Swasembada Energi Menyalakan Listrik Desa dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Oleh: Yusuf Rinaldi Munir Indonesia saat ini tengah berada di tengah transformasi besar-besaran menuju kemandirian energi, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi, mempercepat elektrifikasi desa-desa terpencil, serta memperkuat ekonomi rakyat melalui pemanfaatan energi terbarukan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai swasembada energi, yang tak hanya memberikan jaminan keberlanjutan energi nasional,…

Read More

Ketahanan Energi Papua Jadi Fondasi Kemandirian Ekonomi

Oleh: Sjaichul Anwari)* Papua memiliki potensi energi yang besar dan strategis, mulai dari migas hinggaenergi baru terbarukan yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Pengelolaan yang terarah dapat menjadikan sektor energi sebagai pilar utama dalam mendorongkemandirian ekonomi kawasan timur Indonesia. Ketahanan energi di Papua tidak hanya berkaitan dengan pasokan listrik dan bahanbakar, tetapi juga menyangkut pemerataan pembangunan dan kesejahteraanmasyarakat lokal. Dengan kebijakan yang tepat, penguatan sektor energi mampumembuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan memperkuat daya saingdaerah. Di tengah dinamika ekonomi global, Papua berpeluang menjadi fondasi baru bagiketahanan energi nasional sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomiberkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, sertamasyarakat menjadi kunci agar potensi energi Papua benar-benar memberi manfaatjangka panjang. Terkait hal itu, pemerintah terus memperkuat langkah menuju kemandirian energinasional dengan menjadikan Papua sebagai salah satu pilar utama pengembanganketahanan energi. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Papua memilikipotensi sumber daya energi yang besar dan strategis, baik dari sektor energiterbarukan maupun minyak dan gas bumi.  Presiden Prabowo mengatakan bahwa sumber energi yang sangat baik di Papua akan dikelola oleh Kementerian ESDM dan dirancang untuk bisa dinikmati, baiksecara ekonomi maupun hasil produknya, oleh daerah-daerah Papua.  Ia menekankan Pembangunan energi di Papua tidak hanya berorientasi padapeningkatan produksi, tetapi juga pemerataan manfaat bagi masyarakat setempat. Pemerintah mendorong pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya dantenaga air, sebagai solusi berkelanjutan terutama bagi wilayah terpencil yang selamaini masih bergantung pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) dengan biayatinggi.  Pemerintah juga mengarahkan pengembangan bahan bakar nabati berbasis sumberdaya lokal sebagai bagian dari strategi swasembada energi dan pangan nasional. Presiden menyebut kemandirian energi akan memperkuat ketahanan fiskal negara, mengingat nilai impor BBM yang masih mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Komitmen Presiden Prabowo telah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerahsekaligus menarik investasi sektor hulu migas oleh RH Petrogas Companies in Indonesia yang dinilai mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorongpertumbuhan ekonomi daerah.  Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Barat Daya, Suroso, berharap aktivitas usaha hulu migas Petrogas dapat berjalanoptimal dan memberikan manfaat bagi daerah. Ia mengatakan, penerimaan negaramaupun daerah diperoleh melalui skema bagi hasil migas.  Sementara itu, General Manager Operations RH Petrogas Companies in Indonesia Alfian Telaumbanua menegaskan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadibagian penting dalam mendukung peningkatan produksi energi nasional. Koordinasiitu merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan guna memastikan kelancaranoperasi migas serta mendukung ketahanan energi, khususnya di Papua Barat Daya. Langkah Presiden Prabowo menetapkan Papua sebagai salah satu kawasanprioritas Pembangunan energi berkelanjutan nasional didukung oleh Komisi VI DPR RI. Salah satu anggota Komisi VI DPR, Rivqy Abdul Halim menilai kebijakantersebut harus ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh Kementerian dan Lembagaterkait agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua. Rivqy menyoroti potensi energi yang dimiliki Papua bernilai besar dan strategis. Iamenjelaskan, mulai dari energi air, surya, hingga sumber energi baru dan terbarukanlainnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong kesejahteraanekonomi masyarakat lokal sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Ia pun berharap pemerintah tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapimemastikan implementasi yang terukur, berkelanjutan, dan berpihak padakepentingan masyarakat daerah.  Penguatan ketahanan energi di Papua menunjukkan keseriusan pemerintah dalammembangun fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dari wilayah timurIndonesia. Melalui kebijakan yang terarah, negara berupaya memastikan bahwapotensi energi Papua benar-benar menjadi penggerak kesejahteraan masyarakatlokal. Langkah pemerintah yang mengintegrasikan pengembangan migas dan energiterbarukan dinilai sebagai strategi seimbang untuk menjawab tantangan masa depan. Pendekatan ini tidak hanya menjaga stabilitas pasokan energi nasional, tetapi juga membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru di daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta pelaku industri menjadi faktor pentingdalam mempercepat realisasi kemandirian energi nasional. Dengan koordinasi yang kuat, pembangunan sektor energi di Papua diharapkan mampu memberikan dampakekonomi yang nyata dan berkelanjutan. Dukungan legislatif dan keterlibatan masyarakat menjadi penguat arah kebijakanenergi yang berpihak pada kepentingan daerah. Pemerintah terus mendorongimplementasi program secara terukur agar manfaat pembangunan energi dapatdirasakan secara luas dan merata. Ke depan, Papua berpotensi menjadi simbol keberhasilan transformasi energinasional yang berbasis pemerataan pembangunan. Komitmen pemerintah dalammemperkuat sektor energi diyakini mampu menjadikan Papua sebagai fondasi barukemandirian ekonomi Indonesia. )* Pengamat Energi Nasional

Read More
Danantara Jadikan Proyek Hilirisasi Tonggak Transformasi Ekonomi Nasional

Danantara Jadikan Proyek Hilirisasi Tonggak Transformasi Ekonomi Nasional

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kembali menjadwalkan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk sekitar 10 proyek hilirisasi strategis dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi kelanjutan dari enam proyek yang telah dimulai pada awal Februari 2026, sekaligus bagian dari total 21 proyek hilirisasi yang ditargetkan berjalan sepanjang tahun ini dengan nilai investasi…

Read More
Danantara Dorong Proyek Hilirisasi Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Danantara Dorong Proyek Hilirisasi Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memperkuat perannya dalam mendorong percepatan proyek hilirisasi di berbagai sektor strategis guna meningkatkan daya saing industri nasional. Melalui pendekatan investasi jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor, BPI Danantara berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian….

Read More

Hilirisasi Industri dan Peran Danantara Meningkatkan Daya Saing

Oleh : Seva Amalia Asti )* Hilirisasi industri telah menjadi strategi penting dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam, tetapi nilai tambah yang dinikmati di dalam negeri masih terbatas karena banyak komoditas diekspor dalam bentuk mentah. Melalui kebijakan hilirisasi, sumber daya tersebut diolah lebih lanjut di dalam negeri…

Read More

Danantara Menopang Transformasi Ekonomi melalui Proyek Hilirisasi

Oleh: Bara Winatha*) Transformasi ekonomi Indonesia memasuki fase baru melalui penguatan agenda hilirisasi yang digerakkan secara terstruktur dan masif. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara hadir sebagai salah satu instrumen strategis negara untuk memastikan sumber daya alam tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Melalui serangkaian proyek strategis, Danantara diarahkan menjadi motor…

Read More
Menopang Ketahanan Energi Hijau melalui Pengembangan Biorefinery dan Bioethanol

Menopang Ketahanan Energi Hijau melalui Pengembangan Biorefinery dan Bioethanol

Oleh : Ricky Rinaldi* Ketahanan energi nasional kini semakin ditopang oleh kemampuan Indonesia membangun sistem energi bersih, berkelanjutan, dan kompetitif. Pemerintah secarastrategis menempatkan pengembangan biorefinery dan bioetanol sebagai bagianintegral dari agenda transisi energi nasional, sekaligus fondasi penting dalammemperkuat ketahanan energi hijau jangka panjang. Energi terbarukan dipandang sebagai pilar utama pembangunan energi masa depan. Pengembangan biorefinery dan bioetanol menjadi langkah konkret untukmemperkuat kemandirian energi berbasis sumber daya domestik, meningkatkan nilaitambah sektor pertanian dan industri, serta mendorong pengurangan emisi karbonsecara progresif. Kebijakan ini mencerminkan visi pemerintah dalam membangunsistem energi nasional yang modern, ramah lingkungan, dan tetap mendorongpertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa transisi energi harus menjadiagenda nasional yang berorientasi pada kedaulatan, keberlanjutan, dan keadilanantargenerasi. Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa pembangunan energi bersihtidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan energi hari ini, tetapi juga menjaga hakgenerasi mendatang atas lingkungan hidup yang sehat dan sumber daya yang lestari. Pengembangan biorefinery dan bioethanol membuka ruang transformasi strukturaldalam sektor energi. Biorefinery memungkinkan pengolahan bahan baku hayatimenjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari bahan bakar nabati, bahankimia hijau, hingga produk turunan industri lainnya. Sementara itu, bioethanol berperan sebagai substitusi bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperluas portofolio energi nasional berbasis sumber daya terbarukan. Peran strategis Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjadipenguat arah kebijakan negara dalam mempercepat pengembangan energi hijau. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas biorefinery dan peningkatan kapasitas produksi bioethanol sebagai bagian dari upaya sistematisuntuk membangun kemandirian energi nasional. Pendekatan ini memastikan bahwatransisi energi tidak bersifat simbolik, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkahkonkret dan terukur. Pengembangan biorefinery dan bioethanol juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Sektor ini membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat basis industri nasional. Pemerintah memandang bahwatransformasi energi hijau harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomidomestik, sehingga manfaat transisi energi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di daerah-daerah penghasil bahan baku hayati. Selain itu, kebijakan ini memperkuat peran petani dan pelaku usaha lokal dalamrantai pasok energi nasional. Bahan baku bioethanol dan biorefinery yang bersumber dari hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan memberikan nilaitambah bagi sektor primer, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi. Negara memastikan bahwa transisi energi hijau tidak meninggalkan kelompok masyarakattertentu, tetapi justru menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat. Dalam konteks global, pengembangan biorefinery dan bioethanol memperkuat posisiIndonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah memandang bahwa kemandirian energiberbasis sumber daya terbarukan akan meningkatkan daya tawar Indonesia di forum internasional, sekaligus memperkuat reputasi negara sebagai mitra strategis dalamupaya global menurunkan emisi karbon. Pemerintah juga menempatkan aspek keberlanjutan lingkungan sebagai prinsiputama dalam pengembangan energi hijau. Pengelolaan bahan baku dilakukandengan pendekatan berkelanjutan, menghindari deforestasi, serta menjagakeseimbangan ekosistem. Dengan demikian, pembangunan biorefinery dan bioethanol tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga menjaga kelestarianlingkungan hidup dalam jangka panjang. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swastamenjadi kunci keberhasilan pengembangan energi hijau nasional. Pemerintahmemperkuat regulasi, insentif, serta kerangka pembiayaan untuk mendorongpercepatan investasi di sektor biorefinery dan bioethanol. Pola kolaboratif inimemastikan bahwa transisi energi berjalan secara terkoordinasi, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata. Kebijakan pengembangan biorefinery dan bioethanol juga diarahkan untukmemperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi volatilitas pasar energi global. Dengan memperbesar porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, pemerintah mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan gangguan pasokan energi internasional….

Read More
Pemerintah Buka Peluang MBG Disalurkan saat Sahur di Pesantren Selama Ramadan

Pemerintah Buka Peluang MBG Disalurkan saat Sahur di Pesantren Selama Ramadan

Jakarta – Pemerintah membuka peluang penyesuaian penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pesantren selama Ramadan 1447 Hijriah, termasuk kemungkinan distribusi untuk sahur, guna memastikan program tetap berjalan tanpa mengganggu ibadah puasa. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan penyesuaian teknis tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi terbatas untuk memperkuat implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun…

Read More
Selama Bulan Puasa, Penyaluran MBG Diadaptasi agar Tetap Tepat Sasaran

Selama Bulan Puasa, Penyaluran MBG Diadaptasi agar Tetap Tepat Sasaran

Jakarta – Selama bulan suci Ramadan, mekanisme penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami sejumlah penyesuaian guna memastikan manfaatnya tetap tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Adaptasi ini dilakukan tanpa mengurangi tujuan utama program, yakni meningkatkan asupan gizi kelompok penerima manfaat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kepala…

Read More
MBG di Bulan Ramadan dan Upaya Menjaga Asupan Gizi Anak

MBG di Bulan Ramadan dan Upaya Menjaga Asupan Gizi Anak

Oleh: Nur Utunissa Bulan Ramadan merupakan periode penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Indonesia. Di tengah perubahan pola aktivitas harian akibat ibadah puasa, perhatian terhadap pemenuhan gizi anak menjadi isu yang tidak boleh terabaikan. Anak-anak, terutama usia sekolah, berada pada fase pertumbuhan yang membutuhkan asupan gizi seimbang untuk menunjang perkembangan fisik, kognitif, dan daya tahan…

Read More