MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui Penguatan Sektor Pangan

MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa melalui Penguatan Sektor Pangan

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan sektor pangan nasional. Selain meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program ini juga menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif di pedesaan. Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai bahwa penguatan sektor pangan menjadi…

Read More

MBG dalam Perspektif Pembangunan SDM dan Ekonomi Desa Berkelanjutan

Oleh : Andhika Rachma Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi salah satu kebijakan yang banyak diperbincangkan karena dampaknya yang terasa langsung di tengah masyarakat. Tidak hanya sekadar menyediakan makanan bergizi, program ini perlahan menunjukkan perannya sebagai penggerak perubahan, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menghidupkan ekonomi desa. Dengan pendekatan yang lebih menyentuh…

Read More

MBG dan Peran Strategis dalam Menggerakkan Ekonomi Desa

Oleh : Nanda Syahrial Putri )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menegaskan posisinya sebagai kebijakan strategis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki daya ungkit signifikan dalam menggerakkan ekonomi desa secara berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan nasional, MBG menjadi instrumen terpadu yang menghubungkan aspek pemenuhan gizi dengan pemberdayaan ekonomi lokal, sehingga…

Read More
Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Pilar Pengembangan Ekonomi Syariah

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Pilar Pengembangan Ekonomi Syariah

Jakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan Koperasi Merah Putih sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas inklusi keuangan, memperkuat sektor riil berbasis umat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Nasional Ferry Juliantono mengungkapkan penguatan koperasi, khususnya…

Read More
Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Syariah Berbasis Desa

Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Syariah Berbasis Desa

Jakarta – Pemerintah memperkuat pembangunan ekonomi syariah nasional dengan menjadikan koperasi sebagai instrumen utama pengembangan sektor riil berbasis masyarakat di tingkat desa. Dalam kerangka ini, koperasi berperan sebagai penggerak ekonomi desa yang sejalan dengan prinsip syariah, sehingga Koperasi Merah Putih dinilai berpotensi menjadi motor pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat…

Read More

Koperasi Merah Putih dalam Arsitektur Ekonomi Syariah Nasional

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Di tengah upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional yang inklusifdan berkeadilan, pengembangan ekonomi syariah berbasis sektor riil semakinmenunjukkan arah yang progresif. Kehadiran Koperasi Merah Putih tidak hanyamenjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan, tetapi juga mencerminkandesain besar pembangunan ekonomi syariah nasional yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat desa. Pendekatan ini menempatkanmasyarakat sebagai pelaku utama ekonomi, sekaligus memperkuat struktur ekonomidari lapisan paling dasar. Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam forum Seminar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat pada April 2026 menegaskan bahwa masa depanekonomi syariah Indonesia harus bertumpu pada sektor riil yang produktif dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa penguatan koperasi, khususnya KoperasiDesa Merah Putih, menjadi langkah strategis dalam menggerakkan ekonomimasyarakat secara langsung. Dalam perspektif ini, koperasi tidak hanya berfungsisebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu memperluas akses usaha, memperkuat distribusi, serta mendorongterciptanya ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing. Langkah ini mencerminkan pendekatan yang tepat. Selama ini, salah satu tantangandalam pengembangan ekonomi syariah adalah masih dominannya sektor keuangandibandingkan sektor riil. Padahal, esensi ekonomi syariah terletak pada aktivitasproduktif yang menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Koperasi Merah Putih hadir untukmenjembatani kesenjangan tersebut. Dengan tiga fungsi utama, yakni sebagai distributor kebutuhan pokok termasukbarang subsidi, offtaker produk desa, dan penyalur program strategis pemerintah—koperasi ini memiliki posisi strategis dalam rantai ekonomi nasional. Ia tidak hanyaberperan sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai simpul distribusi dan agregasi produksi masyarakat desa. Lebih jauh, data yang disampaikan pemerintah menunjukkan potensi besar dariprogram ini. Dengan lebih dari 4.200 unit yang siap beroperasi dan puluhan ribulainnya dalam tahap pembangunan, Koperasi Merah Putih memiliki skala yang cukup untuk menciptakan dampak sistemik. Jika terintegrasi dengan baik dalamekosistem ekonomi syariah, koperasi ini berpotensi menjadi tulang punggungdistribusi produk halal nasional. Di sinilah pentingnya sinergi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Ferry Juliantono secara eksplisit mendorong agar MES, khususnya di Jawa Barat, menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai prioritas dalam pengembangan ekonomisyariah jangka panjang. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup aspek pembiayaanmikro berbasis syariah, tetapi juga penguatan rantai pasok, pengembangan ritelmodern, hingga layanan sosial seperti klinik dan apotek. Dorongan kepada perbankan syariah untuk merancang model pembiayaan mikroyang adaptif terhadap kebutuhan koperasi desa juga merupakan langkah strategis. Selama ini, akses pembiayaan menjadi kendala klasik bagi pelaku usaha mikro di pedesaan. Dengan skema pembiayaan syariah yang lebih fleksibel dan berbasisbagi hasil, koperasi dapat tumbuh lebih berkelanjutan tanpa terbebani risiko bunga tinggi. Dukungan juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, program mengatakan bahwa Koperasi Merah Putih dipandangsebagai wujud nyata konsep ta’awun (tolong-menolong) dalam ekonomi Islam. Perspektif ini penting, karena memperkuat legitimasi sosial dan keagamaan dariprogram pemerintah, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kerja sama antara Kementerian Koperasi dan MUI melalui penandatanganan MoU juga membuka ruang implementasi yang konkret, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga penguatan kapasitas manajerial koperasi. Rencana untukmencetak manajer koperasi modern melalui lembaga pendidikan seperti Ikopinmenunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan tata kelola koperasi yang profesional….

Read More

Koperasi Merah Putih: Jalan Baru Ekonomi Syariah yang Inklusif

Oleh : Abdul Razak)* Upaya penguatan ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan melalui pengembangan Koperasi Merah Putih yang dirancang sebagai model baru dalam pengelolaan ekonomi desa dan kelurahan. Dalam kerangka ini, pendekatan ekonomi syariah yang inklusif mulai diterapkan secara sistematis. Prinsip keadilan, transparansi, dan pemerataan manfaat telah dijadikan landasan utama, sehingga koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi,…

Read More
Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Tengah Tekanan Global

Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Tengah Tekanan Global

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramadhani menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat distribusi bantuan pangan sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung. Melalui Perum Bulog, distribusi beras dan minyak goreng kepada jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) terus dioptimalkan guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga….

Read More
Distribusi Bantuan Pangan Dipercepat untuk Perkuat Daya Beli Masyarakat

Distribusi Bantuan Pangan Dipercepat untuk Perkuat Daya Beli Masyarakat

Jakarta – Pemerintah terus mengakselerasi distribusi bantuan pangan sebagai langkah strategis dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan harga kebutuhan pokok pasca-Lebaran. Kebijakan ini dinilai tepat karena konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional yang harus terus dijaga stabilitasnya. Percepatan penyaluran beras dan minyak goreng di berbagai…

Read More

Optimalisasi Bantuan Pangan: Penyangga di Tengah Gejolak Dunia

Oleh : Garvin Reviano )* Di tengah dinamika global yang kian tidak menentu, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga komoditas, ketahanan pangan menjadi isu krusial yang tidak bisa diabaikan. Dalam konteks ini, program bantuan pangan hadir sebagai salah satu instrumen strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus melindungi daya…

Read More