Menjaga Kepercayaan Publik dengan Menghormati Peradilan Militer

Oleh: Dwi Harsono *) Menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara merupakan fondasi pentingdalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu pilar yang berperan besarnamun kerap kurang dipahami adalah peradilan militer. Sistem ini hadir sebagaibagian dari upaya menjaga disiplin, profesionalisme, dan kehormatan prajurit. Denganmemberikan dukungan serta penghormatan terhadap peradilan militer, masyarakatturut berkontribusi dalam memperkuat kepercayaan terhadap institusi pertahanannegara. Praktisi hukum, Fransiscus Xaverius Tangkudung menegaskan bahwa penerapanproses hukum militer terhadap terduga pelaku penyiraman air keras merupakanlangkah yang sah secara hukum dan patut dihormati oleh semua pihak. Menurutnya, dalam sistem hukum Indonesia, mekanisme peradilan militer memiliki dasar hukumyang jelas ketika subjek hukum yang diduga terlibat merupakan anggota aktif militer. Karena itu, ia menilai polemik yang mempersoalkan forum peradilan justru berpotensimengaburkan substansi utama, yakni penegakan hukum itu sendiri Diketahui, peradilan militer dibangun untuk memastikan bahwa setiap anggota militertetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Sistem ini tidak berdiri untukmemberikan keistimewaan, melainkan untuk menjamin bahwa penegakan hukumberjalan sejalan dengan karakter tugas militer yang penuh tanggung jawab. Dukunganpublik terhadap sistem ini menjadi sangat penting agar proses hukum dapatberlangsung dengan baik, adil, dan tetap menjaga stabilitas institusi. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mengatakan kepercayaan publikakan tumbuh ketika masyarakat melihat adanya komitmen kuat dari institusi militerdalam menegakkan hukum secara konsisten. Peradilan militer menjadi bukti bahwasetiap pelanggaran, siapa pun pelakunya, tetap diproses sesuai aturan. Dalam hal ini, dukungan masyarakat menjadi energi positif yang memperkuat semangattransparansi dan akuntabilitas di lingkungan militer. Sikap percaya dan menghargaiproses yang berjalan akan menciptakan suasana yang kondusif bagi tegaknyakeadilan. Menghormati peradilan militer juga berarti memberikan kepercayaan kepada aparatpenegak hukum untuk bekerja secara profesional. Proses hukum yang berjalanmembutuhkan ruang yang tenang, objektif, dan bebas dari tekanan. Ketika masyarakat menunjukkan sikap mendukung dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu akurat, maka proses peradilan dapat berlangsung denganlebih optimal. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat hasil putusan yang berkeadilan. Transparansi yang dijalankan oleh peradilan militer juga patut diapresiasi sebagaibagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Keterbukaan informasi yang dilakukan secara proporsional menunjukkan bahwa institusi militer memiliki komitmenuntuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas penegakan hukum. Dukunganmasyarakat terhadap langkah-langkah transparansi ini akan semakin memperkuatcitra positif institusi di mata publik. Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, meminta masyarakat tetap mempercayakanpenegakan hukum kepada pemerintah. Ia menegaskan kasus penyiraman air kerastersebut sedang diproses secara serius dan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sebagai bentuk tanggung jawab, jabatan kepala Badan IntelijenStrategis yang sebelumnya dipegang oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo telahdiserahkan. Otto juga memahami adanya kekhawatiran publik terkait transparansi, terutama karena kasus ini melibatkan aparat militer. Namun, ia menegaskanIndonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan keterbukaan. Langkah-langkah yang telah diambil pemerintah tersebut menunjukkan adanyakomitmen nyata dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik. Penanganankasus secara serius, disertai dengan tindakan tegas di internal institusi, menjadi sinyalbahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran hukum untuk diabaikan. Hal ini pentinguntuk dipahami sebagai bagian dari mekanisme korektif yang justru memperkuatinstitusi, bukan melemahkannya. Dukungan masyarakat terhadap proses ini akansemakin mempertegas bahwa hukum berjalan sebagaimana mestinya. Di sisi lain, penting bagi publik untuk melihat proses hukum sebagai sebuah rangkaianyang membutuhkan waktu, ketelitian, dan kehati-hatian. Setiap tahapan yang dijalankan memiliki tujuan untuk memastikan keadilan benar-benar tercapai. Denganmemberikan kepercayaan kepada institusi yang berwenang, masyarakat turutberperan dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi penegakan hukum. Sikapini sekaligus menjadi bentuk kedewasaan kolektif dalam menyikapi dinamika yang berkembang di ruang publik. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi terkait peradilan militerkepada masyarakat. Pemberitaan yang berimbang dan edukatif akan membantumembangun pemahaman yang lebih baik. Dalam konteks ini, dukungan terhadapperadilan militer juga dapat diwujudkan dengan menyebarkan informasi yang benardan tidak menyesatkan. Kolaborasi antara media, masyarakat, dan institusi militermenjadi kunci dalam menciptakan persepsi publik yang konstruktif. Selain itu, peningkatan literasi hukum di masyarakat menjadi faktor penting dalammendukung peradilan militer. Pemahaman yang baik akan membantu masyarakatmelihat bahwa setiap proses hukum memiliki tahapan yang harus dihormati. Dukungan dalam bentuk pemahaman ini akan memperkuat kepercayaan sertamengurangi potensi kesalahpahaman. Dengan demikian, masyarakat tidak hanyamenjadi pengamat, tetapi juga bagian dari ekosistem hukum yang sehat. Pada akhirnya, menjaga kepercayaan publik melalui penghormatan terhadapperadilan militer adalah tanggung jawab bersama. Dukungan yang diberikanmasyarakat menjadi cerminan kedewasaan dalam bernegara serta komitmenterhadap tegaknya hukum. Dengan semangat saling percaya dan menghormati, peradilan militer dapat terus menjalankan perannya secara optimal, sekaligusmemperkuat fondasi keadilan dan keutuhan bangsa. *) Penulis merupakan Pengamat Hukum dan Keamanan

Read More

Keadilan Butuh Proses, Peradilan Militer Perlu Dihormati

Oleh : Andi S )* Di tengah derasnya dinamika pemberitaan nasional, wacana tentang bagaimana sebuah negara menegakkan hukum di hadapan semua warganya kembali menjadi fokus perhatian publik. Belum lama ini publik Indonesia menyaksikan perkembangan yang cukup intens dalam penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus. Kasus yang memicu debat tentang jalur peradilan mana yang paling tepat…

Read More
Selamatkan Rp11,4 Triliun, Satgas PKH Serahkan Dana Jumbo ke Kas Negara

Selamatkan Rp11,4 Triliun, Satgas PKH Serahkan Dana Jumbo ke Kas Negara

Jakarta – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bersama Kejaksaan Republik Indonesia menyerahkan dana sebesar Rp11,4 triliun ke kas negara dalam prosesi di kompleks Kejaksaan Agung RI, Jumat (10/4/2026). Prosesi penyerahan dilakukan langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam kesempatan tersebut, tumpukan…

Read More
Penyelamatan Aset Negara Terus Menguat, Satgas PKH Setor Rp 11,4 Triliun untuk Kepentingan Rakyat

Penyelamatan Aset Negara Terus Menguat, Satgas PKH Setor Rp 11,4 Triliun untuk Kepentingan Rakyat

Jakarta — Upaya penyelamatan aset negara terus menunjukkan capaian signifikan. Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan dana sebesar Rp 11,4 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) ke kas negara dalam seremoni di Gedung Kejaksaan Agung. Penyerahan ini menjadi bukti konkret bahwa negara hadir menjaga kekayaan nasional melalui penegakan hukum yang tegas dan…

Read More

Penyerahan Dana 11.4 T Bukti Ketegasan Hukum dan Integritas PemerintahSelamatkan Aset Negara

Oleh: Ahmad Subarkah Pemandangan tumpukan uang tunai senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 April 2026, bukan sekadar seremonial birokrasi biasa yang kerap menghiasi layarkaca. Bagi publik yang jeli melihat arah kebijakan nasional, peristiwa tersebut adalah proklamasiatas babak baru penegakan hukum di Indonesia, yakni sebuah fase di mana hukum tidak hanyaberfungsi memenjarakan badan, tetapi juga secara agresif memulihkan urat nadi perekonomiannegara.  Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan sekitar satu setengahtahun, langkah strategis melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menjelmamenjadi instrumen penyelamat fiskal yang sangat konkret dan terukur. Fenomena ini menandaipergeseran paradigma penegakan hukum dari yang bersifat retributif semata menjadi restitusifinansial yang masif demi kepentingan rakyat banyak. Langkah pemerintah dalam menarik denda administratif dan menyita aset hasil kejahatan sektorkehutanan merupakan jawaban cerdas sekaligus berani atas tantangan defisit anggaran yang sedang membayangi. Sebagaimana diketahui, data kuartal pertama tahun 2026 menunjukkanbahwa APBN per 31 Maret mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto. Dalam konteks ini, masuknya dana segar belasan triliunrupiah hasil sitaan ke kas negara menjadi suplemen yang sangat krusial. Menteri KeuanganPurbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa dana yang bersumber daridenda administratif, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta setoran pajak dari sektor-sektor yang sebelumnya gelap, akan dialokasikan secara taktis untuk menambal lubang anggarantersebut.  Hal ini membuktikan bahwa penegakan hukum kini tidak lagi berdiri di menara gading yang terpisah, melainkan berjalan beriringan dengan strategi manajemen keuangan negara yang pragmatis. Kejaksaan Agung di bawah komando ST Burhanuddin kini berperan ganda; tidakhanya sebagai ujung tombak penuntutan, tetapi juga sebagai kurator aset yang produktif bagikekayaan negara yang sempat tercuri oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab. Lebih jauh lagi, Presiden Prabowo secara visioner membedah angka akumulatif Rp31,3 triliun—total dana tunai yang berhasil diselamatkan sejak Oktober 2025 hingga April 2026—ke dalambahasa kebijakan yang lebih manusiawi dan menyentuh kebutuhan akar rumput. Dalampidatonya, Presiden memberikan ilustrasi yang sangat kuat bahwa dana hasil sitaan ini memilikidaya jangkau yang luar biasa untuk menyokong program strategis nasional, terutama di sektorpendidikan. Beliau memproyeksikan bahwa anggaran tersebut mampu membiayai perbaikansekitar 34.000 sekolah di seluruh penjuru Indonesia yang selama berbelas tahun terabaikan. Angka ini secara signifikan melampaui capaian tahun lalu yang hanya mampu merenovasi17.000 sekolah.  Framing kerakyatan ini sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan publik yang sempat luntur terhadap penegakan hukum. Dengan kata lain, pemerintah sedang mengirimkanpesan bahwa setiap rupiah yang dirampas kembali dari pelanggar hukum akan langsungdikonversi menjadi fasilitas publik, seperti renovasi rumah bagi 500.000 keluarga berpenghasilanrendah, yang diprediksi akan memberikan manfaat langsung bagi dua juta jiwa. Selain keberhasilan dalam bentuk uang tunai, pencapaian Satgas PKH dalam menguasai kembaliaset negara berupa kawasan hutan seluas 5 juta hektare adalah sebuah kemenangan kedaulatanyang monumental. Jika dikonversi ke dalam nilai materi, aset lahan tersebut ditaksir mencapaiangka fantastis sebesar Rp370 triliun. Presiden secara gamblang membandingkan nilaipengembalian aset ini dengan total APBN Indonesia yang berada di kisaran Rp3.700 triliun, yang berarti kerja keras Satgas PKH dalam satu setengah tahun terakhir telah berhasilmengamankan hampir 10 persen dari total kekuatan fiskal negara.  Penguasaan kembali lahan-lahan di Kalimantan Barat,…

Read More

Sitaan 11,4 Triliun Tegaskan Komitmen Negara Jaga Aset Publik dan Kuatkan Fondasi Ekonomi

Oleh : Rahman Basyir )* Langkah tegas negara dalam menyelamatkan keuangan publik kembali menunjukkan hasil konkret. Penyerahan dana sebesar Rp11,4 triliun ke kas negara oleh Kejaksaan Agung menjadi bukti bahwa penegakan hukum tidak lagi berhenti pada aspek normatif, melainkan telah menjadi instrumen strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Momentum ini tidak hanya memperlihatkan keseriusan pemerintah…

Read More
Publik Hormati dan Kawal Mekanisme Peradilan Militer Kasus Air Keras

Publik Hormati dan Kawal Mekanisme Peradilan Militer Kasus Air Keras

Jakarta – Proses hukum kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus terus berjalan dalam koridor peradilan militer. Pemerintah melalui institusi TNI menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara secara profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mengajak publik untuk menghormati serta mengawal mekanisme hukum yang berlaku. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan…

Read More
Kasus Air Keras Diproses, Publik Hormati Proses dan Tetap Tenang

Kasus Air Keras Diproses, Publik Hormati Proses dan Tetap Tenang

Jakarta – Perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menunjukkan sinyal kuat bahwa negara hadir dan bekerja melalui jalur hukum yang terukur, transparan, dan akuntabel. Di tengah tingginya perhatian publik, proses yang berjalan saat ini dinilai menjadi momentum penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum sekaligus memastikan keadilan ditegakkan…

Read More

Di Tengah Kasus Air Keras, Peradilan Militer Jalankan Mandat Hukum

Oleh: Galih Arya Nugroho )* Kasus penyiraman air keras yang menyita perhatian publik menghadirkan keprihatinan sekaligus ruang refleksi bagi semua pihak. Di tengah berkembangnya berbagai pandangan, proses hukum melalui peradilan militer berjalan dalam kerangka yang telah diatur, menjadi bagian dari upaya negara menjaga ketertiban hukum secara terukur dan berkeadilan. Proses penyidikan yang dilakukan oleh aparat militer menunjukkan perkembangan…

Read More

Menyikapi Kasus Air Keras dengan Jernih dan Bertanggung Jawab

Oleh: Anisa Rahmawati Sari )* Kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis kembali menyita perhatian publik dan memunculkan beragam respons di ruang informasi. Di tengah derasnya arus opini yang berkembang, publik dihadapkan pada pentingnya menjaga kejernihan berpikir agar peristiwa ini tidak ditarik ke dalam narasi yang dapat mengganggu stabilitas dan kepercayaan terhadap institusi negara. Perkembangan informasi…

Read More