahwa semakin banyak generasi muda yang mulai berupaya memiliki rumahpertama melalui fasilitas pembiayaan bersubsidi….
